
"Hoaaaam..." Xia Shiva menguap bosan ketika tidak ada satupun kegiatan.
"Apakah kita hanya akan diam?" tanya Bing Xing.
Han Xiao masih asik bergulat lidah dengan Tofu Bulat, dia menghiraukan pertanyaan dari Bing Xing, gadis es itu segera memalingkan wajahnya dan bertanya hal serupa pada Ne Zha.
"Kami tidak menyuruh kalian berdiam diri," jawab Ne Zha seraya mengangkat kedua alisnya tinggi karena heran, lima gadis ini sungguh mematuhi dirinya dan Han Xiao. Mereka bahkan melakukan hal membosankan selama lima hari belakangan.
"Kalian seharusnya berlatih, apakah kalian tidak merasakan? Pada dimensi ini, pemahaman kalian meningkat banyak," ujar Han Xiao seraya menyuapkan Tofu Bulatnya.
Para gadis memandang Han Xiao aneh, apakah pemuda itu tidak bosan terus menerus memakan Tofu Bulat.
"Apakah kau tidak bosan memakan Tofu Bulat? Atau kau tidak memiliki resep makanan lain?" Ruan Jian segera melontarkan pertanyaan yang ada dikepalanya.
Pertanyaan gadis itu membuat Han Xiao yang sedang memakan Tofu Bulat terdiam, memang, walaupun dia tidak bosan tapi dia ingin merasakan makanan lain.
"Baiklah, aku akan menukar poin untuk membuat makanan lain." Han Xiao segera bergegas pergi menuju tempat penukaran poin.
Kini tidak ada yang terkejut dengan ap yang dilakukan oleh Han Xiao, dengan poin puluhan ribu yang dimilikinya sudah sangat wajar baginya untuk menukarnya dengan sebuah bahan makanan.
Selepas perginya Han Xiao, mereka kedatangan tamu, sebuah tim datang menghampiri mereka. Awalnya Ruan Jian, Bing Xing, Su Lihwa dan Bi Jiao waspada, namun ketika melihat yang muncul adalah Yang Shui. Mereka segera melonggarkan penjagaan.
"Kalian sungguh mendominasi ya?" sapa Yang Shui seraya tertawa kecil.
__ADS_1
Ne Zha menjawab senyuman Yang Shui serta sedikit berbasa-basi sebelu bertanya tentang pertarungan tim Yang Shui.
"Sangat baik." Yang Shui menceritakan tentang pertarungannya melawan Huo Yan lalu dia juga bertemu dengan Ye Wu dari Sekte Mutiara Hitam, pertarungannya dengan Ye Wu tidak seseru melawan Huo Yan. Tapi nyaris saja Yang Shui mati karena jarum racun yang merupakan senjata rahasia dari Roh Beladirinya.
"Untung saja si pengecut itu tidak menempa tubuhnya dengan baik, dia berpikir bahwa dengan Roh Beladiri Jarum Racunnya tidak terkalahkan dibawah langit, perhitungannya tentang dia bisa mengancam menggunakan racun salah. Disini walaupun kita akan teracuni tapi itu tidak akan berpengaruh pada tubuh asli kita. Bahkan kita akan sembuh ketika dibangkitkan kembali," tutur Yang Shui dengan penuh semangat.
Ne Zha dan tim nya mempersilahkan Yang Shui beristirahat didalam rumah, ya memang. Mereka menukar poin untuk mendapatkan rumah sebagai tempat istirahat, butuh 5000 poin untuk mendapatkan rumah ini. Ruangannya sangat luas, juga terdapat sepuluh kamar kosong pada lantai pertama dan sepuluh kamar di lantai kedua.
"Kalian menukar poin untuk rumah ini?" tanya Yang Shui.
"5000 poin," jawab Su Lihwa, karena diantara mereka yang paling dekat dengan Yang Shui adalah dirinya.
Tim Yang Shui menelan ludah mereka, 5000 poin! Sungguh pemborosan! Jika itu didapatkan oleh tim dari sekte kecil atau menengah, mereka lebih baik menukar senjata atau Cincin Spasial.
