Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab416. Kabar Han Xiao sampai pada Ne Zha


__ADS_3

"Murid Kaisar Dewa ternyata," suara kikikan terdengar menggema di seluruh arah.


Yalan segera mengangkat tombaknya dan melihat sekeliling, aura mengerikan jatuh padanya. Yalan merasakan dirinya sangat kepanasan.


Tongkat Alat Dewa di tangannya Yalan putarkan untuk melawan hawa panas yang menyerangnya dari segala arah, mata Yalan berkilat kejam saat orang menyerangnya dengan cara mendadak seperti ini.


"Hahaha! Kau pikir hanya dirimu yang memiliki Alat Dewa?" suara riang itu kembali terdengar.


Bersamaan dengan munculnya Api berwarna Emas, Pedang Emas melesat menuju Yalan yang kini sudah bersiap untuk menangkis serangan dari pedang yang datang.


Sting...


Trang!!!


Tring!!!


Bunyi aduan pedang dan tongkat bergema, pada detik berikutnya datang sebuah Api berwarna Emas yang menghantam ke arah Yalan.


Yalan tidak siap dengan Api emas tersebut, sehingga dia hanya bisa menahan dengan seadannya.


Api emas itu perlahan surut dan memunculkan seorang gadis cantik berambut emas, senyum gadis itu sangat lebar saat memandang Yalan. Dia adalah Feng Jin!


Feng Jin memberikan sebuah pukulan terhadap Yalan, kultivasi mereka setara, tetapi dalam pertukaran ini terlihat jelas bahwa Yalan berada dibawah Feng Jin.


Senyum Feng Jin melebar saat melihat Yalan yang terpental mundur setelah menahan serangannya yang menggunakan Pedang Api Emas yang dimilikinya. Pedang Api Emas adalah nama yang Feng Jin berikan pada Pedang Alat Dewa pemberian Xian Chin.


Mata Yalan memicing saat melihat Feng Jin, sebuah kebingungan terlintas pada wajah Yalan karena belum pernah melihat Feng Jin.


Berbanding terbalik dengan Yalan yang bingung, Cong Lai disisi lain terkejut dan penuh ketakutan. Sebelumnya jelas Cong Lai mengetahui gadis di hadapannya ini berada di ranah Dewa Raja pertama, tetapi kini sudah berada diambang terobosan ALam Raja Abadi, dan juga dari yang terlihat. Gadis ini tidak memiliki ketakutan sedikitpun saat bertemu dengan mereka Murid Kaisar yang berjumlah sepuluh orang.


"Ah kau yang terakhir kali melarikan diri dari Bang Han dan Bang Zha?" Senyum Feng Jin melebar saat melihat Cong Lai.


Senyum Feng Jin memang sangat indah, tetapi bagi Cong Lai, entah mengapa itu terasa sangat mengerikan.

__ADS_1


"Kalian bisa maju bersamaan jika ragu," kekeh Feng Jin saat melihat tidak satupun murid Kaisar maju.


Sungguh lelucon! Yalan adalah Murid Kaisar terkuat di sini, tetapi bisa dengan mudah ditendang oleh Feng Jin.


"Serang bersama! Kita pasti bisa membunuhnya!" seru Yalan dengan penuh amarah, ketika pandangannya jatuh pada Pedang Api Emas, matanya memancarkan keserakahan.


"Membunuhnya? Kalian harus bisa melewatiku terlebih dahulu." Aura mengerikan berhembus dari langit.


Yalan dan sembila lainnya menatap langit, mereka terkejut saat melihat langit yang terbelah dan turun sebuah tapak yang memiliki warna dari lima Elemen.


Bersamaan dengan turunnya Tapak tersebut, seorang pemuda turun dari langit dan menarik Feng Jin dari jangkauan serangan tapak.


"Tidak, ini buruk!" Cong Lai terakhir kali melihat serangan tapak diluncurkan oleh Ne Zha, dan itu membuatnya hampir mati.


"Yalan keluarkan kekuatan penuh untuk melawan Tapak ini!" seru cong Lai seraya memobilisasi penuh kekuatan pada Alat Dewa.


Yalan memiliki sedikit kepercayaan terhadap Cong Lai pada saat kritis seperti ini, sepuluh Murid Kaisar itu menggabungkan kekuatan mereka untuk menahan serangan Tapa Lima Elemen yang diturunkan oleh Ne Zha.


