
"Bukankah Iblis muda yang kau tangkap telah mati?" Bing Xing bertanya heran pad Han Xiao, dia yakin saat Han Xiao melakukan Pencarian Jiwa, Iblis muda itu pasti mati, tapi kenapa saat itu muncul?
Han Xiao tertawa mendengar pertanyaan Bing Xing, kini keduanya tengah berada di lantai teratas Akademi, sudah jadi kebiasaan Han Xiao untuk duduk disini seraya menikmati makanan yang dibawanya disini.
"Kau ingin tahu?" Han Xiao balik bertanya.
Bing Xing mengerucutkan bibirnya kesal, "Tentu saja!" sungut Bing Xing.
"Kau seram sekali jika sedang datang bulan seperti ini," kelakar Han Xiao seraya mencubit hidung Bing Xing.
Bing Xing menjadi tambah kesal karena Han Xiao menjahilinya, wajah gadis itu menjadi merah padam karena kesal, dia segera membuang pandangannya dari Han Xiao dan melahap Seblak pada mangkuk di tangannya.
Han Xiao justru semakin tertawa melihat Bing Xing yang kesal, baginya ekspresi marah seorang gadis adalah hal paling imut dan lucu, dia sangat gemas ketika melihat wajah cantik Bing Xing yang bersungut-sungut padanya.
"Aku akan memberitahunya," ucap Han Xiao berhenti menjahili Bing Xing.
"Aku tidak perduli lagi!" ketus Bing Xing lalu menyuapkan satu sumpit besar mie kedalam mulutnya.
"Pelan makannya, kau bisa tersedak," omel Han Xiao.
"Uhuk... Uhuk... Uhuk..." Seolah perkataan Han Xiao adalah ramalan, gadis itu segera terbatuk karena tersedak oleh mie Seblaknya.
Han Xiao dengan cekatan mengambil minum untuk gadis tersebut, dia mengelus lembut punggung Bing Xing. "Sudah kubilang apa?" ujar Han Xiao dengan nada khawatir.
"Kau khawatir padaku?" pendengaran Bing Xing sangat jeli, sehingga dia bisa menangkap nada khawatir dari Han Xiao.
"Tentu saja, tidak akan lucu jika seorang kultivator Istana Surga mati karena tersedak mie," sahut Han Xiao.
Bing Xing memukuli pemuda itu dengan kesal karena terus menjahilinya.
"Pemuda Iblis itu memang sudah mati, dia kini hanya tersisa tubuh tanpa jiwa, tubuhnya dikendalikan olehku lewat Tanda Hantu yang dituliskan oleh Mo Yanjing," ucap Han Xiao, sontak saja Bing Xing menghentikan tangannya yang memukuli Han Xiao.
__ADS_1
"Maksudmu dia adalah bonekamu sekarang?" tanya Bing Xing.
Han Xiao menyeringai kecil, "Apalagi?"
"Untuk apa kau menjadikannya boneka?" Bing Xing bertanya penasaran.
"Dia adalah anak dari Raja Iblis, atau biasa disebut Pangeran Iblis." Han Xiao menjelaskan pasti akan ada Pangeran atau Putri Iblis lainnya, Han Xiao ingin menggunakan pemuda itu sebagai mata-mata di Ras Iblis.
"Mengenal musuhmu adalah hal yang paling baik dalam sebuah perang." Pemuda itu tersenyum lebar.
"Aku curiga kau tidak perlu melakukan itu, kau sendiri saja cukup untuk melawan satu Raja Iblis, kini hanya tersisa sembilan Raja Iblis, jika kau membunuhnya dengan Ne Zha satu persatu. Bukankah akan mudah?" ujar Bing Xing dengan heran.
Han Xiao menggelengkan kepalanya ringan sebelum menjentikan dahi Bing Xing, "Apa yang kau katakan adalah kebenaran, namun sayangnya untuk sembilan Klan lain, walaupun mereka sering bersaing. Tapi jika ada musuh maka mereka akan bersatu, kematian Raja Iblis Kulit Putih pasti sudah tersampaikan disana lewat Mutiara Jiwa yang ditaruh pada istananya."
"Melawan sembilan Raja Iblis yang bersatu bukanlah lelucon, walaupun nanti kami akan bersatu dengan dua Klan utama Benua Kayu Tengah dan banyak tokoh kuat disana, akan sulit mengatakan akan memenangkan pertempuran ini," terang Han Xiao.
Mata Bing Xing menjadi dipenuhi oleh kecemasan ketika mendengar penerangan dari Han Xiao, "Akan sangat bahaya disana, aku tidak ingin kau kenapa-napa," lirih Bing Xing seraya menundukan kepalanya.
Tangan Han Xiao terulur untuk menyentuh dagu Bing Xing, pemuda itu mengangkat dagu Bing Xing agar pandangan gadis itu terarah padanya.
