
Setelah mengalami dua kekalahan pahit, Mu Li memimpin Sepuluh Pedang Suci untuk mencari tim dari Sekte Tiga Pedang lainnya. Mereka memiliki tiga tim yang mengikuti Pertarungan Keajaiban. Masing-masing tim dikirim dari cabang Sekte Tiga Pedang.
Sudah hal umum bahwa Sekte Tiga Pedang memiliki tiga cabang yang dipimpin oleh Patriark yang berbeda juga, dan mereka juga memiliki tim masing-masing yang sekuat Sepuluh Pedang Suci.
Mereka adalah Sepuluh Pedang Besar dan Sepuluh Pedang Kecil, mereka memiliki nama seperti ini karena Pedang Jiwa yang dimiliki oleh mereka, Sepuluh Pedang Besar memiliki Pedang Jiwa berukuran besar, Sepuluh Pedang Kecil adalah sebaliknya, Pedang Jiwa mereka kecil dan tipis seperti kertas tapi tidak ada yang berani meremehkan ukuran kecil itu karena bahkan bisa bertarung seimbang dengan Pedang Jiwa Besar yang ukurannya puluhan kali lipat dari Pedang Jiwa tersebut.
Mu Li membutuhkan tiga hari untuk mengumpulkan Sepuluh Pedang Besar dan Sepuluh Pedang Kecil, alisnya berkedut ringan ketika mendengar bahwa mereka juga korban dari kekesalan Han Xiao.
Pemimpin Sepuluh Pedang Besar bernama Xu Ta yang memiliki Istana Surga dengan delapan Istana Takdir hanya bisa bertahan satu tarikan napas sebelum mati di tangan Han Xiao, disisi lain Er Can yang merupakan pemimpin Sepuluh Pedang Kecil juga memiliki Istana Surga dengan delapan Istana Takdir, dia tersenyum bangga ketika mendengar bahwa Xu Ta hanya bisa bertahan satu tarikannapas, itu karena dia berhasil bertahan hingga sepuluh tarikan napas sebelum mati diawah serangan Han Xiao.
Sekte Tiga Pedang melonjak naik karena kehadiran tiga Jenius Istana Surga mereka, mengingat bahwa Sekte Surga Harta Karun yang memiliki banyak sumber daya saja hanya memiliki dua murid Istana Surga.
"Yang kau rencanakan memang benar, kita harus mengumpulkan seluruh jenius Istana Surga untuk menekan tim Penguasa generasi ini," ucap Er Can menanggapi ajakan Mu Li untuk bergabung mencari jenius Istana Surga lainnya.
"Aku sudah bertemu dengan Yin Cheng dan membicarakan ini padanya," terang Mu Li.
Er Can dan Xu Ta bangkit dari duduk merekalalu menatap Mu Li penuh kejutan, "Bagaimana reaksinya?" tanya gadis dan pemuda tersebut penuh pensaran.
"Dia langsung setuju, kini Yin Cheng tengah mencari jenius Istana Surga lainnya untuk membentuk aliansi, dalam seminggu ke depan kita sudah menentukan lokasi untuk melakuka pertemuan," jawab Mu Li.
Jawaban Mu Li membuat mereka senang sekaligus terkejut, Yin Cheng adalah jenius yang berasal dari Sekte Gunung Giok, kekuatannya sungguh mengerikan, pemuda itu duduk pada kursi nomor 2 pada Seratus Kebanggaan Surga. Dia memiliki julukan Dewa Perang.
__ADS_1
Mendapat julukan Dewa Perang itu karena Yin Cheng sendiri adalah pribadi yang sangat suka berperang, serta kekuatnnya sangat mengerikan. Setiap serangannya mampu ratusan memusnahkan prajurit sekaligus.
Saat Yin Cheng berada di Alam Emas keenam dan menjalankan misi dari sekte untuk membasmi Bandit, pemuda itu melawan seluruh bandit yang berjumlah ratusan sendirian, hanya dengan beberapa serangan dan seluruh Bandit itu telah diratakan tanpa ada yang masih hidup. Walaupun itu berakhir dengan Yin Cheng harus terbaring selama seminggu, tetap saja itu sebuah prestasi yang mengagumkan. Mengingat bahwa para Bandit itu memiliki kultivasi Alam Perak ketiga paling rendah.
"Jika begitu maka kita menghadiri pertemuan itu seminggu kemudian," sahut Er Chan.
