
"Bing Xing?" Han Xiao yang sudah dekat dengan area pertarunga mengerutkan dahinya saat mendengar teriakan nyaring menyebutkan sebuah nama yang dia kenal.
"Tunggu sebentar! Ini adalah suara Su Lihwa!" Han Xiao tersentak saat mendengar suara yang sangat dia kenal. Tanpa basa basi Han Xiao melonjakan kekuatannya untuk terbang lebih cepat.
Han Xiao tahu bahwa di depannya terdapat sebuah pertarungan besar yang sangat berbahaya, sehingga dia segera memasuki Mode Perang miliknya. Jubah merah darahnya langsung membukus tubuh Han Xiao, Pedang Delapan Kejahatan muncul dan terbang ke genggaman Han Xiao. Delapan pulau jahat juga terbang keluar dan melayang diatas Han Xiao.
Juxue yang melihat perubahan Han Xiao segera tersentak, sebelumnya dia mendapatkan gambaran mengenai orang yang telah membunuh Gou Ren dari Cong Lai yang berhasil melarikan diri, tepat seperti apa yang digambadkan Cong Lai, jubah Merah Darah, Pedang besar serta delapan pulau!
Tubuh Juxue menjadi sangat lemas, dia sungguh tidak menyangka akan bertemu musuh paling menakutkan dari Alam Semesta Waktu, bahkan pemuda itulah yang merenggut kesuciannya!
"Tidak perduli! Aku harus hidup! Jika terus mengikutinya aku akan mati!" Juxue langsung memilih hiduona dalan keadaan dilema sebelumnya, dia ragu apakah dia benar-benar harus meminta tanggung jawab pemuda berambut biru itu.
Juxue mengelus perutnya, "Jika aku benar-benar hamil, maka aku akan datang kembali!" Juxue langsung pergi setelah menatap Han Xiao yang mengamuk pergi ke arah pertarungan, Juxue tidak tahu apa yang membuat pemuda itu mengeluarkan seluruh kekuatannya sampai seperti itu.
Juxue merinding ketika dia mengingat dirinya mentertawakan Han Xiao, pada saat itu Han Xiao bahkan tidak melakukan perubahan dalam tampilannya seperti saat ini. Tapi itu sudah lebih dari cukup untuk menekan dirinya yang berada di ranah Dewa Raja. Juxue yakin jika Han Xiao dengan tempilan seperti saat ini akan mampu membunuhnya dalam beberapa gerakan saja.
Pada akhirnya Juxue benar-benar pergi dari sana, dia bergegas kembali menuju tujuan awalnya untuk mencari orang yang sangat dia benci. Jian.
Han Xiao menyadari kepergian Juxue, tetapi dia tidak perduli. Karena saat ini ada orang yang lebih penting, yaitu istri dari saudaranya. Juga dia mendengar nama Bing Xing, nama dari sesosok yang telah mengisi hatinya.
__ADS_1
Sesampainya di pusat pertarungan, Han Xiao melihat sesosok yang seluruh tubuhnya dipenuhi cahaya, napasnya tertahan sejenak. Tanpa banyak berpikir Han Xiao menghampiri sosok itu dan melepaskan sebuah serangan segel.
Sosok yang dipenuhi cahaha itu segera terjatuh, cahaya pada dirinya juga melenyap. Han Xiao tidak memiliki banyak waktu sehingga dia segera mengirim sosok itu ke Alam Surgawi milik Harimau Putih.
Tatapan Han Xiao segera teralih pada gadis yang seluruh tubuhnya dipenuhi oleh api berwana hitam tengah bertarung sengit menuju ke arahnya.
"Ini benar Su Lihwa!" Jantuk Han Xiao merosot saat melihat kondisi buruk Su Lihwa, dia sangat yakin jika Ne Zha melihat ini. Pemuda itu akan mengamuk.
Tanpa pikir panjang Han Xiao mulai mengayunkan Pedang Delapan Kejahatan yang telah dia isi dengan Energi Negatif dan Kekuatan Kehancuran serta Kekuatan Kematian.
Ayunan sederhana dari Han Xiao itu sungguh mengerikan! Puluhan Beruang Salju yang berada di sekitarnya langsung terhempas dan memiliki luka yang sangat dalam, bahkan Beruang Salju terdekat telah mati dipotong oleh Pedang Delapan Kejahatan.
