
"Api Phoenix?! Kau yakin Lin Wen?!" Tatapan tajam seorang wanita terarah pada sosok indah di hadapannya.
Sosok indah itu tidak lain adalah Lin Wen yang berhadapan dengan Feng Jin dalam pertarungan Arena.
"Ya Guru, tidak salah lagi," ucap Lin Wen. "Di Kesatuan Dewa bahkan Alam Langit, Api milikku pasti membakar siapapun bahkan jika itu hanya memberikan luka ringan. Namun, pada bocah ini, dia tidak terluka sedikitpun bahkan terlihat lebih bersemangat lagi dari sebelumnya."
Guru Lin Wen mengeluarkan ekspresi masam, dia meminta Lin Wen untuk beristirahat sebelum dirinya pergi ke suatu tempat.
Tidak hanya Lin Wen, Jinu dan Li Ning yang terkena tekena semburan oleh Guru mereka, tapi semua yang berhadapan dengan Han Xiao dan Ne Zha di menuju Final juga mendapatkan omelan sebelum guru-guru mereka bertingkah aneh setelah mendengar penjelasan tentang kekuatan Ne Zha dan Han Xiao.
Sedangkan kini Ne Zha dan Han Xiao tidak mengetahui bahwa mereka menjadi perbincangan panas di Alam Langit dan dua Kesatuan lainnya, mereka berdua bersama yang lainnya masih berada di ruangan putih, tengah menunggu Ne Zha yang masih menerima warisan.
***
"Hati-hati, jangan sampai lengah. Orang yang menggunakan Teknik terlarang ini akan setara dengan sepuluh Kaisar tingkat Puncak!" jelas Kaisar Darah.
Wajah Kaisar Halilintar, Kaisar Angin dan Kaisar Suara memucat, sekuat apapun mereka bertiga. Jika melawan sepuluh Kaisar tingkat Puncak, itu sama saja bunuh diri!
"Bukankah dengan begini kita sama saja bunuh diri?" Kaisar Suara berkata.
__ADS_1
"Kira hanya perlu menahannya beberapa saat lagi, Teknik terlarang ini memang sangat kuat. Namun, itu juga memiliki batas waktu, pun dengan para Kaisar lain menuju kemari. Kita tidak perlu khawatir, waktu. Hanya waktu yang kita butuhkan." Kaisar Darah menenangkan Kaisar lainnya.
"Kalian pikir aku akan memberikan waktu?" suara dingin berhembus pada detik berikutnya Kaisar Suara berteriak lantang dalam berusaha untuk hidupnya. Namun, dia memiliki akhir yang sama seperti Kaisar Bunga, mati dalam sekejap oleh Yingzi Mao!
Terkejut, itulah yang dirasakan oleh tiga Kaisar yang tersisa, rasa takut mulai menghiasi mata mereka. Mereka yang biasanya angkuh dan menjadi pemangsa, kini harus merasakan takut karena menjadi mangsa, hal ini tidak biasa bagi mereka yang sudah terbiasa menjadi pemimpin puncak rantai perburuan!
"Kau yang memaksaku, aku akan menyeret mu bersamaku kedalam kematian." Mata Kaisar Darah memerah secara spontan, darah yang belum habis Yingzi Mao serap segera berterbangan ke arah Kaisar Darah.
Kaisar Halilintar dan Kaisar Angin tercengang, Kaisar Darah juga melakukan Teknik terlarang! Pada detik berikutnya kekuatan Kaisar Darah meningkat dengan sangat mengerikan, hal itu bahkan membuat kedua Kaisar mundur menjauh dari Kaisar Darah.
Slash...
Dua Kaisar dipenuhi dengan ketidak percayaan saat melihat pemandangan dihadapan mereka, Kaisar Darah yang kekuatannya telah melonjak drastis tiba-tiba kepalanya terpisah dari tubuhnya, pada detik berikutnya kepala Kaisar Darah dicincang habis hingga membuat Istana Takdirnya keluar. Tidak berhenti disitu, bahkan Istana Takdirnya yang berusaha kabur juga dicincang habis oleh Pisau Pembunuh Bayangan dari Yingzi Mao!
"Lari!" Kedua Kaisar tidak memiliki pilihan lain, sosok Yingzi Mao sebelumnya sudah mengerikan, ditambah lagi kini dia menyerap Darah milik Kaisar Darah. Tidak bisa dibayangkan betapa mengerikannya kini tingkat kekuatan Yingzi Mao!
"Sudah kukatakan, kalian tidak akan bisa pergi setelah datang," desis Yingzi Mao dingin.
