
Kaisar Yang Qian akhirnya menyelesaikan tugasnya untuk mengatur dan menata ulang Kekaisaran Yang, biarpun semuanya belum berjalan tapi setidaknya Kaisar Yang Qian sudah memberikan gambaran dan arahan untuk merapikan Kekaisarannya.
Tok... Tok... Tok...
Pintu ruang kerja diketuk berkali-kali, hal itu tentu membuat Kaisar Yang Qian sedikit kesal, tapi tak urung dia bertanya siapa yang ada di luar. Tidak ada jawaban, tapi sebuah aura kecil menyelusup masuk, wajah Kaisar Yang Qian membeku. Dia sangat mengenali aura ini!
Segera saja kaisar Yang Qian berburu-buru melangkahkan kaki untuk membuka pintu, benar saja yang ada di kepalanya. Sesosok pria paruh baya tersenyum hangat padanya ketika pintu terbuka.
"Masuklah," ajak Kaisar Yang Qian pada pria paruh baya yang tak lain adalah Xiao Qi.
Xiao Qi tersenyum lebih lebar, kakinya melangkah untuk masuk kedalam ruang kerja Kaisar Yang Qian.
"Ada apa Patriark lama Xiao datang ke tempat kerja hamba yang sederhana ini?" tanya Kaisar Yang Qian dengan nada yang sangat sopan.
"Untuk menemui keturunanku tentu saja," jawab Xiao Qi ringan.
Dahi Kaisar Yang Qian mengerutkan dahinya, jika itu yang ditujukan oleh Xiao Qi, dia yakin bahwa itu untuk Han Xiao dan Ne Zha karena merekalah keturunan dari Xiao Qi.
"Mereka berada di taman belakang," ucap Kaisar Yang Qian dengan tidak menurunkan rasa hormatnya pada Xiao Qi walaupun kini kekuatan mereka mungkin dalam beberapa bulan kedepan akan setara.
Xiao Qi menggelengkan kepalanya, "Bkan, bukan mereka yang kucari. Tpai dirimu," gamblang Xiao Qi seraya duduk pada kursi yang tak jauh dari dirinya.
Kaisar Yang Qian mengerutkan dahinya bingung, dirinya? Apa maksudnya? Apakah dirinya keturunan dari Xiao Qi? Tapi itu tidak mungkin karena jarak antara Benua Angin Selatan dan Benua Kayu tengah sangat jauh, dan juga pada saat dia dilahirkan, Belum ada Portal yang mengubungkan antara Lima Benua.
"Sudah kutebak bahwa kau tidak mengetahuinya," ujar Xiao Qi.
Xiao Qi tersenyum sebelum mempersilahkan Kaisar Yang Qian untuk duduk, karena cerita yang akan disampaikan oleh Xiao Qi tidaklah singkat
Tidak banyak membuang waktu lagi Xiao Qi menjelaskan tentang pernyataanya, dahulu Benua Angin Selatan dikuasai oleh Klan Yang, seperti bagaimana Klan Xiao yang berkuasa di Benua Kayu Tengah.
__ADS_1
Kaisar Yang Qian sudah mengetahui cerita tersebut karena dirinya sudah ada pada saat jaman Klan Yang berkuasa, tapi dahulu dia masihlah bocah ingusan yang hanya tahu bermain.
"Kau mungkin tidak akan percaya, tapi inilah nyatanya. Aku adalah suami dari ibumu sekaligus ayahmu, tapi..." Xiao Qi menghentikan penjelasanya.
"Tapi?" Kaisar Yang Qian menggernyit kesal.
Xiao Qi menjelaskan, dulu dia sempat terapung di lautan karena kehabisan Qi setelah bertarung dengan Raja Iblis, karena kultivasinya adalah Alam Inti Kosong pada saat itu, dia tidak akan bisa tenggelam sehingga suatu hari dia ditemukan oleh ibu dari Yang Qianfan.
Ibu Qian yang bernama Yang Shuier merawat Xiao Qi, tidak ada pamrih pada saat itu. Yang Shuier merawat Xiao Qi dengan sangat telaten, hingga suatu saat benih-benih cinta terbentuk diantara mereka karena seringnya berinteraksi dan bercanda tawa untuk saling menghibur.
Yang Shuier tidak menjauh atau takut ketika mengetahui bahwa Xiao Qi adalah Patriark dari Klan Xiao, saat itu Yang Shuier berkata.
