
Feng Jin tersenyum kecil, gadis itu melambaikan tangannya lalu murid tadi mati seketika.
Memang Feng Jin masih lah anak kecil. Namun, karena lingkungan hidupnya yang lama sebagai anak dari Mafia, dia sudah sering menonton pembunuhan dengan mata kepalanya sendiri. Biarpun awalnya dia takut dan sempat muntah, tapi dia sudah mulai terbiasa. Itu semua karena dia tahu, jika bukan mereka yang mati. Maka dirinya.
Ditambah dengan ingatan Ren Yanyu, dia kini kebal akan pembunuhan. Bahkan berani melakukan pembunuhan, di dunia ini, kekuatan adalah segalanya!
Feng Jin mengeluarkan aura yang mengerikan dari tubuhnya, walaupun tidak sekuat milik Han Xiao. Tapi itu cukup untuk menekan semua murid dan Tetua Klan Xiao yang berada di Alam Inti Kosong kebawah.
Xiao Lei menatap penuh waspada terhadap Feng Jin, sosok Han Xiao sudah mengerikan, jika Feng Jin juga mengerikan. Apakah dua lainnya juga sama? Jawabannya adalah ya.
"Saudara Han, tolong beri pengasihan." Xiao Jiang angkat suara agar Han Xiao tidak melakukan pembantaian di Klan Xiao.
Han Xiao menatap malas pada Xiao Jiang, "Jiang'jie, aku hanya bersikap sesuai sambutan. Xiao Lei, ah apakah aku harus memanggil Ayah? Lupakan, dia menyambut kami dengan menekan aura pada kami, aku bertindak sama dengannya. Hanya melepaskan auraku, tapi siapa sangka mereka terlalu lemah hingga bahkan tidak sanggup menahan auraku. Aku akan mengikuti peraturan dunia kultivator dan Klan Xiao, kekuatan adalah segalanya. Benar?"
Xiao Lei mengutuk dalam hatinya, leluhur Klan Xiao dahulu membuat peraturan tersebut karena mereka mendominasi lima Benua tanpa ada satupun kultivator yang bisa melawan mereka. Xiao Lei yakin bahwa bakatnya sangat baik, dia juga yakin kekuatannya tidaklah jauh dari Patriark lama. Namun, kini dia ditekan dengan paksa oleh pemuda dihadapanya! Dia adalah kultivator Alam Dewa! Sungguh sangat menyedihkan!
"Jujur saja, kekuatan dua putrimu bahkan lebih besar darimu, kami datang kemari karena dua putrimu ingin bertemu dengan sang ibu. Jika tidak, aku tidak sudi menginjakan kaki ke sini, lebih baik berburu Iblis diluar sana," ceplos Han Xiao.
Tatapan Xiao Lei teralih pada Xiao Jiang dan Xiao Wushuang, seolah paham tatapa bertanya itu, dua gadis itu justru terdiam. Mereka masih belum pasti seberapa besar kekuatan mereka.
"Xiao Jiang, kau adu aura saja dengan ayahmu, kalian aka mengetahui apakah aku benar atau hanya omong kosong. Patriark Lei, sebaiknya kau menggunakan seluruh kekuatan dalam auramu, atau kau akan merasakan jatuh untuk kedua kalinya," ujar Han Xiao.
Xiao Lei kini tidak berani meremehkan Han Xia lagi, bukan tidak mungkin yang dikatakan Han Xiao adalah kebenaran. Gadis kecil disampingnya saja sangat kuat, putrinya juga harus kuat jika bersama mereka.
"Bersiaplah Jiang'er," ucap Xiao Lei.
"Baik Ayah," balas Xiao Jiang.
BAAAAAM!!!
__ADS_1
Xiao Lei segera berlutut ketika beradu aura denga Xiao Jiang, hanya dalam beberapa detik tadi dia sungguh tidak tahan dibawah aura mengerikan dari Xiao Jiang!
Tatapan semua orang kini terjatuh pada Xiao Jiang dan Xiao Wushuang, kedua gadis itu selalu memiliki kultivasi yang sama, jika begitu maka kekuatan keduanya sama mengerikan.
"Sudah cukup disini pertunjukannya, Jiang'jie ayo kita bertemu dengan Bibi," ajak Han Xiao.
Xiao Jiang membantu Xiao Lei untuk bangun dan mengobatinya dengan Qi miliknya, keadaan Xiao Lei menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
"Ayah, dimana ibu?" tanya Xiao Jiang.
