Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab344. Puncak sesi Material


__ADS_3

Jelas tadi adalah suara Shuiyu yang diberi arahan oleh Han Xiao untuk bermain peran, cara kecil yang sangat beresiko itu menghasilkan buah yang sangat besar. Han Xiao kini sungguh sangat senang, dalam hitungannya. Dia mendapatkan banyak barang dengan gratis bahkan mendapatkan uang lebih dari itu.


Lelang yang sangat menguntungkan!


Shuiyu sendiri kini memahami kenapa dua pemuda ini sangat antusias ketika mendengar kata 'Lelang' kemungkinan besar mereka suka melakukan hal ini, mendapatkan untung besar dari Lelang!


Disisi lain perdebatan ruang pribadi nomor dua dan nomor sembilan semakin memanas, mereka bahkan dengan gila menaikan harga hingga 5 Koin Kristal Kaisar.


Pemuda di ruang pribadi nomor dua itu tidak ingin mengalah seperti Plat Ungu sebelumnya, Golok ini akan dia berikan pada sosok paling berharga dalam hidupnya, sehingga baginya uang tidak akan menjadi masalah.


Dengan emosi yang tinggi pemuda itu meneriakan harga 10 Koin Kristal Kaisar, hening. Gadis di ruang Pribadi nomor sembilan tidak angkat suara lagi, kemungkinan besar dia ditahan atau ada hal lain yang membuatnya harus diam.


Pemuda tersebut menghela napas lega, dengan tidak adanya lagi yang menawar, kini Golok tersebut jatuh padanya, tangan pemuda itu berkeringat. Belum pernah dia membuang Koin Kristal sebanyak itu, tapi dia sangat bahagia ketika membayangkan orang yang dimaksud olehnya tersenyum sangat indah dan berterimakasih padanya.


Lelang berlanjut pada Perisai, rasa antusias pemuda itu masih tidak berkurang, dia masih memiliki banyak Koin Kristal di gudang hartanya. Adalah hal bagus jika dia bisa membawa pulang tiga Alat Setengah Dewa, jadi kehilangan Plat Ungu bisa menggantikan suasana hatinya.


Perisai ternyata dibandrol dengan harga pembukaan yang sangat tinggi, seperti sebelumnya, harga dengan sekejap naik mencapai langit.


"1 Koin Kristal Kaisar!" Pemuda itu berseru kembali membuat ruangan hening.


"Wah, perisai ini sangat indah, sayang. Kau tadi tidak mendapatkan Golok untukku, kau harus mendapatkan Perisai itu untukku! Bukankah dengan begitu aku memiliki alat pelindung yang baik?" suara Shuiyu kembali terdengar dari ruang pribadi nomor satu.


Jelas itu adalah akal-akalan dari Han Xiao lagi, pada nyatanya gadis itu tidak akan membutuhkan Alat Setengah Dewa Perisai tersebut, dengan Han Xiao dan Ne Zha disisinya. Siapa yang bisa menyentuhnya?


Pemuda di ruangan nomor dua pada dasarnya sudah menginginkan Perisai tersebut, dia percaya dengan Tombaknya, diatambah Perisai, dia bisa menjadi sangat unggul melawan musuh bebuyutannya.

__ADS_1


"5 Koin Kristal Kaisar." Han Xiao berseru.


Orang-orang yang mengira bahwa ruang pribadi lebih miskin dari ruang pribadi nomor dua dan sembilan kini menelan kembali pikiran mereka, sebelumnya ruang pribadi nomor satu tidak ikut angkat suara dalam persaingan angka Koin Kristal Kaisar. Mereka mengira bahwa ruang pribadi nomor satu tidak memiliki Koin Kristal Kaisar. Tapi kini mengeluarkan lima untuk sebagai hadiah! Orang kaya macam apa itu!


"10 Koin Kristal Kaisar!" Pemuda itu dengan gigih tidak akan melepaskan Perisai karena dia sangat membutuhkannya untuk melawan musuh bebuyutannya.


"12 Koin Kristal Kaisar, tuan muda. Bisakah memberiku wajah? Aku menginginkan keselamatan wanitaku." Han Xiao berkata dengan nada yang santai dan riang.


"Maaf tapi aku juga menginginkannya, 15 Koin Kristal Kaisar," sahut pemuda di ruangan nomor dua.


