Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab375. Berburu makanan


__ADS_3

Xian Xuenai masih menjelaskan tentang beberapa hal lainnya ketika mereka sedang berburu Binatang setengah Naga untuk dimakan. Gadis itu mengatakan bahwa dirinya sudah dua kali sebelum ini masuk ke Menara Tianxia bersama dengan Xian Chin, tapi dia hanya sanggup mencapai lantai kedua.


"Dari pengamatanku, semuanya benar-benar berubah. Ambil contoh Buaya Emas yang menyerangmu sebelumnya, dia memiliki tingkat 16. Pada saat dulu aku dan Chin'jiejie kemari, Binatang di pinggiran ini hanya memiliki tingkat 11 paling kuat. Tapi kini mereka melonjak, bahkan tingkat 16 kita bisa melihatnya dimanapun." Spekulasi Xian Xuenai menjadi lebih liar ketika semakin menghitung keberadaan disekiar mereka.


Apa yang dikatakan Xian Xuenai sungguh benar, mereka sejak tadi terus bertemu dengan Binatang yang memiliki tingkat 16. Seolah itu adalah binatang liar! Tidak bisa dibayangkan jika sekelompok Binatang ini berkeliaran secara bebas seperti ini di berbagai Alam Semesta, sudah pasti menimbulkan banyak masalah.


Satu hari telah terlewati, tapi mereka belum menemukan Binatang setengah Naga untuk didapatkan Tendonnya. Han Xiao sudah tidak sabar lagi. Berkali-kali pemuda itu menggerutu dan melampiaskan amarahnya pada Binatang yang menyerang mereka.


Ne Zha masih seperti biasanya, dia selalu cuek terhadap apapun. Tapi tidak dengan pikirannya yang terus menyusun rencana ketika mendapatkan gambaran jelas dari Xian Xuenai tentang ujian pada Menara Tianxia tingkat pertama ini.


Dalam penjelasan Xian Xuenai, Ne Zha memiliki gambaran. Setidaknya waktu paling sedikit yang dihabiskan di Menara tingkat pertama akan selama sepuluh hingga dua puluh tahun. Hal ini mutlak, sangat sulit mencari keberadaan Penjaga Pintu yang merupakan salah satu dari sekian banyak Binatang. Tentu saja tidak hanya ada satu Penjaga Pintu. Tidak diketahui pastinya, tapi yang diketahui Xian Xuenai sejauh ini. Tidak melebihi angka lima puluh.


Penjaga Pintu ini memiliki keunikannya sendiri di setiap jenis, sehingga sulit untuk menemukan mereka. Bahkan bisa saja Buaya Emas yang Han Xiao bunuh adalah Penjaga Pintu. Binatang yang menjadi Penjaga Pintu belum tentu memiliki kekuatan absolut yang sangat kuat, mereka memiliki ciri khas masing-masing. Inilah yang akan menjadi ujian sebenarnya pada para peserta.


Setiap Menara Tianxia terbuka, maka Penjaga Pintu juga berubah. Tidak pada Binatang yang sama, hal itu sudah diuji coba oleh Xian Xuenai dan Xian Chin pada saat mereka datang kedua kalinya kemari.


Sedangkan untuk di tingkat kedua, Xian Xuenai sendiri masih bingung. Karena hanya Xian Chin yang bisa menerobos masuk ke tingkat ketiga, itupun secara tiba-tiba. Pada saat itu mereka tengah berada dalam kebingungan. Secara mendadak Xian Chin menghilang.


Sebelumnya Xian Xuenai sudah sering bertanya pada Xian Chin, tapi bahkan sebagai kakaknya, Xian Chin tidak angkat suara. Xian Chin mengatakan bahwa Xian Xuenai harus melewati ujian itu sendiri tanpa bantuan. Karena belum tentu ujiannya akan sama.


"Disana!" Ne Zha yang sedari tadi tengah meresapi kata-kata Xian Chin tiba-tiba berseru rendah lalu menerjang dengan kekuatan penuh.

__ADS_1


Han Xiao sempat bingung, tapi saat merasakan sesuatu dari arah Ne Zha melesat. Pemuda itu tidak bisa menahan lagi dan juga melesat mengikuti Ne Zha dengan kecepatan penuhnya.


"Wah kita mendapatkan keberuntungan yang baik sepertinya," kekeh Xian Xuenai seraya menatap Feng Jin.


