Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab235. Mata Langit


__ADS_3

Han Xiao dan lainnya sampai di sebuah batu yang sangat besar, batu tersebut memiliki tinggi sepuluh meter dengan lebar yang hampir lima belas meter lebih, Han Xiao yakin jika batu ini ingin dipahat maka akan menjadi sebuah mahakarya yang sangat besar.


"Didalam batu ini?" Han Xiao bertanya, jujur saja walaupun dia mengetahui bahwa barang milik Ne Zha berada di Pulau Es Menyendiri, dia sendiri tidak mengetahui hal pastinya dimana barang itu ditaruh.


Mo Qing mengangguk, "Zi Yao menaruhnya didalam dan aku memasang sebuah kunci pada batu ini." Tangan wanita itu bergerak menyentuh batu besar tersebut.


Cahaya terang menyala dari tangan Mo Qing, tangan wanita itu perlahan masuk tembus kedalam batu.


Sebuah cahaya berbentuk pintu muncul pada bagian batu yang disentuh oleh Mo Qing, senyum wanita itu merekah ketika pintu terseut muncul, "Ayo masuk," ajaknya.


Han Xiao, Bing Xing dan Xian Xuenai masuk kedalam pintu mengikuti Mo Qing yang sudah terlebih dahulu masuk kedalam.


Dalam sekejap mereka berpindah tempat, ini masih di Pulau Es Menyendiri karena suasana setelah melewati pintu tadi sama seperti pemandangan dari Pulau Es Menyendiri bagi Bing Xing.


"Tidak, kita bukan di Pulau Es Menyendiri, ini adalah dimensi tiruan yang digunakan untuk mengecoh. Mo Qing melakukan yang terbaik, walaupun dia yakin pada kuncinya namun ini dilakukan untuk berjaga-jaga. Jika saja orang lain yang masuk kedalam sini, mereka akan menyangka bahwa mereka dipindahkan pada sisi lain pulau, dimensi ini sangat menipu dan sangat luas. Kau bisa terjebak disini selamanya jika tidak berhati-hati," ujar Han Xiao ketika Bing Xing hendak menyuarakan pertanyaannya.


Gadis itu terdiam kembali, tidak pernah dia sangka akan ada dimensi seperti ini, terdengar sangat remeh karena itu mencetak dari dunia nyata. Namun sangat mengerikan jika mereka terjebak disana selamanya.


"Tenanglah ada aku disini." Han Xiao merangkul Bing Xing kedalam pelukannya.


Plak...


Tangan Han Xiao segera dipukul oleh Bing Xing dan gadis itu segera menjauh dari Han Xiao.


"Ikuti aku, sedikit lagi kita sampai, jangan sampai tersesat," ucap Mo Qing lalu memimpin jalan, seperti sebelumnya, mereka melakukan perjalanan yang lumayan panjang karena tidak menggunakan Kuai You Shengqi.


Butuh beberapa menit hingga mereka sampai pada sebuah reruntuhan kastil kuno yang sangat besar, Han Xiao menggernyit ketika melihat kastil kuno tersebut lebih mirip dengan Istana Takdir.


"Ini memang Istana Takdir, namun milik siapa?" batin Han Xiao bingung.

__ADS_1


"Ayo, barangnya ada didalam." Mo Qing memimpin mereka untuk masuk kedalam kasti.


Ketika mereka masuk, pemandangan yang menyambut mereka bukanlah kemegahan, namun sebuah ruangan yang sangat sepi tanpa ada barang satupun kecuali sebuah altar yang berada di tengah aula utama kastil tersebut, ada benda bulat berwarna biru yang memancarkan cahaya terang diatas altar tersebut.


"Mata Langit!" batin Han Xiao berseru senang, pemuda itu segera bergerak untuk menghampiri altar.


"Han Xiao jangan gegabah! Terdapat banyak jebakan disana!" seru Mo Qing dengan panik ketika Han Xiao berhambur menghampiri Altar.


Xian Xuenai tersenyum kecil mendengarkan peringatan dari Mo Qing, "Tidak akan terjadi apa-apa pada Bang Han," ucap gadis tersebut dengan tenang mengambil seblak dari Cincin Spasialnya.


