
Didalam kegelapan tak berujung, kelima sosok kini tengah mengayunkan senjata mereka untuk menyerang secara brutal. Namun, dengan teknik cahaya apapun, mereka tidak bisa menerangi bahkan satu senti tubuh mereka, benar-benar gelap mengerikan.
"Apa-apaan ini?" Tiba-tiba saja pria yang menjadi ketua tim musuh Han Xiao merasakan kesepian yang sangat mengerikan, dari sana muncul keputusasaan setelah dia merasakan aliran waktu yang mulai berlalu tidak terhitung olehnya.
Keputusasaan, Kegelapan adalah dua kekuatan Kejahatan yang dimiliki oleh Han Xiao, orang yang memiliki kekuatan mengerikan saja tidak akan kuat mengalami kesendirian tanpa batas, ditambah lagi dengan keputusasaan mengerikan yang dilebur menjadi satu.
"Aaaaaarrrrrgggghhhh!!!" Pria itu berteriak frustasi dan mulai melukai dirinya sendiri, berharap untuk mati lebih baik daripada kesendirian yang kini dia rasakan selama milyaran tahun dalam dimensi Kegelapan yang Han Xiao tanamkan.
Han Xiao terkekeh ringan saat melihat tubuh pria itu bergerak untuk mulai menyayat dirinya sendiri, pada kenyataannya waktu hanya berlaku satu menit, tapi pada dimensi Kegelapan, itu sudah berlaku milyaran tahun. Orang semurni apapun akan gila saat mengalami kegelapan serta keputusasaan dalam milyaran tahun.
"Pada akhirnya kalian menyerah?" Han Xiao terkekeh dan melemparkan lima kacang dengan menyentilnya pada kepala lima musuhnya.
Langsung saja mereka terbangun dari Dimensi kegelapan, ketika mereka melihat Han Xiao lagi, mata mereka dipenuhi ketakutan yang sangat mengerikan. Mereka bahkan tidak memperhatikan tubuh mereka yang kini penuh luka karena ulah mereka sendiri.
"Sudah bangun? Cepatlah kembali atau Markas kalian akan hancur," kekeh Han Xiao.
Bukan hal mudah sebenarnya untuk Han Xiao memasukan kelimanya ke Dimensi Kegelapan. Namun, mereka memaksanya, dia sudah kehilangan harga diri karena terbunuh dua kali. Han Xiao tidak ingin merasakannya lagi.
Melihat senyum Han Xiao, kelimanya segera lari mundur menggunakan Jimat mereka, tetapi sebelum mereka sampai ke Markas, tiba-tiba saja mereka langsung sudah kembali ke ruangan dimana mereka sebelum masuk ke Arena.
"Kita kalah?" Pria yang merupakan pemimpin dari tim itu tertunduk saat mereka dipindahkan ke ruangan istirahat.
Jelas secara mental dia sangat terpengaruhi, ini adalah kekalahan pertamanya, ditambah lagi sebelumnya dia dikurung selama milyaran tahun dalam Kegelapan dan Keputusasaan. Tentu saja ini bukan pada pria pemimpin tim, anggotanya pun mengalami hal serupa.
Instruktur yang melihat hal ini terheran, lima orang ini selalu dia lihat energik dan tidak memiliki kata lelah. Semangat mereka untuk menang sangat tinggi, tapi karena terkena ilusi dan kalah mereka langsung seperti ini? Memang Instruktur melihat mereka diam di hadapan Han Xiao, dia hanya mengira bahwa mereka terkena ilusi dari Han Xiao.
"Menang kalah sudah biasa dalam pertarungan, kalian kalah saat ini, tetapi kalian bisa menang pada pertarungan berikutnya," ujar Instruktur.
Namun, tidak ada sahutan dari tim tersebut, mereka berlima hanya diam tertunduk.
"Apakah separah ini ilusi anak itu?" pikir Instruktur.
***
"Kalian menang! Hebat!" Feng Jin berseru senang saat melihat tim Han Xiao muncul di ruangan istirahat.
__ADS_1
Bruk!
"Han Xiao!" Bing Xing yang berada di samping Han Xiao reflek menangkap tubuh Han Xiao yang terjatuh ambruk.
Han Xiao terkekeh ringan, dia menjelaskan dirinya tidak apa-apa, ini adalah efek dari memaksa masuk lima orang yang sangat kuat kedalam Dimensi Kegelapan dan Keputusasaan.
"Mereka sekuat itu hingga memaksamu seperti ini?" Bing Xing bertanya dengan terkejut.
"Tidak heran, mereka berasal dari Alam Langit, Bang Zha juga melawan salah satu dari mereka sampai harus membuka pedangnya." Feng Jin berkata.