Feng Jin tersenyum lebar menanggapi Xian Xuenai, dia mengajak Xian Xuenai untuk menuju ke Han Xiao dan Ne Zha. Feng Jin juga penasaran dengan sosok yang memberikan perasaan menakjubkan pada indranya.


Xian Xuenai dan Feng Jin melesat dengan cepat mengikuti arah perginya Han Xiao dan Ne Zha.


***


Baaaam!!!


Sesosok Binatang terjatuh dari langit, perawakan Binatang itu memiliki bentuk seperti Naga, namun dia bukanlah Naga sejati. Itu adalah sesosok Wyvern yaitu makhluk setengah Naga, ada kemungkinan dia bisa berevolusi menjadi Naga. Tapi harapan itu sangat sulit digapai.


BAAAAAM!!!


Kedua sosok itu menghantam Wyvern saat mendarat, pasir pantar berterbangan kesana kemari hingga menutupi pandangan. Ketika seluruh pasir kembali tenang, sosok Wyvern yang gagah sebelumnya kini terlihat sangat menyedihkan, tubuhnya terkulai lemah. Jelas bahwa tulang-tulangnya telah patah atau bahkan hancur.


"Wah... Wah, Wyvern Geprek, akan nikmat jika dimasak seperti itu. Hahaha!" Sosok pemuda yang tampak sangat riang tertawa ketika melihat Wyvern yang kini terkapar di bawah kakinya.


"Aku tidak mengerti, bagaimanapun Wyvern adalah keturunan dari Naga Kegelapan. Kau senang membunuhnya?" Pemuda di samping pemuda riang itu mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Zha, memang benar hal itu. Tapi aku lebih mementingkan makanan, Wyvern ini adalah Ras yang merupakan kawin silang, bisa dibilang dia tidak memiliki kemurnia dari Naga." Dua pemuda itu adalah Han Xiao dan Ne Zha, sebelumnya Ne Zha melesat karena merasakan keberadaan Wyvern ini.


Ne Zha mengangkat bahunya ringan, tidak ingin lanjut berdebat dengan Han Xiao lebih jauh lagi. Benar apa yang dikatakan Han Xiao, lagipula. Mereka tidak benar-benar memiliki sentimen besar pada Makhluk di Dunia ini selain pada orang yang sangat dekat dengan mereka, bisa dibilang Naga Kegelapan memberikan kekuatan dan bahkan menunjuk Han Xiao sebagai penerus. Tapi kedunya memiliki pandangan mereka masing-masing.


"Wah Bang, Tendon yang dimilikinya pasti besar! Aku yakin dagingnya akan nikmat!" Sesosok gadis yang memiliki rambut warna emas muncul naik ke atas Wyvern menghampiri Han Xiao dan Ne Zha dengan tatapan berbinar, tentu saja dia adalah Feng Jin.


"Tulangnya sudah remuk, dagingnya kemungkinan sudah lembut karena mendapatkan pukulan dari kami, dia sudah menjadi Wyvern Geprek. Kita akan memberi bumbu pedas manis padanya," sahut Han Xiao tak kalah berbinar ketika melihat tubuh Wyvern.


"Sudah jangan banyak bicara, potongi dan kuliti," ujar Ne Zha lalu menuruni Wyvern pergi ke arah dimana Xian Xuenai kini tengah berdiri.


Wajah Han Xiao menjadi masam, "Aku mengulitinya sendirian?"


"Tentu saja, Jin'er. Kemari," balas Ne Zha lalu memanggil Feng Jin agar turun dari Wyvern yang akan dikuliti oleh Han Xiao.


Han Xiao mendengus kesal sebelum dia mengambil pedang biasa dari Cincin Spasialnya, memang hal mudah baginya untuk memotongi dan mengkuliti Wyvern, hal itu dilakukan dengan sangat cepat. Dalam sekejap mata Wyvern yang tadinya memiliki sisik sekeras Baja kini sudah dikuliti, hanya menyisakan dagingnya yang berwarna merah muda, sangat segar ketika dilihat.


"Aku ingin bagian terbesar," celetuk Han Xiao.


"Jangan serakah." Tentu saja Ne Zha tidak ingin mengalah kali ini, Wyvern adalah makanan yang nikmat, tidak akan dia membiarkan Han Xiao mengambil bagian terbesar.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 02/14


__ADS_2