
"Hukuman apa yang pantas untukmu ya?" Han Xiao mengelus dagunya.
"Kulit secara perlahan!" Feng Jin berseru lantang.
Deg!
Jantung Fan Meirong segera mencelos saat mendengar seruan dari Feng Jin, dia sangat senang jika menyiksa seseorang, tetapi Fan Meirong juga sangat takut jika disiksa dengan cara dikuliti hidup-hidup secara perlahan.
"Tidak itu terlalu ringan untuk menukarnya hingga sampai nyawaku hendak melayang," sahut Han Xiao.
"Kenapa kau tidak mati saja?!" Fan Meirong tiba-tiba berteriak membuat bahkan Han Xiao terkejut.
Namun, sepertinya itu terjadi oleh alam bawah sadar Fan Meirong, gadis itu segera menutup mulutnya dengan tangan dan tidak berani menatap Han Xiao.
Han Xiao justru tersenyum lebar, lelaki itu kembali memotong jaraknya dengan Fan Meirong, kali ini sangat dekat hingga Han Xiao menyentuhkan dahinya pada dahi Fan Meirong, keduanya bahkan bisa mendengar deru napas masing-masing.
"Tidak mudah bagiku untuk hidup, dan kau mengatakan kenapa aku tidak mati saja? Jujur saja, jika bukan karena dirimu spesial, aku akan langsung menyiksamu tanpa harus omong kosong seperti ini," desis Han Xiao.
Fan Meirong mengambil langkah mundur untuk menjauhkan dirinya dari Han Xiao, "A... Apa maksudmu?"
"Benar, apa maksudmu spesial Han?" Bing Xing maju dan bertanya dengan bersungut pada Han Xiao.
Han Xiao tersenyum ringan, kembali langkahnya mendekati Fan Meirong, pada saat itu Han Xiao langsung menggunakan Devour pada Fan Meirong.
Seluruh tubuh Fan Meirong menjadi bersinar pucat, ekspresinya juga sangat kesakitan seolah disiksa dengan cara paling mengerikan, teriakan gadis itu sangat nyaring ketika tubuhnya terus memucat. Mata Fan Meirong menjadi warna hitam pekat, cairan berwarna biru juga mengalir keluar dari mulutnya ketika Fan Meirong berteriak kesakitan.
__ADS_1
Bing Xing tidak pernah melihat Han Xiao menggunakan Devour seperti ini pada siapapun, dia hanya melihat Han Xiao menggunakan Devour pada pemilik salah satu dari Kekuatan Kejahatan. Namun, itu tidak separah ini!
Tiba-tiba pikiran liar tumbuh di kepala Bing Xing, pandangan gadis itu segera terarah pada Ne Zha.
"Apakah dia pemilik salah satu dari delapan Kekuatan Kejahatan?" tanya Bing Xing, sungguh dia sangat enggan jika pikiran liarnya menjadi kenyataan.
Ne Zha tidak menjawab, seperti terlihat dia juga sulit untuk menjawab, tetapi setelah Bing Xing memaksa. Ne Zha hanya berkata untuk memperhatikan saja apa yang sedang Han Xiao lakukan pada Fan Meirong.
Pada saat ini, tubuh Fan Meirong yang sebelumnya sangat menggoda secara perlahan mengecil bahkan hingga dia terlihat seperti tulang. Teriakan paraunya juga menjadi lebih lemah, tubuh Fan Meirong sudah menjadi putih pucat seperti kertas. Tatapan gadis itu kosong, menyiratkan rasa sakit yang tidak sanggup lagi dia tanggung.
Han Xiao tersenyum kecil, tangannya menjentik. Pada saat itu juga secara perlahan bentuk tubuh Fan Meirong kembali terisi seperti sebelumnya, tetapi warna kulitnya tetap putih pucat. Tidak kembali berwarna putih segar seperti sebelumnya.
Teriakan Fan Meirong berhenti bersamaan dengan tubuh gadis itu terjatuh lemah ke lantai.
"Ada delapan Kekuatan Kejahatan, mereka yaitu, Kematian, Kegelapan, Korosi, Pengendali Jiwa, Pengendali Mayat, Kehancuran, Kekacauan dan Keputusasaan." Han Xiao melambaikan tangannya keatas, tubuh Fan Meirong terangkat melayang dan berdiri tegak dengan tatapan mengarah pada Han Xiao.
