Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab354. Terkepung!


__ADS_3

Cahaya merah darah dan emas berpadu dari dalam pengepungan ras Shirenyu, pengepungan dari Ras Shirenyu semakin melemah.


BOOOOOOOOOM!!!


Ledakan besar terjadi, Ras Shirenyu yang mengepung Ne Zha dan lainnya meledak dan formasi pengepungan mereka harcur, kelima orang tersebut berhasil keluar dari kepungan Ras Shirenyu dengan tanpa luka sedikitpun!


Ini berkat Ne Zha dan Han Xiao membuat manuver mengerikan sehingga menciptakan daya ledak untuk Ras Shirenyu, sedangkan tiga perempuan itu telah mereka lindungi sehingga tidak terkena dampak ledakan.


"Kalian sungguh mengganggu!" ketus Han Xiao kesal, dia mengeluarkan Pedang Delapan Kejahatan dan mentransfer sebagian besar energi negatifnya untuk membuka Mata Utama, Mata Devourer!


Ketika Mata Utama terbuka, Han Xiao mengirim tiga perempuan ke Alam milik Harimau Suci, dia menebas lalu seluruh Roh, Qi dan Energi dari sebagian besar Ras Shirenyu yang masih hidup langsung dihisap sampai habis oleh Pedang Delapan Kejahatan.


Sebelumnya Han Xiao tidak ingin menggunakan Pedang Delapan Kejahtan pada Ras Jijian, karena dia menginginkan Tendon Naga mereka. Jika dia menggunakan cara ini pada Ras Jijian, mereka hanya akan tersisa kantong kulit yang diisi tulang.


Seperti saat ini, Ras Shirenyu yang terlihat kokoh itu terjatuh dengan kulit mereka yang terlipat sembarangan di tanah, bunyi glutuk-glutuk memenuhi ruangan ketika tulang-tulang berjatuhan.


Ya benar, tidak hanya Roh, Qi dan Energi. Tapi daging juga, Devourer dari Pedang Delapan Kejahatan lebih menakutkan daripada yang dilakukan oleh Han Xiao dengan tangannya. Bagaimanapun Han Xiao masih belum menginjak ranah yang seharusnya. Suatu hari nanti dia yakin bisa melakukan hal tersebut.


Han Xiao kembali mengeluarkan Shuiyu, Matriark Xiu dan Wang Shi. Ketiganya terkejut ketika melihat tumpukan kantong kulit berserakan dimana-mana.


"Ayo, lebih baik kita masuk," ajak Han Xiao saat mendapat tanda dari Ne Zha.


Ketiganya mengikuti Han Xiao dan Ne Zha walaupun banyak pertanyaan yang mengganjal pada kepala mereka, kenapa satu gelombang besar Ras Shirenyu bisa mati seperti itu? Lalu tempat apa tadi yang dipenuhi oleh awan sepanjang mata memandang? Mereka bertiga hanya bisa menyimpan pertanyaan itu terlebih dahulu sekarang dan mengikuti dua pemuda di hadapan mereka.


Mereka berlima berjalan cukup lama sebelum berhenti saat mendengar suara dengkuran yang sangat besar, itu terdengar seperti bukan satu saja yang mendengkur.


"Tou Jiu," ucap Matriark Xiu seraya menunjuk ke arah jam satu, disana sesosok ular berkepala sembilan tengah tertidur pulas dengan sembilan kepalanya mendengkur.


"Hydra? Ah aku sungguh merasa berada di cerita Hercules, apakah kepalanya akan tumbuh saat dipotong?" kelakar Han Xiao ketika melihat ular berkepala sembilan yang tertidur disana.


"Ular? Dia lebih mirip Naga!" Shuiyu dan Wang Shi berkomentar dengan kata yang sama.


"Hercules dan Hydra siapa aku tidak tahu, tapi mengenai kepalanya yang akan tumbuh saat dipenggal, itu adalah kebenaran." Matriark Xiu membagikan informasi yang baru dia ingat dari anggota elit miliknya saat penjelajahan.

__ADS_1


"Lalu, apa yang akan kita lakukan?" Wang Shi menatap penuh khawatir pada Tou Jiu. Bukan hal lucu jika makhluk itu bangun, Zhangyu juga pasti akan bergegas kemari untuk meratakan mereka.


Han Xiao tersenyum lebar, jika ada orang dari Benua Angin Selatan yang melihat senyum itu, mereka akan memilih menjauh sejauh mungkin. Senyum Han Xiao yang seperti itu menandakan dirinya akan bermain dengan kematian.


Benar saja, Han Xiao maju sampai dihadapan Tou Jiu, pemuda itu mengeluarkan sebuah tumpukan bulu?


