
"Desa? Sepertinya aku tidak melihat desa ini saat masuk kedalam sana," batin Ne Zha saat melihat sebuah desa yang terhitung besar dalam ukurannya.
Ne Zha membawa langkahnya menuju desa tersebut, pada pintu masuk terdapat penjaga yang juga terlihat jarang dalam sebuah desa.
"Identitas," pinta penjaga tersebut.
Kerutan dahi dapat dilihat pada Ne Zha, dia bukan tidak mempunyai identitas untuk ditunjukan namun bingung kenapa di desa ada penjagaan seperti ini.
"Sepertinya kau adalah Kultivator yang baru saja menginjakan kaki di desa ini benar?" tanya salah satu penjaga tersebut.
Ne Zha mengangguk ringan untuk jawaban.
"Ini bukan desa biasa, sekilas memang terlihat hanya sebuah desa besar yang nyaris seperti sebuah kota kecil. Namun didalam sana, kau bisa menemukan berbagai sumber daya untuk kultivator. Desa ini didirikan oleh Tetua Agung Sekte Surga Harta Karun," jelas penjaga tersebut dengan sabar.
Akhirnya Ne Zha mendapatkan pencerahan, secara singkat desa ini adalah desa yang dibangun oleh Tetua Agung Cao, entah apa tujuannya tapi jika dilihat desa ini bisa dibilang tempat niaga besar yang dibangun oleh Tetua Agung Cao dari Sekte Surga Harta Karun.
Ne Zha menunjukan token Klan Ne pada penjaga tersebut, kedua penjaga itu segera merubah sikap mereka. Walaupun Klan Ne jaub dari tempat ini tapi bukanlah lelucon kekuatan Klan Ne yang menyamai sekte besar di dunia kultivator.
"Silahkan masuk pendekar muda," ucap penjaga tersebut dengan ramah.
Sekali lagi Ne Zha hanya mengangguk ringan dan masuk kedalam desa, pandangan pertama yang disuguhkan adalah banyaknya kedai kecil dan beberapa penjual yang menggelar dengan kain memenuhi jalan.
Pemandangan ini terasa sedikit akrab karena sebelumnya Ne Zha pernah melewati kota kecil di kota bulan perak yang berada dibawah kekuasaan Sekte Penjaga Bulan, di tempat itu jugalah Ne Zha bertemu dengan Qin.
Pagoda Mimpi Buruk telah disimpan oleh Ne Zha ke Alam Nirwana Api, tidak mungkin dia akan terus membawa-bawanya di tangan. Itu akan mengundang hal buruk padanya jika ada kultivator yang mengenal Pagoda Mimpi Buruk.
Walau banyak penjual tapi Ne Zha tidak banyak tertarik pada barang-barang yang mereka jual, kini Ne Zha hanya membutuhkan Herbal Roh untuk memenuhi kebutuhannya baik untuk Alkemis ataupun untuk dikonsumsinya.
Langkah Ne Zha dengan paksa terhenti ketika melihat seorang anak kecil menghampirinya, anak itu menawarinya sebuah jasa untuk memandu Ne Zha.
Ne Zha merasa dia juga akan membutuhkan pemandu agar bisa cepat mendapatkan barang yang dicarinya, jadi dia menyewa jasa anak tersebut.
"Apa yang tuan muda butuhkan?" tanya anak itu dengan senang ketika Ne Zha menyewa jasanya.
Tangan Ne Zha menyentuh dagunya dan mengelus pelan disana.
__ADS_1
"Antar saja aku ke tempat yang memiliki Herbal Roh langka," pinta Ne Zha.
Anak kecil itu tersenyum lebar, dia segera memimpin jalan untuk Ne Zha ke suatu tempat.
***
Mata Qin terpaku pada pandangan yang ada dihadapannya, dia tidak menduga akan bertemu dengan sebuah lukisan besar yang bergambarkan sebuah pemandangan indah.
Sungai bening yang menampakan bebatuan pada dasarnya, serta ada satu pohon yang berdiri tegak disamping sungai.
Ada seorang wanita yang tengah duduk memainkan sebuah alat musik seperti seruling bernama Qin.