Jutaan Pisau melesat menuju Kaisar Angin dan Kaisar Halilintar, beruntung kedua Kaisar ini memiliki keuntungan dalam kelincahan serta kecepatan. Walaupun sulit menghindari jutaan Pisau pada saat bersamaan, mereka harus melakukan ini jika tidak ingin mati! Pisau Pembunuh Bayangan yang sebelumnya hanya berwarna hitam kini menjadi merah darah, sudah pasti kekuatannya meningkat lebih jauh dibandingkan saat membunuh Kaisar Darah!
__ADS_1
BAAAAAAANG!!!
Saat jutaan Pisau hampir menyentuh kedua Kaisar, tiba-tiba semua Pisau Pembunuh Bayangan menghilang seolah tidak pernah ada, dahi Yingzi Mao menggernyit sebelum mengarahkan pandangannya ke tempat dimana Xian Chin bertarung melawan dua Kaisar Abadi, kekesalan tercetak jelas ketika dia mengetahui bahwa yang menghilangkan Pisau Pembunuh Bayangan miliknya adalah Kaisar Api.
Kaisar Api mencengkram tangannya pada saat itu juga sebuah bola Api menghancurkan seluruh Pisau Pembunuh Bayangan milik Yingzi Mao, tidak berhenti disana. Api juga menjalar untuk menyerang Yingzi Mao, tanpa sedikitpun keraguan Yingzi Mao menghilang dalam sekejap dan muncul di atmosfer Bintang Cahaya Ungu, saat Api dari Kaisar Api mencapai sinar dari Bintang Cahaya Ungu, itu langsung padam oleh cahaya dari Bintang tersebut.
Mata Kaisar Api mengedip penuh ketidakpercayaan, serangan tadi walaupun tidak menggunakan kekuatan penuhnya, hanya lima puluh persen seharusnya sudah cukup membuat ratusan Bintang tingkat 5 luluh lantah tanpa sisa. Namun, bukan hanya Bintang Cahaya Ungu tidak hancur, itu bahkan memadamkan Api miliknya! Bukan hanya Kaisar Api yang terkejut, Kaisar Air, Kaisar Halilintar dan Kaisar Angin juga tidak kalah terkejut, serangan dari Kaisar Abadi dihentikan oleh cahaya belaka!
Melihat kedua Kaisar teralihkan perhatiannya, Xian Chin tidak membuang kesempatan tersebut, dia langsung mengeksekusi jurus terkuatnya.
"Segel Besar Waktu!"
Cahaya emas membekukan Kaisar Air dan Kaisar Api, setelah dibekukan dalam aliran waktu, rantai emas juga meliliti tubuh mereka, karena telat bereaksi kedua Kaisar benar-benar tersegel oleh Xian Chin. Berbeda dengan sebelumnya, mereka masih bisa bereaksi untuk menyangkal kekuatan Waktu Xian Chin, tetapi kali ini mereka benar-benar ditangkap lengah oleh Xian Chin!
Xian Chin mencibir, "Kau pikir peninggalan Zi Yao akan menjadi hal biasa?" Tatapannya teralih pada Bintang Cahaya Ungu sebelum menatap Kaisar Angin dan Kaisar Halilintar.
Kilatan kekejaman muncul pada mata Xian Chin, dahulu kedua orang inilah yang paling gencar melakukan serangan pada Alam Semesta Waktu. Juga dua orang inilah yang membunuh Orca sang Paus kesayangannya, Xian Chin telat datang saat Orca sedang diserang dengan gencar oleh puluhan Kaisar, Xian Chin hanya mengetahui bahwa penyebab utama kematian Orca adalah Kaisar Halilintar dan Kaisar Angin!
"Kalian tidak akan bisa lari," desis Xian Chin, dia mengibaskan tangannya dan pada saat itu juga dua Kaisar tersegel, kekuatan Segel itu memang tidak sekuat Segel Besar, tetapi sudah lebih dari cukup untuk menahan dua orang dari Alam Kaisar.
__ADS_1
Mata Kaisar Api dan Kaisar Air menjadi gelap, nasib mereka kini benar-benar berada di tangan Xian Chin, mereka berada diujung kematian! Apapun caranya, mereka berdua tidak bisa melepaskan diri dari segel waktu milik Xian Chin. Hal ini mengingatkan mereka pada masa lalu, sebelum menembus Alam Kaisar Abadi, Xian Chin memang sudah mendominasi para Kaisar, dia sendiri sanggup bertarung melawan dua puluh Kaisar dan keluar tanpa terluka setelah memberikan kerugian pada dua puluh Kaisar tersebut. Kedua Kaisar tertawa miris dalam hati mereka, karena menembus Alam Kaisar Abadi mereka menjadi terlalu sombong hingga membuat mereka berada diujung kematian.