Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab391. Ras Merak


__ADS_3

Ne Zha yang menceburkan diri ke Kawah Magma tidak merasakan panas, pada detik itu dia justru merasakan sakit pinggang.


"Ilusi sialan!" gerutu Ne Zha seraya meluruskan pinggangnya, Ne Zha menatap ke atas tempat dia meluncur. Itu sungguh tinggi, ribuan meter tingginya. Sungguh tidak dia sangka ilusi ini akan sungguh mengesalkan.


Namun, Ne Zha tidak memikirkannya lagi, pandangannya terkena sebuah kilauan samar. Ne Zha segera mencari asal dari kilauan samar tersebut.


"Harta?" Ne Zha terperangah ketika melihat gundukan harta, bahkan disana terdapat sumber daya yang sangat dia butuhkan.


Ne Zha dengan penasaran menghampiri Sumber daya, dia tidak kekurangan harta, hanya sumber daya yang dia butuhkan. Melihat disana terdapat Sumber daya yang bisa meningkatkan kelima Elemen miliknya, Ne Zha sungguh tergiur.


Tssssh...


Sebuah rasa dingin menyebar di kepala Ne Zha, membuat pemuda itu segera terberanjat dan tersadar kembali dari hasratnya yang menginginkan sumber daya.


"Haish... Ilusi ini sungguh luar biasa, bisa melihat sampai ke dalam bagian diriku yang membutuhkan sumber daya ini." Ne Zha menghela napas ringan, dia kembali meninggalkan sumber daya dan harta tersebut, jelas Ne Zha sudah tersadar dan tidak akan jatuh pada ilusi ini.


"Untung Inti Air memberikan pengingat padaku, sungguh ilusi yang kejam. Jin'er semoga kau bisa melewati ini dengan lancar," batin Ne Zha.


Ne Zha terus melangkahkan kakinya hingga dia sampai pada sebuah halaman, napasnya tersentak matanya menjadi sangat kelam, pemandangan di hadapannya ini adalah hal yang paling tidak ingin dia lihat.


"Ilusi ini tidak hanya menguji hasrat, tapi juga emosi." Tangan Ne Zha terangkan, lima elemen berputar lalu menyerang rumah besar yang disana terdapat Su Lihwa dan lelaki lain.


"Zha! Sungguh ini tidak seperti yang kau lihat!" Su Lihwa berteriak parau dengan wajah penuh air mata.


Wajah Ne Zha tetap dingin, cukup sekali dia jatuh pada ilusi di Ujian Hati ini. Ne Zha adalah tipe orang yang sangat berhati-hati, jika dia terkena sekali. Akan sulit untuk mengenainya lagi.


Rumah besar itu hancur luluh lantah dibawah serangan Ne Zha, Su Lihwa dan lelaki lain yang entah siapa itu telah ikut musnah bersama rumah tadi.

__ADS_1


"Kau bisa mengendalikan hasratku, tapi tidak dengan emosiku." Tatapan Ne Zha menjadi sengit.


Ne Zha pada dasarnya orang yang memiliki sedikit emosi, bahkan bisa dibilang dia mati rasa jika terhadap orang yang tidak dikenalnya atau orang yang berlawanan dengannya.


Sulit untuk menguji emosi Ne Zha, dia memiliki indra yang sangat peka. Jika memang benar yang sebelumnya adalah Su Lihwa, itu bisa langsung dikenalnya dalam satu tatapan, tetapi tadi, rasa yang dia miliki sangat hambar saat melihat Su Lihwa. Meski ada jejak sengit pda matanya, dia membenci ilusi ini. Bukan pada Su Lihwa yang berduaan dengan lelaki lain.


Pada langkah ini Ne Zha berhasil melewatinya dengan mudah. Langkah berikutnya itu adalah sebuah Menara lima tingkat.


"Menara Tianxia? Ini berarti aku sudah di ujung ujian hati?" batin Ne Zha.


Dia mengetahui bahwa jika dia telah mencapai ujung ujian setiap lantai, maka akan bertemu dengan Menara Tianxia.


