Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab377. Makan-makan


__ADS_3

Mereka berempat selesai menguliti para Monster tersebut, setelah melakukan beberapa hal dan memotong daging mereka menyiapkan sebuah tikar, lalu membuat api unggun untuk memasak.


Han Xiao dan Ne Zha sangat menyukai makanan, sehingga mereka tentu membuat Wajan untuk mereka memasak untuk digunakan setiap saat diperlukan. Seperti sekarang.


Bukan hanya Han Xiao dan Ne Zha yang terkejut dengan Udang yang sangat besar, Feng Jin menunjukan ekspresi serupa saat melihat Udang yang sangat besar tersebut.


Wajah Feng Jin berbinar terang, "Akhirnya aku bisa puas merasakan Udang! Di dunia yang lama, mereka paling besar hanyalah sebesar kepalan tangan." Gadis itu dengan penuh semangat memotongi Udang untuk dimasak.


Keahlian Han Xiao dan Ne Zha dalam memasak sungguh luar biasa, keduanya sebagai pecinta makanan tentu akan memiliki kemampuan memasak yang baik tidak perlu diragukan lagi.


Aroma semerbak dari rempah-rempah dan bumbu yang dimasak oleh Ne Zha menguar kesana kesini. Bahkan tidak sedikit ada Monster tingkat 16 yang mengintip mereka karena godaan dari wewangian masakan Ne Zha.


Tapi tidak ada satupun dari para Monster itu ingin menerobos membuat kekacauan, sebelumnya sebagian besar dari mereka menonton. Bagaimana dua gadis yang kini terlihat riang tidak berbahaya itu membantai teman mereka dalan satu pukulan telak, tidak ada yang berani membuat ulah pada acara makan-makan yang dibuat oleh keempat orang tersebut.


"Tambahkan sedikit garam, saos asam manis ini kurang gurih." Ne Zha meminta Han Xiao menambahkan garam saat mencicipi Udang yang diolah menjadi asam manis oleh pemda riang itu.


Han Xiao tidak memprotes, dia menambahkan sedikit garam lagi. Setelah diaduk beberapa saat, Han Xiao dan Ne Zha kembali mencicipi Udang asam manis itu.


Senyum kedua pemuda itu mekar sangat lebar dan indah, serempak keduanya mengacungkan jempol dengan bersamaan.


"Mantap!" seru mereka berdua.


Feng Jin sendiri tertawa melihat Han Xiao dan Ne Zha, tiba-tiba teringat pada kenangan masa lalu. Hampir setiap hari kedua pemuda itu melakukan hal masak seperti ini.

__ADS_1


Hidangan telah tersaji seluruhnya, ada Daging Wyvern yang diberi bumbu pedas. Dengan Tanaman Sihir Cabai Neraka, kepedasannya sudah tidak perlu ditanyakan. Han Xiaoembuat olahan Wyvern benar-benar seperti Ayam geprek di dunianya dulu.


"Karena tidak ada ayam, maka Wyvern pun jadi," ujar Han Xiao diiringi senyum yang lebar.


Ne Zha menyajikan berbagai hidangan lainnya, Udang Asam Manis masih paling menonjol. Wangi dari Udang itu masih menguar dengan sangat menggoda.


"Selamat makan!" Keempatnya mengatakan hal yang sama sebelum mulak sibuk dengan makanan mereka masing-masing.


***


Sementara di itu di pesisir pantai lainnya, ada tiga pemuda yang tengah bersantai. Mereka baru saja selesai membunuh Monster tingkat 16 berbentuk Kepiting raksasa.


Salah satu dari pemuda itu tiba-tiba mengendus sesuatu dengan hidungnya, pandangannya segera terarah ke barat. Disana dia melihat asap walaupun sangat kecil dan buram, kemampuannya di ranah Dewa Raja tidak bisa disepelekan, dia bisa dengan jelas melihat asap tersebut walaupun cukup jauh.


"Ketua, kau melihat sesuatu?" Pemuda disampingnya bertanya.


