
Ketika mendengar Tiang Hung memekikan kata 'putus asa' pada dirinya, Han Xiao tertawa penuh celaan. Bukan dia mencela Tiang Hung, tetapi mencela dirinya sendiri.
Putus asa, itu yang ingin dia rasakan. Tapi sial, bukan putus asa yang dia rasakan saat diserang dengan sangat gencar, bahkan pada detik terakhir. Jika Perisai Agung Kejahatan tidak keluar, luka yang dia terima tidak akan seringan seperti saat ini.
Serangan dari Kultivator ranah Dewa Raja sungguh bukan lelucon, harus diketahui, jika serangan gabungan ini terjatuh pada Han Xiao saat bertarung di luar Menara Tianxia. Itu bisa memusnahkan sebuah Bintang tingkat lima sekalipun. Itu bisa dilihat seberapa kuat dan kokoh Menara Tianxia ini, dibawah serangan mengerikan hanya berdampak beberapa ratus meter kebawah dan menguapkan air laut didekatnya saja.
"Apa yang putus asa?" Han Xiao tertawa penuh celaan, dia awalnya mengira bahwa Kekuatan Keputusasaan akan sangat mudah dinaikan setelah masuk ke Alam Abadi, dalam perhitungannya para Murid Kaisar ini akan sanggup menekannya hingga dalam kondisi hidup dan mati.
Han Xiao bukan terlalu menilai tinggi pada para Murid Kaisar ini, memang benar mereka sanggup menekannya saat ini hingga dia bahkan sulit untuk menggerakan anggota tubuhnya, butuh beberapa saat untuk dia memulihkan dirinya. Namun, hanya sebatas itu tidak sampai dia merasakan keadaan hidup dan mati.
"Setidaknya akan membutuhkan dua puluh atau lebih dari mereka untuk membuatku dalam keadaan hidup dan mati." Han Xiao menggerutu dalam hatinya, tubuhnya sudah meregenerasi hingga sembuh sepenuhnya. Luka-luka yang disebabkan oleh serangan Gou Ren dan lainnya telah menghilang seolah tidak pernah ada. Bahkan kini kulit Han Xiao terlihat lebih bersih dan putih.
Gou Ren, Cong Lai, Tiang Hung dan enam orang lainnya terperangah saat melihat Han Xiao sudah sembuh seolah tidak mengalami serangan mengerikan. Kini Han Xiao bangun dari posisi berbaringnya, gerakan pemuda berambut biru itu terlihat seperti lesu dan malas.
"Aku terlalu berharap tinggi pada kalian." Tatapan Han Xiao terarah pada sembilan pemuda yang melayang di langit.
Ne Zha yang menonton dari jauh menghembuskan napasnya ringan, Ne Zha sudah menebak dari reaksi Han Xiao. Pemuda itu gagal mendapatkan apa yang diharapkannya. Segera saja Ne Zha keluar dari pelindung yang dibuat oleh Xian Xuenai.
"Bang kau mau kemana?" Feng Jin memekik saat melihat Ne Zha yang keluar dari pelindung.
"Mengurus mereka," sahut Ne Zha lalu masuk pada Mode Perang, jubah putih bersih muncul menggantikan jubah hitam miliknya. Roda Lima Elemen juga muncul dan berputar di punggung Pemuda tersebut.
Dalan sekejap Ne Zha muncul di samping Han Xiao, tangan Ne Zha terangkat telapak tangannya bergerak seolah meraih sesuatu pada arah sembilan Murid Kaisar, pada detik berikutnya Ne Zha menggenggamkan tangannya.
Sembilan murid Kaisar itu merasa aneh dengan apa yang dilakukan oleh Ne Zha, tapi pada detik berikutnya. Rasa aneh itu langsung digantikan oleh rasa bingung, lantaran kekuatan yang sudah mereka kumpulkan dan satukan kini lenyap seolah itu dihisap oleh sesuatu.
__ADS_1
"Sial, apa ini? Aku tidak bisa merasakan dan mengendalikan Angin disekitarku!" Gou Ren mengumpat dengan bingung.
Ketika melihat sekelilingnya, Gou Ren melihat ekspresi delapan pemuda didekatnya itu sangat gelap dan tenggelam.
"Jangan bilang kalian sama juga?" ujar Gou Ren.
Delapan pemuda itu secara serempak menganggukan kepala mereka dan memiliki senyum pahit.
