
"Berhenti!" Sang Panda berteriak saat Ne Zha hendak membuang hasil masakannya.
Ne Zha tersenyum kecil, tentu saja dia hanya menggunakan sebuah trik. Dia sudah bisa melihat hasrat sang Panda terhadap makanan, Ne Zha yakin hasil masakannya ini akan memikat sang Panda, maka dari itu dia dengan percaya diri menggunakan trik ini.
"Ada apa? Bukankah kau curiga di sini ada racun? Jika begitu lebih baik kubuang dan kita bermain kejar-kejaran hingga satu juta tahun," ujar Ne Zha, tentu saja dia tidak inging menghabiskan waktu satu juta tahun untuk hanya berkejar-kejaran dengan Panda ini.
"Aku tidak mengatakan kau boleh membuangnya! Kau makan terlebih dahulu, jika kau tidak kenapa-napa. Aku akan memakannya dan memaafkanmu," ucap Panda tersebut.
Ne Zha duduk setelah mengeluarkan kursi dan meja, dia memasukan masakannya pada mangkuk lalu melahapnya, Ne Zha bahkan dengan sengaja melakukan gerakan menggoda saat dia memakan Rebung.
Sang Panda memperhatikan Ne Zha, tanpa sadar air liurnya menetes. Satu jam berlalu dan tidak ada reaksi apapun pada Ne Zha, segera saja Panda itu menyerbu ke arah Ne Zha dan menegak habis satu kuali berisikan Rebung.
Jejak kepuasan tercetak pada wajah Panda setelah menaruh Kuali di tanah, mulutnya bergerak mengunyah penuh kenikmatan. Dengan perlahan Panda menelan seluruh makanan yang ada di mulutnya.
"Sangat enak! Enak sekali!" Mata Panda itu bersinar sangat terang, tatapannya segera terarah pada Ne Zha. "Berikan aku lagi, aku benar-benar akan melepaskanmu!" seru Panda penuh semangat.
Bertentangan dengan yang Panda harapkan, Ne Zha justru menggelengkan kepalanya, "Siapa yang tahu kau akan terus memintaku untuk memasak? Aku memiliki rencana untuk masa depanku. Aku tidak bisa terus tertahan di sini dan memasakanmu," ujar Ne Zha dengan gamblang.
Sang Panda terlihat marah dan bingung, tetapi pada berikutnya sebuah ekspresi lucu tercetak pada wajahnya.
"Jika begitu, aku akan mengikutimu. Aku akan ikut saat kau makan," ceplos sang Panda.
Ne Zha tersedak saat mendengar ceplosan sang Panda yang terdengar sangat enteng, satu tahun yang lalu dia baru saja mendapatkan satu Koloni Semut Prajurit, jika Panda ini mengikutinya juga. Ne Zha akan memiliki kekuatan yang sangat mengerikan, tetapi Ne Zha sungguh tidak ingin Panda mengikutinya, selera makan Panda itu sangat besar, akan sulit baginya memuaskan sang Panda.
__ADS_1
"Tenanglah, kau mengira bahwa makanku sangat banyak? Kau sangat salah, jika aku memakan makanan enak seperti sebelumnya, itu sudah cukup untuk mengenyangkanku selama sepuluh tahun. Semakin enak makanan yang kau berikan, semakin lama diriku kenyang. Kau bahkan bisa memasak daun untukku. Jika itu luar biasa enak, Daun yang sedikit itu cukup mengenyangkanku," terang sang Panda.
Alis Ne Zha sedikit berkedut, sekali lagi dia teringat, dunia ini sangatlah aneh. Banyak hal yang tidak masuk di akal disini, sebagai contoh adalah nafsu makan sang Panda yang berpatok pada sebuah kelezatan.
"Akan sangat merepotkan jika Monster tingkat 22 mengikutiku," kata Ne Zha mengeluarkan isi kepalanya mengenai sang Panda yang sangat besar.
Sang Panda tersenyum lebar sebelum menggoyangkan tubuh gembulnya, dalam sekejap dia mengecil hingga seukuran dengan Rubah milik Ne Zha, sang Panda bahkan mendarat langsung di pundak Ne Zha.
