
Pasukan Penguasa Generasi segera menyerbu ke arah jenius dua ras, diawali dengan sangat baik oleh Han Xiao membuat mereka mendidih ingin melawan para jenius dari Benua lain tersebut.
Terlihat seperti bunuh diri ketika melihat tiga puluh sembilan kultivator Istana Bumi dan enam Istana Surga melawan puluhan kultivator Alam Raja, mungkin jika para jenius ini berada di Ekspansi Istana tingkat satu, maka kemungkinan bunuh diri. Tapi kini mereka semua berada di tingkat Puncak yang sedikit lagi menembus Alam Raja, jadi melawan Kultivator Alam Raja masihlah memungkinkan untuk mereka menang.
Untuk para pemilik Istana Surga sendiri seperti Yang Shui dan lainnya mereka sanggup berhadapan dengan dua kultivator Alam Raja dan bertarung seimbang, ini membuktikan bahwa kualitas pemilik Istana Surga jauh diatas Istana Bumi. Yang Shui dan lainnya berhasil menembus Ekspansi Istana tingkat puncak, kekuatan mereka kini telah melambung keketinggian yang baru.
Yang Shui dan lainnya belumlah menggunakan Perubahan Tubuh, mereka ingin mengukur terlebih dahulu kekuatan lawan seperti yang dikatakan oleh Ne Zha sebelumnya.
Mo Yanjing yang melihat pertarungan jenius dari dua Benua terkagum atas kekuatan jenius Benua Angin Selatan, namun dalam sekejap rasa kagum itu digantikan oleh rasa amarah, para jenius dari Benua Angin Selatan harus mati, jika tidak. Maka akan berbahaya untuk kedepannya.
Pertarungan antar Pasukan Penguasa Generasi melawan Jenius Benua Api Barat sangatlah intens dan sengit, tidak ada pertarungan lain didekat mereka, semua orang memberikan ruang secara naluri untuk membiarkan para jenius itu bertarung.
Dikejauhan, dua sosok gadis tengah menonton pertarungan jenius dari dua Benua tersebut, senyum terurai pada wajah keua sosok gadis tersebut.
Mereka tak lain adalah Xiao Jiang dan Xiao Wushuang, selama ini mereka menyamar menjadi seorang pria untuk memastikan keamanan dua adik bagi Xiao Jiang dan kakak bagi Xiao Wushuang mereka adalah, Xiao Han dan Xiao Nezha.
Ayah dari Xiao Han dan Xiao Nezha adalah Ayah mereka, namun memiliki Ibu yang berbeda, Ibu Xiao Han dan Xiao Nezha adalah Istri pertama dari Patriark Klan Xiao di Benua Kayu Tengah, namun kini tengah menjadi buronan karena melarikan kedua anaknya yang tak lain adalah Xiao Han dan Xiao Nezha. Dia bernama Zi Yao.
Dulu Zi Yao memberikan bayi kecil Xiao Han pada Kaisar Yang Qian lalu mengubah namanya menjadi Han Xiao, lalu bayi Xiao Nezha dia berikan pada Klan Ne dan mengubah namanya menjadi Ne Zha.
__ADS_1
Ini semua dilakukan demi kebaikan Han Xiao dan Ne Zha, dulu ketika dia mengandung itu menghabiskan waktu hingga tiga tahun, dan pada tahun berikutnya dia dikabarkan memiliki bayi lain dalam perutnya, hal itu menghabiskan waktu dua tahun lagi untuk Zi Yao mengandung. pertanda ini sudah dihitung bagai bencana ucap seorang peramal terkenal di Benua Kayu Tengah.
Zi Yao tidak percaya dan dengan teguh melahirkan dua sosok bayi kecil yang tampan, ketika dua bayi tersebut lahir. Petir Penyucian tidak hentinya bergema di langit, hingga bahkan menyambar kediaman Zi Yao.
Saat itu Zi Yao yang mengetahui bahwa dua anaknya akan dibunuh, segera dia kabur dari Mansion Klan Xiao. Zi Yao adalah kultivator hebat, dia memiliki kultivasi Alam Dewa. Jadi mudah baginya untuk meraih Benua Angin Selatan dan menembunyikan dua anaknya disana lalu menghilang entah kemana, saat itulah dia menjadi buronan Klan Xiao.
