Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab356. Terbantai


__ADS_3

Pertarungan Han Xiao dan Ne Zha melawan Zhangyu serta Tou Jiu menjadi lebih sengit, tidak ada yang ingin mengalah, baik Binatang Iblis ataupun Han Xiao dan Ne Zha.


Kekuatan mereka berempat semakin dahsyat hingga membuat gua bergetar sangat kencang, tapi mereka tetap bertarung tidak perduli apapun.


"Pukulan Tongkat Nenek!" Han Xiao memukul secara menyamping, pukulannya telak mengenai bokong dari Zhangyu.


Karena pukulan Tongkat Naga Penghancur sangatlah kuat, itu menyebabkan ekor besar milik Zhangyu terputus.


Han Xiao tertawa lepas, dia meniup tongkat miliknya yang telah memotong ekor Zhangyu, "Jangan macam-macam dengan tongkat nenek!" kelakar Han Xiao.


Zhangyu tentu paham bahasa manusia sebagai Binatang Iblis tingkat 15, dia sangat marah, tubuhnya kini menjadi sangat kekar. Matanya menjadi lebih merah. Tatapannya sangat nyalang pada Han Xiao, tatapan itu seolah akan melahap apapun yang ada didepannya.


"Jangan nakal!" Han Xiao bergerak dengan sangat lincah dan memukul tepat pada bokong Zhangyu.


Zhangyu mengeram marah, dia sudah tidak tahan dengan olok-olokan Han Xiao, kini dia merasa bahwa melawan Ne Zha akan lebih baik, dilihatnya pemuda itu diam dan tidak banyak berbicara.


"Guaaarrrghhh!" Zhangyu mendengar jeritan kesakitan Tou Jiu, matanya mebelalak ketika melihat hanya tinggal dua dari sembilan kepala Tou Jiu.


Kini dia mengurungkan pilihannya untuk bertarung dengan Ne Zha, pemuda itu biarpun diam, tapi sangat mematikan dan sadis.


"Ah mengalihkan perhatian saat sedang bertarung?" Han Xiao muncul secara tiba-tiba di pundak Zhangyu.


Zhangyu terkejut, tapi telat untuk bereaksi, tangan Zhangyu ditarik oleh Han Xiao pada arah yang berlawanan.


"AAAARRRRRRRGGHHHH!" Zhangyu berteriak sangat keras saat tangannya dipatahkan oleh Han Xiao, kini terisa lima tangan.


Namun, bukan Han Xiao jika puas dengan satu, dia akan mengambil yang lainnya! Tangan Han Xiao terangkat keatas, Tongkat Naga Penghancur sudah terisi padat oleh Kekuatan Kehancuran.


BAAAAAAMM!!!

__ADS_1


Tiga tangan kanan Zhangyu patah, semuanya, kini hanya tersisa dua tangan kanannya. Dia menatap penuh amarah, pada pandangannya dia memandang remeh Manusia seperti Han Xiao, tapi tidak pernah dia sangka hal tersebut akan berdampak buruk baginya.


"Dua lagi..." Han Xiao dengan tiba-tiba muncul dan menghantam dua sisa tangannya.


BAAAAAAM!!!


Dua tangan terakhir Zhangyu sudah hilang, senjata yang paling diandalkan oleh Zhangyu adalah ekornya selain enam tangannya, tapi siapa sangkat. Hanya dalam beberapa kedipan mata, semuanya menghilang.


Tidak ada lagi jejak aura keganasan pada Zhangyu, sosok raksasa itu mengamuk dengan gila menginjak-injak tanah dan menyeran Han Xiao dengan kakinya.


Ne Zha disisi lain yang telah berhasil memotong enam kepala tersenyum kecil, dirinya sudah terhibur, kecepatan Tou Jiu sungguh luar biasa. Jika dia tidak berada di ranah Dewa Sejati kedua akan sulit baginya mengejar kecepatan Tou Jiu yang bagaikan petir.


Tou Jiu masih gigih untuk melawan, karena kehilangan tujuh kepalanya, secara otomatis kekuatannya berkurang jauh juga, Ne Zha bisa dengan mudah mengejarnya dan kembali memotong kepala Tou Jiu dan membakarnya, hal itu terjadi sekali lagi hingga membuat Tou Jiu tidak berkepala, makhluk tanpa kepala sudah dipastikan mati! Ne Zha berhasil membunuh Tou Jiu!


