Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab364. Persiapan


__ADS_3

Bukan hanya Han Xiao dan Ne Zha yang terus digembor untuk berkultivasi, melainkan murid Kaisar lainnya juga.


Bahkan murid Kaisar yang sebelumnya terlibat perang di perbatasan Alam Semesta Waktu telah dipulangkan untuk mematangkan persiapan memasuki Menara Tianxia.


Menara Tianxia memiliki sumber daya yang tiada habisnya serta langka. Bahkan di Alam Abadi masih ada banyak Sumber Daya yang tidak dimiliki, dan itu ada di Menara Tianxia.


Seperti saat ini, di Alam Semesta Es. Lebih tepatnya di Istana Petapa Es. Su Lihwa yang biasanya akan menerima pelatihan dari Shouzi, sudah beberapa minggu tidak mendapatkan pelatihan dan hanya berlatih sendiri.


Su Lihwa hanya mengetahui bahwa sang gurunya itu pergi ke suatu tempat, entah kemana tapi Shouzi mengatakan ini bahkan lebih penting daripada hidupnya sendiri. Kepergiannya akan memlengaruhi masa depan Alam Semesta Es.


Pada awalnya, Su Lihwa menganggap itu hanya lelucon. Tapi saat melihat wajah serius dari Shouzi yang sangat jarang ditunjukan oleh guru kecilnya itu. Su Lihwa merasa bahwa memang benar apa yang dikatakan oleh Shouzi adalah kenyataan. Bisa saja bukan kepergian Shouzi memang mempengaruhi masa depan Alam Semesta Es? Mengingat Sekte mereka yaitu Istana Petala Es adalah yang terkuat dibawah pasukan Kaisar.


Bahkan setelah mendengar sejarah Istana Petapa Es, Su Lihwa mengetahui bahwa Sekte ini terkait erat dengan sang Kaisar Es.


"Hey jangan melamun." Sebuah suara mengintrupsi Su Lihwa yang sempat lengah.


Su Lihwa segera mengarah pada pemilik suara, disana ada Yang Shui.


"Setiap aku menemuimu, kenapa kau selalu melamun seperti itu? Bukan hal baik. Melamun menurunkan kewaspadaanmu, bagaimana jika ada yang melakukan serangan tersembunyi padamu?" Yang Shui berkata seraya mengambil duduk di samping Su Lihwa.


Su Lihwa terkekeh ringan mendengar perkataan dari Yang Shui, biarpun menyimpan nada yang mengomel, jelas bahwa Yang Shui sangat memperhatikannya. Su Lihwa merasakan sebuah kasih sayang dari Yang Shui.


"Kau terlalu berlebihan, siapa yang bisa menyusup kediaman guru kecilku? Rune Formasi diletakan pada setiap sudut, bahkan aku sendiri yang merupakan muridnya akan sulit untuk masuk kedalam jika tidak diberikan petunjuk olehnya," sahut Su Lihwa dengan nada yang bercanda.

__ADS_1


Yang Shui menggelengkan kepalanya ringan, secara tiba-tiba pandangannya menjadi berubah. Terlihat lebih serius.


Tentu saja Su Lihwa bukan gadis yang bodoh, dia telah cukup lama bersama Yang Shui, dia selalu memperhatikan ekspresi dari Yang Shui, terlihat bahwa Yang Shui serius. Su Lihwa juga terbius untuk serius.


"Kau ingin mengetahui kemana Shouzi pergi?" tanya Yang Shui.


"Kau mengetahuinya?" Su Lihwa balik bertanya.


Yang Shui tertawa ringan memecahkan atmosfer tegang sebelumnya, "Tentu saja aku mengetahuinya, jika tidak, kenapa aku bertanya padamu apakah ingin tahu kemana perginya guru kecilmu itu."


Su Lihwa mengerucutkan bibirnya, dia sedikit kesal karena Yang Shui mempermainkannya, tapi dia tetap penasaran. Apakah benar Yang Shui mengetahui kemana perginya Shouzi, guru kecilnya itu?


Gadis itu bertanya pada Yang Shui, di sisi lain Yang Shui tertawa kecil lagi. Lalu pandangan Yang Shui terarah pada Su Lihwa dan menatap mata Su Lihwa.


"Kau ingin bertemu suamimu?" Yang Shui justru bertanya tentang hal lainnya.


Lagi-lagi Yang Shui terkekeh, "Ada satu cara untuk mempercepat pertemuan kalian, yaitu lewat Shouzi," ujar Yang Shui.


