Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab163. Pertarungan Keajaiban dimulai!


__ADS_3

Ne Zha menatap Han Xiao ketika mereka telah mendapatkan Xuni Gonju untuk mengikuti Pertarungan Keajaiban.


"Ini seperti alat Virtual Reality yang sedang dikembangkan di dunia lama kita," ujar Han Xiao lalu tertawa kecil.


"Tidak disangka eh? Kita akan bermain game seperti ini," balas Ne Zha seraya terkekeh.


Mereka segera menggunakan Xuni Gongju di kepala mereka lalu berbaring diatas ranjang.


Sebuah rune formasi yang terdapat pada Xuni Gongju segera aktif, mereka berdua merasa kesadaran mereka tersedot.


"Aah!!!" Suara teriakan membuat Han Xiao dan Ne Zha terlonjak ketika mereka muncul di sebuah tempat antah berantah ini. Mereka yakin ini adalah pulau yang dimaksud oleh Dekan Meili.


"Kenapa kalian datang terlambat?!" ujar Su Lihwa ketika melihat dua pemuda yang dikenalnya datang.


Han Xiao menggaruk kepalanya, "Sepertinya kalian yang terlalu cepat," balas Han Xiao.


"SEMUANYA, MOHON PERHATIAN. KALIAN AKAN BERADA DI DIMENSI INI SELAMA DUA BULAN KEDEPAN JADI GUNAKAN WAKTU INI SEBAIK MUNGKIN, RAIH POIN PALING BANYAK DAN MENANGKAN HADIAH UNTUK MEMASUKI ALAM TIDUR PANJANG,'' suara Dekan Meili terdengar bergema diseluruh tempat.


Para peserta segerra heboh ketika Alam Tidur Panjang diangkat, jelas mereka mengetahui Alam tersebut, biarpun disebut Alam Tidur Panjang namun nyatanya orang yang masuk kedalam sana tidaklah tertidur. Memiliki nama Tidur Panjang karena waktu yang berbeda disana.


Berbandingan waktu disana sangatlah lambat dengan dunia nyata, jika orang memasuki Alam Tidur Panjang selama setahun, maka di dunia nyata mereka baru saja melewati satu hari. Bukankah sangat mengerikan? Bisa dibayangkan tentang pembelajaran apa saja yang akan didapat selama satu tahun disana.


"EHM... AKU LUPA MEMBERITAHUNYA, HANYA PESERTA YANG BERADA DI 20 BESAR YANG MEMILIKI KESEMPATAN UNTUK MEMASUKI ALAM TIDUR PANJANG. SELAMAT BERJUANG!!!" suara Dekan Meili kembali terdengar setelah itu menghilang kembali.


"Kita akan berburu?" tanya Xia Shiva seraya menggosok-gosokan tangannya.


GRUSUK...


Suara pepohonan yang tertebas membuat Ne Zha dan lainnya segera menoleh kearah tersebut, sepuluh muda-mudi keluar dari sana menggunakan sebuah jubah dengan pola tiga pedang. Mereka juga memiliki pedang masing-masing di tangannya.

__ADS_1


"Oh pasti bercanda," ujar salah satu orang dalam tim yang barusaja melihat tim Han Xiao.


Senyuman Han Xiao menjadi lebar ketika mengetahui bahwa mangsa yang datang berasal dari sekte besar, yaitu Sekte Tiga Pedang. Tim sepuluh orang ini adalah tim Sepuluh Pedang Suci, yang terkuat dari mereka adalah seorang pemuda yang terlihat sangat menyendiri. Dalam sekali lihat Han Xiao dan Ne Zha mengetahui bahwa pemuda itu adalah pemilik Istana Surga.


Senjata memang tidak bisa dibawa dari dunia nyata ke dimensi ini, namun mereka adalah jenius pedang yang mampu menciptakan Pedang Jiwa. Inilah faktor mengerikan dari Kultivator Pedang.


Pedang Jiwaa tidak bisa disebut senjata luar karena itu adalah bagian dari tubuh kultivator iu sendiri, maka dari itu kesepuluh orang itu memiliki pedang diawal Pertarungan Keajaiban.


Akademi juga mengadakan bahwa peserta bisa menukar senjata dengan poin di kota-kota yang terdapat di pulau tersebut, namun sudah pasti terlihat bahwa jenius dari Sekte Tiga Pedang ini tidak menukar poin untuk pedang, melainkan pedang jiwa mereka.


