Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab203. Mengajar di Akademi?


__ADS_3

Ketika mereka sudah cukup banyak membicarakan berbagai hal lain, Xiao Jiang dan Xiao Wushuang merasa senang dan kini mereka ingin meregangkan diri sejenak dengan berjalan-jalan di Akademi Naga dan Phoenix.


Hendak saja mereka berempat keluar dari ruangan, Presiden Mu sudah membuka pintu mereka.


"Presiden Mu, ada apa?" tanya Han Xiao.


"Sebaiknya kita membicarakan seraya berjalan-jalan," jawab Presiden Mu ketika melihat mereka semua hendak keluar dia yang sudah hidup ribuan tahun segera mengerti.


Han Xiao mengangguk dan mengikuti saran dari Presiden Mu untuk membicarakan pesan yang ingin disampaikan oleh Presiden Mu.


Xiao Wushuang dengan senang hati berjalan didepan untuk memimpin, sungguh gadis itu sangat persis dengan Han Xiao yang ceroboh, periang, serta tidak tahu malu.


Xiao Jiang hanya menggeleng lalu mengikuti Xiao Wushuang.


"Apa yang ingin disampaikan oleh Presiden Mu?" tanya Ne Zha ketika mereka kini sudah berjalan menuju lantai teratas, hanya butuh membuka pintu untuk sampai di bagian atap Akademi.


"Aku sebenarnya ingin bertanya, apakah kalian ingin mengajar di Akademi?" ucap Presiden Mu dengan sedikit ragu.


Langkah Han Xiao dan Ne Zha segera terhenti, sebenarnya mereka ke Akademi adalah untuk mengambil barang mereka, Pedang Delapan Kejahatan milik Han Xiao sudah didapat, tinggal barang milik Ne Zha saa yang belum didapat.


Ne Zha adalah yang pertama sadar, "Aku rasa tidak masalah, kami juga belum memiliki rencana matang untuk kedepannya, tidak ada salahnya mengajar di Akademi bukan?" ujar Ne Zha lalu memandang Han Xiao.


Otak Han Xiao segera berputar, memang mereka memiliki rencana, namun semuanya belum bisa terjalan jika adik mereka. Ren Yanyu belum menembus ke Ekspansi Istana, mungkin berdiam di Akademi akan bagus karena pasokan sumberdaya berharga dari Akademi akan memungkinkan Ren Yanyu naik dengan cepat.


"Benar, tidak masalah. Kami akan berada di Akademi untuk mengisi waktu luang kami," sahut Han Xiao.


Mata Presiden Mu segera bersinar terang, "Aku akan segera mengurus tempat tinggal kalian sebagai guru, dan juga menyiapkan kelas kalian!" seru Presiden Mu penuh semangat.

__ADS_1


"Ah iya, kalian ingin mengajar di kelas apa? Aku percaya pengetahuan kalian sangatlah luas," tanya Presiden Mu penuh antisipasi.


"Kelas apapun itu," jawab Ne Zha ringan.


Presiden Mu mengangguk penuh semangat sebelum berpamitan undur diri untuk mengurus yang disebutkannya tadi.


Langkah dua pemuda itu berlanjut untuk menghampiri dua gadis yang sudah lebih dahulu menuju atap dari Akademi, mereka membuka pintu dan segera saja hembusan angin kencang menerpa mereka.


Mata dua pemuda itu menemukan dua sosok gadis cantik dengan rambut mereka berkipar tertiup oleh angin, namun tidak ada sedikitpun ekspresi terganggu pada wajah mereka.


"Indah bukan?" Xiao Jiang bersuara.


Han Xiao dan Ne Zha mengikuti arah pandang dari Xiao Jiang dan Xiao Wushuang, sejenak mereka juga terpana. Dua pemuda itu adalah penikmat keindahan alam, tentu saja keindahan dari hamparan taman besar disekitar Akademi mengugah selera mereka untuk emnikmati pemandangan tersebut.


Xiao Jiang mengalihkan pandangannya dari pemandangan dan melihat dua adiknya yang kini sudah berada tepat disampingnya, gadis itu mengehla napas ketika melihat Han Xiao yang tidak memasang wajah kagum, melainkan ekspresi pedih yang teramat ketika melihat keindahan taman tersebut.