"Aku tidak akan mati semudah itu, sebelum kau menambahkan rasa sedikit yang kumiliki padamu menjadi banyak," bisik Han Xiao dengan nada sensual.
Bing Xing segera menepis tangan Han Xiao, wajahnya menjadi merah padam, dia juga mengalihkan pandangannya dari Han Xiao, "Biarkan takdir yang menunjukannya," ujar Bing Xing seraya sedikit menjauh dari Han Xiao.
Pemuda itu terkekeh melihat tingkah Bing Xing padanya, dia juga tidak jauh lagi menggoda Bing Xing dan melanjutkan aktifitasnya untuk makan.
Suasana di tempat itu mendadak menjadi sangat hening, hanya ada suara kunyahan dari Han Xiao yang tengah asik makan.
"Kau ingin tahu kenapa aku sangat sembrono malam itu?" Bing Xing lah yang memecah keheningan tersebut, pandangan gadis itu masih menatap kearah bulan yang bersinar redup di atas sana.
"Apapun yang kau lakukan, pasti akan ada sebabnya, aku memaklumi itu," sahut Han Xiao dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
__ADS_1
Bing Xing menatap Han Xiao sejenak sebelum memalingkan pandangannya lagi lalu menutup matanya untuk menikmati angin yang berhembus pada wajahnya, "Aku takut tidak bisa menempati hatimu, Matriark pernah berkata padaku. Lelaki akan menumbuhkan perasaan ketika sedang berhubungan intim. Disitulah aksi bodohku terjadi."
Kunyahan Han Xiao terhenti seketika, dia mengutuk Matriark Bing dalam hatinya, namun dia segera tersenyum kearah Bing Xing, "Tidak ada salahnya untuk berjuang," ucap pemuda tersebut dengan senyum hangat.
"Aku mengatakan ini karena tidak ingin kau menganggapku gadis murahan yang melemparkan diri pada sosok yang dicintainya, aku melakukan hal itu karena ingin kau memiliki rasa padaku. Ingin kau merasakan bahwa aku benar-benar tulus padamu, bukan karena hal lain, jujur saja saat kau menderita karena kehilangan Ruan Jian. Disana hatiku terasa teriris ketika melihatmu yang biasanya riang ceria berubah seketika menjadi pendiam dan dingin," lirih Bing Xing seraya menundukan kepalanya yang tadi sedikit mengadah ke arah bulan.
Senyum Han Xiao melebar pada detik itu juga dia meraup Bing Xing kedalam pelukannya, "Aku adalah orang yang mudah untuk jatuh cinta, tapi hatiku sangat pemilih. Kau menjadi salah satu kategoriku, berjuanglah sedikit lagi agar hatiku menerimamu dengan lapang." Pemuda itu berkata dengan lembut sebelum memagut bibir Bing Xing dengan sangat sensual.
"Aku akan berjuang," balas Bing Xing setelah Han Xiao melepaskan pertautan ciuman panas mereka, wajah gadis itu merona sangat merah bagaikan cabai.
Han Xiao menempelkan dahinya pada dahi Bing Xing, pemuda itu menggesekkan hidungnya pada hidung Bing Xing penuh menggoda, "Aku percaya itu," bisik Han Xiao dengan sangat rendah, hembusan napas pemuda itu mengirimkan senyar lembut pada wajah Bing Xing membuat gadis itu tergoda.
"Godaan darimu sungguh besar, aku takut kau berpaling pada gadis lain yang jatuh dalam godaanmu," ucap Bing Xing dengan nada yang khawatir.
Kekehan Han Xiao terlepas ketika mendengar ucapan Bing Xing, "Mereka yang jatuh dalam pesona godaanku adalah perempuan lemah, sedangkan kau dan ruan Jian sungguh berbeda, aku sudah ratusan kali menggoda kalian namun yang kudapat adalah nol, hingga kalian datang sendiri dengan ketulusan kalian. Aku baru bisa mendapatkan kalian," balas Han Xiao.
***
Bacotan Pengetik :
Kalo untuk kalian yang sudah membaca Dua Penguasa sejauh ini๐๐ป
Sebelumnya saya terus dapet komen mengenai hal janggal dalam cerita ini, ya contoh kayak bab sebelumnya, si Iblis muda udah mati. Kok hidup lagi secara tiba-tiba? Lalu ada Bing Xing yang dibilang terkesan mur*h*n karena menyerang Han Xiao duluan:v
Pengetik disini mau ngasih tau, semua yang ada dalam cerita sudah diatur sedemikian rupa, contohnya Bab ini yang menjelaskan kenapa Iblis muda hidup lagi dan Bing Xing yang terlalu takut tidak bisa menempatkan diri pada hati Han Xiao.
So udahlah bacotannya, malah kepanjangan nanti.
I hope you enjoy...
Update Mingguan : 10/14
__ADS_1
Update Merdeka : 13/75