Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab334. Yasudahlah


__ADS_3

Su Lihwa terkejut ketika mendengarkan keputusan yang dibuat sangat mudah oleh Gadis Es, dia kini bertanya-tanya apakah benar gadis kecil dihadapannya ini adalah Tetua Agung dari sebuah sekte besar pada Bintang tingkat Lima.


"Kita belum memperkenalkan diri, panggil saja diriku Tetua Shouzi, tapi aku masih nyaman dipanggil secara langsung. Umurku mungkin lebih muda dari kalian," ucap Shouzi seraya memainkan kuas yang ada di mejanya.


"Yang Shui," balas Yang Shui seraya tersenyum ramah.


"Su Lihwa." Susul Su Lihwa.


"Aku sudah mendeteksi bahwa kualitas tulang kalian memiliki umur dibawah dua puluh tahun, kalian sungguh jenius dalam kultivasi." Shouzi menerangkan setelah pemindaiannya tadi, dia juga menemukan bahwa kultivasi kedua gadis dihadapannya ini sangatlah kokoh dan stabil, tidak seperti kebanyakan kultivator di Alam Abadi ini.


Setelah cukup lama berbincang, Shouzi akhirnya memantapkan posisi Su Lihwa sebagai muridnya lalu Yang Shui sebagai Tetua tamu.


Sebelumnya hal itu menjadi sedikit perdebatan, karena apa yang dilatih oleh Su Lihwa adalah Elemen Api, sedangkan Shouzi adalah Elemen Es, akan sulit bagi SU Lihwa belajar dari Shouzi, hingga pada penjelasan Shouzi mengenai Api Es Dinginnya, barulah Su Lihwa menurut untuk menjadi murid dari Shouzi.


Sungguh Su Lihwa tidak akan menyangka dirinya kan menjadi murid dari gadis yang jauh lebih muda darinya. Tapi pada akhirnya yang kekuatanlah yang berbicara diatas semuanya.


Su Lihwa dan Yang Shui dibawa secara pribadi oleh Shouzi untuk berkeliling Istana Petapa Es, tentu saja hal itu sangat menyita perhatian. Shouzi terkenal sangat sulit didekati bahkan sebelum menjadi Tetua Agung, setelah menjadi Tetua Agung, kebanyakan orang hanya mendengar namanya tapi tidak melihat wujudnya.


Banyak murid ataupun Tetua yang mengenal baik Shouzi heran, ada apa dengan dua gadis yang tersebut sehingga membuat Shouzi nampak sangat gembira.


Butuh tiga puluh menit bagi Su Lihwa dengan Yang Shui dan Shouzi untuk sampai di kediaman Shouzi, karena Su Lihwa mulai sekarang adalah murid Shouzi. Maka Su Lihwa akan tinggal di kediaman Shouzi.


Sedangkan untuk Yang Shui, sebenarnya bebas memilih. Akan mengambil kediaman sendiri atau tinggal bersama Su Lihwa dan Shouzi, tentu saja Yang Shui mengambil pilihan kedua, dia akan terus berada disisi Su Lihwa untuk memastikan Saudari iparnya baik-baik saja.

__ADS_1


"Anggap saja ini rumah sendiri, kita akan mulai berlatih mulai hari esok," ucap Shouzi seraya pergi masuk ke ruangannya.


Yang Shui menatap Su Lihwa, sebuah senyum hangat yang lembut terukir pada bibir gadis tersebut, "Sudah kubilang bukan? Kita akan diterima?" kekehnya.


Su Lihwa tersenyum kecil, dia yakin dirinya dengan Yang Shui akan diterima, tapi tidak menyangka dengan cara yang unik dan juga langsung melompat jauh. Sebelumnya Su Lihwa berpikir akan diterima sebagai Murid Inti, itupun sudah sangat baik karena mendapatkan sumberdaya yang luar biasa dan tempat yang tenang untuk berkultivasi. Hanya perlu keluar sebulan sekali untuk menjalankan misi dari Sekte.


Tapi siapa sangka kini dirinya akan menjadi murid dari Tetua Agung Istana Petapa Es? Selain dia dibebas tugaskan dari Misi Sekte, dia juga mendapatkan bimbingan dibawah Tetua Agung. Setidaknya dia ingin memahami Esensi Unsur Api dibawah bimbingan Tetua Agung, biarpun memiliki perbedaan unsur dingin dan panas. Tapi tetaplah mereka sama, yaitu Api.


