
Amarah Kaisar Kecantikan memuncak dengan sangat gila, dia sungguh marah karena murid paling berbakatnya telah dinodai oleh musuh mereka! Yang paling membuat Kaisar Kecantikan marah adalah kejadian itu terpampang jelas di depan matanya sementara dia tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan muridnya.
Amarah dari seorang Kaisar bukanlah hal remeh, ayunan tangan dari Kaisar Kecantikan langsung menghancurkan Bintang terdekat darinya.
Kaisar Kecantikan menganggap ini adalah provokasi telanjang dari perwakilan Alam Semesta Waktu tersebut, mata Kaisar Kecantikan dipenuhi oleh keengganan, kemarahan, kesakitan serta penuh tatapan meminta maaf.
"Han Xiao!" Kaisar Kecantikan menekan nadanya saat menyebutkan nama Han Xiao, terpampang jelas amarah yang membumbung tinggi darinya.
"Bawa prajurit dengan kekuatan penuh! Serang Alam Semesta Waktu!" pekik Kaisar Kecantikan dengan sangat gemetar penuh amarah.
Kekuatan penuh! Kaisar Kecantikan menggunakan kekuatan penuh dari Alam Semesta nya untuk menyerang Alam Semesta Waktu!
Para petinggi yang juga ikut menonton sama marahnya, mereka tidak mempertanyakan apapun lagi dan langsung melakukan perintah yang diberikan oleh Kaisar Kecantikan.
Pada hari itu, Kesatuan dibuat geger karena pasukan penuh dari Kaisar Kecantikan bergerak menuju Alam Semesta Waktu.
"Kaisar Tanah, Kaisar Angin. Kaisar Mata Dewa, apakah kalian akan menggabungkan pasukab untuk menggempur Alam Semesta Waktu?" Kaisar Kecantikan segera menghubungi tiga Kaisar yang muridnya menjadi korban di Menara Tianxia oleh Ne Zha dan Han Xiao.
Tawaran dari Kaisar Kecantikan segera diterima, mereka semua berpikir bahwa Xian Xuenai telah pergi ke Menar Tianxia, perbatasan Alam Semesta Waktu akan melemah banyak jika tidak ada Xian Xuenai. Tidak segan empat Kaisar ini mengirim tangan kanan mereka sendiri untuk ikut menyerang ke Alam Semesta Waktu.
"Saat kalian keluar, sudah tidak ada lagi Alam Semesta Waktu!" desis Kaisar Kecantikan dengan nada penuh kebencian.
Setelah memobilisasi pasukannya, Kaisar Kecantikan menonton kembali layar proyeksi, di sana menampilkan Juxue yang tengah berdiskusi dengan para Murid Kaisar lainnya.
"Adalah hal baik bahwa kau melarikan diri dari bocah itu." Kaisar Kecantikan menghela napas ringan seraya memijat pangkal hidungnya, dia sungguh tidak membayangkan bagaimana jadinya jika Juxue terus mengikuti Han Xiao. Kemungkinan besar muridnya itu mati.
__ADS_1
Kaisar Kecantikan sudah banyak terpukul karena Juxue ternodai, jika sampai Juxue mati. Dia bahkan tidak memiliki banyak hal untuk masa depan Alam Semesta miliknya. Itu seperti memberikan pukulan kematian padanya! Kaisar Kecantikan memiliki banyak harapan pada Juxue dibandingkan dengan dua murid lainnya.
***
Pada sebuah padang salju, ledakan besar yang sangat luar biasa bergema dimana-mana, ledakan yang terbuat dari peraduan jurus mengiasi langit gelap. Itu sangat indah bagaikan petasan, tetapi dapat diyakini jika seseorang yang terkena serangan itu dapat dipastikan mendapat luka parah atau bahkan mati seketika.
Dua sosok pemuda yang terlihat mirip saling melemparkan serangan mereka dengan sangat ganas, pemuda itu tak lain adalah Ne Zha dan duplikat dirinya.
"Hahaha! Bagus! Menara Tianxia tidak mengecewakanku!" Ne Zha berseru dengan sangat lantang dan senang, walaupun kini kondisinya berbanding terbalik. Seluruh tubuhnya sudah berlumuran darah, jubah putih yang sebelumnya bersih kini sudah ternodai oleh darah Ne Zha.
Bukan hanya Ne Zha yang memiliki darah di sekujur tubuhnya, tetapi lawannya juga!
