Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab280. Sampai


__ADS_3

Tiga Raja Iblis terlihat lebih bingung dari Kaisar Yang Qian, Ling Tian dan lainnya. Mereka sebelumnya belum pernah mengalami hal ini ketika mengeluarkan Tulang Iblis.


"Kalian rindu padaku?" Sebuah suara riang terdengar menggema diatas langit ketika Raja Iblis dan lainnya tengah kebingungan.


***


"Kita sudah sampai Han, pelankan laju kendaraan ini!" pekik Xiao Jiang karena was-was dengan Han Xiao yang mengendara sudah seperti kehilangan akal.


Mereka kini telah sampai di utara Benua Angin Selatan, tepat pada daerah kekuasaan Istana Falcon Utara.


"Tidak bisa, kita harus bertemu dengan Patriark Donghai secepat mungkin!" Han Xiao menjawab seraya melebarkan kekuatannya untuk memindai daerah Istana Falcon Utara.


Dahinya mengerut ketika merasakan ada dua aura Raja Iblis, dia segera mengalihkan pandangannya pada Ne Zha, "Kau merasakannya Zha?"


Ne Zha mengangguk, "Ini aura dari Raja Iblis Tanduk Hitam, yang satunya aku tidak pasti, tapi hal yang jelas adalah kekuatan Raja Iblis itu hampir menyamai Raja Iblis Tanduk Hitam," ujar Ne Zha santai.


Han Xiao mengagguk ringan karena bersependapat dengan Ne Zha, dia tidak mengurangi kecepatan dan melesat menuju sumber aura tersebut.


Di tempat lain, Bing Donghai bersama Presiden Mu tengah bertarung sengit melawan Raja Iblis, mereka sudah bertarung selama tiga hari tiga malam, tapi belum ada tanda-tanda dari pihak manapun akan kalah, sejauh ini posisi mereka masih terus berimbang.


Raja Iblis Tanduk Hitam tidak percaya dengan apa yang dialaminya, sebelumnya dia tertekan dan nyaris dibunuh oleh bocah ingusan, dan kini dia juga bertarung setara dengan sosok tua berpakaian rapi tersebut.


Raja Iblis Tanduk Hitam tidak mengetahui bahwa Presiden Mu adalah keturunan dari Klan Long yang merupakan keturunan langsung dari Kaisar Naga. Mengingat asal usul Presiden Mu saja mengerikan, tidak mungkin dia memiliki kekuatan yang biasa saja, ditambah dia mendapat petunjuk dari Ne Zha dan Han Xiao, kekuatannya kini setara dengan Raja Iblis.


Patriark Donghai disisi lain biarpun belum memasuki Alam Dewa, tapi kekuatannya tidak bisa dianggap remeh, dibanu dengan Patriark dari sekte besar lainnya yang sebelumnya menyandang gelar pada Enam Kaisar, mereka sanggup bertarung untuk mengimbangi Raja Iblis.

__ADS_1


Bam!


Raja Iblis Tanduk Hitam yang tiba-tiba terdiam berhasil dipukul hingga mendarat ke tanah oleh Presiden Mu, bukan senang yang dirasa oleh Presiden Mu, melainkan heran. Selama pertarungan, Raja Iblis Tanduk Hitam tidak pernah mengalihkan perhatian, tapi kenapa saat ini mengalihkan perhatiannya?


Dalam beberapa saat kemudian Presiden Mu merasakan dua aura familiar, senyumnya mengembang dengan sangat lebar, bahunya terasa sangat ringan dan tubuhnya juga kini merasa sangat bebas.


"Tuan muda, kalian datang juga, bebanku telah terangkat," ujar Presiden Mu seraya menyarungkan pedangnya, pandanganya jatuh pada arah utara.


Dari sana sebuah titik kecil yang terus menjadi besar muncul.


Raja Iblis Tanduk Hitam tidak membuang waktu, dia segera memuka portal untuknya dan raja Iblis lainnya kabur, kali ini dia bukanlah orang yang bodoh seperti sebelmnya yang akan secara langsung menghadapi Han Xiao, dia membutuhkan Raja Iblis lainnya untuk membunuh pemuda tersebut.