Bukan tanpa sebab pemuda itu menebak asal wewangian masakan ini dan asap disana disebabkan oleh Juxue, mengingat gadis itu adalah murid dari Kaisar Kecantikan. Baik guru atau murid, mereka sungguh memiliki kecantikan yang sungguh tiada tara. Bahkan senyum ringan dari Juxue sanggup membunuh seribu pasukan. Mengingat Juxue adalah orang yang sangat menikmati hidup, dimanapun gadis itu akan makan tanpa menghiraukan situasi. Ditambah dengan banyaknya Monster tingkat 16 disini, nafsu makan gadis itu pasti akan bertambah.


"Ketua, apakah kita akan kesana?" Pemuda di samping sang ketua berkata dengan antusias, mereka memang tidak mati melihat kecantikan Juxue, tapi tetap saja ada gangguan terhadap getaran jiwa mereka.


"Sesuai intruksi dari Kaisar, kita harus saling bekerja sama menemukan peserta dari Alam Semesta Waktu dan membunuh mereka." Pemuda yang menjadi ketua itu mengangguk setuju, dia mengajak kedua anggota tim miliknya untuk menuju ke arah asap tersebut.


***

__ADS_1


Ne Zha, Han Xiao, Feng Jin dan Xian Xuenai masih melakukan kegiatan makan-makan mereka dengan senang. Seolah kini mereka tengah pergi berlibur.


Memang tempat ini terlihat begitu indah dan cocok melakukan hal semacam liburan, tapi ini jika hanya dilihat. Di sekeliling mereka terdapat Monster yang mengintai dalam diam, sungguh konyol apa yang mereka lakukan di pantai ini.


"Dalam waktu selama itu, bukan tidak mungkin orang-orang itu sudah bersatu dalam aliansi. Kita sudah pasti menjadi incaran mereka." Ne Zha angkat suara untuk perjalanan mereka di Menara Tianxia.


"Sesuai dengan rencanamu, kita akan memburu mereka terlebih dahulu. Lagipula, aku tidak suka menjadi bahan buruan. Aku lebih suka memburu," sahut Han Xiao seraya menyuapkan makanan pada mulutnya.


Xian Xuenai kini hanya bisa mengikuti rencana yang disusun oleh Ne Zha, dia hanya menambahkan beberapa, karena Menara Tianxia telah berubah. Xian Xuenai tidak bisa melakukan hal yang sebelumnya direncanakan oleh Xian Chin untuk mereka, tapi setidaknya beberapa informasi masih dapat digunakan untuk saat ini.


Pada saat mereka tengah asik mengobrol seraya makan, Ne Zha yang juga terlihat tidak terganggu tiba-tiba mengubah ekspresi wajahnya, begitu juga dengan Han Xiao dan Xian Xuenai.


"Kita kedatangan tamu," ujar Ne Zha.


Han Xiao sempat terganggu, tapi wajahnya kembali menyinarkan cahaya riangnya, "Baguslah mereka datang sendiri, kita tidak perlu susah payah mencarinya. Hahaha," ucap Han Xiao.


Xian Xuenai tidak mengatakan apa-apa selain tersenyum kecil, berbeda dengan Feng Jin, dia sungguh kesal karena waktu berkumpul dengan dua abang serta kakak perempuannya terganggu karena tamu yang satu ini.


"Bang Zha, apakah kalian sengaja membuat asap itu?" Feng Jin melihat asap yang tanpa dia sadari sebelumnya, dengan adanya asap. Tentu itu akan menarik perhatian yang melihatnya.


"Bisa dibilang ya mungkin." Ne Zha menggaruk kepalanya, dia juga tidak memperhitungkan hal ini sebelumnya. Tidak pernah dia sangka dalam jarak besar seperti ini orang lain menemukan asap mereka.


Mungkin benar tebakan dari Ne Zha bahwa orang lain tidak akan melihatnya, tapi berbeda dengan tamu yang kini sedang menuju kemari, itu adalah salah satu dari pemilik Mata Dewa. Sehingga kemampuan matanya dalam melihat jarak jauh tidak bisa disamakan dengan yang lainnya.

__ADS_1


***


Update Mingguan : 04/14


__ADS_2