Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab367. Kehebohan di Istana Petapa Es


__ADS_3

Shouzi tersenyum kecil, gadis itu duduk kembali dengan melemparkan tubuhnya, ekspresinya kini terpasang seolah beban di punggungnya terangkat semua.


Tangan Shouzi bergerak untuk mengambil cawan berisi teh miliknya, setelah meminum teh, senyum gadis itu masih saja terpatri dengan lebar.


"Tenang saja, bahkan saudari Kaisar tidak akan mengatakan sepatah katapun tentang keputusan yang kuambil secara mendadak ini," terang Shouzi.


Su Lihwa terdiam sebelum mengeluarkan pertanyaan, "Kenapa? Bukankah dalam Menara Tianxia ini ditujukan untuk memamerkan Jenius dari seratus Alam Semesta? Jelas bukan, aku ini bukanlah orang yang berasal dari Alam Semesta Es ini?"


Sekali lagi Shouzi terkekeh, "Menurut sebagian besar orang mungkin begitu, tapi tidak dengan sebagian lainnya. Ingat, di dunia ini yang kuat dihormati dan yang lemah ditindas. Jika ada yang katamu orang luar lebih kuat dari kami pribumi. Kenapa tidak?"


Kata-kata dari Shouzi membuat Su Lihwa heran, "Bukankah jelas aku lebih lemah darimu guru?"


"Mungkin sekarang ya, tapi dalam satu bulan aku tidak mengetahuinya. Akankah kau melebihi diriku atau tetap berada dibawahku," sahut Shouzi dengan mudah.


Pancaran wajah Su Lihwa menjadi sangat terang, kunci untuk mendapatkan Token adalah menjadi kuat! Dia harus lebih keras lagi berkultivasi! Dengan kekuatan aneh dalam dirinya. Dia tidak perlu khawatir mengalami penyimpangan Qi yang membuat dirinya gagal dalam kultivasi karena meningkatkan kekuatannya terus menerus.


"Aku akan berkultivasi sekarang, aku akan segera mencapai ranah Dewa Raja!" ujar Su Lihwa lalu bergegas pergi setelah pamit pada Yang Shui dan Shouzi.


Kini hanya ada Shouzi dan Yang Shui di Gazebo tersebut.


"Aku tidak mengerti apa maumu ketika memberikan Su Lihwa Token Menara Tianxia." Shouzi berkata seraya menatap Yang Shui.


Yang Shui tersenyum kecil, "Tidak ada yang lebih penting dari dirinya, tujuanku datang kemari adalah untuk membantunya bertemu seseorang. Hanya itu tujuanku, jika aku memiliki kesempatan untuk mempertemukan mereka, kenapa tidak?"

__ADS_1


Shouzi memiringkan kepalanya, tercetak jelas raut kebingungan pada wajahnya. Yang Shui tertawa kecil, tidak mungkin baginya mengatakan bahwa dirinya membantu Su Lihwa ke Alam Abadi untuk bertemu Ne Zha.


"Terimakasih banyak atas pilihanmu untuk memberikan Token pada Su Lihwa, aku menjamin bahwa Alam Semesta Es tidak akan mengalami kerugian. Atau bahkan mendapatkan keuntungan," ucap Yang Shui seraya terkekeh.


"Kuharap yang kau katakan benar," sahut Shouzi.


"Mengenai kandidat lain yang kau katakan, Bing Xing. Dimana dia tinggal?" Yang Shui segera teringat hal tersebut, dia juga memiliki tebakan. Jika saja benar itu adalah Bing Xing yang sama, maka dirinya bisa memberikan kejutan yang luar biasa saat nanti bertemu Han Xiao, dan dia bisa terbebas dari omelan Ne Zha karena membawa istrinya ke Alam Abadi.


"Ah dia..." Shouzi sedikit bingung saat hendak membahasnya, namun pada akhirnya dia memilih untuk memberitahu pada Yang Shui, mengingat bahwa perhitungan kekuatan yang dimiliki sekutu sangatlah penting.


***


Su Lihwa benar-benar secara gila berkultivasi, siang malam dia habiskan untuk berkultivasi. Dibantu dengan berbagai sumber daya mengerikan, dia benar-benar meningkat setiap harinya. Jika orang-orang di Benua Binatang Buas melihat kemajuan Su Lihwa, bahkan orang di Tanah Suci Beladiri akan menjentikan lidah mereka dan berlarian seperti anjing dengan ekor yang terselip antara kaki mereka.


