
Waktu satu jam akhirnya habis, Han Xiao, Ne Zha dan Feng Jin berkumpul di aula Istana Kekaisaran Yang, disana juga banyak orang yang dekat dengan Ne Zha dan Han Xiao.
Mereka tak lain adalah Yang Shui, Su Lihwa, Xiao Jiang, Xiao Wushuang, Chang Yue, Kaisar Yang Qian, Yang Qi, dan masih banyak lagi teman-teman mereka yang datang seperti Pillar Gila dan Pillar Bunga Kematian.
Han Xiao terus mengelap air matanya dengan tangannya, "Aku akan merindukan kalian, huhuhu." Han Xiao terus mengatakan hal itu berulangkali, hingga bahkan Kaisar Yang Qian lupa ini keberapa kalinya.
Ne Zha menggelengkan kepalanya melihat tingkah Han Xiao, memang pemuda itu memiliki perasaan yang mudah dipengaruhi jika menyangkut hal keluarga seperti ini. Dan juga yang membuat pemuda itu seperti itu adalah karena kasih sayang orang-orang yang ada di aula ini sungguh tulus dan murni tanpa ada alasan apapun.
Sejujurnya Ne Zha merasakan hal yang sama. Namun dia memiliki pengendalian emosi yang lebih baik dari Han Xiao, sehingga dia bisa membantu Kaisar Yang Qian untuk menenangkan Han Xiao.
"Sudahlah Han, kau cepatlah menjadi sangat kuat, dengan begitu urusanmu cepat selasai dan kau bisa kembali ke rumahmu ini," ucap Kaisar Yang Qian.
Han Xiao memeluk Kaisar Yang Qian, "Iya Ayah, aku akan menjadi lebih kuat dengan cepat dan bersantai di rumah!" ujar Han Xiao.
Ketika Han Xiao hendak mengatakan hal lain, suara indah yang sangat dikenalnya masuk kedalam indra pendengarannya. Han Xiao segera menghapus air matanya, dalam sekejap wajahnya yang kuyup air mata mengering.
"Kau sudah siap untuk berangkat?" Tidak perlu ditanya siapa pemilik suara itu. Ya, itu adalah Xian Chin.
"Siap!" sahut Han Xiao.
Han Xiao segera menggenggam tangan Ne Zha dan Feng Jin, "Kita akan segera berangkat," ucap Han Xiao.
Ne Zha dan Feng Jin mengangguk, mereka juga menggenggam erat tangan Han Xiao lalu saling berpengangan untuk membuat lingkaran.
Tatapan Ne Zha bertemu dengan Su Lihwa, sebuah senyum manis dia hadiahkan untuk istrinya tersebut, "Sampai jumpa," ucap Ne Zha.
"Sampai jumpa semuanya!" seru Han Xiao lalu dalam sekejap mereka bertiga menghilang bahkan sebelum orang-orang yang ada di aula membalas ucapan sampai jumpa Han Xiao.
Aula istana Kekaisaran Yang menjadi sangat sunyi, bahkan mereka bisa mendengar suara jangkrik yang berbunyi diluaran sana.
"Sampai jumpa nak," ucap Kaisar Yang Qian seraya menghapus jejak air matanya.
__ADS_1
***
Sementara itu, Han Xiao, Ne Zha dan Feng Jin kini sudah berada di lorong waktu, mereka hanya menunggu sampai di Alam Abadi, menurut perhitungan Xian Chin, mereka membutuhkan hanya beberapa menit untuk sampai di Alam Abadi.
"Chin sayang!" Han Xiao memanggil-manggil nama Xian Chin berharap gadis itu menjawabnya.
"Ada apa? Kau sungguh berisik sekali, apakah kau sangat rindu padaku hingga tidak tahan untuk bertemu denganku?" ucap Xian Chin diiringi nada jahil.
"Kau benar," balas Han Xiao.
"Hmph! Sudahlah, sabar saja. Hanya beberapa menit, aku saja yang sudah menunggu jutaan tahun sanggup. Sedangkan kau hanya beberapa menit sudah terus menjerit memanggil namaku, kau memang lemah," ejek Xian Chin.
Mata Han Xiao membelalak ketika mendengar ejekan dari Xian Chin, "Ah aku sungguh memiliki gadis yang sangat kuat, betapa beruntungnya aku."
Ne Zha dan Feng Jin disisi lain mengetahui bahwa Han Xiao sedang berkomunikasi dengan Xian Chin, maka dari itu mereka tidak mengganggu dan mengobrol berdua membahas tentang kehidupan lama mereka di dunia sebelumnya.
