Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab302. Alat Dewa


__ADS_3

"Kenapa kau membawa kami kesini?" Ne Zha bertanya, dengan tidak adanya makhluk hidup, tidak akan berguna membawa mereka ke ruang tahta. Itulah yang ada didalam pikiran Ne Zha.


Pandangan Xian Chin terarah pada Ne Zha, dia tersenyum indah pada Ne Zha, "Kau memang selalu memiliki logika yang tajam, aku memang tidak memiliki banyak waktu, aku mengajak kalian kemari karena ingin memberikan sesuatu pada kalian."


Xian Chin berjalan menuju singgasana, ketika sampai disana, Xian Chin menyentuh penopang tangan dari singgasana tersebut.


Beberapa detik kemudian, pada tengah aula tahta tersebut bergetar ringan lalu secara jelas rune formasi bersinar terang. Lantai marmer yang tadinya terlihat mulus dan seolah tidak terpotong itu mulai terbagi menjadi beberapa potongan untuk membuka jalan bagi benda yang mulai muncul ke permukaan.


Sebuah meja bundar!


Han Xiao dan Ne Zha saling berpandangan karena bingung. 


"Apa itu?" Feng Jin bertanya.


Xian Chin ataupun Xian Xuenai tidak menjawab, mereka berdua menghampiri ketiganya, lalu mengajak Han Xiao, Ne Zha dan Feng Jin mendekat pada meja tersebut.


Ketika mereka dekat dengan meja, barulah Xian Chin mengangkat suaranya, "Ini adalah peninggalan dari Zi Yao, Pill, Senjata, Perlengkapan yang berada pada tingkat Alat Dewa." Xian Chin menjelaskan.


Napas Han Xiao, Ne Zha dan Feng Jin tertahan ketika mendengar bahwa didalam benda yang ada diatas meja bundar itu adalah Alat Dewa.


Alat Dewa masih satu jenis dengan Alat Roh, namun jauh berbeda tingkatan. Alat Dewa berada di puncak Alat-alat ajaib kultivator!


"Hanya ada seratus sepuluh Alat Dewa, yang dimana masing-masing Kaisar memiliki satu, hanya aku dan Zi Yao yang memiliki lebih dari Alat Dewa," terang Xian Chin dengan sangat bangga.


"Itu berarti di Istana ini ada sebelas Alat Dewa?!" Han Xiao berseru terkejut.


"Ya, didalam sana ada enam milik Zi Yao, dia menitipkan ini padaku untuk diberikan pada kalian. Dan tentu saja lima lagi adalah milikku," jelas Xian Chin.

__ADS_1


Han Xiao mengangguk ringan untuk tanda paham, "Tapi, bagaimana Ibu bisa mendapatkan banyak Alat Dewa? Sedangkan dia tidak menduduki kursi salah satu dari seratus Kaisar?" 


Xian Chin tertawa ketika mendengar pertanyaan Han Xiao, "Zi Yao dikenal sebagai Rubah berkepala sembilan." 


"Julukan yang aneh." Han Xiao memotong perkataan Xian Chin.


Dengan tas yang ada di tangannya, Xian Chin memukul kepala Han Xiao membuat pemuda itu mengaduh kesakitan, "Dengarkan dahulu, baru berkomentar. Kau ini sungguh seperti netizen dunia maya," omel Xian Chin.


Han Xiao merengutkan bibirnya kesal, tapi tak urung dia mengangguk untuk memberi tanda dia diam.


"Zi Yao mendapat nama Rubah Kepala Sembilan adalah karena tipu dayanya sungguh luar biasa, untuk memberinya julukan rubah saja tidak cukup, karena dia memiliki sembilan pikiran lainnya yang sunggh diluar kepala siapapun bahkan diriku. Zi Yao adalah penipu ulung di Alam Abadi, dia juga adalah pemburu Harta Karun terbaik yang ada di Alam Abadi," jelas Xian Chin dengan bangga memberitahu arti nama dari Rubah kepala sembilan.


"Dan kemampuan ZI Yao yang ini mengalir dalam darahmu, kau memiliki banyak tipu daya yang nyaris sama dengan Zi Yao," ceplos Xian Chin seraya tersenyum manis kearah Han Xiao.


"Aku?" Han Xiao menunjuk hidungnya bingung.