"Bang, kau tidak bisa membiarkan adikmu bermain," keluh Feng Jin saat dia berada di jarak aman bersama Ne Zha.


Feng Jin hanya bisa menggerutu, tetapi dia segera teringat sesuatu.


"Bang, jangan bunuh mereka dalam serangan ini, aku merasakan hawa Bang Han pada Cong Lai dan Yalan," ujar Feng Jin.


Ne Zha segera mengikuti ujaran dari Feng Jin, dia mengurangi banyak kekuatan dari Tapak Lima Elemennya.


BOOOOOOM!!!


Sepuluh Unsur menyatu dan bertemu dengan Tapak Lima Elemen, gelombang kejut raksasa menyebar hinga beberapa kilo meter. Ne Zha yang melihat sepuluh murid Kaisar melawan Tapak Lima Elemen tetap tidak memiliki ekspresi apapun di wajahnya, sudah dia kurangi hingga sisa tiga puluh persen saja kekuatan dari Tapak lima Elemen.


Jika Tapak Lima Elemen mengeluarkan kekuatan penuh seperti sebelumnya, jangankan Yalan dan sembilan lainnya. Ne Zha sendiri yakin itu akan mampu membuat seorang Kaisar terluka.


Hembusan angin menyapu seluruh debu yang menutupi pandangan, Ne Zha dan Feng Jin segera melesat ke arah Yalan dan yang lainnya.

__ADS_1


Persis seperti yang dikatakan Feng Jin, ada aura Han Xiao pada Cong Lai dan Yalan.


Yalan dan Cong Lai kini tengah terbaring dengan luka di sekujur tubuh mereka, keduanya cukup beruntung karena memiliki Alat Dewa, jika tidak. Keduanya akan berakhir seperti delapan murid Kaisar sisanya, yaitu mati!


Ne Zha tidak membuang waktu dan segera mengangkat tubuh Cong Lai, matanya memicing saat mencari pusat dari aura Han Xiao, segera saja Ne Zha menemukan itu berada di pundak Cong Lai.


"Sungguh ceroboh," kutuk Ne Zha saat menemukan butiran kecil di pundak Cong Lai, Ne Zha menggunakan Qi untuk mengambil butiran tersebut dan menyimpannya di Cincin Spasial.


Pandangannya segera teralih pada Yalan yang kini juga terbaring tidak berdaya, tatapan sinis yang tajam dilemparkan oleh Ne Zha tanpa menutupinya.


"Orang sepertimu, ingin membunuh adikku?" Ne Zha menediskan kata tersebut dengan sangat tajam.


Yalan ingin rasanya melawan, tetapi dia sungguh tidak memiliki tenaga sedikitpun. Seolah dirinya kini tengah disegel.


Sama seperti sebelumnya, Ne Zha mencari pusat dari Aura Han Xiao pada tubuh Yalan. Dalam waktu singkat Ne Zha segera menemukannya, hal itu juga sama. Yaitu butiran kecil.


Tangan Ne Zha bergerak untuk menyentuh kepala Yalan, dia mengirimkan sebuah kekuatan yang mulai menyiksa bagi Yalan.


"A... Apa yang kau lakukan!" Yalan dengan susah payah berkata.


Mata Ne Zha memicing, kini dia sedang menjelajahi ingatan Yalan seratus lima puluh tahun yang lalu, Ne Zha yakin pada saat itu Yalan bertemu Han Xiao karena adanya aura Han Xiao.


Ekspresi Ne Zha semakin menggelap saat mengetahui Han Xiao menyerang Kamp secara sembrono, memang bisa saja Han Xiao selamat dari serangan gabungan tersebut. Namun, dengan Racun Korosi, sulit dikatakan Han Xiao akan selamat.


CRACK!!!


BAAAM!!!


Kepala Yalan langsung retak karena diremas Ne Zha sebelum hancur berkeping-keping, Istana Takdir yang akan kabur bersama Jiwa Utama bahkan belum sempat bergerak sebelum dihancurkan oleh genggaman tangan Ne Zha.


"Fan Meirong." Tatapan Ne Zha menjadi sangat dingin, pada detik berikutnya dia bergerak dan dalam satu kali hantaman. Cong Lai yang terbaring hancur berkeping-keping.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 01/14


__ADS_2