Shuiyu khawatir melihat Han Xiao yang sangat sembrono, tapi melihat ekspresi tenang dan santai Ne Zha. Dia tidak pernah habis pikir. Apakah saudara Han Xiao itu gila? Membiarkan saudaranya menghampiri kematian?


Han Xiao kini yang memegang bulu Binatang mulai mengeluskan buku tersebut pada hidung Tou Jiu.


Ekspresi Matriark Xiu, Wang Shi dan Shuiyu membeku saat melihat apa yang dilakukan oleh Han Xiao. Pemuda itu apakah memiliki otak yang sehat? Jika ingin jahil, lihat siapa korbannya! Ketiga perempuan ini tidak tahan dengan kelakuan Han Xiao.


"Herggghhh..." suara dengkuran Tou Jiu menjadi sangat kasar seolah terganggu.


Han Xiao belum puas, dia dengan kasar mengelus-eluskan bulu binatang tersebut pada Tou Jiu.


"HAAAARGAHHCRHRIIIIIIM...!" Tou Jiu secara serentak bersin semua.



"HAHAHAHAHAHAHA!!!" suara tawa puas terdengar menggelegar, itu adalah tawa Han Xiao.


Pemuda itu langsung menjadi sasaran utama dari sembilan kepala, mereka yakin bahwa bocah tengik inilah yang membuat mereka bangun dari tidur nyenyak mereka.


"Kau bocah tengik penyusup! Beraninya kau mengganggu tidurku!" geram Tou Jiu dengan sangat menggelegar.


Han Xiao masih tertawa terpingkal-pingkal, tidak menghiraukan kini Tou Jiu yang menggeram penuh amarah padanya.


BAM!


Ekor Tou Jiu bergerak untuk memukul Han Xiao, tapi siapa sangka. Belum sempat ekornya menyentuh pemuda tersebut. Itu suah dipegang oleh seseorang.


Yang memegangi ekornya adalah pemuda berwajah dingin, ekspresinya terlihat sangat santai, seolah menangkap ekornya bukanlah masalah besar.

__ADS_1


"Nakal, eh sentil!" Han Xiao melontarkan sebuah senjata Bintang yang mirip dengan Shuriken dari serial film yang di tonton nya saat kecil.


Dengan dorongan telunjuknya, senjata Bintang itu terbang dalam kecepatan yang bahkan sulit dilihat oleh mata. Senjata tersebut melintah pada leher salah satu kepala Tou Jiu dan secara langsung memotongnya.


Bruk...


Kepala besar itu terjatuh, Ne Zha yang melihat hal tersebut tidak membuang kesempatan dan membanting Tou Jiu dengan sekuat tenaganya.


BAM...


Tubuh raksasa Tou Jiu terbanting keras dan terkapar di tanah, Ne Zha dengan cekatan melompat dan menjejalkan Api Phoenix miliknya pada leher kepala yang sudah Han Xiao potong.


Delapan kepala Tou Jiu sisanya menjerit penuh kesakitan ketika salah satu leher mereka dibakar. Leher tersebut hangus.


Ne Zha dan Han Xiao ingin mencoba, apakah cara dari cerita tokoh dewa hecules yang berada di mitologi jaman dulu bekerja atau tidak terhadap Tou Jiu, jika ya maka mereka akan sangat beruntung.


Sialnya, jeritan kencang dari Tou Jiu telah membangkitkan Zhangyu, kini monster setinggi seratus puluh meter itu berjalan kearah mereka. Han Xiao kini jelas mengerti kenapa gua ini memiliki tinggi hingga dua atau tiga ratus meter, Tou Jiu sendiri memiliki sembilan kepala yang rentangnya hampir seratus meter, dan kini datang Zhangyu. Monster yang memiliki kekuatan setara dengan Tou Jiu.


Han Xiao dan Ne Zha saling pandang, akan sedikit sulit berhadapan dengan Zhangyu, monster itu memiliki enam tangan serta berdiri kokoh layaknya manusia, dari penilaian gerakan. Zhangyu ini tidak memiliki kecepatan yang tinggi, tapi tetap saja akan sangat menakukan jika harus secara langsung berhadapan dengan dua Monster yang setara dengan ranah Dewa Raja.



"Kita terkepung!" Mendadak Shuiyu berseru.


Perhatian Han Xiao dan Ne Zha tertarik ke arah tiga perempuan itu, di belakang para gadis itu kini terdapat setidaknya puluhan orang yang menutup jalan keluar mereka.


"Mereka telah datang, akan merepotkan. Tapi kita bisa membantai semuanya tanpa khawatir," kekeh Han Xiao.


Sama seperti Ne Zha, dia juga telah mengetahui ada yang mengikuti mereka sejak awal, tapi dia selalu bersikap tidak perduli. Karena baginya ada Ne Zha yang menyusun rencana.


***


Update publish Dragalia Online : 07/12

__ADS_1


__ADS_2