
Sesampainya di luar, yang dilakukan Han Xiao adalah berkultivas untuk mengumpulkan Qi kedalam Dantiannya yang kosong. Dengan bantuan berbagai sumber daya yang sebelumnya dia dapatkan, Han Xiao mengira semuanya akan segera terisi.
Tetapi tidak sesuai harapannya, lima tahun dia habiskan tetapi itu hanya bisa mengembalikan kekuatan fisiknya saja. Sedangkan Dantiannya hanya terisi satu tetes.
Han Xiao frustasi, dia sebelumnya senang karena dia berhasil menembus ranah Dewa Raja. Tetapi kini dia mendapatkan masalah karena berhasil membangun Tubuh Kematian, seluruh Qi yang dia miliki diserap habis oleh tubuhnya.
"Aku harus menemukan Ne Zha terlebih dahulu." Han Xiao berpikir Ne Zha telah membuat kemajuan yang sangat jauh darinya, Ne Zha pasti sudah bisa membuat Pil untuk mengisi Qi untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya.
"Apakah mereka masih ada di lantai satu?" Han Xiao langsung berpikir pada Murid Kaisar, dia ingin berterimakasih tetapi kesal juga pada mereka. Han Xiao yakin, dengan kekuatan fisiknya saja. Dalam pertarungan melawan Murid Kaisar yang berada di Alam Raja Abadi tidak akan gentar, bahkan akan terasa mudah baginya.
"Baiklah, ayo mulai petualang menuju lantai dua!" Han Xiao tidak bisa terbang, sehingga dia menggunakan Kuai You Shengqi.
Sesuai arahan dari Kun Peng, Han Xiao akan menuju Hutan dimana ada Monster yang memiliki pintu menuju lantai dua. Han Xiao juga memiliki keyakinan jika harus bertarung dengan Monster tingkat 20.
***
Pada lantai dua, di menara ujian lantai lima. Kelompok Ne Zha kini sedang beristirahat dibawah pohon raksasa.
Ne Zha yang merasakan sesuatu segera mengecek Mutiara Kehidupan milik Han Xiao, kini Mutiara itu bersinar bahkan lebih terang dari sebelumnya.
"Bang Han telah terbangun!" Feng Jin paham akan arti dari cahaya Mutiara Kehidupan, dia berseru dengan sangat senang.
Bing Xing yang sedang berkultivasi segera terbangun dan mendekat kepada Ne Zha untuk melihat Mutiara Kehidupan Han Xiao yang bersinar terang. Satu tetes air mata tanpa dia sadari lolos dari mata indahnya.
"Kau benar-benar selamat Han," batin Bing Xing.
"Xing'jiejie. Jangan menangis, kau terlihat jelek jika menangis." Feng Jin berkata penuh simpati seraya menghapus air mata Bing Xing.
"Aku tidak menangis," sahut Bing Xing.
"Kau menangis." Feng Jin memperlihatkan kain alus yang dia gunakan untuk menghapus air mata Bing Xing, terlihat basah.
"Tidak, itu keringatku. Aku barusaja berkultivasi," sanggah Bing Xing.
__ADS_1
"Ayolah Xing'jiejie, kau benar-benar menangis tadi." Feng Jin pada dasarnya memiliki sifat usil, sehingga dia terus menggoda Bing Xing.
"Baiklah, sudah berhenti menggodaku. Aku tidak menangis sedih, tetapi terharu karena Han Xiao telah terbangun, dengan ini beban pada pundakku terangkat seluruhnya," balas Bing Xing lalu bergerak menjauh dan kembali berkultivasi.
Feng Jin tertawa kecil melihat Bing Xing yang salah tingkah seperti itu.
Bletak...
"Aawhh..." Feng Jin mengelus kepalanya saat sebuah jitakan mendarat padanya. Tatapan Feng Jin segera tararah pada orang yang memberikan jitakan padanya. Ne Zha.
"Jauh-jauh kau dari prilaku Han Xiao," ujar Ne Zha.
Feng Jin mendengus ringan sebelum menjauh dari Ne Zha dan memakan camilannya.
"Zha, jika mengikuti Takdir Su Lihwa, sebaiknya dalam waktu dekat ini. Kita harus berburu didekat Pantai selatan, dengan begitu ada harapan kau bisa bertemu dengannya lebih cepat." Qin memberi saran pada Ne Zha.