Benar saja, Han Xiao melakukan Perubahan Tubuh berubah menjadi manusia harimau, gerakan Han Xiao berkali-kali lebih lincah dari sebelumnya, ribuan anak panah yang menyerangnya dengan mudah dia lewati, pun dengan banyak jebakan lain Han Xiao lewati semudah berjalan dibelakang rumahnya.


Mata Mo Qing membulat sempurna, begitu juga Bing Xing, sangat jelas Mo Qing mengetahui betapa mengerikannya jebakan yang ada disana, bahkan dia sendiri tidak yakin apakah bisa melewatinya jika tidak menggunakan kekuatan dari Roh Beladirinya. Ah jangankan dia, Mo Qing yakin bahkan Raja Iblis pun tidak bisa melewatinya.


Itu karena jebakan yang terdapat pada sekitar Altar sangat mengerikan, "Aku harus kesana!" Mo Qing mengaktifkan kekuatan dari Roh Beladiri Kunci miliknya.


Jebakan-jebakan itu terbuka dan tidak bergerak lagi, mereka semua tidak aktif ketika dibuka oleh kekuatan kunci dari Mo Qing, wanita itu bergegas menghampiri Han Xiao yang kini sudah sampai di dekat altar, hanya beberapa waktu lagi jebakan itu akan datang!


"Eh?" Han Xiao mengerutkan dahinya.


BOOOOOOOOM!!!


Lima dinding muncul dan mengurung Han Xiao, juga dibawah kaki Han Xiao juga kini muncul dinding yang memiliki runcingan seperti lima dinding lainnya.


"Oh kau bercanda ibu?" Han Xiao berdecak, jika saja dia datang tidak memiliki kekuatannya yang sekarang dan hanya berada di Alam Emas, maka dia yakin bahwa dia akan mati.


BOOOOOM!!!


Han Xiao meninju empat dinding tersebut, segera saja dinding itu hancur dan menyebabkan debu berterbangan kemana-mana.

__ADS_1


"Merepotkan." Han Xiao menyingkirkan debu yang mengotori bulu harimau putihnya.


Tangan Han Xiao segera menggapai Mata Langit dan memasukannya kedalam Cincin Darah, Mata Langit adalah barang yang unik seperti Pedang Delapan Kejahatannya, sehingga tidak bisa disimpan dalam ruang penyimpanan sembarangan seperti Cincin Spasial.


"Selesai, ayo kita kembali," ajak Han Xiao.


Mo Qing mengerjapkan matanya, dia benar-benar tidak menyangka Han Xiao akan mengambil sangat mudah Mata Langit, Mo Qing mengetahui bahwa benda itu sangat sulit dipisahkan dari altar. Tapi Han Xiao bisa mengambilnya dengan sangat mudah?


Tiba-tiba sebuah getaran memenuhi kastil, persis seperti gempa. Han Xiao dengan sigap melayang terbang rendah agar tidak terkena goncangan, begitu juga dengan yang lainnya.


"Ada apa?" tanya Bing Xing terkejut.


Altar yang menjadi tempat Mata Langit tadilah yang menjadi pusat getaran, Altar itu bergoyang dan secara perlahan melayang dan tidak membuat gempa lagi pada kastil.


Han Xiao menyipitkan matanya ketika melihat Altar tersebut, dia yakin itu bukan barang sembarangan, namun tidak ada dalam ingatannya yang -membahas tentang Altar seperti itu. Satu-satunya tempat bertanya adalah Xian Xuenai.


"Xuenai, ada apa dengan Altar itu?" tanya Han Xiao melewati transmisi suara.


Gadis itu tersenyum pada Han Xiao, "Bagus, kau menemukan salah satu Altar milik Jiejie, dengan begitu jiejie akan dengan lancar menembus tingkat Kaisar Abadi. Namun ini membutuhkan korban yang tidak sedikit," jelas Xian Xuenai.


"Ini Altar pengorbanan? Apa maksudmu aku harus mengorbankan banyak jiwa agar Xian Chin menembus tingkatan berikutnya?" tanya Han Xiao.


"Benar," jawab Xian Xuenai santai.


"Apa untungnya bagiku, dia menguasai dunia ini. Tidakkah sudah berpuas diri dengan kekuatannya yang saat ini," celetuk Han Xiao.


***


Update Mingguan : 03/14

__ADS_1


Update Merdeka : 04/75


__ADS_2