
Su Lihwa sungguh tidak menyangka apa yang dikatakan oleh Yang Shui benar, satu bulan terlewati dan dia sudah berada di ranah Dewa Roh puncak yang siap menembus kultivasi berikutnya. Sesuai dengan perkataan dari Yang Shui, pondasi kultivasinya secara aneh langsung kokoh tanpa sedikitpun masalah. Itu memungkinkan dirinya menerobos tanpa takut apapun.
Gadis itu semakin kagum dengan Alam Abadi, sumber daya disini bukan hanya sangat baik, tapi juga berfungsi tanpa efek samping.
Tidak ada waktu istirahat baginya, dia sungguh ingin menggunakan seluruh waktunya untuk berkultivasi dan meningkatkan kekuatannya. Seperti yang dikatakan oleh Yang Shui, musuh dalam sayembara nanti kemungkinan besar ada kultivator pada ranah Dewa Raja.
Bukan tidak mungkin, siapa yang tidak tergoda untuk memasuki sebuah gudang harta yang hanya terbuka setiap milyaran tahun sekali? Jelas Su Lihwa juga berpikiran kedepan.
"Aku harus menjadi lebih kuat! Dengan begitu aku bisa bertemu Ne Zha!" Su Lihwa menyerukan kata itu berulangkali dalam hatinya untuk membakar setiap helai sumbu semangat dalam dirinya.
Su Lihwa ingin mendapatkan apa yang ada dalam rencananya, hanya dengan memenangkan Sayembara, dia bisa mendapatkan 'Harapan' terbesar dalam dirinya. Su Lihwa tidak akan membuang 'Harapan' sekecil apapun untuk bertemu dengan orang yang paling dia cintai.
Satu bulan lagi terlewati, gadis itu berhasil menembus pada ranah Dewa Sejati dengan sedikit mudah karena dirinya telah memiliki Perubahan Tubuh, dirinya hanya perlu penempaan sedikit untuk Tubuh Dewa miliknya.
Semakin dekat menuju Sayembara, perasaan Su Lihwa semakin mengetat dengan sangat tidak sabaran. Tapi dia selalu menguatkan hatinya untuk tetap tenang, selalu terngiang dalam kepalanya tentang Ne Zha yang menyuruhnya tetap tenang dalam situasi apapun, terutama saat berkultivasi.
"Aku bisa menembus dengan segila ini, bukan tidak mungkin jenius lain di Alam Semesta Es yang menginginkan Token Masuk Menara Tianxia juga," batin Su Lihwa saat dia mengambil istirahat setelah menembus ke ranah Dewa Sejati kedua yang sedikit lagi menembus Puncak.
"Kau berkultivasi dengan sangat giat!" suara riang dan kekanakan terdengar pada indra pendengaran Su Lihwa, gadis itu segera membalikan tubuhnya untuk melihat ke asal suara.
Betapa senangnya Su Lihwa saat melihat guru kecilnya, Shouzi telah datang.
"Guru! Anda sudah pulang!" Su Lihwa memberi salam pada Shouzi/
"Hehehe, kau memang sangat luar biasa! Hanya dalam beberapa bulan sudah menembus ke ranah Dewa Sejati tanpa memiliki masalah sedikitpun. Juga pondasimu sangat kokoh!" Shouzi sudah melakukan pemindaian pada kekuatan baru Su Lihwa, dia juga sangat terkejut saat melihat Pondasi Su Lihwa yang sangat kokoh.
Bukan hal aneh di Alam Abadi seorang kultivator naik ke langit dalam beberapa bulan, tapi hal aneh adalah tentang Pondasinya, rata-rata kultivator yang dengan sembrono menaikan kultivasi. Itu akan berdampak buruk yang mengakibatkan Pondasi lemah biarpun memiliki kutivasi yang tinggi.
__ADS_1
Perhitungan kekuatan dari pemilik pondasi lemah dan kokoh bagaikan langit dan bumi, sebagai contoh Su Lihwa. Dengan kekuatan dan pondasinya yang kokoh ini, dia akan mampu melawan sepuluh kultivator yang memiliki kultivasi pada ranah sama dengan pondasi lemah.
"Guru, ada yang ingin aku bicarakan," ucap Su Lihwa saat keduanya duduk bersama di sebuah gazebo yang berada di pinggiran lapangan pelatihan.
