
"Kau mau?" tawar Han Xiao seraya melemparkan botol kaleng pada pemuda tersebut. Ya, minuman dan makanan di sini semua terkemas dalam sebuah kaleng. Han ini mengingatkan Han Xiao dan Ne Zha pada dunia mereka yang dulu.
Pemuda berambut hijau itu tertawa lalu menghampiri Han Xiao dan Ne Zha, tidak ada yang menghiraukan kepergian pemuda tersebut, yang lain tetap asik membahas tentang pertarungan Jiqiren.
"Aku tidak pernah melihat kalian di kedai ini, dari distrik mana kalian berasal?" tanya pemuda rambut hijau itu.
Han Xiao tersenyum kecil, "Tidak perlu membahas hal seperti itu, duduklah di sini. Kau benar, aku memesan terlalu banyak."
Pemuda itu dengan senang duduk bersama Han Xiao dan Ne Zha, dia mengambil salah satu makanan dan langsung menyuapkannya.
"Jadi, apakah Distrik kalian mendapatkan kabar tentang pertarungan Jiqiren Wali Kota dan anaknya?" tanya pemuda tersebut.
"Lebih baik berkenalan dulu bukan?" balas Han Xiao dengan senyum lebar.
Pemuda berambut hijau itu tertawa sebelum mengenalkan dirinya, pemuda itu bernama Jiu Lang, setelah mengenalkan dirinya, dia meminta nama Han Xiao dan Ne Zha.
"Margaku Xiao dan dia Ne, kau bisa memanggil nama marga kami." Han Xiao memilih untuk menyembunyikan nama aslinya.
"Baiklah, saudara Han, saudara Ne. Bukan hal aneh seseorang menyembunyikan nama ketika berkenalan dengan orang baru," kekeh Jiu Lang.
Han Xiao tertawa untuk menanggapi Jiu Lang, pemuda yang satu ini sangat mudah diajak bicara. Akan mudah untuk menggali informasi.
"Ada yang aneh." Ne Zha mengirim telepati pada Han Xiao.
"Mereka memiliki kultivasi tinggi tetapi pertahanan tubuh mereka sangat lemah," balas Han Xiao.
Ketika Jiu Lang duduk, Han Xiao dan Ne Zha melakukan pemeriksaan untuk memastikan apa yang mereka rasakan sebelumnya. Orang-orang di sini memiliki kultivasi Alam Dewa paling kecil, tetapi dalam kekuatan tubuh mereka, itu lebih lemah dari kultivator Inti Kosong. Tubuh mereka berada dibawah kultivasi mereka.
Hanya saja di sini tidak ada yang menyentuh Alam Kaisar, Ne Zha hanya merasakan keberadaan terkuat di sini adalah Raja Abadi, kemungkinan besar itu adalah Wali Kota yang dimaksud oleh orang-orang di sini.
__ADS_1
"Saudara Jiu, kami ingin membeli bahan, kau bisa mengantar kami nanti? Ini pertama kalinya kami menginjakan kaki di Distrik ini." Han Xiao bertanya dengan nada yang antusias.
Jiu Lang mengangguk, "Tidak masalah, kami saudara harus saling membantu bukan?" Jiu Lang tertawa.
Mereka berbincang ringan seraya menghabiskan makanan yang ada di meja, setelah makanan habis. Han Xiao hendak membayar tetapi tiba-tiba Jiu Lang mengajukan agar dirinya yang membayar.
Han Xiao tidak menolak, dia juga ingin mengetahui pertukaran di Kota ini menggunakan apa, dan juga Han Xiao tidak akan menolak jika ada hal seperti ini.
Jiu Lang mengeluarkan Koin Kristal, Han Xiao dan Ne Zha kini mengetahui bahwa Koin Kristal masih digunakan untuk transaksi bahkan di tempat ini.
setelah membayar, mereka bertiga keluar dari Kedai, ketika sesampainya di parkiran. Jiu Lang yang melihat Kuai You Shengqi terkagum.
"Ini adalah kendaraan paling keren yang telah kulihat sepanjang hidupku!" seru Jiu Lang penuh kekaguman.
Han Xiao terkekeh, "Ayo naik," ajak Han Xiao.
