Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab241. Feng Jin


__ADS_3

Ne Zha segera menghampiri Ren Yanyu, begitu juga dengan Han Xiao.


"Yu'er kau sudah bangun!" Kedua pemuda itu berseru senang secara bersamaan.


Ren Yanyu mengangguk lalu menjulurkan tangannya, "Kalian tidak ingin memeluku?" ucap Ren Yanyu.


Kedua pemuda itu tertawa kecil sebelum berhambur memeluk Ren Yanyu, mereka tidak merasakan pelukan Ren Yanyu yang semakin mengerat pada mereka.


"Yu'er sangat hebat! Kini Yu'er memiliki kekuatan besar seperti Bang Han dan Bang Zha!" seru Han Xiao senang.


"Ya aku sangat senang," sahut Ren Yanyu.


"Bang, itu kalian berdua kan? Bang Han dan Bang Eja?" lirih Ren Yanyu.


Tubuh dua pemuda itu segera mematung, jika Ren Yanyu hanya mengatakan nama Han, itu bisa dianggap biasa saja, namun berbeda memanggil nama Ne Zhs dengan sebutan Eja. Dua pemuda itu segera melepaskan Ren Yanyu dari pelukan mereka dan menatap pada Ren Yanyu.


"Tentu saja, siapa lagi?" jawab Ne Zha dengan lembut, dia mengetahui bahwa suatu hari ingatan Leyra akan terbangun, namun dia tidak menyangka akan secepat ini, ya, benar. Kini Ren Yanyu telah membangunkan Ingatan milik Leyra, adik dari Ne Zha.


"Aku tidak menyangka ini nyata!" Ren Yanyu segera memeluk erat pada Ne Zha, air mata gadis itu berhamburan, dia juga mencium khas dari abangnya, sebuah wangi Bunga Malam, ciri khas dari Ne Zha tidak pernah dia lupakan.


"Bang Han." Ren Yanyu mengulurkan tangannya agar Han Xiao datang kedalam pelukannya.


Han Xiao tersenyum lalu masuk kedalam pelukan Ren Yanyu, dia juga sangat bahagia dan tidak pernah menyangka ini akan terjadi. Mereka kini mendapatkan lagi sosok yang pernah hilang itu, sosok yang hilang karena mereka juga.


"Kalian jangan bersedih, aku sekarang ada disini, jangan kalian ingat lagi masa lalu, masa depan kita masih sangat jauh dari kata selesai, dan ingatlah Bang Han Bang Eja, kalian selalu berkata bukan bahwa akhir adalah mulainya perjalanan baru?" ujar Ren Yanyu dengan lembut ketika melihat dua abangnya meneteskan air mata.


"Gadis bodoh, aku menangis bukan sedih, ini air mata bahagia," ceplos Han Xiao.

__ADS_1


Ren Yanyu terkekeh lembut, setelah beberapa saat dua pemuda itu memisahkan diri dari Ren Yanyu, mereka bertanya bagaimana ingatannya terbangun.


"Ah itu..." Ren Yanyu menjelaskan ketika dia berhasil membuka kunci Istana Takdir yang terakhir, tiba-tiba sebuah cahaya indah memasuki kepalanya, dia membutuhkan banyak waktu untuk mencerna semua ingatan yang masuk kedalam kepalanya yang ternyata ingatan kehidupan masa lampaunya. Semua ingatan Leyra lengkap ada di kepala Ren Yanyu setelah itu.


Juga sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Xian Xuenai, Ren Yanyu membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyerap Kekuatan Mutlak karena tubuhnya yang lebih lemah, namun karena tubuh dalam kehidupannya kali ini adalah keturunan dari Phoenix, Ren Yanyu mampu bertahan dan menyerap lebih cepat dari sebelumnya.


"Tidak perlu melakukan reuni Bang, bukankah kita memiliki hal yang harus diurus diluar sana?" Ren Yanyu dengan ringan tersenyum.


"Oh ya, apakah aku boleh mengganti namaku? Aku sama sekali tidak mendapatkan apa arti nama ini," tanya Ren Yanyu.


"Apa nama yang kau inginkan?" tanya Ne Zha.


Ren Yanyu terdiam sejenak, dia mengelus rambut emasnya sebelum tiba-tiba wajahnya menjadi bersinar terang, "Feng memiliki arti Phoenix dan Jin berarti Emas, aku ingin nama itu. Feng Jin! Aku adalah Phoenix Emas," jawab gadis itu dengan sangat bangga.