"Aku tidak ingin terjadi apapun denganmu nanti, sebelum menginjak Alam Dewa, Jin'er tidak diperbolehkan keluar dari Alam Nirwana Api selain di Istana Xian Chin," kata Ne Zha.
Feng Jin tersenyum dengan sangat manis, "Kali ini aku akan menurut padamu Bang."
Wajah Feng Jin menjadi pongah ketika mendengarkan ucapan Ne Zha, "Bang, kau sungguh meremehkan adikmu ini, waktu tiga juta tahun terlalu lama untukku mencapai Alam Dewa Roh," ujarnya dengan sombong.
Tangan Ne Zha bergerak untuk menjitak pelan kepala Feng Jin, "Janganlah terlalu sombong, buktikan saja." Ne Zha menggelengkan kepalanya, kini Feng Jin mulai tertular kesombongan dari Han Xiao.
Feng Jin mengelus kepalanya yang mendapat jitakan dari Ne Zha, "Lihat saja nanti Bang! Aku tidak membutuhkan waktu sampai satu juta tahun untuk sampai di Kultivasi Alam Dewa Roh!" ketus Feng Jin kesal karena kepalanya terasa berputar.
Memang jitakan Ne Zha pelan, tapi karena kini mereka tengah berada di lorong waktu, hal itu membuat pandangan Feng Jin menjadi pusing, ditambah jitakan Ne Zha, kini Feng Jin yakin kepalanya tengah diputari oleh bintang-bintang kecil yang bersahutan dengan burung yang berkicau.
"Han berapa lama lagi?" Ne Zha mengalihkan pandangannya pada Han Xiao.
Han Xiao tersenyum lebar lalu menunjuk ke depan mereka, "Itu tujuan kita, dalam hitungan detik kita akan sampai disana."
__ADS_1
Memang benar saja, tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai pada cahaya putih tersebut, sekejap kemudian pandangan mereka diisi oleh hamparan luas awan, di depan mereka terpadat sebuah bangunan raksasa yang berbentuk melingkar seperti Gasing. Terdapat dua Gasing, satu memiliki ukuran besar dan satunya hanya setengahnya saja.
Wajah Han Xiao, Ne Zha dan Feng Jin terperangah ketika melihat benda besar dihadapan mereka, sulit dikatakan benda itu ada di dunia yang dipenuhi oleh kekuatan dan para kultivartor seperti ini!
"Selamat datang di Istanaku, kalian terkejut bukan?" seorang gadis cantik yang memiliki pesona dewasa muncul di hadapan Han Xiao, Ne Zha dan Feng Jin.
"Istana?" Ketiganya membeo ucapan gadis cantik tersebut.
Gadis itu terkikik, "Aku sudah menjelajahi berbagai dunia, dan modern adalah jaman yang paling aku sukai, aku menciptakan Istana ini karena mengingat kesukaan kau juga." Gadis itu tersenyum indah dan menyentuh dada Han Xiao.
Han Xiao menelan ludahnya, suara gadis itu sungguh tidak asing baginya, dan juga! Wajah gadis itu sungguh sudah lama tidak dia temui. Ya, benar, dia adalah.
"Xian Chin?" Han Xiao masih menatap dengan pandangan mematung melihat keindahan tiada tara dihadapannya ini.
"Ya tentu saja, kau tidak bisa mengenaliku karena menjadi jauh sangat cantik?" Xian Chin dengan berani mendekatkan wajahnya pada Han Xiao, kini hanya tersisa beberapa inci saja jarak antara wajah mereka.
Han Xiao bisa mendengar deruan napas teratur dari Xian Chin, "Ah, aku sedikit tidak terbiasa melihatmu menggunakan Hanfu," celetuk Han Xiao.
Xian Chin tersenyum sangat manis dihadapan Han Xiao, "Sudah kutebak itu, aku sudah mempersiapkan penampilanku yang akan kau sukai, kau menyukai gadis yang modis bukan?"
Segera saja tubuh Xian Chin diterangi oleh cahaya, hanya dalam beberapa detik gadis itu telah berganti pakaian, yang tadinya menggunakan Hanfu merah bermotif bunga, kini menggunakan baju putih lengan panjang dan celana hitam panjang yang sedikit longgar. Tidak tanggung bahkan Xian Chin menggandeng sebuah tas kecil pada tangan kirinya.
Senyum gadis itu melebar kearah Han Xiao, "Kau suka dengan gayaku ini bukan?" matanya mengedip pada Han Xiao.
Mulut Han Xiao terbuka namun tidak bisa mengatakan apapun, bagaimanapun gadis dihadapannya ini sungguh luar biasa cantik, pesona dewasanya sungguh memikat siapapun yang melihatnya!
***
__ADS_1
Update Mingguan : 14/14
Update Merdeka : 44/75