Tidak sedikit murid atau tetua yang lewat bisa merasakan kekuatan ganas yang merembes dari kediaman Shouzi, karena Su Lihwa memiliki Roh Beladiri Api Hitam, aura yang menyebar terasa sangat panah saat menyebar di tempat seperti Istana Petapa Es yang notabenenya adalah terbuat dari Es.


Kultivasi Su Lihwa menjadi pembicaraan panas diantara para murid dan tetua di Istana Petapa Es, orang-orang yang awalnya skeptis dengan penilaian Tetua Agung Shouzi dibuat segera terbungkam saat merasakan aura yang merembes dari dalam kediaman.


Jelas beberapa dari mereka juga mengetahui bahwa kultivasi Su Lihwa telah meningkat dengan gila dalam beberapa bulan ini. Gadis yang datang hanya berada di Alam Dewa, kini sudah melesat ke ranah Dewa Sejati!


Ranah Dewa Sejati memang cukup lumrah di Bintang tingkat lima. Namun, keberadaan mereka pasti akan memiliki tingkat yang tinggi, yaitu sebagai Tetua Sekte besar ataupun Patriark Matriark dari sebuah Sekte.


Dari aura yang dirasakan, sebagian besar tetua dapat mengetahui bahwa ini adalah aura dari ranah Dewa Sejati puncak!

__ADS_1


Hanya dalam setengah bulan Su Lihwa yang berada di ranah Dewa Sejati kedua akan menyerang ke ranah Dewa Raja.


Matriark dari Istana Petapa Es mengadakan pertemuan tertutup dengan Shouzi, dia menanyakan tentang Su Lihwa tentunya.


"Gadis itu barusaja menembus, bukankah akan terjadi hal buruk jika dia menembus lagi seperti itu?" ujar Matriark Istana Petapa Es.


Shouzi tertawa kecil, "Saudari, kau terlalu mengkhawatirkannya, percaya atau tidak. Terdapat kekuatan aneh dalam dirinya, saat aku memeriksa dirinya setelah menembus ke ranah Dewa Sejati, tidak ada sediitpun celah pada pondasinya. Ingat juga saudari, dia berasal dari Alam rendah. Potensinya sangat mengerikan. Belum lagi ditambah keberadaan seperti Yang Shui disisinya."


Matriark Istana Petapa Es terdiam cukup lama, pada akhirnya dia mengikuti pengaturan dari Shouzi. Karena tidak ingin aura dari Su Lihwa mengganggu para murid atau yang lainnya, dia sendiri bersama Shouzi memasang pelindung pada tempat kultivasi Su Lihwa.


Dengan pelindung itu, aura dari Su Lihwa tidak menyebar luar lagi, hanya berada didalam pelindung.


Yang Shui sendiri kini tengah berdiam diri di kediamannya, selain berlatih dirinya hanya memiliki aktifitas berkeliling. Tidak banyak yang bisa dia lakukan sebagai Tetua Tamu.


"Shui, apakah kau mengetahui, bahwa hampir seluruh Alam Semesta di kesatuan sedang melakukan gencaran pada Alam Semesta Waktu?" Pada suatu hari, Shouzi datang ke kediaman Yang Shui untuk mengobrol ringan.


Yang Shui mengangguk ringan, "Kenapa memang?" tanyanya heran.


"Kau tahu, biarpun Kaisar Es kami adalah bagian dari seratus Kaisar, tapi dia tidak ingin menyerang lam Semesta Waktu. Bahkan dia menetapkan hal itu tabu bagi Alam Semesta Es, pada saat itu Kaisar diserang oleh Kaisar Air, akan mudah bagi Kaisar menang atas pertarungan tersebut. Cih... Tapi siapa sangka ada Kaisar lain yang campur tangan, hingga menyebabkan Kaisar kami menghilang." Shouzi bercerita dengan pahit dan penuh emosi membara ketika menyangkut Kaisar Air.


"Awalnya aku mengira dirimu adalah bagian dari Alam Semesta Air, tapi mendengarkan beberapa penjelasan masuk akal tentang dirimu dan Su Lihwa, aku tahu bahwa kau memang datang dari Alam rendah. Mengingat pada saat beberapa waktu sebelum kau datang kemari, ada gangguan ruang pada Bintang ini."


***

__ADS_1


Update Mingguan : 08/14


__ADS_2