Han Xiao memejamkan matanya menikmati hembusan angin pada kulitnya, dihelanya napas secara ringan. Pemuda itu diam cukup lama sebelum membuka matanya dan menatap taman.


"Jiejie tidak mengerti apa yang dikatakan oleh alam, maka dari itu tidak merasakan apa yang kurasakan, juga. Ini bukanlah rasa pedih yang Jiang'jie kira," ujar Han Xiao.


"Maksudmu?" tanya Xiao Jiang tidak mengerti.


"Aku tidak ingin mengatakannya sekarang, tapi yakinlah Jiang'jie, ini bukan hal buruk bagiku," jawab Han Xiao, lalu sebuah kobaran semangat terbakar pada mata Han Xiao.


Xiao Jiang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Han Xiao, tapi setidaknya hatinya tenang ketika melihat semangat yang membara pada mata Han Xiao, disisi lain Ne Zha mengerti namun memilih untuk tetap diam. Sebuah senyum terukir pada sudut bibir Ne Zha ketika melihat apa yang dikatakan oleh alam seperti Han Xiao.


***

__ADS_1


"Kukira Jiejie akan terus membuatnya sakit hati." Seorang gadis berjubah merah longgar berceletuk seraya menyuapkan makanan pada mulutnya.


"Teruslah bicara yang aneh-aneh, akan segera kutarik kau ke lorong waktu," suara dalam kepala gadis itu segera membuat sang gadis tersedak.


"Maafkan aku jiejie, ah ya. Apakah aku boleh menemuinya? Aku sungguh penasaran dengan makanan yang mereka sebut seblak, sepertinya enak. Itu makanan khas dari dunia mereka yang dulu bukan?" tanya gadis tersebut.


"Sesukamu," jawab suara dalam kepala gadis tersebut.


Mata gadis itu segera memancar penuh semangat, dia mengucapkan puluhan kali kata terimakasih sebelum berlari menuju Han Xiao seraya bersenandung, "Seblak aku datang, oooh... Seblak enak yang pedas aku datang."


***


Selepas perginya Pasukan Penguasa Generasi dari dimensi Pertarungan Ajaib, para Jenius kembali gencar untuk saling bertarung tanpa khawatir akan dibunuh oleh tim Penguasa Generasi.


Sampai hari ini, baru mendapatkan tim yang menduduki kuris seratus hingga sembilan puluh tujuh, itu masih tersisa sembilan puluh tiga tim lagi yang berada di dimensi Pertarungan Keajaiban.


Untuk mereka yang sudah keluar dari dimensi, mereka menerima hadiah serta resmi menjadi murid dari Akademi, namun mereka dibagi menjadi beberapa tingkatan sesuai prestasi yang didapat oleh mereka ketika di dimensi Pertarungan Keajaiban.


Kelas dibagi menjadi kelas A, B, C. Mulai dari yang terkuat adalah kelas A yang berhasil menduduki seratus besar, kelas B untuk yang berhasil mendapatkan kursi di dua ratus besar, serta kelas C yang berada diluar peringkat dua ratus besar, kelas C adalah kelas paling rendah, tapi kelas paling rendah pun masihlah mendapatkan sumberdaya yang lebih baik daripada kekuatan menengah di Benua Angin Selatan dan hampir menyamai sumberdaya yang diberikan oleh kekuatan besar.


Untuk mereka yang sudah keluar paling awal dari dimensi, mereka akan segera melakukan pendaftaran diri sebagai murid kelas C.


Tentu saja akan ada pergantian nasib, satu bulan sekali Akademi akan melakukan pertarungan antar kelas, jika murid kelas C bisa mengalahkan murid kelas A. Maka murid itu akan menjadi murid kelas A dan si murid kelas A akan menjadi murid kelas C. Karena hal inilah akan menggali penuh potensi para Jenius.


Yang dibawah ingin naik keatas, dan yang diatas terus ingin diatas, pun keinginan itu harus diwujudkan dengan memiliki kekuatan yang cukup, sehingga mereka bisa mempertahankan atau menaikan kelas mereka.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 03/14


__ADS_2