Ne Zha melangkahkan kakinya untuk memasuki Menara, ketika berada di dalam, Ne Zha segera disambut oleh seorang gadi cantik yang sangat lur biasa, kulit seputih giok dan terlihat halus seperti bulu, riasan tipis pada wajahnya memberikan kesan indah luar biasa. Itu seperti seorang bidadari!


Lain dengan ekspresi yang diharapkan dengan si gadis, dia mengira bahwa Ne Zha akan terpukau padanya. Namun, yang dia dapatkan adalah tatapan menyelidik.


"Ras Merak?" Ne Zha megerutkan dahinya saat berhasil mengidentifikasi gadis di hadapannya.


"Tidak hanya aku mengetahui kau adalah Ras Merak, aku juga mengetahui segala hal mengenai Ras Merakmu itu." Ne Zha menyahuti.


Pandangan gadis itu menjadi menyusut, "Siapa kau?! Tidak banyak yang mengetahui Ras Merak, apalagi mengetahui segala hal mengenai kami!" ketus gadis tersebut.


"Itu tidak penting, lebih baik kau menyingkir. Aku ingin lewat untuk mencapai lantai berikutnya." Ne Zha memberikan tanda menyingkir dengan cara menggibaskan tangannya.


"Aku adalah penguji terakhir di lantai pertama, karena kau mengatakan mengetahui segala hal mengenai Ras Merakku, maka katakan satu hal paling tabu dan satu hal paling rahasia dari kami," ujar gadis cantik tersebut.


Ne Zha tidak merubah ekspresinya saat mengatakan hal paling tabu untuk Ras Merak, disisi lain gadis Ras Merak itu memerah padam sangat malu dan marah ketika Ne Zha mengatakan hal tabu itu.

__ADS_1


"Lalu rahasia kami?" tanya gadis tersebut setelah berhasil mengendalikan dirinya kembali.


Ne Zha mengerutkan dahinya, "Itu tidak akan jadi rahasia jika kukatakan, sampai sini aku melihat bahwa kau masihlah sangat muda. Kau masih belum mencukupi umur untuk mengetahui rahasia Ras Merak."


Gadis itu memajukan bibirnya kesal, jelas apa yang dikatakan Ne Zha telah menusuk bagian dalam dirinya, memang benar apa yang dikatakan oleh Ne Zha, dia masih belum cukup umur hingga warisan dalam darahnya belum terbangkit sepenuhnya.


"Sesuai peraturan, kau lulus ujian lantai pertama." Gadis itu menundukan kepalanya, terlihat sangat lesu dan tidak bersemangat seperti sebelumnya.


"Jangan terburu-buru, akan ada waktunya saat kau membangkitkan warisanmu." Ne Zha berkata lalu naik ke tangga yang mengarah menuju lantai dua.


"Berhenti sebentar!" Gadis Ras Merak tadi tiba-tiba berteriak.


Ne Zha menghentikan langkahnya tanpa membalikan badan.


"Aku merasakan hawa Phoenix dalam dirimu, apakah kau ada hubungan dengan si tua Feng?" tanya Gadis tersebut.


Sekali lagi Ne Zha dibuat bingung, sepertinya si tua Feng ini sangat populer di Menara Tianxia.


"Jika ya, aku meminta tolong sampaikan ini padanya." Gadis Ras Merak itu berjalan ringan menuju Ne Zha dan memberikan sehelai bulu Merak pada Ne Zha.


"Terimakasih banyak!" Gadis itu secara perlahan menghilang.


Ne Zha masih bingung tapi segera dia tersadar, Ne Zha menyimpan bulu merak lalu melangkahkan kakinya menuju tangga lantai dua.


Dalam dirinya kini semakin penasaran dengan si tua Feng, bahkan sampai Ras Merak yang merupakan Ras Kuno terlihat sangat menghormatinya, lalu juga Kun Peng sesosok yang setara dengan Phoenix dan Naga saat menyebut si tua Feng, terdapat jejak kekaguman disana.


"Aku harus secepatnya menyelesaikan empat tingkat ini dan sampai di lantai lima, satu juta tahun. Satu juta tahun lagi aku harus berjuang, Han kutunggu kau di lantai lima," batin Ne Zha lalu mempercepat langkahnya.

__ADS_1


***


Update Mingguan : 04/14


__ADS_2