Xiao Lei terdiam, ekspresi wajahnya terlihat sangat sulit diartikan. Namun sudah jelas disana ada sebuah kekhawatiran yang dalam.
"Ayah, jelaskan padaku." Xiao Jiang adalah gadis yang pintar, sehingga dia mengetahui reaksi ayahnya. Pasti terjadi sesuatu dengan ibunya.
Setelah cukup lama diam akhirnya Xiao Lei memilih untuk angkat suara, "Ibumu ditangkap oleh Klan Dongfang, para ******** itu mengkhianati manusia dan bersekutu dengan Ras Iblis!" geram Xiao Lei.
"Jika saja buka karena keselamatan ibumu, aku sudah menyerbu menyerang Mansion Klan Dongfang!"
"Jiang'jie!" Xiao Wushuang dengan sigap menangkap Xiao Jiang.
Gadis itu juga tidak kalah terkejut dengan kabar ibunya yang diculik, sepercik api kemarahan membakar gadis tersebut.
"Han'gege! Sebelum berburu Ras Iblis, aku ingin meratakan pengkhianat manusia ini!" geram Xiao Wushuang.
Han Xiao tersenyum kecil, sudah dia pastikan ada salah satu Klan besar yang memihak Ras Iblis, tindakan sebelumnya dia lakukan untuk memindai siapa saja yang bersekutu dengan Ras Iblis, denga Kekuatan Mutlak. Han Xiao bisa memindai orang yang meningkatkan kekuatan dibantu oleh Ras Iblis.
Beruntung hanya gua orang yang melakukan hal tersebut, sisanya bersih. Jika tidak, maka dia akan melakukan pembantaian.
"Apapun yang adikku inginkan, psti kukabulkan benar begitu Zha?" Han Xiao menatap Ne Zha.
__ADS_1
Pemuda berambut hitam legam itu mengangguk ringan.
"Ayo Shuang'er tunjukan jalan menuju Mansion Klan Dongfang, lalu jemput bibi," ujar Han Xiao.
Xiao Wushuang segera melesat keliar dari aula, Han Xiao mengikuti gadis tersebut. Xiao Jiang juga sudah membaik dia juga melesat untuk mengikuti dua adiknya.
"Haish mereka." Feng Jin menghela napas ringan, gadis itu menatap Ne Zha. "Bang boleh aku kesana?" tanya gadis tersebut.
Ne Zha menggelengkan kepalanya, "Tidak, kau diam disini saja. Mereka bertiga suda cukup untuk menghabisi para pengkhianat itu," jawab Ne Zha.
Feng Jin mengerucutkan bibirnya, dia tahu bahwa Ne Zha tidak ingin dirinya menjadi sangat haus darah karena membunuh manusia, tapi pada akhirnya dia juga akan bebrtarung dan membunuh Ras Iblis.
"Aku tahu apa yang ada di kepalamu, tapi untuk sekarang lebih baik kau beristirahat," ujar Ne Zha lalu melenggang pergi.
"Xiao Nezha, itu kah kau?" lirih Xiao Lei.
"Aku tidak kenal siapa itu Xiao Nezha, aku adalah Ne Zha," balas Ne Zha seraya melenggang pergi bersama Xian Xuenai dan Feng Jin.
Xiao Lei terdiam, dia mengutuk dirinya yang dulu sempat mengiyakan arahan untuk membunuh kedua bayinya, dia juga mengutuk keras pada peramal yang mengatakan bahwa dua anaknya akan menjadi bencana.
Jika dia mengetahui bakat kedua anaknya itu sangat mengerikan terpendam, kemungkinan besar saat ini keduanya tida akan menjadi jauh seperti ini dengannya.
Namun semua yang ada didalam pikiran Xiao Lei adalah kesalahan, Han Xiao ataupun Ne Zha tidak akan menyukainya walaupun tetap berada di Klan. Bagaimanapun Xiao Lei tidak memiliki citra kasih sayang seperti ayah yang dimiliki oleh Kaisar Yang Qian.
Ne Zha yang pergi keluar dari Aula mansion pergi menuju ujung utara dari Mansion Klan Xiao, dia ingin mengetahui tempat tinggal reinkarnasi dari Zi Yao dulu.
***
Update Mingguan : 03/14
__ADS_1
Update Merdeka : 13/75