Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab152. Hah? Hujan Api?! (arc2 end)


__ADS_3

Lima hari telah berlalu semenjak tebusan Yang Shui ke Alam Ekspansi Istana dan membentuk Istana Surga, suasana Istana Kekaisaran ramai oleh pesta yang dibuat untuk merayakan keberhasilan Yang Shui membentuk Istana Surga.


Sebelumnya tidak ada pesta seperti ini untuk Han Xiao karena pemuda itu tidak menginginkannya.


Yang Shui mendapatkan banyak hadiah dari para tamu undangan, beberapa bahkan ada yang mengajukan pertunangan, namun segera ditolak mentah-mentah oleh gadis tersebut. Tidak ada yang marah, karena bgaimanapun Yang Shui adalah pemilik Istana Surga. Sulit untuk mencari sandingan yang pantas dengannya selain gadis itu yang menginginkannya sendiri.


Ketika Pesta sudah berakhir dan para tamu undangan hendak pulang, sebuah fenomena alam yang sangat mengerikan terjadi diatas langit hendak mendarat ke permukaan.


Wajah sebagian besar orang pucat saat melihat hal tersebut.


"HUUJAAAN AAPII!!!" teriak salah satu tamu undangan.


"Huh? Hujan Api?" Ne Zha mengangkat alisnya saat mendengar teriakan itu.


"Pala bapak kau tuh hujan api!" Han Xiao tertawa puas saat mengatakan kalimat tersebut.


Segera saja Kaisar Yang Qian mengaktifkan tabir pelindung yang mengelilingi Istana Kekaisaran.


Sekali lagi Benua Angin Selatan digemparkan oleh fenomena alam yang satu ini, baru saja lima hari kemarin hujan air tidak berhenti hingga dua hari dua malam dan kini ada hujan api yang sangat mengerikan. Jika hujan api ini berlangsung lama seperti hujan sebelumnya maka kemungkinan besar Benua Angin Selatan akan hangus terbakar.


Namun kejadian mengerikan itu tidak terjadi ketika api dari hujan tersebut mendarat, api itu tidaklah panas, bahkan tidak memiliki rasa apapun ketika tersentuh.


Pepohonan yang terkena Hujan Api itu segera bertumbuh subur, ladang-ladang juga menjadi sangat subur. Memang sebuah fenomena yang dimunculkan oleh tembusan Istana Surga tidaklah bisa dipikirkan oleh kepala.


Ada beberapa warga yang nekat untuk keluar dan terkena oleh api tersebut, tubuhnya yang asalnya ringkih kini dipenuhi oleh vitalitas, serta kerutan di wajahnya berkurang. Melihat kejadian itu segera banyak warga yang mengikuti pria itu untuk keluar dari rumah dan bermandikan hujan api.


Banyak warga yang sembuh dari penyakitnya dari terkena hujan api tersebut, tentu saja hal ini terjadi diseluruh Benua Angin Selatan membuat hampir seluruh penghuni Benua memiliki kondisi yang sangat baik dari sebelumnya. Sudah tidak bisa dilihat orang yang berpenyakitan di Benua Angin Selatan.


Pada saat yang sama, Ne Zha dan Han Xiao kini sedang menatap pada langit, mereka jelas mengetahui siapa yang menembus Ekspansi Istana dan mendapatkan Istana Takdir.

__ADS_1


"Sepertinya setelah dia mendapatkan Darah Abadi dari Kaisar Yang Qian Roh Beladiri Kehidupannya aktif," kata Han Xiao.


Ne Zha mengangguk ringan, sudah mereka berdua ketahui bahwa Kaisar Yang Qian memiliki Roh Beladiri Kehidupan yang membuat dia bisa beregenerasi sangat mengerikan serta memiliki kekuatan kehidupan.


"Selamat Zha, pasukanmu bertambah lagi," ujar Han Xiao.


"Kuharap anak ini tidak merepotkan," sahut Ne Zha, kekuatan Kehidupan adalah cabang dari kekuatan asal Kayu. Secara tidak langsung maka Kaisar Yang Qian dan Qianfan adalah bagian dari pasukan Ne Zha.


Ya, Qianfanlah yang menyebabkan Hujan Api kali ini, dia memiliki Roh Beladiri Api dan Roh Beladiri Kehidupan. Pada awalnya dia hanya memiliki satu Roh Beladiri, namun karena Darah Abadi dia membangkitkan Roh Beladiri Kehidupan yang menurun dari Kaisar Yang Qian. Dengan itu maka Qianfan kini memiliki dua Roh Beladiri.