 Ne Zha tidak membuang waktu, dia segera membuka kotak yang ada di meja tersebut. Matanya langsung tertuju pada sebuah Dadu dan Tombak.


Tanpa banyak berpikir, Ne Zha mengambil keduanya, "Aku mengambil yang ini." Setelah itu dia mundur.


Han Xiao dan Feng Jin maju ke depan untuk melihat isi dari kotak tersebut, tersisa sebuah Kipas, Seruling, Kecapi dan Pedang.


Tangan Han Xiao terulur untuk mengambil Pedang dan Kecapi, setelah itu dia memberikannya pada Feng Jin, "Jin'er sangat pandai memainkan Kecapi, juga Pedang akan sangat berguna jika berada di tangan Jin'er. Aku sudah memiliki Pedang Delapan Kejahatan," tutur Han Xiao seraya tersenyum riang khasnya.


Feng Jin mengangguk, dia sempat bingung mengambil yang mana, tapi sudah pasti kecapi dia ambil, namun masih bingung apakah mengambil peang atau Seruling. Beruntung Han Xiao merekomendasikan untuknya Pedang tersebut.


"Terimakasih Bang Han," ucap Feng Jin diiringi senyum manisnya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengambil ini." Han Xiao mengambil Kipas dan Seruling.


Xian Chin kembali mendekati mereka, "Kalian sebaiknya istirahat, karena mulai besok, kalian harus berkultivasi dengan sangat keras. Kultivasi di Alam Abadi, tingkat Alam Inti Kosong tidak lebih dari anak kecil."


Ne Zha, Han Xiao dan Feng Jin menyetujui apa yang dikatakan oleh Xian Chin, mereka juga menyadari bahwa tempat yang sudah mereka datangi ini bukanlah taman bermain seperti Bintang Makhluk Buas, ini adalah panggung nyata untuk mereka!


Disini, di Alam Abadi tempat para jenius sesungguhnya berkumpul. Xiao Jiang yang memiliki bakat mengerikan bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan jenius dari Alam Abadi yang pada umur dibawah sepuluh tahun sudah menembus Alam Inti Kosong.


Tapi tentu saja itu ditentukan oleh kualitas, kultivator yang berasal dari Alam Rendah seperti Bintang Makhluk Buas lebih baik, itu karena kultivator dari Alam rendah berkultivasi dengan perlahan dan memantapkan pondasi mereka, kultivator dari Alam Abadi biasanya akan terus menaikan kultivasi walaupun dengan tidak sengaja, lingkungan kultivasi di Alam Abadi sungguh luar biasa, berbagai sumberdaya di sini sangatlah menakutkan.


Saat perjalanan menuju ke 'Rumah' yang disebut oleh Xian Chin, gadis itu memberikan pil pada Han Xiao, Ne Zha dan Feng Jin. 


Xian Chin menjelaskan bahwa pil tersebut akan meningkatkan kultivasi mereka satu tingkat tapi kualitas dari pondasi mereka tidak akan tergoyah, hal itu dikarenakan oleh Xian Chin yang membuatnya secara khusus untuk menjaga kestabilan pondasi kultivator.


Dosis itu sebenarnya mampu menaikan dua sampai tiga tingkat. Namun karena Xian Chin memodifikasinya dan menyesuaikan dengan kebutuhan Han Xiao, Ne Zha dan Feng Jin. Pil tersebut hanya mampu menaikan tingkatan mereka satu kali.


"Kami barusaja menaikan kultivasi, bukankah itu akan menjadi buruk?" Ne Zha bertanya dengan penasaran.


Xian Chin tertawa dengan sangat riang ketika mendengar pertanyaan Ne Zha, "Percaya atau tidak, di Alam Abadi ini, banyak orang yang menaikan kultivasi dari Ekspansi Istana ke Alam Inti Kosong hanya dalam satu hari," ujarnya.


"Memang kultivasi akan tinggi, tapi kualitas tidak dihitung oleh kuantitas." Ne Zha menatap heran pada Xian Chin.


"Pil itu sudah kubuat dengan sedemikian rupa, tenang saja. Pondasi kalian akan kokoh bahkan jika menelan empat pil tersebut," ucap Xian Chin dengan senyum indahnya.


***


Update Mingguan : 14/14

__ADS_1


Update Merdeka : 46/75


__ADS_2