Ketika sudah sebelas tahun Zi Yao pergi menghilang, dia sempat mengirim surat pada Mu Yudie yang merupakan ibu dari Xiao Wushuang dan Xiao Jiang, Mu Yudie sudah bagaikan saudara kandung dengan Zi Yao.
Dalam pesan, Zi Yao meminta agar anaknya terlindungi hingga mereka sanggup melindungi diri mereka sendiri.
Dan disinilah sekarang, Xiao Jiang dan Xiao Wushuang menjalankan tugas untuk melindungi dua anak dari Zi Yao.
"Mungkin ramalan tentang mereka berdua bencana adalah sebuah kesalahan? Jika mereka tetap berada di Klan Xiao, kemungkinan mereka akan terus menjadi sampah? Ibu sudah memberitahu bahwa ketika lahir, mereka berdua tidak memiliki Dantian dan Roh Beladiri, tapi setelah mereka dinyatakan mati di Hutan Kegelapan. Mereka kembali dengan kekuatan yang sangat mengerikan, ada kemungkinan mereka menemukan hal bagus didalam Hutan Kegelapan," ucap Xiao Wushuang.
"Entahlah, yang kutahu bahwa peramal itu adalah saudara dari bibi Zi Yao, mungkin saja dia ingin memberitahu keberuntungan mengubah nasib dua bayi itu secara tidak langsung mengusirnya dari Klan, bukankah setelah setengah tahun bibi menghilang, sebuah penyerangan besar-besaran terjadi pada Klan Xiao?" ujar Xiao Jiang.
Dua gadis itu terus memandang pada perang besar yang tengah terjadi dihadapan mereka, dua gadis itu menonton seolah perang besar itu bukanlah masalah.
"Jiang'jie, apakah kita tidak akan ikut dalam perang?" tanya Xiao Wushuang.
__ADS_1
Xiao Jiang menggelengkan kepalanya, "Ini masih sangat jauh dari selesai, hanya baru permulaan. Perang sesungguhnya akan terjadi ketika Mo Yanjing mengeluarkan seluruh pasukannya dan dia ikut bertarung, sejauh ini aku lihat Benua Angin Selatan tidak dalam kondisi yang baik."
Xiao Wushuang mengerutkan dahinya, itu berarti Benua Api Barat datang dengan kekuatan penuh, akan sulit untuk Benua Angin Selatan bertahan, merekamengetahui jelas kekuatan yang dimiliki Benua Angin Selatan selama diam bertahun-tahun disini.
"Sha Houzi, bantu Panda itu melawan orang dari ras Sayap," ujar Han Xiao seraya mengacungkan telunjuknya, sebuah cahaya emas bersinar terang dan melesat menuju Binatang Roh Panda yang kini dalam kondisi terdesak melawan kultivator Alam Dewa dari Ras sayap.
"She Yan." Ne Zha melemparkan cincin batu akiknya keatas langit, segera ular raksasa ratusan meter muncul dan bergegas menuju Binatang Roh Rubah yang tengah melawan kultivator alam Dewa dari Ras Pola Hantu.
"Peliharaan mereka telah meningkat banyak," koomentar Xiao Jiang ketia melihat Po Houzi dan She Yan yang kini tengah beradu serangan dengan kultivator Alam Dewa dari dua Ras.
Mata Mo Moshi membelalak ketika melihat Han Xiao mengeluarkan Binatang Roh tingkat 10 dari Cincin Spasialnya, mungkin jika Han Xiao ingin membunuhnya. Maka menggunakan Monyet Emas tadi sudahlah cukup.
Tapi Han Xiao ingin berurusan dengannya sendiri?
"Aku bisa saja menyuruh Sha Houzi membunuhmu, tapi aku ingin membuktikan bahwa janius dari Benua Angin Selatan bukanlah sampah seperti kalian," suara Han Xiao yang tepat berada disampingnya membuat Mo Moshi berkeringat dingin. Segera dalam pikirannya terulang adegan jenius dari rasnya yang terbunuh di tangan Han Xiao dengan mudah.
***
Update Mingguan : 10/14
__ADS_1