
Pertemuan itu selesai setelah membahas tentang penanganan Ras aneh dari Alam Semesta Waktu, para Kaisar ini tidak khawatir Ras itu muncul sebagai perwakilan dari Alam Semesta Waktu. Tapi mereka harus sangat waspada.
Ras aneh itu sanggup melawan milyaran musuh, satu Ras aneh itu hampir setara dengan tangan kanan Kaisar. Jika sampai Ras aneh itu menjadi perwakilan, kunci utama adalah untuk tetap bersama. Para Jenius dilarang untuk berkeliaran sendiri, karena akan sulit dikatakan mereka sanggup melawan satu Ras tersebut jika Xian Chin mengirim Ras tersebut yang berada di ranah Raja Abadi.
Sejauh yang mereka ketahui, kekuatan Alam Semesta Waktu sangatlah tersembunyi dengan baik, seolah yang mereka saat ini lihat hanyalah permukaan dari sebuah lautan. Mereka tidak tahu apakah lautan itu menyimpan monster mengerikan atau tidak, tapi yang jelas. Salah satu monster sudah diketahui, yaitu Ras aneh.
***
Setelah pertemuan, tidak semua Kaisar langsung kembali ke Alam Semesta mereka. Beberapa memilih tinggal sejenak untuk berbincang dengan Kaisar lainnya.
Disisi lain, para Jenius tentu beberapa mengikuti Kaisar menuju pertemuan ini.
Ada sesosok pemuda yang terlihat sangat bersemangat berjalan menuju sebuah gazebo yang kini terdapat seorang gadsi tengah duduk.
Jika Wang Shi dan Tetua Agung Sungai Kematian ada disini, mereka akan mengenali pemuda tersebut, dia dalah pemuda yang sama dengan yang mengikuti lelang. Pemuda yang dikuras isi dompetnya oleh Han Xiao dan Ne Zha pada saat lelang di Sungai Kematian.
"Gouyu," sapa pemuda itu pada gadis yang tengah duduk di gazebo sendirian.
Gadis itu sontak menghadap pada pemuda itu, terlihat sedikit kejutan dan juga senang atas kedatangan pemuda tersebut.
"Yan'ge," sahut gadis tersebut.
Wajah antusias bisa dilihat dari gadis tersebut, tidak banyak menunggu lagi gadis itu segera bertanya, "Apakah kau mendapatkan Plat Ungu?"
Yan'gege yang disebut gadis itu memiliki nama yaitu Yan Zhong, dia adalah murid dari Kaisar seperti gadis itu juga. Hanya saja dalam status, gadis itu lebih unggul dari Yan Zhong karena sang gadis merupakan murid dari Kaisar Bintang.
Yan Zhong menggelengkan kepalanya, segera saja terlihat raut kecewa pada gadis tersebut, tapi segera menjadi ceria seperti sebelumnya lagi.
__ADS_1
"Tidak apa Yan'gege, kau sudah berusaha. Aku mungkin akan meminta guru untuk membuat Golok dibawah Alat Setengah Dewa juga tidak akan menjadi masalah, selama itu senjata yang bisa bertarung dengan diriku," ujar gadis tersebut seraya tersenyum lebar pada Yan Zhong.
Sebuah kekehan terlepas dari bibir Yan Zhong ketika mendengar ujaran dari gadis tersebut, benar. Dia mengikuti lelang berebut Plat Ungu dengan Han Xiao adalah untuk gadis ini, yang dia butuhkan hanya sepertiga dari Plat Ungu. Tapi bahkan dia tiak bisa mendapatkan satu inci pun.
"Aku memang tidak mendapatkan Plat Ungu, tapi aku mendapatkan ini." Yan Zhong mengeluarkan Golok Alat Setengah Dewa yang dia dapat dari lelang.
Ekspresi gadis itu menjadi bingung saat Yan Zhong mengeluarkan Golok di hadapannya, tentu saja Yan Zhong melihat kebingungan tersebut. Sehingga dia mengatakan pada gadis itu untuk menyentuhnya.
Alangkah terkejutnya gadis itu setelah menyentuh Golok yang diberikan oleh Yan Zhong.
"Ini... Alat Setengah Dewa!" Gadis itu menjerit penuh keterkejutan.
Hal yang sangat mustahil bagi Kaisar meminjamkan Alat Dewa mereka, sehingga para murid ini walaupun akan pergi ke Menara Tianxia, mereka tidak akan dipinjamkan Alat Dewa, sehingga senjata terkuat adalah Alat Setengah Dewa.