Dua pemuda dihadapannya mengangguk ringan tanda setuju.
"PERUBAHAN PERATURAN!!! BAGI SIAPAPUN YANG SANGGUP MEMBUNUH TIM PENGUASA GENERASI, POIN YANG DIDAPAT DARI SETIAP ANGGOTA TIM PENGUASA GENERASI ADALAH 5000 POIN!!! KALIAN JUGA KINI BISA MELAKUKAN TRANSFER POIN DENGAN KARTU KRISTAL!!!" suara Dekan Meili kembali bergaung di langit pulau.
Segera saja seluruh jenius gempar dengan peraturan tersebut, beberapa korban dari tim Penguasa generasi kini merasa semangat untuk membalas dendam, tak sedikit mereka yang segera tergerak untuk mengikuti saran Han Xiao dan Ne Zha untuk mengumpulkan Seluruh jenius Istana USrga lainnya untuk menyerang mereka.
Ruan Jian, Bing Xing, Xia Shiva, Su Lihwa dan Bi Jiao terkejut ketika mendengar suara dari Dekan Meili yang mengumumkan peraturan baru. Han Xiao dan Ne Zha justru tersenyum lebar, mereka berdua mengetahui bahwa Akademi ingin menekan mereka karena poin mereka sudah sungguh diluar kendali.
Han Xiao melihat Kartu Kristal, disana terdapat poin yang sudah didapatnya.
Ne Zha menggelengkan kepalanya pelan, jelas dia mengetahui apa yang ada dipikiran para petinggi Akademi sehingga memberi harga kepala mereka sangat tinggi, namun dia tersenyum kecil yang terlhat sepertisebuah seringgaian.
"Ingin bermain?" gumam Ne Zha pelan.
"Terimakasih, dengan begitu kita hanya tinggal bersantai makan Tofu Bulat seraya menunggu mereka datang menyerang," ujar Han Xiao lalu mengeluarkan alat memasaknya, dia meminta bantuan Su Lihwa untuk membuat adonan Tofu Bulat sebanyak mungkin.
__ADS_1
***
"Harga kepala anak ini jadi mahal." Yang Shui terkejut ketika mendengar seruan dari Dekan Meili.
Bukan hanya Yang Shui, tapi mereka yang juga beraliansi dengan tim Penguasa Generasi terkejut, mereka adalah jenius dari Istana Falcon Utara dan Sekte Musim Semi Kosong. Tanpa pikir panjang mereka segera mencari lokasi Han Xiao dan timnya. Mereka diberikan arahan untuk sebisa mungkin membantu tim Penguasa Generasi karena mereka adalah aliansi.
Yang Qianfan disisi lain sudah menemukan lokasi Han Xiao, namun dia masih harus mengurus sesuatu sebelum mendatangi Han Xiao, sebagai perwakilan dari Kekaisaran Yang. Dia juga tidak ingin tim Penguasa Generasi yang mendominasi harus jatuh secara tiba-tiba.
Hal serupa berlaku pada Yang Shui, gadis itu segera mencari lokasi han Xiao dan timnya, dalam perjalanan dia mengutuk para Petinggi Akademi karena membuat masalah untuk saudaranya.
***
"Apakah kau tidak berlebihan?" tanya wanita yang merupakan petinggi Akademi pada pria disampingnya.
Pria itu tersenyum lebar, "Aku yakin, bahkan Kaisar Yang Qian sendiri akan setuju dengan ideku ini."
"Tim Penguasa generasi ini sangatlah kuat, jika mereka medapaatkan lawan hanya satu atau dua tim saja, itu tidak akan menjadi masalah bagi mereka. Tapi akan berbeda jika dua puluh tim dari Istana Surga yang menyerang mereka, pelajaran yang didapat juga akan banyak," sambung pria tersebut.
Wanita tersebut terdiam, kini pandangannya menatap pada layar proyeksi, disana tim Penguasa Generasi tengah bercanda seraya memakan makanan bulat aneh yang dibuat oleh Han Xiao, "Kau benar, kekuatan dua pemuda itu tidak bisa kita hitung dengan jelas. Dari aura yang terpancar, jelas mereka berada di Ekspansi Istana, tapi mereka bisa membuat onar di Kekaisaran Ming tanpa luka sedikitpun," sahut wanita tersebut.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 6/14