Jiu Lang kembali kagum saat masuk kedalam Kuai You Shengqi, "Saudaraku! Apakah kau dari Distrik rahasia? Tekhnologi Ruang tidaklah ada di Distrik terbuka."
Kuai You Shengqi melaju cepat, dalam kedipan mata itu sampai pada sebuah tempat, Jiu Lang mengedarkan pandangannya, saat melihat pepohonan dan pegunungan, wajahnya berubah drastis.
"Saudara Han, kau membawaku ke Distrik Rahasia?" tanya Jiu Lang dengan terkejut.
"Seperti yang kau lihat." Han Xiao membalikan tubuhnya ke belakang untuk menatap Jiu Lang langsung, Han Xiao memberi tanda pada Ne Zha.
Pada detik berikutnya, Jiu Lang membeku terdiam. Dia telah dihentikan dari aliran waktu oleh Ne Zha.
"Distrik Rahasia? Aku jadi penasaran." Han Xiao menyentuh kepala Jiu Lang.
Segera saja ingatan Jiu Lang tentang kota tersembunyi itu memasuki kepala Han Xiao, pada kota itu terdapat tiga Distrik luar, dua distrik dalam dan satu Distrik Pusat, lalu ada juga Distrik Rahasia. Dari masing-masing Distrik itu dibagi menjadi beberapa daerah.
__ADS_1
Distrik luar memiliki sepuluh distrik, Distrik Dalam lima. Sedangkan Distrik Pusat hanya dua.
Tempat dimana Han Xiao dan Ne Zha bertemu Jiu Lang adalah Distrik Dalam, dan tempat itu disebut Distrik Dua.
"Distrik Rahasia adalah luar Kubah, apa maksudnya ini?" Han Xiao tidak mendapatkan informasi lebih jauh lagi mengenai Distrik rahasia.
"Kita harus menemukan Wali Kota, dengan begitu kita akan paham dengan arti Distrik Luar." Ne Zha menyuruh Han Xiao menghapus ingatan Jiu Lang tentang bertemu mereka sebelum kembali masuk dan menaruh pemuda berambut hijau itu didekat Kedai sebelumnya.
Dengan pengetahuan baru dari Jiu Lang, Han Xiao dan Ne Zha bisa bergerak lebih leluasa di tempat ini.
"Kita tidak bisa menunggu waktu sampai pertarungan Jiqiren dilakukan, bagaimana jika kita membantu anak Wali Kota mengambil alih kuasa?" Han Xiao menyarankan ide gila yang dimilikinya.
Ne Zha terdiam sejenak, memang bukan ide yang buruk walaupun sangat gila, "Kita temui dulu orang yang dimaksud ini, ketahui dahulu alasannya ingin merebut tahta. Jika itu masuk dalam kepalaku, maka kita bantu."
Han Xiao tertawa, segera dia mengendarai Kuai You Shengqi menuju Distrik Pusat. Berbeda dengan Distrik lainnya, Distrik Pusat memiliki penjagaan yang lebih ketat lagi.
Han xiao mengetahui bahwa setiap kendaraan memiliki nomor seri di tempat ini, sehingga tidak menggunakan Kuai You Shengqi saat masuk kedalam, juga Ne Zha menggunakan Unsur waktu untuk melewati penjaga gerbang.
Keduanya masuk kedalam dengan sangat mudah, berbekal ingatan Jiu Lang, Han Xiao memimpin Ne Zha melesat menuju kediaman anak dari Wali Kota.
Karena sudah mengetahui lokasinya, ditambah Distrik Pusat hanya memiliki satu Distrik, mudah bagi Han Xiao untuk sampai di kediaman tersebut.
sesampainya di sana, Han Xiao dan Ne Zha dihadapkan dengan seorang pemuda yang tengah berkutat dengan baja dihadapannya.
"Dia sedang membuat pakaian Iron Man!" Han Xiao terkagum saat melihat pemuda itu berkutat penuh serius.
Ne Zha memukul kepala Han Xiao karena berseru hingga membuat pemuda itu menyadari keberadaan mereka berdua.
"Siapa kalian?!" teriak pemuda itu waspada, dia sudah sangat yakin bahwa kediamannya sangat aman berkat berbagai jebakan yang dia pasang. Namun, dua orang ini bisa datang bahkan tanpa sepengetahuannya.
__ADS_1
***
Update Mingguan : 03/14