Memang mereka kini berada di daerah Selatan, tetapi mereka cukup jauh dari Pantai, itu karena Ne Zha sedang mengincar Fan Meirong yang dalam satu tahun lagi datang kemari dan menemukan Bunga Kebencian, salah satu Bunga dengan racun paling kuat.
Feng Jin tidak bisa diabaikan sama sekali, gadis itu sudah mencapai Alam Raja Abadi berkat bantuan Ne Zha dan Ruang Pribadi rusak yang didapatkannya dari Kuil.
Kematian mutlak jika Fan Meirong datang kemari.
***
Jian, dia telah meningkat sangat baik pada ujian keberuntungan di lantai lima ini. Kultivasinya telah memningkat hingga Alam Raja Abadi, potensi serta keberuntungan Jian sungguh luar biasa.
Baru-baru ini dia menembus ke Alam Raja Abadi karena menemukan Ruang Pribadi Pedang pada sebuah lembah, dengan bantuan Ruang Pribadi itu, Jian berhasil menembus ke Alam Raja Abadi.
Jika disebutkan senang, Jian sangat senang. Namun, selama ratusan tahun ini, ingatan-ingatan sebelumnya masih menghantui dirinya, Jian masih berusaha untuk mencari apa arti dari ingatan tersebut. Karena itulah kini Jian bergerak sendiri, tidak dengan Murid Kaisar lainnya, hal ini juga dikarenakan dia sendiri tidak nyaman dengan para Murid Kaisar.
"Siapa kalian? Kenapa terus menghantuiku?" Jian selalu bertanya-tanya pada dirinya sendiri, siapa dua bayangan yang ada di kepalanya, salah satu bayangan itu mirip dengannya. Namun, siapa bayangan lelaki yang dia lihat?
"Apakah itu kehidupan sebelumnya milikku?" Jian hanya bisa sampai spekulasi ini.
__ADS_1
BAM!!!
Ketika Jian akan beristirahat, sebuah ledakan besar terjadi tak jauh darinya, segera saja Jian bangkit dan menuju ke arah suara tersebut.
***
"Aku harus benar-benar memperbaikimu." Han Xiao keluar dari Kuai You Shengqi dan meregangkan tubuhnya.
Kini Han Xiao sampai di Hutan daerah timur, dari Kun Peng, dia mengetahui nama Hutan ini adalah Hutan Tulang. Sungguh nama yang aneh, karena Han Xiao sendiri melihat seluruh Hutan ini hijau dengan pepohonan.
"Hais, aku mengerti kenapa diberi nama Hutan Tulang." Han Xiao memperhatikan bahwa pepohonan di sini adalah tulang yang kemudian tumbuh pepohonan.
"Sungguh aneh." Han Xiao tidak menghiraukan hal tersebut dan segera bergerak untuk mencari Kera yang dimaksud oleh Kun Peng, dia ingin menaklukan Kera tersebut dan menuju lantai dua secepatnya.
Hutan Tulang sungguh luas, Han Xiao menghabiskan satu tahun untuk mencari Kera yang dimaksud, tetapi sudah berkali-kali Han Xiao bertemu dengan Kera tetapi tidak ada yang memiliki Pintu.
"Apa mungkin dia tidur?" Sebuah ide terlintas pada kepala Han Xiao.
***
BAAAAAAAAAM!!!
BOOOOOOOOOM!!!
DUUUUUUAAAARR!!!
Serangkaian ledakan, hantaman serta kehancuran terjadi di Hutan Tulang, pepohonan terbang begitu juga ada Monster yang sangat besar yang terbanting berulangkali ke tanah, kanan dan kiri oleh sesosok makhluk kecil di tanah.
Makhluk kecil itu tak lain adalah Han Xiao, dengan kekuatan Fisiknya. Dia membanting Monster raksasa ini untuk membuat keributan, Han Xiao sangat yakin seorang Raja tidak menyukasi tempatnya diusik, sehingga Han Xiao memiliki ide untuk mengacak-acak Hutan Tulang agar Kera yang dimaksud muncul.
***
Update Mingguan : 10/14
__ADS_1