"Karena mereka tidak bisa memenuhi harapanmu, itu berarti sudah tidak berguna." Ne Zha mengarahkan pandangannya pada Han Xiao.
Han Xiao mengangkat bahunya ringan, "Kita lakukan dengan cepat."
Aura Han Xiao kembali melonjak, Pedang Delapan Kejahatan kembali muncul di genggaman Han Xiao begitu juga dengan Delapan Pulau yang muncul di atas kepala pemuda tersebut menyemburkan aura yang sangat jahat dan kejam.
"Aku sudah membatasi mereka." Ne Zha berkata lalu melesat ke arah Gou Ren dan lainnya.
Gou Ren, Cong Lai, Tiang Hung dan lainnya sudah merasa buruk karena tidak memiliki kendali atas kekuatan mereka. Sekarang Han Xiao ditambah pemuda berambut hitam legam yang memiliki tampilan tak kalah menakjubkan dari Han Xiao melesat ke arah mereka.
Tatapan Gou Ren memicing saat melihat Ne Zha, dia melihat dengan teliti Roda Lima Elemen di belakang punggung Ne Zha. Jantungnya berdebar sangat kencang, sebagai pengendali Elemen. Gou Ren tahu akan hal seperti Roda Lima Elemen, begitu juga dengan Tiang Hung yang kini memiliki wajah pucat saat melihat Ne Zha.
"Roda Lima Elemen legendaris!" Kedua pemuda itu saling tatap dan berseru secara bersamaan dan pucat.
Roda Elemen, mereka juga memilikinya, tapi hanya ada satu Elemen pada Roda tersebut. Sedangkan Roda Elemen milik Ne Zha yang mempunyai kelima Elemen dan itu adalah hal yang hanya dalam legenda bahkan di Alam Abadi.
Mereka terlalu dikuasai oleh keterkejutan, sehingga tidak merasakan serangan menakutkan meluncur ke arah mereka.
__ADS_1
Dua unsur yang berlawanan satu sama lain, kini terlihat sangat jelas seperti saling mengisi. Serangan yang dilepaskan oleh Han Xiao dan Ne Zha bernama 'Resonasi Yin Yang' sama seperti Yin dan Yang. Mereka memiliki unsur berlawanan, dimana Han Xiao memiliki unsur Yin dan Ne Zha memiliki unsur Yang.
Ne Zha dan Han Xiao mendorong bola Yin Yang raksasa bersamaan untuk mengarahkannya pada sembilan murid Kaisar.
"Kunci!" Han Xiao meremaskan tangannya.
Dari kekosongan di sekitar sembilan Murid Kaisar secara tiba-tiba ruang di belakang mereka terobek, tangan tulang raksasa keluar dari sana. Tangan raksasa itu meraih sembilan Murid Kaisar dalam sekali gerakan.
Gou Ren dan lainnya tertangkap lengah, mereka menyebarkan kekuatan mereka untuk melepaskan diri dari tangan raksasa tersebut. Namun sial, kekuatan mereka sudah dibatasi oleh Ne Zha. Disisi lain Tiang Hung biarpun sudah sedemikian mengerahkan kekuatan fisiknya yang luar biasa bahkan tidak bisa melonggarkan sedikitpun genggaman tangan Raksasa tersebut.
Han Xiao dan Ne Zha melepaskan serangan mereka, dengan terlepasnya serangan tersebut. Keduanya segera mengambil jarak aman.
Hati Gou Ren dan lainnya menjadi sangat dingin saat melihat serangan dari Ne Zha dan Han Xiao yang sangat besar itu, mereka kini bahkan tidak bosa mengeluarkan pelindung. Hal pasti yang menunggu mereka adalah kematian!
"Sungguh lucu, kita mati bahkan sebelum menginjakan Benua Utama," cetus Tiang Hung.
"Apapun itu, kita sudah berjuang. Mereka yang dipilih Kaisar Waktu pastilah bukan orang sembarangan. Aku senang bisa berjuang bersama kalian." Gou Ren tertawa ringan.
BAAAAAAAM!!!
DUUUUAAAARR!!!
Resonasi Yin Yang berhasil mendarat telak memenuhi sembilan pemuda jenius tersebut, serangkaian ledakan dan gelombang kejut menyebar sangat luas. Skala kehancuran dari Resonasi Yin Yang mencapai puluhan kali dari serangan gabungan sembilan murid Kaisar sebelumnya.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 12/14