
Ne Zha tersenyum kecil, memang benar apa yang dikatakan oleh Su Lihwa, tempat ini bernama Bintang Makhluk Buas, dia bahkan memuji Xian Chin atas kecerdasannya menciptakan Bintang yang kini bertempatkan Lima Benua dan puluhan Benua lainnya.
Xian Xuenai pernah memberitahunya, pada tingkatan Alam Kaisar yang akan menembus Alam Kaisar Abadi, kultivator diharuskan membentuk sebuah tubuh Awal Mutlak yang menjadi penopang kekuatan Alam Kaisar Abadi. Juga tubuh Awal Mutlak adalah hal yang sangat sulit didapat. Namun dengan kecerdasan Xian Chin, dia membuat sebuah percobaan yaitu dengan Inti Perubahan yang memungkinkan kultiator Bintang Maklhuk Buas memiliki Perubahan Tubuh yang nanti memiliki kemungkinan besar untuk berevolusi menjadi Tubuh Awal Mutlak.
Ne Zha sudah memiliki tubuh Awal Mutlak dari Harimau Suci dan Phoenix, dia hanya tinggal melakukan kultiasi terus menerus tanpa takut tubuhnya akan meledak karena tidak mampu menahan Qi yang masuk kedalam dirinya.
Sungguh lelucon! Kekuatan Alam Kaisar Abadi saja bisa ditampung oleh Tubuh Awal Mutlak, apalagi hanya sebatas kekuatan dibawah Alam Kaisar Abadi.
Su Lihwa sudah memiliki Perubahan Tubuh, hanya tinggal menunggu proses evolusi yang akan terjadi nanti di kemudian hari saat sumber daya dari Ne Zha telah digunakan dengan baik. Ne Zha yakin Su Lihwa akan memiliki Tubuh Awal Mutlak, karena potensi Su Lihwa sangatlah tinggi.
"Ingat, jangan pernah sekalipun kau berani bermain dengan lelaki lain, biarpun aku jauh di Alam Abadi, mata milikku banyak." Ne Zha berkata dengan nada posesif yang sangat mengancam.
Wajah Su Lihwa semakin memerah karena perkataan Ne Zha yang sangat posesif tersebut, "Kau tidak perlu mengatakan hal itu, aku adalah milikmu, dan kau adalah milikku, aku akan selalu menunggumu dengan kesetiaanku disini." Su Lihwa dengan wajah memerah menjawab secara malu-malu.
"Kau terlihat malu-malu, mana istriku yang sangat berapi-api?" Ne Zha menaikan dagu Su Lihwa membuat pandangan dua insan tersebut bertemu, Ne Zha biarpun terkesan datar, tapi tatapannya jelas sangat hangat pada Su Lihwa, pandangan yang sebelumnya hanya digunakan untuk dua orang saja. Yaitu Feng Jin dan Han Xiao.
"Ah kau ini!" protes Su Lihwa karena Ne Zha yang tidak paham juga dengan apa yang terjadi pada dirinya.
***
"Terus saja elus dia!" suara yang mengintrupsi Han Xiao untuk menghentikan pergerakannya itu terdengar sangat mengerikan dan menakutkan.
Han Xiao secara naluri merinding dan dia secara perlahan menarik tangannya dari kepala Chang Yue, tentu saja Chang Yue tidak ingin hal tersebut, sehingga dia mengejar tangan Han Xiao agar bisa mendapatkan elusan lagi dari pemuda tersebut.
__ADS_1
Bukan elusan yang didapat oleh Chang Yue, justru gadis itu melihat ekspresi ketakutan dari wajah Han Xiao.
Dengan penasaran Chang Yue bertanya, "Ada apa? Tidak banyak yang bisa menakutimu, apakah kau takut hanya mengelusku?" Chang Yue dengan iseng mendekatkan lagi kepalanya pada Han Xiao.
Han Xiao menggelengkan kepalanya ringan, "Tidak, tapi pada rambutmu tadi ada kutu, Chang Yue, sepertinya aku harus pergi dulu." Han Xiao segera melesat dan menghilang dari pandangan Chang Yue.
Chang Yue yang tertinggal oleh Han Xiao secara naluri menyentuh kepalanya, "Kutu? Aku yakin setiap hari merawat dengan baik rambutku, tidak mungkin ada kutu, lagipula apakah kutu-kutu itu akan bertahan jika aku menggunakan Perubahan Tubuh yang dipenuhi kekuatan Kematian?" Gadis itu menjadi bingung karena perkataan Han Xiao.