Ne Zha merenungkan sejenak, sebenarnya dia sudah terbiasa memanggil gadis itu dengan nama Ren Yanyu, tapi benar apa yang dikatakan gadis itu, nama tersebut memiliki arti berbeda dengan dirinya.


"Mereka adalah keturunan Phoenix, jadi tidak ada salahnya kan?" sahut Ren Yanyu. "Boleh kan Baaang, nama Ren Yanyu dulu tidak diberikan oleh orang tua itu, seorang pria tua yang memanggilku seperti itu dulu karena bingung mau memanggilku apa." Gadis itu menceritakan ingatan yang ada dalam kepalanya pada Ne Zha.


Ne Zha menggaruk kepalanya, sebenarnya nama tidak akan menjadi masalah baginya, selagi orang itu masih sama. Dan persis seperti inilah Leyra dulu, sangat manja dan pemaksa, "Baiklah nona Feng Jin, kau puas?" ucap Ne Zha.


Senyum gadis itu melebar senang dengan ucapan Ne Zha, "Baiklah mulai sekarang panggil aku Feng Jin!" seru gadis itu bersemangat.


"Siap Nona Feng Jin!" seru Han Xiao seraya menegakkan tubuhnya lalu meletakan tangannya pada ujung alisnya memberikan sebuah hormat.


Feng Jin, begitulah Ren Yanyu akan disebut saat ini, gadis itu tertawa melihat tingkah Han Xiao yang selalu menunjukan hormat seperti tentara ketika bertemu dengannya.


"Bang Han, ini sudah berapa tahun? Aku sudah bukan anak kecil lagi," sahut Feng Jin.

__ADS_1


"Kau akan selalu menjadi anak kecil dimata kami Jin'er," ujar Ne Zha seraya mengelus pucuk rambut Feng Jin.


Tok... Tok... Tok...


Ketukan pintu mengalihkan pandangan mereka dari Feng Jin, Ne Zha memberikan ijin untuk orang tersebut masuk, tidak lain dan tidak bukan Su Lihwa lah yang masuk kedalam kamar, gadis itu terkejut ketika merasakan aura yang sangat besar dari gadis berambut emas tersebut.


"Yu'er kau berhasil mendapatkan Istana Dao?" tanya Su Lihwa dengan sangat penasaran.


Feng Jin mengengangguk, "Kakak ipar bagaimana dengan persiapan pernikahan?"


Pipi Su Lihwa memerah ketika mendengar Feng Jin memanggilnya kakak ipar, "Semuanya berjalan dengan lancar, sebagian besar tamu undangan telah datang, besok adalah hari pernikahan kami," jelas Su Lihwa.


"Oh ya, kakak ipar. Kau mulai sekarang jika memanggilku gunakan nama Feng Jin, atau Jin'er yah!" ucap Feng Jin senang.


Su Lihwa sempat bingung, namun dengan kecohan lidah Han Xiao yang pandai berbohong akhirnya gadis itu mengikuti kemauan dari Feng Jin.


"Teman-teman sudah menunggu kita didepan, Re-maksudku Feng Jin sudah berhasil menembus Ekspansi Istana, bukankah kita harus merayakannya?" ujar Su Lihwa.


"Ah benar apa yang dikatakan kakak Ipar, ayo kita merayakan keberhasilan adik kita!" Xian Xuenai yang sedari tadi memperhatikan akhirnya angkat suara dan menyeret Han Xiao keluar dari kamar Feng Jin.


Su Lihwa tersenyum pada Ne Zha, gadis itu mengajak Feng Jin untuk keluar dari kamar dan membawanya, sementara itu Ne Zha ditinggalkan sendirian di kamar.


"Kenapa aku tidak dibawa?" gumam Ne Zha, namun dia tidak memikirkannya lalu mengikuti kepergian dari Su Lihwa menuju ruang tamu.


Benar saja, ketika mereka sampai disana, tim Penguasa Generasi berada disana, juga ada Yang Shui, Yang Qianfan, Bing Kong dan Xi Wang yang tengah mengobrol bersama di ruang tamu.


Update Mingguan : 06/14

__ADS_1


Update Merdeka : 07/75


__ADS_2