"Ah sayang, tuan muda itu mungkin lebih membutuhkannya, kami akan datang ke penempa di Alam Baja saja untuk membuatkanmu perisai terbaik," suara Han Xiao terdengar sangat lembut dan indah ketika mengatakan hal tersesbut. "Baiklah tuan muda, perisai itu milikmu." Han Xiao terdengar seperti sedang menghela napas.


"Terimakasih atas pengertian anda," balas pemuda tersebut.


Dengan begitu sesi Material berakhir, semua orang sungguh masih terkejut dan terpana karena pelelangan ini mengeluarkan barang yang sangat luar biasa. Juga harga dalam penawaran bahkan mencapai mata uang tertinggi di Alam Abadi.


Kali ini yang menghibur di panggung adalah Wang Shi sendiri, gadis itu mengeluarkan sebuah Kecapi dan duduk dengan sangat anggun.


Tangan-tangan lentik gadis itu dengan sangat lihai dan anggun mulai memetik senar-senar pada Kecapi, alunan nada indah mengisi seluruh ruangan.


Bukan permainan Kecapi biasa yang dimainkan oleh Wang Shi, gadis itu menggunakan Qi serta tekhnik yang digunakan oleh kultivator yang berfokuskan pada Alat Musik. Wang Shi adalah salah satunya.


Jadi permainan Wang Shi sangat menyihir para peserta lelang, semuanya menjadi sangat tenang dan merasakan pikiran mereka sangat jernih ketika alunan suara kecapi menembus indra pendengaran mereka.


Di ruang pribadi nomor satu, Han Xiao tersenyum lebar. Dia juga merasakan hal serupa dengan peserta lain, tenang dan jernih.

__ADS_1


"Permainan Kecapinya sungguh luar biasa, aku bisa sejernih ini saat mendengarnya," komentar Han Xiao.


Ne Zha menatap Han Xiao, "Aku tidak percaya pikiranmu jernih saat matamu menatap nyalang pada belahan dada Wang Shi, serta tanganmu yang keliaran pada tubuh Shuiyu," celetuk Ne Zha.


Han Xiao tertawa canggung, sementara Shuiyu langsung meloncat kaget. Karena dia terlalu fokus dan menghayati alunan kecapi dari Wang Shi, hingga tidak merasakan tubuhnya sedang disentuh-sentuh oleh tangan nakal Han Xiao.


"Kau!" Shuiyu memekik kesal, dia segera mengambil sisi lain dan mengeluarkan kursi dari Cincin Spasialnya.


Han Xiao bertindak seolah tidak terjadi apa-apa, "Aku tidak berbohong Zha pikiranku merasa sangat tenang dan jernih, dan tentu saka aku tidak munafik Zha, lihatlah belahan dada yang sangat indah itu. Begitu mulus, putih dan kencang. Akan sangat disayangkan jika tidak dipandang, barang bagus." Han Xiao masih menatap nyalang pada Wang Shi.


"Kau ingin melihat isinya, kenapa tidak gunakan pandangan ilahi?" ceplos Ne Zha santai.


"Tidak akan seru jika seperti itu, hal yang tersembunyi membuat penasaran dan sangat menarik." Han Xiao tertawa lantang.


Sementara itu Shuiyu yang menatap dua pemuda itu menjadi sedikit ngeri.


"Ka... Kalian tidak menggunakan pandangan ilahi padaku kan?" Gadis itu segera memeluk tubuhnya untuk menutupi bagian dadanya.


Tawa Han Xiao semakin lantang ketika mendengar perkataan polos dari Shuiyu, "Tenanglah, aku tidak melakukan hal tersebut. Juga tidak mungkin untuk Ne Zha melakukan hal itu," ujar Han Xiao dengn riang.


Tentu saja Shuiyu tidak mempercayai Han Xiao sepenuhnya, dia masih memeluk tubuhnya saat kembali mengalihkan pandangannya untuk melihat ke panggung.


Wang Shi masih menghipnotis orang-orang dalam permainan Kecapinya yang indah, hanya sampai satu lagu selesai. Gadis itu menghentikan permainannya lalu berterimakasih.


Bahkan setelah Wang Shi selesai memainkannya, sebagian besar orang ini masih hanyut dalam ketenangan mereka yang sebelumnya berkat permainan Kecapi dari Wang Shi.

__ADS_1


***


Update Mingguan : 11/14


__ADS_2