Sedangkan di tempat lain, Han Xiao terduduk dan segera memfokuskan dirinya untuk berkomunikasi dengan Xian Chin.
"Ah sang Penguasa Dunia tengah cemburu?" canda Han Xiao saat kembali mendengar gerutuan Xian Chin.
"Dalam mimpimu!" suara protesan Xian Chin terdengar jelas sangat kesal.
Bunyi langit bergemuruh segera menyebar diatas Istana Kekaisaran Yang, orang-orang yang berada di Kota Xianxie segera menjadi bingung, tidak sedikit dari mereka yang menjauh dari Istana kekaisaran karena mereka mengetahui bahwa gemuruh dan awan gelap itu akan muncul ketika Petir Penyucian datang.
"Oh ayolah, aku hanya berniat menggodamu, kenapa kau seperti ini?!" Han Xiao segera berteriak panik ketika merasakan aura Petir Penyucian yang sangat kuat tepat diatas kepalanya, dia tahu bahwa itu adalah ulah dari Xian Chin.
Tidak ada jawaban dari Xian Chin, hal itu membuat Han Xiao sedikit kesal, pemuda itu merentangkan tangannya keatas dan tersenyum kearah langit seolah menyambut Petir Penyucian yang sangat mengerikan yang akan menimpa dirinya.
"Aku tidak yakin kau akan melakukannya, bagaimanapun aku ini tunanganmu yang akan menjadi suamimu di masa depan. Tapi, jika kehendakmu untuk membunuhku, aku bisa apa?" Han Xiao memasang wajah pasrah yang sangat dibuat-buat.
"Kau!" Xian Chin tedengar sangat kesal, namun ada intonasi bingung dalam nadanya tersebut.
__ADS_1
Dalam sekejap Petir Penyucian menghilang dari langit Istana Kekaisaran Yang.
Orang-orang segera menghela napas lega, sebagian besar di kota Xianxie adalah kultivator, dan tidak sedikit kultivator yang memiliki kekuatan tinggi, sehingga mereka mengetahui, jika saja Petir Penyucian itu terjatuh di Istana Kekaisaran yang letaknya berada di tengah-tengah kota. Bukan tidak mungkin Kota Xianxie menjadi sebuah puing-puing atau bahkan tempat yang sangat mengerikan karena Petir Penyucian yang sangat luar biasa mengerikan itu.
Han Xiao tersenyum dengan getir, "Tidak jadi membunuhku?" ujar Han Xiao.
Xian Chin membalas dengan dengusan kesal di kepala Han Xiao, "Sudahlah, jangan banyak membuang waktu, aku akan segera membawa kau, Ne Zha dan Ren Yanyu ke Alam Abadi."
Senyum Han Xiao segera menjadi sangat merekah dipenuhi oleh kesenangan, "Ah sepertinya kau sungguh tidak tahan ya Chin sayangku," celetuk Han Xiao dengan ringannya.
"Kau! Ucapkan sekali lagi dan aku akan mengirim Petir Penyucian padamu!" suara Xian Chin terdengar marah, tapi Han Xiao bisa dengan mudah mendengar nada yang terdengar sangat malu itu.
Tidak takut dengan ancaman Xian Chin, Han Xiao mengeluarkan ceplosan menyebalkan lainnya, "Ah betapa senangnya, ada seseorang yang sangat merindukanku, baiklah-baiklah. Satu jam lagi, kau bisa membawaku ke Alam Abadi, aku juga sudah tidak tahan untuk bertemu dengan Penguasa Dunia ini."
"Satu Jam lagi, aku akan menyeret kalian, mau atau tidak mau, waktuku sudah sangat sedikit. Para Kaisar sialan itu sudah sangat memojokkanku, pelindung Istanaku hanya sanggup bertahan selama tiga juta tahun lagi," balas Xian Chin.
"Lagi?" Han Xiao tersedak ketika mendengar pelindung milik Xian Chin masih mampu bertahan selama tiga juta tahun, dan dari nada gadis tersebut, seolah hanya tinggal beberapa hari saja.
***
Update Mingguan : 14/14
Update Merdeka : 42/75
__ADS_1