"Memiliki Pedang Jiwa di Alam Ekspansi Istana, kalian luar biasa," ujar Han Xiao seraya menatap sepuluh pedang suci.


"Sebaiknya kita urus ini dengan cepat, bukankah waktu sangat berharga disini?" kata pemuda menyendiri yang merupakan pemimpin sepuluh pedang suci.


"Kalian terlalu bersemangat," balas Han Xiao.


Walaupun mengetahui bahwa mereka akan terbunuh, namun mereka adalah kultivator pedang yang memiliki jiwa pertarungan tinggi. Sehingga mereka tidak ingin menyerah pada pertarungan pertama mereka di dimensi ini.


Bentrokan segera terjadi, tim Penguasa Generasi dan tim Sepuluh Pedang Suci.


***


Disetiap kamar terdapat sebuah layar proyeksi yang menunjukan sebuah tim yang ada di kamar tersebut, seperti saat ini. Pria berjubah hijau tengah menonton pertarungan tim Han Xiao dan tim supuluh pedang suci.


Dikamar lain Patriark yang menonton Sepuluh Pedang Suci melawan Penguasa Generasi tengah tegang, walaupun dia melihat bahwa baik Han Xiao dan Ne Zha tidak ikut bertarung namun lima gadis itu sudah cukup untuk menekan sepuluh pedang suci, sungguh lelucon! tiga Istana Surga dan dua Istana Bumi melawan sembilan Istana Bumi dan satu Istana Surga.


Walau jumlah sepuluh pedang suci unggul lebih banyak, namun satu Istana Surga akan mampu bertarung bahkan dengan sepuluh Istana Bumi tanpa kesilitan. Dengan tiga Istana Surga sudah jelas itu bukan sebuah pertarungan, melainkan pembantaian.


Patriark sekte tiga pedang menghela napas berat karena keberuntungan sepuluh pedang suci sungguh buruk untuk langsung bertemu dengan Penguasa Generasi.

__ADS_1


***


"Kalian tidak berlebihan yah memberi nama tim kalian, ternyata memang kalianlah penguasa generasi saat ini," komentar seorang pria ketika melihat layar proyeksi yang sangat lebar.


Berbeda dengan layar proyeksi lain yang hanya menayangkan pandangan per satu tim, layar proyeksi besar ini menayangkan seluruh tim yang ada di Pulau untuk Pertarungan Keajaiban.


Yang menonton layar itu adalah para petinggi Akademi.


"Hanya ada satu cara untuk menekan tim Penguasa Generasi ini," ucap pria tersebut ketika menonton pertarungan Han Xiao dan tim nya melawan sepuluh pedang suci berakhir dengan sangat mudah.


Bing Xing dengan santai membekukan empat jenius dan akan langsung dihancurkan oleh Xia Shiva, lalu Su Lihwa membakar habis empat jenius lain. Ruan Jian sendiri telah selesai menebas kepala murid pemilik Istana Surga dengan sebuah kelopak bunga. Bi Jiao protes karena hanya kebagian satu orang saja.


"Apa cara itu?" tanya seorang wanita cantik disamping pria tersebut.


"Seluruh jenius Istana Surga bersatu," jawab pria tersebut.


"Namun kemungkinan itu sangatlah kecil, mereka dari berbagai aliran tidak akan bekerja sama," balas wanita cantik itu lalu menyesap teh yang ada di meja dan menonton kembali layar proyeksi.


***


"Hey Jiao kau harus senang, setidaknya membunuh sat. Bagaimana dengan kami?" ujar Han Xiao.


Bi Jiao mendengus kesal kearah Han Xiao, "Jika kalian berdua yang menyerang maka hanya dalam hitungan detik kesepuluh orang itu akan mati."


"Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Ne Zha.


"Sebagai mantan dari sepuluh pedang suci, aku mengetahui kekatan mereka sangatlah menakutkan. Namun kali ini yang mereka lawan teralu kuat, belum lagi aku juga mengetahui garis besar kekuatan kalian. Walaupun mereka sangat kuat tapi hanya butuh jentikan jari untuk kalian berdua membunuh mereka bahkan Mu Li yang memiliki Istana Surga tidak terkecuali," terang Bi Jiao.


Han Xiao tertawa pelan, memang. Bukan tim Sepuluh Pedang Suci yang lemah, namun lawan yang mereka temukan sungguh kuat.

__ADS_1


__ADS_2