Ne Zha segera menangani Han Xiao, setelah itu mereka berkumpul. Ne Zha mengungkit perkataan Qin yang mengharuskan mereka mengeluarkan kekuatan penuh.
"Aku penasaran dengan kekuatan nyata mereka," ujar Han Xiao.
"Mereka tidak bisa dibandingkan dengan kalian berdua, secara perhitungan mereka paling kuat hanya setara dengan Yang Shui, Bing Xing atau Xian Xuenai. Kalian hanya kalah tingkat saja," ujar Qin.
Benar, ketika Han Xiao berhadapan dengan lima orang sebelumnya, dia berada di tingkat 12 sedangkan musuh memiliki tingkat 13 secara merata.
"Aku tidak mengira tingkatan ini akan benar-benar mempengaruhi kita." Su Lihwa berkata.
Han Xiao menggeleng seraya menjelaskan, semuanya tergantung pengendalian situasi. Karena ketika di dunianya dahulu Han Xiao suka memainkan game tipe arena seperti ini, dia memiliki banyak trik dan juga mengetahui banyak celah, sehingga tidak berpatokan pada peraturan yang berlaku.
"Percayalah pada kekuatan kalian, berjuang sepenuh tenaga. Kita harus memenangkan pertarungan ini dan keluar dari Menara Tianxia, Alam Semesta Waktu sedang dalam bahaya." Sekali lagi Han Xiao menyemangati semua orang yang ada di ruangan tersebut.
Saat ini adalah momen penentuan, mereka memang tidak tahu apa hadiah untuk juara pertama, tetapi mereka harus mendapatkan tempat itu dan segera keluar dari Menara Tianxia. Kondisi Alam Semesta Waktu kini tidak diketahui oleh Han Xiao dan lainnya, kemungkinan besar mulai terpojok karena serangan dari puluhan Alam Semesta lainnya.
Dan bagi mereka saat ini tidak ada yang lebih penting dari Alam Semesta Waktu, karena itu adalah tempat asal mereka, rumah mereka. Memang bukan benar-benar asal asli bagi Han Xiao, Ne Zha, Feng Jin, Bing Xing dan Yang Shui, tetapi mereka telah tinggal dan memulai hidup mereka dari sana.
"Kita harus memenangkan pertarungan ini," ucap Han Xiao dan Ne Zha bersamaan.
Pada saat itu jugalah tim mereka dipindahkan menuju Arena pertarungan.
Instruktur melihat kepergian tim Ne Zha dan Han Xiao sebelum mengalihkan pandangan pada Qin.
"Kau beruntung memiliki tim seperti mereka," kata Instruktur.
__ADS_1
Qin tersenyum manis, "Keberuntungan yang tiada duanya."
***
"Bagi kelompok, bersihkan Hutan, ambil Phoenix pertama, sisanya fokus hancurkan Tower!" Seorang pria berteriak saat dia muncul di Arena pertarungan.
Pembawaan pria itu sangat brutal dan mengerikan, tatapannya sangat haus darah. Namun, wajahnya terlihat sangat tenang dan dingin.
Segera tim yang muncul bersamanya berpencar mengikuti perintah yang sudah dia berikan.
***
"Musuh membagi kelompok, mereka berencana untuk mendominasi. Kita bunuh pembersih Hutan terlebih dahulu, setelah itu menghancurkan Tower." Ne Zha memberi arahan setelah mendapatkan posisi musuh lewat Keadaan Super Sadar miliknya.
Feng Jin dan lainnya mengangguk lalu mengikuti Ne Zha berlari masuk ke Hutan musuh.
"Kalian serang setelah aku menyergapnya," tutur Ne Zha.
Segera saja dia menjadi bayangan serta mengeluarkan Pedang Lima Elemen, dengan satu gerakan dia menyergap musuh yang sedang menyerang Binatang Buas di Hutan.
"Sekarang!"
Mendengar tanda dari Ne Zha, segera Feng Jin, Su Lihwa dan lainnya menyerang tanpa menahan diri mereka.
BOOOOOOM!!!
***
Update seenak jidat : 08/10
Bacotan Pengetik :
Heyooo kembali lagi saya berbacod ria, sudahkah anda ke W3bnovel? Disana Dua Penguasa update 3Bab perhari.
Spoiler, disana udah selesai loh perjalanan di Menara Tianxia nya, dan mulai beranjak ke ranah yang lebih seru lagi.
__ADS_1
Iya disana dikunci, tapi kan ada bonus dari Login harian dan lakuin misi, jadi bisa buka kunci secara gretong. kalian bisa langsung loncat ke Bab terbaru disana atau baca dari awal terserah.
Cukup sekian terimagajih🤘🏻