"Asal kau berjanji memberiku makanan terenak setahun sekali, aku akan melindungimu dari bahaya." Sang Panda berkata seraya tertawa lantang.
Ne Zha sekali lagi bingung antara harus menangis atau tertawa, di Kesatuan. Para Kaisar berlomba-lomba untuk mencapai tingkat berikutnya, tapi siapa sangka, kini Ne Zha memiliki satu Monster tingkat 22 yang bisa menjadi Monster terkuat di Kesatuan.
"Ayolah, masakan aku satu makanan enak lagi!" seru Panda penuh semangat.
"Aku lupa menanyakan ini, apakah kau memiliki nama?" Ne Zha bertanya setelah menyelesaikan masakannya.
"Pho, kau bisa memanggilku seperti itu," jawab Pho seraya mengambil Kuali dari tangan Ne Zha, Panda itu masih dalam ukuran kecilnya, dia melompat kedalam kuali untuk menyantap masakan Ne Zha.
"Inilah menyelam sambil minum air yang sebenarnya." Ne Zha terkekeh ringan saat melihat Pho yang menyedot kuah dari masakannya seraya berenang.
Pho hanya membutuhkan waktu yang sedikit untuk menghabiskan makanan tersebut, perut Panda itu menjadi semakin maju setelah menghabiskan makanannya.
"Uargh... Ah mantap." Pho bersendawa di pundak Ne Zha.
__ADS_1
Ne Zha menggelengkan kepalanya ringan, kini dia sudah tidak berlari liar untuk melarikan diri, sudah saatnya dia menikmati petualangan, masih tersisa sembilan ratus sembilan puluh tahun lebih untuk akhir dari Ujian. Ne Zha sangat berharap bahwa Han Xiao telah berhasil menyelesaikan urusannya di lantai satu.
Jikapun Han Xiao tidak meningkatkan Kekuatan keputusasaan, Ne Zha yakin di lantai lima Ujian ini yang terdapat banyak Monster kuat. Kekuatan Keputusasaan Han Xiao akan meningkat, jangankan Han Xiao, dia sendiri sebelumnya sudah sangat putus asa saat dikejar oleh Pho yang kini terbaring di pundaknya dengan santai setelah perutnya penuh.
"Dia sangat menggemaskan, tapi siapa tahu Monster menggemaskan ini bisa memporak-porandakan Kesatuan," batin Ne Zha saat melihat Pho yang sangat mirip dengan boneka.
Perjalanan Ne Zha berlanjut menuju selatan, sebelumnya dia, Xian Xuenai dan Feng Jin sudah berjanji akan bertemu di daerah Selatan jika ternyata tempat mereka muncul terpisah. Dengan semuanya berada di daerah Selatan, akan mudah bagi mereka untuk saling bertemu nanti.
Sepanjang jalan, tidak banyak masalah yang Ne Zha alami karena pancaran aura dari Pho. Perlu diingat, Pho adalah Monster tingkat 22 yang setara dengan Kaisar Abadi, sehingga bahkan Monster tingkat 21 akan lari terbirit-birit saat merasakan aura dari Pho.
Pada suatu hari, ketika Ne Zha memasakan untuk Pho. Mereka berbincang tentang Alam di tingka kelima ini, persis seperti sebelumnya. Pho hanya menjawab bahwa lantai lima ini diciptakan untuk persiapan perang antara dua Pasukan nanti di Langit.
Ne Zha ingin menggali lebih jauh lagi tetapi Pho bilang bahwa Ne Zha akan mengetahuinya nanti.
"Pho, bisakah kau menarik auramu? Aku ingin melakukan petualangan yang penuh bahaya dan tantangan, jika auramu terus menguar, aku tidak akan pernah bisa bertarung," keluh Ne Zha pada Pho.
"Aku tidak ingin kau dalam keadaan berbahaya, itu tidak baik untuk perutku," sahut Pho dengan sangat enteng.
"Kau bisa bergerak saat aku dalam keadaan sekarat, jika kau terus seperti ini, lebih baik kita mengambil jalan masing-masing." Ne Zha mulai kesal karena merasa bahwa Pho memperlakukannya sebagai koki pribadi.
***
Update Mingguan : 11/14
__ADS_1