"Aku tidak takut padamu, karena aku juga Pemimpin dari Klan terkuat di Benua ini."
Dari situlah Xiao Qi mengetahui identitas nyata Yang Shuier sebagai Matriark Klan Yang.
Plak...
Xiao Qi memukul kepala Kaisar yang Qian, "Dengarkan terlebih dahulu!" ujar Xiao Qi, dia lalu menjelaskan bahwa dirinya sangat bertutup mata terhadap pengetahuan dunia kultivator.
Yang dia tahu hanya menjadi kuat dan kuat, Xiao Qi selalu berpetualang di Dunia Bawah sehingga tidak memiliki pengetahuan jelas tentang Dunia kultivator Lima Benua.
Bahkan dia menyandang nama Patriark bisa disebut tidak berguna karena pada saat itu, segala tugas miliknya dikerjakan oleh adiknya yang menjadi Tetua Agung.
"Ah kau tidak berguna sebagai pemimpin, tidak mungkin aku adalah anakmu, aku sangat bertanggung jawab dalam kepemimpinanku, berbeda jauh darimu," ceplos Kaisar Yang Qian.
Sekali lagi Xiao Qi memukul kepala Kaisar Yang Qian, "Sangat bagus kau tidak mewarisi prilaku bodohku, kau lebih mirip dengan ibumu," omelnya.
"Lalu apa bukti bahwa kau ayahku?' tanya Kaisar Yang Qian dengan heran.
__ADS_1
"Roh Beladiri Kehidupan, atau yang kau sebut Roh Beladiri Kelahiran Kembali," jawab Xiao Qi.
"Aku tidak mepercayainya jika tidak ada buk..." Belum sempat Kaisar Yang Qian melanjutkan perkataanya, cahaya merah darah keluar dari Dantian Xiao Qi.
Kaisar Yang Qian menjerit karena terkejut, persis! Itu persis dengan roh Beladiri yang dia miliki!
Tatapan Kaisar Yang Qian pada Xiao Qi segera berubah, tapi masih ada sinar ketidak percayaan pada matanya, bagaimana mungkin orang terkuat di Lima Benua adalah ayahnya?
"Ada satu alasan yang membuat aku harus menghilang, yaitu tiga Benua lain menentang atas pernikahan kami, itu karena ketika dua Klan terkuat beraliansi, maka sudah dipastikan Lima Benua ini akan didominasi oleh kita," terang Xiao Qi.
Dibalik penentangan itu ada tangan gelap yang bergerak di belakang, itu adalah orang-orang dari Tanah Suci Beladiri. Biarpun dibilang kuat, tapi Tanah Suci Beladiri akan kerepotan jika Lima Benua bersatu.
"Apakah penyerangan Benua Api Barat terhadap Benua Angin Selatan ada campur tangan dari Tanah Suci Beladiri?" Kasiar Yang Qian segera menyambar.
Xiao Qi tersenyum kecil, "Kemungkinan besar seperti itu," jawabnya.
Mereka berdua mengobrol lebih banyak lagi hingga lupa waktu, kini Kaisar Yang Qian juga mulai menerima bahwa Xiao Qi adalah Ayahnya. Tentu saja Xiao Qi sangat senang memiliki anak yang sangat luar biasa.
Karena kabar bahwa Benua Kayu Tengah, Benua Angin Selatan dan Benua Api Barat beraliansi. Dua Benua lain juga mulai mengajkan diri dalam aliansi untuk mengokohkan kekuatan dari Lima Benua.
Han Xiao dan Ne Zha tersenyum lebar ketika Lima Benua sudah bersatu menjadi aliansi, kini mereka tidak akan terlalu khawatir untuk meninggalkan Lima Benua. Tentu saja kedua pemuda itu melakukan hal yang menguntungkan pihak dari empat benua Lain agar tetap setia dalam aliansi.
Mereka memberikan arahan serta pengetahuan dalam kultivasi, hingga para tokoh dari Empat Benua Lain biarpun tidak semaju Benua Angin Selatan, tapi mereka berada satu tingkat dibawah Benua Angin Selatan. Ini tentu dalam perhitungan Ne Zha agar suatu saat jika ada yang memberontak, Benua Angin Selatan bisa mengurusnya.
***
Update Mingguan : 14/14
Update Merdeka : 34/75
__ADS_1