"Guru?" ucap Qin saat melihat sosok dalam lukisan tersebut.
Ini bukanlah mimpi buruk bagi Qin, dia percaya bahwa ini adalah ujian lain yang diberikan Pagoda Mimpi Buruk, bukan hanya mimpi buruk saja yang menjadi ujian pada Pagoda Mimpi Buruk.
"Yue'er." Sosok yang dipanggil oleh Qin menatap hangat pada Qin.
Wanita itu mengenakan sebuah pakaian putih bersih, tangannya masih memegang seruling Qin dengan indah. Mata wanita itu melembut penuh kasih sayang ketika melihat Qin.
Qin hendak memeluk sang guru, namun hal tersebut tidak berhasil karena Qin menembus tubuh wanita tersebut.
"Gu... guru!" Qin segera membalikan tubuhnya.
"Kau masih sama seperti itu ya gadis kecil." Wanita itu terkekeh pelan.
***
Ne Zha dibawah arahan anak kecil tadi sampai di sebuah kedai yang berada sangat jauh dari keramaian.
"Walaupun desa ini dibawah kelola Tetua Agung Cao, namun ada banyak yang menyewa bangunan untuk berjualan disini," terang pemuda itu ketika sampai di depan kedai sepi tersebut.
Sebuah senyum simpul yang sangat tipis terbentuk diujung bibir Ne Zha ketika melihat nama toko kedai ini.
__ADS_1
Plakat yang terdapat pada atas pintu bertuliskan 'Surga Celaka' sungguh nama yang tidak patut untuk dipasang pada sebuah toko, mungkin surga memberi hukuman pada toko ini sehingga sangat sepi pengunjung.
"Terimakasih dik, ini koinmu kau boleh pergi." Ne Zha memberikan lima keping emas, hal tersebut membuat anak kecil itu terkejut bukan main. Untuk jasanya paling mahal hanyalah dua koin perak, namun Ne Zha memberinya lima koin emas.
"Tidak, tuan muda. Ini terlalu banyak, aku tidak bisa menerimanya." Anak kecil itu mengembalikan koin emas pada Ne Zha.
Hal tersebut membuat Ne Zha menggernyitkan dahinya, jarang ada yang menolak pemberian lebih. Tapi anak ini menolak menerima lima koin emas? Walau bagi kultivator koin emas tidak berguna namun untuk manusia fana itu bisa digunakan untuk hidup berbulan-bulan tanpa harus memikirkan esok makan apa.
"Ambilah, anggap ini hadiah pertemanan kita," ucap Ne Zha seraya mengembalikan koin emasnya.
Anak kecil itu sedikit ragu dan bersikeras menolak, namun Ne Zha tidak terbiasa mengambil lagi yang sudah dia beri. Sehingga Ne Zha memaksa anak itu untuk menerimanya.
Mau tidak mau anak itu menerima lima koin emas Ne Zha dan berkata bahwa dia akan memberikan jasanya selama Ne Zha berada di desa ini.
"Baiklah, kau pergi saja dulu, aku ingin sendiri masuk kedalam sana," kata Ne Zha pada anak kecil itu.
"Baik tuan muda! Aku akan menunggumu!" seru anak itu penuh semangat.
Ne Zha menggelengkan kepalanya ringan, kepalanya teringat Han Xiao ketika melihat semangat anak kecil tersebut.
Setelah memastikan bahwa anak itu pergi Ne Zha segera melangkahkan kakinya memasuki toko Surga Celaka.
Didalam toko, Ne Zha menemukan seorang pria tua yang sedikit membungkuk, pria tua itu berjalan dengan bantuan tongkat pada tangannya.
Kedatangan Ne Zha belum disadari oleh pria tua tersebut, dia sedang asik menata barang dagangannya pada rak-rak agar terlihat indah.
"Tidak kusangka kau ada disini, ayam tua," sapa Ne Zha saat melihat orang tua tersebut.
Tubuh pria tua itu bergetar ringan saat mendengar sapaan dari Ne Zha, segera dia mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah Ne Zha.
***
**Bacotan Pengetik :
Hey yo!!! inilah Crazy Update yang disponsori Album baru Blackpink!!!
__ADS_1
Bonua Update : 01/18**