Tatapan Matriark Xiu masih tidak percaya saat melihat Ne Zha mengakhiri kehidupan dari Tou Jiu sang Monster terkuat di Bintang tingkat lima ini!


"Ah kau cepat sekali Zha," suara Han Xiao terdengar.


Matriark Xiu sudah tidak bisa mengatakan apapun lagi, dia sungguh sangat terkejut dengan kejadian dihadapannya. Binatang Iblis tingkat 15 dibunuh dengan mudah oleh dua pemuda di hadapannya. Bahkan dia akan sedikit ragu Murid Kaisar bisa melakukan hal tersebut.


"Mereka sudah terbantai, ayo lanjut kedalam." Han Xiao tersenyum lebar seraya mengibaskan tangannya dan tubuh Zhangyu dan Tou Jiu menghilang dia simpan pada Cincin Darah. "Sedangkan kau, pulanglah," ketus Han Xiao seraya mengibaskan tangannya untuk membuat angin untuk menggibaskan pria yang tengah terbaring penuh ekspresi ketakutan dan keterkejutan.


Shuiyu juga masih terpana, biarpun dia mengetahui bahwa Han Xiao dan Ne Zha membantai Ras Jijian, tapi dia tidak menontonnya secara langsung, kini dia disuguhkan oleh pertarungan menakjubkan dari keduanya, sungguh tidak akan pernah dia lupakan!


Wang Shi sendiri terlihat lebih rumit setelah melihat pertarungan tersebut, pada akhirnya semuanya mengikuti ajakan Han Xiao untuk terus masuk kedalam Gua.


***


Di luar laut, pria yang diusir oleh Han Xiao dengan cepat terbang terbirit-birit sangat takut menuju ke Kota Bawah Laut Sungai Kematian untuk menemui tuan putrinya.

__ADS_1


Dia harus memperingati dengan cepat, jika tidak. Ini akan menjadi hal buruk bagi mereka.


Dengan kecepatannya, pria itu sampai di Kota Bawah Laut Sungai Kematian, dia disana seger bertemu dengan Tuan Putrinya dan menceritakan hal yang terjadi di sarang Zhangyu dan Tou Jiu.


Awalnya gadis tersebut tidak percaya, tapi saat ditunjukan Giok Perekam yang berisi pertarungan mengagumkan Han Xiao dan Ne Zha, wajahnya segera berubah.


"Tuan putri, hamba sarankan lepaskan masalah ini, biarpun Klan kita kuat, tapi jika Kaisar mengetahui bakat kedua orang ini, bukan tidak mungkin..." Pria itu tidak perlu melanjutkan perkataannya, dunia Kultivator terlalu kejam, lemah sedikit akan tersingkir!


Gadis itu menghembuskan napasnya dengan sangat berat, dia tidak ingin melepaskan hal ini. Tapi jika menyangkut kedudukannya, dia akan melepaskan hal tersebut dan memilih duduk aman saja.


Melihat sang putri menenang, pria itu menghela napas lega, setidaknya sang putri masih ingin mendengarkannya.


"Kita pulang sekarang," pinta gadis tersebut. "Obati luka paman dengan benar."


***


Ne Zha dan Han Xiao masih berkeliaran di Gua bawah laut, sunggur luar biasa luas gua tersebut, sudah berjam-jam mereka berjalan tapi masih belum menemukan ujung dari gua tersebut.


"Kita bisa terbang bukan untuk segera sampai di ujung Gua?" Wang Shi bertanya dengan heran.


Matriark menggelengkan kepalanya ringan, "Tidak, tim elitku mengatakan itu tidak berada di ujung Gua, melainkan dalam perjalanan ini. Dia membuat tanda besar lambang Sungai Kematian agar suatu saat tim ekplorasi bisa menemukannya dengan mudah," sahut Matriark Xiu.


Solah keajaiban berpihak pada mereka, tanda besar lambang Sungai Kematian segera mereka temukan, itu terpadat pada sebuah lorong yang lumayan sepit untuk dimasuki, hanya cukup untuk satu orang saja.


"Mungin ini adalah celah yang tidak disadari, ada kemungkinan besar pintu utamanya di tempat lain," komentar Wang Shi saat melihat celah tersebut.


Han Xiao mengangguk ringan, dia mengajukan diri untuk masuk terakhir dan Ne Zha paling depan. Hal itu disetujui dengan mudah, jika ada masalah lain, Han Xiao dan Ne Zha adalah yang paling bisa diandalkan.


***

__ADS_1


Update publish Dragalia Online : 09/12


__ADS_2