Ne Zha tertawa ganas, sejauh ini pertarungan paling mengubah selera nya adalah melawan duplikat dirinya ini.
Dua hari terlewati pertempuran antara dirinya dengan duplikat, dalam dua hari ini Ne Zha sungguh puas akan pertarungannya.
"Kekuatan orang ini ternyata tidak bisa berkembang." Ne Zha memperhitungkan kekuatan yang dimiliki oleh duplikatnya, dalan pertarungan dua hari terakhir, Ne Zha mendapatkan banyak pengalaman baik serta pengembangan diri yang sangat luar biasa. Kini serangannya sudah sanggup memberikan pukulan telak pada duplikatnya.
"Pada lantai ini, bukan hanya kemampuan beladiri yang diuji, tetapi kemampuan berkembang juga." Ne Zha mulai paham dengan esensi dari ujian lantai empat, ini bukan sekedar baku hantam. Tetapi banyak makna pada ujian ini.
Ne Zha memberikan serangan besar yang berhasil memukuk mundur duplikatnya lalu mengambil jarak aman, "Aku tidak bisa terus di sini."
Tentu Ne Zha tidak akan lupa dengan tujuannya lantai lima, walaupun di sini dia bertemu lawan yang menarik, tetapi Ne Zha tidak bisa terus di sini dan bermain dengan duplikatnya.
"Tapak Lima Elemen!" Ne Zha berseru rendah lalu mengeluarkan serangan miliknya.
__ADS_1
"Apakah kau bodoh? Tapak Lima Elemen sudh tidak berguna padaku," cemooh duplikat Ne Zh, karena dia adalah duplikat Ne Zha. Tentu dia memiliki teknik untuk menangkis Tapak Lima Elemen.
Sebuah seringgaian tercetak pada bibir Ne Zha ketika melihat duplikatnya memulai teknik untuk menepis Tapak Lima Elemen yang kini turun dari langit yang terbelah.
"Makan itu," kekeh Ne Zha.
Tapak Lima Elemen yang sebelumnya Lima Tapak, sekarang semuanya bersatu menjadi satu tapak saja. Dalam pertarungan sengit sebelumnya Ne Zha berhasil mempelajari lebih banyak lagi jurus yang dia miliki hingga meningkatkan nya. Tapak Lima Elemen ini adalah salah satunya.
Ketika duplikat Ne Zha melihat serangan ini, sebuah keterkejutan yang sangat jelas terlihat pada wajahnya. Serangan ini jelas tidak dia kuasai dan dia juga tidak mengetahui cara menanganinya.
"Sangat disayangkan, Menara hanya menirukan kekuatan seseorang ketika mereka masuk. Jika ini bisa mengikuti perkembangan peserta maka akan lebih menyenangkan." Ne Zha sedikit menyesal karena tidak bisa berlama-lama merasakan tekanan, pertarungan dua hari sebelumnya sungguh memojokab dirinya. Memberikan sebuah penekanan luar biasa yang belum pernah dia rasakan.
Jika peserta lain mendengar keluhan Ne Zha, mereka akan mengumpati Ne Zha dengan sumpah serapah, jika duplikat bisa berkembang juga. Itu sama saja jalan buntu karena akan mustahil mengalahkannya.
Pertarungan berlangsung hingga hari keempat, pada hari itu juga Ne Zha berhasil membunuh duplikat dirinya.
Setelah berhasil membunuh duplikat dirinya, Ne Zha menggaruk kepalanya, "Sungguh perasaan lucu ketika aku membunuh duplikat diriku," ujar Ne Zha.
Ujian ini benar-benar ujian Kemampuan Beladiri, bukan hanya kemampuan bertarung tetapi juga penguasaan mereka akan jurus sungguh diuji agar meningkat juga.
"Baiklah, kemungkinan besar ketika berhadapan dengan para Kaisar aku akan merasakan hal seperti ini lagi nanti." Ne Zha langsung merasa tidak sabar untuk meningkatkan kekuatannya dan keluar dari Menara Tianxia, dengan begitu dia bisa bertarung dengan para Kaisar. Murid-murid Kaisar ini tidak memberikan tekanan apapun padanya.
Jelas saja, Ne Zha memiliki pemikiran yang kompleks, dia memiliki Pedang Lima Elemen dan juga dua Alat Dewa. Hanya dengan ini saja sudah membuat dia tidak perlu khawatir dengan para murid Kaisar.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 14/14