"Benarkah?!" seru Su Lihwa dengan sangat senang, tapi gadis itu segera murung karena tidak mengetahui cara yang dimaksud oleh Yang Shui.


Yang Shui mengerti apa yang berada di pikiran Su Lihwa, sehingga dia mulai menjelaskan tentang kepergian Shouzi yaitu menuju Bintang Utama di Alam Semesta Es, Bintang itu adalah tempat dimana kekuatan utama yaitu Pasukan Kaisar Es berada.


Biarpun Kaisar Es sudah menghilang, tapi tidak dengan pasukannya serta beberapa jendralnya. Ada saudari dari Kaisar Es yang kini sedang menggantikan Kaisar Es dalam memimpin Alam Semesta Es selama sang Kaisar menghilang.

__ADS_1


"Lalu apa hubungannya?" Su Lihwa sedikit bingung dengan penjelasan dari Yang Shui.


"Menara Tianxia." Yang Shui menjelaskan tentang Menara Tianxia persis seperti Xian Chin menjelaskannya pada Han Xiao dan Ne Zha.


"Disana akan menjadi tempat berkumpul seluruh murid Kaisar dari seratus Alam Semesta di Kesatuan, aku tidak yakin apakah benar atau salah. Tapi seharusnya, dua pemuda itu tidak akan melewatkan acara terbaik seperti Menara Tianxia," terang Yang Shui.


Hati Su Lihwa berdegup kencang, itu berarti. Dia hanya cukup mengikuti Shouzi ke Menara Tianxia, dengan begitu dia bisa bertemu dengan Ne Zha di gerbang masuk Menara Tianxia.


Tapi sial, semua itu hanya hayalan ketika Yang Shui menjelaskan setiap Kaisar memiliki Gerbang masuk ke Menara Tianxia yang berbeda, Yang Shui tidak bisa menebak atau mengetahui dari gerbang masuk Kaisar mana dua pemuda itu akan masuk kedalam sana.


"Jadi, bagaimana aku bertemu dengan Ne Zha, bukankah katamu setiap Kaisar pasti memiliki murid yang mendapatkan Token Masuk? Semuanya murid Kaisar, mustahil aku mendapatkannya untuk masuk kesana," keluh Su Lihwa saat memikirkan akan sulit baginya bertemu dengan Ne Zha.


Melihat Su Lihwa yang murung, Yang Shui justru tersenyum lebar, gadis itu menepuk pundak Su Lihwa lalu berkata, "Kau tahu, di Alam Semesta Es, baru ada dua kandidat untuk masuk ke Menara Tianxia. Satunya akan dilakukan dengan cara sayembara pertarungan. Siapapun yang bisa menang, itu berhak atas Token Masuk Menara Tianxia ketiga milik Alam Semesta Es."


Perkataan Yang Shui seperti sebuah siraman semangat baginya, mata gadis itu segera menjadi penuh tekad. Su Lihwa harus yakin bahwa dirinya bisa merebut Token masuk Menara Tianxia ketiga itu! Hanya dengan begitu dirinya bisa bertemu dengan Ne Zha secepatnya.


"Sayembara akan dilakukan dalam tiga bulan, sebaiknya kau melakukan persiapan yang sangat matang. Pastikan kultivasimu sudah melewati ranah Dewa Roh, karena lawanmu akan sangat sengit. Bukan tidak mungkin ada kultivasor ranah Dewa Raja nanti," ucap Yang Shui.


Sangat mustahil untuk orang lain meningkatakan kultivasi dalam waktu sesingkat itu, tapi Su Lihwa. Dirinya masih memiliki sumberdaya dari Ne Zha yang sangat membantunya, juga ada sumber daya dari guru kecilnya yang sangat berlimpah.


"Terpikir tidak akan baik meningkatkan kultivasi secepat ini, tapi lain dengan dirimu. Aku merasakan sebuah kekuatan aneh yang akan langsung menstabilkan kultivasimu, hanya dalam waktu singkat itu sanggup membuat pondasimu kokoh." Yang Shui berkata lalu memberikan beberapa sumber daya, dia menjelaskan bahwa sumber daya itu akan sangat membantu Su Lihwa dalam kultivasinya.


Su Lihwa mengatakan banyak terimakasih pada Yang Shui sebelum pamit berkultivasi tertutup setelah mereka berdua makan malam bersama dan berbincang sedikit.

__ADS_1


***


Update mingguan : 05/14


__ADS_2