"Berlatihlah lebih giat, aku akan menunggumu hingga memahami Esensi Api dan sampai di ranah Dewa Roh kedua. Dengan begitu kita bisa keliaran mencari suamimu," ucap Yang Shui.


Wajah Su Lihwa memancarkan cahaya yang sangat senang, kini dia memiliki semangat lebih tinggi untuk berlatih semakin keras dan menjadi kuat. Ne Zha, Ne Zha, Ne Zha. Nama itu terus terpatri di kepalanya untuk membakar semangat dalam dirinya.


***


"Tenanglah, aku akan tinggal disini." Mon Cie tersenyum geli, kini pandangan wanita itu terarah pada Shuiyu, senyumnya menjadi sangat hangat. "Cepatlah kembali, jangan melupakan gurumu yang disini sendirian."


Shuiyu membalas senyuman hangat Mon Cie, dia juga berhambur pada Mon Cie untuk memeluk wanita tersebut dengan erat, "Baik guru, jangan khawatir."


Mon Cie melepaskan pelukan Shuiyu setelah beberapa saat, dia mengantarkan kepergian Han Xiao, Ne Zha dan muridnya itu dari Rumah Judi. Tatapan Mon Cie menjadi sangat lega ketika melihat Shuiyu yang sudah sangat menjauh dan perlahan hilang dari pandangannya.


"Kini kau bisa berpetualang bebas tanpa mengkhawatirkan keselamatanmu, dengan dua monster itu, aku tidak akan terlalu memikirkan tentang keselamatanmu," batin Mon Cie.


***

__ADS_1


"Kemana kita?" Shuiyu bertanya pada Han Xiao.


Han Xiao mengangkat bahunya ringan, dia sendiri tidak mengetahui tujuan mereka, jika ingin bertanya seharusnya pada Ne Zha. Karena Ne Zha yang bisa merasakan Inti Elemen Air.


"Kita ikuti dia saja, bukan hal buruk untuk berjalan-jalan," ujar Han Xiao dengan santai.


Kecepatan terbang mereka sedikit melambat karena adanya Shuiyu, sebelumnya Han Xiao merekomendasikan untuk menggunakan Kuai You Shengqi, tapi ternyata bahkan mobil itu tidak memiliki sepertiga kecepatan Shuiyu, sehingga mereka memilih untuk terbang tanpa menggunakan Kuai You Shengqi.


Han Xiao berpikiran untuk meningkatkan lagi kendaraannya setelah mendapatkan Material terbaik selama perjalanan, dia sungguh berharap menemukan Material yang sesuai dengan harapannya. Jika Material dalam harapannya terkumpul, kecepatan Kuai You Shengqi akan menyamai kultivator ranah Dewa Sejati puncak. Dengan begitu perjalanan mereka akan nyaman dan juga cepat.


Terbang selama tiga minggu sudah cukup bagi mereka untuk sampai di Bintang lain, beruntung ini adalah Bintang tingkat lima. Han Xiao merasa akan mudah mencari bahan untuk Kuai You Shengqi, dia mengutarakan idenya pada Ne Zha, dan pemuda dingin itu juga menyetujuinya.


"Kau membutuhkan Material? Jika aku tidak salah, akan ada sebuah Lelang besar di Bintang ini yang diselenggarakan oleh Sungai Kematian. Barang-barang disana sangat luar biasa, siapa tahu yang kau butuhkan ada disana," kata Shuiyu ketika teringat salah satu kekuatan terkuat di Bintang ini. Sungai Kematian.


Mata Han Xiao dan Ne Zha melebar penuh antisipasi, mereka sangat menyukai lelang, dan lelang yang diselenggarakan oleh kekuatan besar di Bintang tingkat lima seperti Sungai Kematian pasti memiliki banyak barang bagus.


"Tunjukan jalannya," pinta Han Xiao.


Shuiyu sedikit aneh saat melihat sorot mata dua pemuda tersebut, dia sungguh tidak pernah melihat dua sorot itu, dan sorotan mata tersebut menunjukan sebuah maniak?


"Mereka maniak Lelang?" pikir Shuiyu.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 02/14


__ADS_2