Gadis itu ingin membuat Golok yang merupakan Alat Setengah Dewa untuk dia pakai, Plat Ungu adalah bahan utamanya. Tapi dia kalah cepat dengan Jenius yang merupakan murid Kaisar Dewa, sehingga dia meminta pada Yan Zhong untuk datang ke Alam semesta Air, disana ada lelang yang dia dengar-dengar Plat Ungu didapatkan oleh sekte yang bernama Sungai Kematian.
"Ya benar, ini adalah Alat Setengah Dewa." Yan Zhong menjelaskan bahwa dia mendapatkannya dari lelang di Sungai Kematian.
Gadis itu sangat senang, tapi beberapa saat kemudian, wajahnya terlihat murung. Yan Zhong yang bingung segera bertanya pada sang Gadis.
"Yan'gege, kau belum memiliki Alat Setengah Dewa. Ini adalah barangyang kau dapat dengan uangmu dan usahamu, aku pikir ini lebih pantas kau sendiri yang menggunakannya." Gadis itu memberikan Golok pada Yan Zhong.
Yan Zhong tersenyum kecil melihat hal tersebut, inilah yang dia suka dari gadis ini. Biarpun menjadi murid dari Kaisar Bintang, tapi dia memikirkan segala hal dan lebih banyak merendah walaupun kekuatannya sangat besar.
"Ambil saja, aku juga mempunyai Alat Setengah Dewa." Yan Zhong menggenggamkan Golok tersebut pada sang gadis. Sebelum dia mengeluarkan Tombak yang dia dapatkan di lelang juga.
Wajah Gadis itu menjadi terkejut lagi, dia tentu segera bertanya, sejak kapan Yan Zhong memilikinya. Yan Zhong menjawab apa adanya, dia mendapatkannya dari lelang yang sama, tidak hanya itu. Yan Zhong juga menunjukan Perisai yang dia dapatkan.
__ADS_1
"Aku yakin, jika saja Gouyu tidak memintaku melakukan perjalanan. Sudah dipastikan aku tidak mendapatkan Alat Setengah Dewa ini," ucap Yan Zhong.
Gouyu tersenyum senang setelah mendengarkan penjelasan dari Yan Zhong, gadis itu berhambur memeluk Yan Zhong dan mengatakan berulangkali terimakasih.
Yang Zhong terkekeh, dia membalas pelukan dari Gouyu dan mengelus pucuk kepala gadis tersebut.
"Bagaimana dengan persiapan Gouyu?" tanya Yan Zhong saat keduanya telah melepaskan pelukan dan duduk saling berdampingan.
"Sangat bagus! Dengan Alat Setengah Dewa ini, aku yakin bisa mengelahkan Yalan!" seru Gouyu.
Yalan yang dimaksud oleh Gouyu adalah murid dari Kaisar Dewa.
"Jangan lupa, Yalan juga memiliki Alat Setengah Dewa," kekeh Yan Zhong seraya mencubit hidung Gouyu.
"Dari yang aku rasakan, Alat Setengah Dewa ini lebih baik daripada milik Yalan," sahut Gouyu dengan polos.
Yan Zhong bukan tidak pernah bertemu dengan Alat Setengah Dewa milik Yalan, tapi memang benar apa yang dikatakan oleh Gouyu, kualitas Alat Setengah Dewa yang didapatkannya dari Lelang ini sungguh memiliki kualitas yang jauh lebih baik dari milik Yalan.
"Kau ingin mencoba bertarung dengannya?" tanya Yan Zhong diiringi nada bercanda.
"Bertarung dengannya?" Gouyu menggelengkan kepalanya ringan. "Aku tidak akan melakukannya, tapi jika dia yang memulai terlebih dahulu, aku tidak takut."
Yan Zhong mengangguk ringan, apa yang dikatakan oleh Gouyu bukan sekedar omong kosong belaka, gadis itu memang sanggup berhadapan dengan Yalan. Dirinya juga sanggup, hanya saja kekalahan sudah pasti. Biarpun dirinya berada di tingkat yang sama, yaitu murid Kaisar. Tapi perawatan dan pelatihan Kaisar Dewa sungguh berada diatas gurunya.
"Benarkah yang kau katakan? Aku ingin mencoba bertarung lagi denganmu."
***
__ADS_1
Update Mingguan : 11/14