Tubuh anggota tim Yang Shui segera bergetar ketika melihat sosok pemuda berambut kebiruan yan baru saja datang itu, monster nyata, monster yang bahkan lebih menakutkan dari Binatang Iblis tingkat 9. Mereka menelan ludah ketika melihat tatapan Han Xiao terarah pada mereka.
Entah apa yang membuat mereka seperti ini, jika dibandingkan ketika melihat Ne Zha yang dingin dan menyendiri mereka tidak merasakan bahaya apapun, biasanya orang seperti Ne Zha lah yang akan menyebar ketakutan pada orang lain. Namun berbanding terbalik, sikap Han Xiao yang periang sungguh membuat mereka ketakutan.
Sungguh lelucon! Bagaimana mereka tidak takut ketika melihat cara pembunuhan Han Xiao yang sangat kejam dan brutal ketika membasmi Siluman. Belum lagi menurut kabar burung, para Sekte aliran Hitam yang diratakan oleh Han Xiao tidak memiliki tubuh yang utuh. Mereka semua akan menjadi bubur daging.
"Hey tepat sekali kalian datang. aku akan memasak camilan dari resepku, kuyakin kalian akan suka," ujar Han Xiao seraya menyapa tim Yang Shui.
Kesembilan itu memaksakan senyum terlebar mereka untuk membalas Han Xiao, namun itu tidak lolos dari mata Han Xiao yang tajam. Tapi dia tidak peduli dan melanjutkan jalan menuju dapur.
__ADS_1
"Resep apa lagi yang akan kau masak? Apakah Ne Zha menyukainyajuga seperti Tofu Bulat?" Su Lihwa segera bergegas mengikuti Han Xiao yang berjalan menuju dapur.
"Benar, ini adalah makanan yang sangat kami sukai, ayo ikuti aku untuk mempelajari resepnya!" ajak Han Xiao penuh semangat.
Mata Su Lihwa berbinar ketika mendengar jawaban Han Xiao dengan penuh antusias dia segera mengikuti Han Xiao, masih ingat jelas dalam kepalanya ketika Ne Zha memujinya dengan tulus dan senang ketika merasakan Tofu Bulat masakannya.
Yang Shui penasaran dengan apa yang ingin dilakukan oleh Han Xiao, setelah mengatakan pada anggota tim nya untuk istirahat, segera Yang Shui mengikuti Han Xiao yang kini sudah berada didalam dapur.
"Apa yang ingin dia buat?" Ne Zha bergumam dalam hatinya, makanan kesukaan mereka di dunia sebelumnya sungguh banyak sehingga Ne Zha tidak bisa menebak jika Han Xiao tidak memperlihatkan bahan masakannya. Dengan rasa penasaran, dia juga masuk kedalam dapur.
Empat gadis lainnya bingung harus melakukan apa, mereka memilih untuk mengantarkan sembilan anggota Yang Shui untuk masuk kedalam kamar yang tersedia, setelah mengantar. Mereka memilih untuk berlatih.
Ternyata benar, Bing Xing dan lainnya mencoba untuk melatih jurus mereka, dan disini pemahaman mereka meningkat tajam, mereka bagikan ikan dilautan dan burung di langit ketika mempelajari baik jurus beladiri ataupun Ilmu Sihir.
Dengan penuh semangat, keempat gadis itu memperlajari jurus dan Ilmu Sihir penuh dengan keseriusan dan fokus yang tinggi, hingga tak sampai satu jam kemudian, mereka mencium wangi yang sangat menyengat pada hidung mereka. Wangi tersebut juga memecah fokus mereka, dari wanginya saja sudah sangat nikmat.
Para anggota tim Yang Shui juga keluar dari kamar mereka ketika semerbak wangi makanan ini menyebar, wangi ini didominasi oleh pedas yang menyengat, mereka bahkan sampai terbatuk dan bersin.
"Masakan apa ini? Wanginya sangat enak walaupun pedasnya kejam," komentar She Moxie.
Xia Shiva segera berlari menuju dapur, dia adalah pemuja makanan yang dibuat oleh Han Xiao sejak pemuda itu membuat Tofu Bulat, sebelumnya han Xiao mengatakan bahwa ada makanan lain yang lebih menarik dan nikmat dari Tofu Bulat. Dan sepertinya inilah salah satunya.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 8/14