Ditambah lagi dia mendapatkan pesan dari Kaisar Iblis bahwa jika dirinya sanggup memberikan Han Xiao dan lainnya menjadi pengorbanan, dia akan segera dibawa ke Alam Abadi dan memiliki kekuatan yang sangat besar karena menerima darah dari Kaisar Iblis.


Tentu saja hal itu membuatnya antusias sekaligus menyusun rencana dengan sangat matang.


Presiden Mu menggelengkan kepalanya ringan, dalam tebakannya pasti Han Xiao dan Ne Zha membuat ulah di Benua Kayu Tengah hingga membuat Raja Iblis Tanduk Hitam yang merupakan Raja Iblis terkuat kocar kacir seperti itu.


Hanya dalam hitungan detik Kuai You Shengqi sampai dihadapan Presiden Mu, di arah lain Patriark Donghai bersama Patriark lainnya melihat kedatangan Kuai you Shengqi bersorak gembira, mereka kini mengetahui kenapa Raja Iblis lari terbirit-birit, itu pasti karena datangnya dua pemuda yang mengguncang Benua Angin Selatan beberapa saat lalu.


Mereka belum mendapat kabar bahwa Han Xiao dan Ne Zha telah mengguncang Benua Kayu Tengah hingga tidak ada satu sektepun yang berani bergerak menyerang mereka meskipun membuat ulah di Benua Kayu Tengah.


"Tuan Muda, kalian datang." Presiden Mu memberikan hormat yang sangat dalam pada Han Xiao dan Ne Zha yang baru saja turun dari Kuai You Shengqi.


Han Xiao mengerucutkan bibirnya kesal, "Huh dasar Iblis penakut! Aku belum datang dan kau sudah melarikan diri!" gerutu Han Xiao.

__ADS_1


Presiden Mu menggaruk kepalanya canggung melighat tingkah Han Xiao, "Apakah tuan muda sudah melawannya?" tanya Presiden Mu.


Han Xiao mengagguk, "Ya, aku sempat bertarung dengannya, pada detik terakhir saat dia hendak mati, Kaisar Iblis sialan itu memindahkannya ke Dunia Bawah sehingga aku tidak bisa melakukan apapun, tapi karena mereka telah datang ke Benua Angin Selatan, dan memuat kekacauan. Jangan kira bisa lari begitu saja seperti sebelumnya," jawab Han Xiao dengan emosi yang sangat kesal.


"Daerah mana yang paling darurat?" Ne Zha segera bertanya pada Presiden Mu, dia sudah memindai bahwa daerah utara ini masih sangatlah aman, jadi tidak perlu membuang waktu disini.


"Aku belum lama ini mendapat kabar bahwa Kaisar Yang Qian dan Ling Tian tengah disergap oleh empat Raja Iblis, kami kesulitan untuk membantu karena semua kultivator Alam Dewa disibukan oleh Raja Iblis dari berbagai arah," balas Presiden Mu.


Wajah Han Xiao dan Ne Zha segera berubah ketika mendengar bahwa Kaisar Yang Qian tengah disergap.


"Kita tidak bisa membuang waktu." Han Xiao segera masuk kedalam Kuai You Shengqi.


"Kalian jaga daerah sini dengan baik, Presiden Mu, jika ada masalah kau tahu bagaimana menghubungi kami," ucap Ne Zha lalu menyusul masuk kedalam Kuai You Shengqi.


Dalam satu kedipan mata, Kuai You Shengqi sudah menghilang tidak ada lagi pada pandangan Presiden Mu, Patriark Donghai dan Patriark lainnya.


"Kendaraan yang sangat mengerikan!" ujar salah satu Patriark.


"Mereka seharusnya menempuh belasan hari untuk sampai kemari dari Benua Kayu Tengah melewati jalur laut, aku percaya mereka belum lama di Benua Angin Selatan, kemungkinan kendaraan itu menembus perjalanan satu atau dua hari," sahut Presiden Mu.


Para Patriark segera tersentak penuh terkejut karena sahutan dari Presiden Mu, itu berarti kendaraan milik Dua pemuda itu adalah kendaraan tercepat di lima benua, atau bahkan di tanah suci beladiri.


"Mereka tidak bisa kita hitung dengan nalar, ingat hal itu," ujar Patriark Donghai.


****

__ADS_1


Update Mingguan : 14/14


Update Merdeka : 24/75


__ADS_2