"Apa?" tanya Shouzi diiringi senyum lebarnya.
"Ini, mengenai Menara Tianxia," kata Su Lihwa.
Shouzi tersenyum sangat manis pada Su Lihwa, "Sebenarnya, aku bisa saja memberikan langsung padamu Token Masuk Menara Tianxia. Hanya saja..."
"Hanya saja apa guru!" Su Lihwa sangat penasaran karena guru kecilnya itu tidak melanjutkan perkataannya.
Tatapan Shouzi sedikit rumit dicampur kekesalan, pada akhirnya Shouzi menghela napas sebelum menjelaskan, sebelumnya memang akan diadakan sayembara. Tapi secara tiba-tiba, ada sosok yang sangat luar biasa muncul di sebuah sekte terpencil di Bintang Utama.
"Dia memiliki kultivasi ranah Dewa Raja kedua, biarpun itu tingkat kedua, setidaknya dia pantas berada di jajaran yang sama dengan murid Kaisar," terang Shouzi.
Rasa penasaran Su Lihwa memuncak saat mendengar hal tersebut, gadis itu betanya tentang identitas dari sosok tersebut.
"Guru, jangan terbelit, aku hanya ingin tahu namanya." Su Lihwa sungguh penasaran.
"Namanya..." Shouzi terlihat sangat berpikir.
Su Lihwa ingin mengutuk guru kecilnya, gadis itu masih kecil. Tapi sudah pelupa?
"Xing, Xing. Aku mengingat dia dipanggil Xing, aku lupa nama depannya." Shouzi tertawa dengan malu.
"Bing Xing?!" Su Lihwa berseru.
__ADS_1
"Ah itu dia!" Shouzi menjentikan jarinya.
Su Lihwa segera terdiam, pikirannya langsung berputar adegan dimana kepergian sesosok gadis dari Istana Falcon Utara yang membuat saudara suaminya frustasi hingga terlihat seperti orang gila. Ya, Bing Xing temannya dari Benua Angin Selatan yang menghilang begitu saja seolah ditelan ruang.
"Han Xiao mengatakan dia pulang ke rumahnya? Pada Bintang Es?" Su Lihwa mengingat kembali perkataan Han Xiao.
Dirinya kini berada di Alam Semesta Es, lalu Bintang Utama adalah Bintang Es terkuat dan satu-satunya Bintang Es paling murni.
"Akankah dia Bing Xing yang sama?" gumam Su Lihwa.
"Kau mengenali nya?" Shouzi memiringkan kepalanya untuk menatap wajah Su Lihwa.
Su Lihwa menggelengkan kepalanya, "Aku harus melihatnya, apakah aku mengenalinya atau tidak. Aku memiliki saudari yang juga bernama Bing Xing, dia adalah jenius elemen Es terkuat dan terhebat yang aku kenal. Sebelum dirimu," ujar Su Lihwa.
"Sulit untuk bertemu dengannya, Token Masuk sudah dipegang olehnya. Sayembara dalam satu bulan kedepan akan dibatalkan." Perkataan dari Shouzi ini bagaikan guntur di siang bolong.
Su Lihwa termenung diam, hatinya merasa sebuah sesak yang teramat sangat. Dia merasakan hatinya teriris.
"Inikah sebuah rasa kecewa?" Su Lihwa membatin.
Barusaja kemarin dia memiliki 'Harapan' tapi kini hal itu menghilang dalam sekejap, memang takdir sering bercanda. Dia telah dengan sangat gila berkultivasi, tapi harus menyerah begitu saja saat mendengar bahwa Token masuk ketiga telah dimiliki?
Tidak! Su Lihwa tidak ingin menyerah untuk segera bertemu dengan Ne Zha, dia akan menggunakan segala cara untuk bertemu dengan suaminya tersebut.
Shouzi sedikit tertegun saat melihat ekspresi Su Lihwa yang berubah sangat drastis, tidak pernah dia melihat sisi Su Lihwa yang seperti ini. Dengan khawatir, gadis itu bertanya pada Su Lihwa.
"Guru, siapa yang mendapatkan Token Masuk Menara Tianxia yang kedua dari Alam Semesta Es ini?" Bukan jawaban yang didapat oleh Shouzi, melainkan sebuah pertanyaan.
__ADS_1
***
Update mingguan : 06/14