***


Selang dua hari selanjutnya muncul lagi Fenomena Alam lainnya, sebuah mata ungu yang sangat besar di langit terbentuk dari lapisan awan menembakan sebuah cahaya ungu terang tepat pada arah Istana Kekaisaran Ming, sudah jelas kini yang menembus Alam Ekspansi Istana dan mendapatkan Istana surga adalah Ming Weisheng sang pemilik Mata Dewa.


Hari-hari di Benua Angin selatan tidaklah santai, ketika sebuah fenomena alam terhenti maka akan ada fenomena alam lainnya. Seolah mereka bergantian untuk membuat sebuah pertunjukan pada dunia.


Namun dari seluruh fenomena alam ini tidak ada sedikitpun Benua Angin Selatan dirugikan, justru dengan fenomena alam ini membuat Benua Angin Selatan memiliki banyak kemajuan dan bahkan mulai bermunculan Tanaman Sihir dan Herbah Roh yang sebelumnya tidak ada di Benua Angin Selatan.


Ne Zha dan Han Xiao terkejut saat melihat Hujan Api hitam ini, mereka mengetahui persis siapa yang memiliki api hitam di Benua Angin Selatan, hanya satu! Su Lihwa!


Tidak pernah mereka bedua sangka gadis itu akan maju dengan sangat mengerikan hingga membentuk Istana Surga, kini mereka tersenyum kecut, awalnya akan mengasyikan jika lawan mereka adalah sekumpulan Istana Surga nanti, namun sepertinya mereka bahkan tidak perlu bergerak karena dalam tim mereka sendiri sudah terdapat tiga jenius yang memiliki Istana Surga.


Mereka adalah Ruan Jian, Bing Xing dan Su Lihwa. Untuk Xia Shiva sendiri gadis imut itu telah bekerja sangat keras dan hanya bisa membentuk Istana Bumi, bukan suatu pencapaian yang buruk mengingat Istana Takdir yang dibangunnya sama dengan jumlah yang dibangun oleh Bi Jiao.


"Ini tidak akan seru," ujar Han Xiao kesal karena mereka tidak akan mendapatkan pertarungan yang sengit karena isi tim mereka monster semua.


"Belum tentu, kita jangan meremehkan para Jenius dari Sekte Besar, aku tidak tahu pasti siapa yang mendapatkan Istana Surga diantara mereka. Namun hal pasti kekuatan mereka setidaknya akan sepantar dengan Bing Xing," ucap Ne Zha.


Han Xiao mengangguk ringan lalu melahap kue kering yang ada di tangannya.

__ADS_1


"Bang Zha, apakah Yu'er bisa membentuk Istana Surga seperti mereka?" Ren Yanyu yang sejak tadi menyimak angkat suara.


Dua pemuda itu terkekeh mendengar pertanyaan Ren Yanyu, "Yu'er akan lebih kuat dari mereka yang memiliki Istana Surga karena Yu'er akan membentuk Istana Dao dibawah bimbingan kami," jelas Han Xiao.


Mata Ren Yanyu melebar penuh senang, "Itu berarti aku akan sekuat Bang Zha dan Bang Han yang bisa menghancurkan sekte seorang diri?" tanya Ren Yanyu dengan polosnya.


Kedua pemua itu berdeham pelan, mereka menyadari bahwa secara tidak langsung mengajari Ren Yanyu hal yang buruk.


"Jika Yu'er telah membentuk Istana Dao, maka Yu'er harus berbuat kebaikan. Seperti melindungi orang tidak bersalah contohnya," ucap Ne Zha meluruskan.


"Apakah yang dilakukan Bang Han dan Bang Zha sebelumnya untuk melindungi orang tak bersalah?" tanya Ren Yanyu.


Dua pemuda itu mengangguk.


"Berarti tidak salah kan jika Yu'er menghancurkan sekte nanti untuk melindungi orang tidak bersalah." Ren Yanyu tersenyum lebar, sedangkan dua Abangnya kini tengah tersedak kue karena endangar perkataan tanpa rasa salah dari adik mereka itu.


***


**Bacotan Pengetik :


Huft...


Inilah akhir dari Arc 2 - Era Jenius.


So jadi paham toh arti dari arc kedua ini? Yap, ini bener-bener era jenius karena munculnya banyak jenius dengan Istana Surga yang sejak ribuan tahun di Benua Angin Selatan cuma bisa dihitung oleh sebelah jari. Berarti ga lebih dari lima.


Hatur terimakasih suport kalian baik dalam bentuk read, vote, jempol atau apapun itu. Dengan suport itu Pengetik bisa sampai disini dan terus melanjutkan karya yang sebelumnya hendak hiatus ini. Tapi karena dukungan kalian Pengetik memutuskan untuk melanjutkan cerita ini sampai tamat nanti disekitar 1000Bab lebih. Doain dan suport biar kesampean😂


See you di Arc 3 - Akademi

__ADS_1


I hope you enjoy**...


__ADS_2