"Su Lihwa!" Han Xiao langsung memadamkan api dari tubuh Su Lihwa, tentu saja dia mengetahui apa yang dilakukan oleh Su Lihwa, gadis itu menggunakan teknik untuk memperkuat dirinya dengan bantuan Unsur Api Hitam.
"Han Xiao kau datang! Dimana Ne Zha?!"
"Aku akan meminta penjelasanmu nanti." Han Xiao menyentuh Su Lihwa dan memasukan gadis itu ke Alam Surgawi Harimau Putih.
Tatapan Han Xiao menjadi sengit, dia jelas merasakan ada tiga aura Kaisar, dan mengetahui bahwa salah satunya adalah Yang Shui, tidak ada harapan untuk Yang Shui menang dalan pertarungan tersebut.
__ADS_1
"Tebasan Penghancur Alam!" Han Xiao menyalurkan Qi dengan jumlah yang sangat gila pada Pedang Delapan Kejahatan, sebuah tebasan melingkar dia lepaskan untuk menyerang seluruh Beruang Salju tang tersisa.
Tebasan itu menyebar dengan gelombang yang sangat menakutkan, gelombang yang berisi delapan kekuatan kejahatan bukanlah hal yang sepele, ketika tebasan itu hendak mencapai Beruang Salju. Tubuh dari Beruang Salju sudah terkoyak dan hancur. Ketika sampai disana, bahkan tidak ada sisa dari daging dan tulang Beruang Salju!
Mata Han Xiao segera teralih pada pertarungan sengit Yang Shui melawan dua Monster tingkat 21, dia segera melesat ke arah Yang Shui dengan bantuan Unsur Ruang, dalan sedetik Han Xiao sampai di belakang Yang Shui. Pemuda itu meletakan tangannya pada punggung Yang Shui dan pada saat itu Yang Shui langsung dipindahkan ke Alam Surgawi Harimau Putih.
Setelah memindahkan Yang Shui, Han Xiao tidak memikirkan hal lain dan pergi ke suatu arah, dengan Unsur Ruang Han Xiao pergi melintas ruang untuk mempersingkat pelariannya.
Han Xiao sadar atas kemampuannya, walaupun Yang Shui berada di Alam Kaisar, masih hal mustahil untuk memenangkan pertarungan melawan dua Monster tingkat 21. Han Xiao bisa menebas Monster tingkat 20, tetapi tidak dengan Monster tingkat 21. Biarpun hanya beda satu angka tetapi kekuatan nyata dari perbedaan itu sangatlah jauh.
Hal mustahil bagi Han Xiao yang berada di ranah Dewa Sejati berhadapan langsung dengan Monster tingkat 21, Han Xiao akan memiliki keyakinan bisa menahan Monster tingkat 21 jika dia sudah berada di ranah Dewa Raja dan memiliki keyakinan mutlak untuk membunuh Monster tingkat 21 saat menginjak ke Raja Abadi. Namun, segala hal itu masih jauh. Dia bahkan kesulitan untuk maju ke tingkat selanjutnya.
"Monster ini memang bagus untuk meningkatkan kekuatan keputusasaan, tetapi mereka ada dua. Jika hanya satu itu bisa digunakan." Han Xiao berpikir jauh sebelum itu, biarpun ada Yang Shui, sulit baginya untuk merasa putus asa. Han Xiao hanya berharap nanti akan bertemu Monster tingkat 21 yang sendirian.
Setelah terbang selama tujuh hari, Han Xiao berhenti untuk beristirahat. Dia segera masuk ke Alam Surgawi Harimau putih. Sungguh Han Xiao merasa kesal karena Su Lihwa kabur dari Benua Angin Selatan, saat mengingat Yang Shui berada di Alam Kaisar, Han Xiao langsung mengetahui bahwa otak dibalik ini adalah Yang Shui.
"Jelaskan." Han Xiao berkata pada Su Lihwa yang kini menunduk di hadapannya.
"Han, ini bukan salahnya. Tapi aku, Su Lihwa ingin bertemu dengan Ne Zha. Sedangkan aku membutuhkan teman, sehingga aku memiliki pemikiran untun membawanya ke Alam Abadi." Yang Shui segera maju saat melihat Han Xiao yang menginterogasi Su Lihwa.
__ADS_1
***
Update Mingguan : 10/14