"Kenapa harus dia?! Kau lupa? Dialah yang membuat dirimu berada di ambang kematian!" Bing Xing berteriak lantang karena tidak menerima apa yang dikatakan oleh Han Xiao, dia juga tidak ingin Fan Meirong menjadi bagian dari salah satu Pasukan Han Xiao.
Han Xiao membalikan tubuhnya, lelaki itu bergerak untuk menangkup Bing Xing kedalam pelukannya, "Tenanglah, dia sudah dihukum bukan tadi? Percayalah, proses penempaan tubuhnya tadi lebih menyakitkan daripada terakhir kali Mo Yanjing kusiksa, juga itu ribuan kali menyakitkan daripada dikuliti hidup-hidup. Bahkan aku bisa mengatakan dia lebih sakit daripada saat diriku terkena Racun Korosi pada puncaknya."
Bing Xing diam dalam belaian lembut tangan Han Xiao, memang terlihat jelas bahwa proses penempaan tubuh tadi sangat menyakitkan. Bing Xing sedikit melunak, tetapi dia masih memandang sengit pada Fan Meirong. Dia ingin Fan Meirong mati. Namun, kehendak Han Xiao lain, dia harus menerimanya.
Setelah menangkan Bing Xing, Han Xiao mengenmbalikan pandangannya pada Fan Meirong, "Mulai sekarang, namamu Qian Du. Tidak ada lagi Fan Meirong," ucap Han Xiao seraya tersenyum riang pada gadis dihadapannya itu.
"Baik, mulai sekarang, aku adalah Qian Du, tidak ada lagi Fan Meirong," sahut Qian Du.
__ADS_1
Han Xiao tertawa puas, dari awal dia sudah membidik Fan Meirong atau yang sekarang bernama Qian Du, awalnya dia tidak berharap banyak, tetapi saat Qian Du memberikan Racun Korosi padanya, Han Xiao memiliki tekad untuk mendapatkan gadis itu untuk menjadi bagian dari pasukannya. Memang dalam proses itu dia sangat kesal, tetapi setelah perhitungan matang. Han Xiao memilih untuk melupakan dendamnya dan memilih keuntungan.
Sekarang, Han Xiao sudah memiliki sebagian Pasukannya, Kehancuran, Keputusasaan, Kegelapan, Kekacauan dan Korosi. Dengan adanya Qian Du, maka pasukan Han Xiao sudah lengkap. Hanya tinggal mengumpulkan semuanya di satu tempat!
Saat mengingat pasukannya, Han Xiao segera teringat pada Benua Angin Selatan, "Apakah mereka hidup damai disana?" Han Xiao masih sedikit cemas dengan adanya Sundaland. Serta Tanah Suci Beladiri walaupun sudah memasang formasi kuat. Tidak ada jaminan bahwa orang dari Alam Semesta lain datang ke Bintang Makhluk Buas.
Han Xiao sejenak melupakan Benua Angin Selatan, dia harus fokus pada Menara Tianxia ini terlebih dahulu.
"Ambil ini, tingkatkan kekuatanmu. Kau tertinggal sangat jauh." Han Xiao memberikan sumber daya pada Qian Du.
Qian Du menerimanya lalu memundurkan diri setelah mengucapkan banyak terimakasih pada Han Xiao.
"Zha, tersisa lima ratus ribu tahun lagi, apa yang akan kita lakukan?" Han Xiao meminta pendapat Ne Zha, dia sendiri sudah cukup bosan berkeliling di lantai lima Menara Tianxia ini.
"Kita akan pergi ke Timur." Qin angkat suara.
"Kau sudah membaca akan ada keuntungan disana?" Han Xiao bertanya.
Qin tersenyum misterius, "Aku menyarankannya tentu untuk keuntungan."
Ne Zha sudah menceritakan perjalanannya, begitu juga dengan Han Xiao, mereka menghitung masih banyak harta terpendam di lantai lima Menara Tianxia ini. Keduanya sudah memastikan harus menggunakan waktu ini untuk berburu harta karun dan membiarkan Murid Kaisar untuk saat ini.
Han Xiao mengetahui hanya ada beberapa saja Murid Kaisar yang selamat, juga mereka berada di jajaran Kaisar yang tidak mengancam. Jika mereka menjadi masalah, Han Xiao dan Ne Zha bisa membereskannya di lantai berikutnya.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 11/14