
"Kita tidak tahu siapa yang akan datang, bukankah ini sangat beresiko?" Xing Yi berkata dengan nada khawatir.
Ne Zha telah menjelaskan tentang rencana barunya, setelah mendengar itu Xing Yi, Ching Shi, Yin Hulin dan She Ling terdiam. Resiko yang diambil Ne Zha sangatlah besar, mereka tidak mengetahui siapa yang akan datang kemari dari Klan Dewa untuk membantu Shen Yaozu. Jika itu sangat kuat dan berada di tingkat Kultivasi yang lebih tinggi dari mereka, itu sungguh akan sangat berbahaya dan mengerikan.
"Semakin kuat orang yang datang, semakin bagus, dengan begitu Mutiara Pemanggil Dewa tidak akan bisa digunakan dalam waktu dekat. Ikuti saja rencana yang sudah aku susun, lakukan tugas sebaik mungkin agar tidak ada kejadian yang tidak diharapkan," ujar Ne Zha setelah itu dia duduk dan menutup matanya.
"Hehehe, itu akan menyenangkan memiliki lawan yang sengit, aku ingin mengukur sejauh apa kekuatanku meningkat. Tidak seru untuk terus mendominasi, itu buruk untuk Kekuatan Keputusasaan milikku." Han Xiao tersenyum lebar saat tangannya bergerak nakal memasuki bawah baju kedua gadis di tangannya.
"Han!" Xian Chin dan Bing Xing tersentak dan memukul tangan Han Xiao secara bersamaan.
"Hey haruskah memukul? Aku hanya ingin kehangatan," ceplos Han Xiao santai.
***
"Aneh, kenapa mereka belum datang juga?" Saat ini di Istana utama Alam Semesta Dewa, Shen Yaozu bergumam heran, dia sudah merasakan kedatangan Xian Chin dan lainnya, tetapi kenapa mereka belum bergerak kemari dan hanya diam di perbatasan?
"Aku harus melakukan pencegahan, mengulur waktu sedikit juga akan menguntungkan." Shen Yaozu segera memanggil seluruh Jenderal dibawah perintahnya untuk menyerang Xian Chin dan lainnya di perbatasan.
Segera lebih dari setengah pasukan Alam Semesta Dewa bergerak untuk menyerang perbatasan, tidak hanya berhenti disitu. Pasukan Aliansi Kaisar yang sebelumnya juga masih tersisa dibawa untuk bergabung dalam penyerangan kali ini. Hanya menyisakan beberapa orang kuat untuk menjaga Istana utama Alam Semesta Dewa.
__ADS_1
"Orang-orang itu belum mati, tapi kenapa mereka sangat lambat dalam melakukan pembantaian?" Shen Yaozu semakin heran dengan keanehan para Kaisar Abadi yang berada di pihaknya, dia memegang masing-masing satu Giok Kehidupan milik lima Kaisar. Kelimanya masih utuh belum pecah, tetapi kenapa tidak terasa pergerakan mereka dalam pembantaian.
Merasakan kejanggalan, Shen Yaozu mencoba untuk menghubungi kelima Kaisar, tetapi pada saat berikutnya, dia memasang wajah kesal karena tidak ada jawaban dari kelima Kaisar, seolah mereka mengacuhkannya.
"Tu Shirong!" pekik Shen Yaozu.
Segera cahaya biru melesat dan muncul di hadapan Shen Yaozu.
"Pergi lihat kelima Kaisar, laporkan padaku kinerja mereka. Sampaikan pesanku, jangan memperlambat pembantaian lakukan dengan cepat. Jika tidak aku sendiri akan turun untuk mencabut kepala mereka dari tubuhnya!" Shen Yaozu memerintahkan cahaya biru tersebut.
Cahaya biru itu berkedip ringan sebelum melesat menghilang dari hadapan Shen Yaozu untuk melakukan tugasnya.
Shen Yaozu kembali memfokuskan perhatian pada Mutiara Pemanggil Dewa, dia akan menyuplai Qi pada Mutiara Pemanggil Dewa sesekali untuk mengendalikannya, dengan begitu Mutiara Pemanggil Dewa akan terus stabil ketika menerima pengorbanan darah yang sangat luar biasa besar.
Shen Yaozu tidak mengetahui bahwa kini sudah tidak ada lagi kelima Kaisar, memang Giok Kehidupan milik lima Kaisar masih utuh karena mereka tidaklah mati. Namun, mereka dimurnikan. Hanya ketika nanti Asal Sejati para Kaisar diserap barulah Giok Kehidupan mereka akan hancur.
"Sedikit lagi, aku akan segera pulang!" Shen Yaozu terus-menerus mengulangi kalimat tersebut penuh semangat.
Sosok yang dia panggil kali ini sangatlah mengerikan, itu adalah Pangeran Klan Dewa! Kekuatan Pangeran Klan Dewa hanya dibawah Ketua Klan dan Tetua Besar saja, Pangeran adalah orang terkuat ketiga dalam Klan Dewa! Bukan hanya Kultivasinya yang sangat tinggi, tetapi kemampuan bertarungnya juga sangat menakutkan. Shen Yaozu sungguh tidak sabar melihat darah musuh-musuhnya mengalir menghiasi kemanapun sang Pangeran pergi.
__ADS_1
Pangeran selain terkenal kuat, dia juga terkenal sangat ganas serta kejam. Tidak ada orang yang mati di tangannya memiliki luka mulus atau kematian cepat, semua korbannya akan mengalami berbagai siksaan mengerikan sebelum kematian mereka.
"Hanya Kaisar Abadi Pertama tahap awal, di hadapan Kaisar Abadi Kedua tahap akhir kalian tidak lebih dari semut." Shen Yaozu menatap jijik ke arah di mana Xian Chin dan lainnya berada.
Alam Kaisar Abadi masih sama seperti tingkatan sebelumnya, itu dibagi menjadi tiga tingkat, Pertama, Kedua dan Ketiga. Namun, berbeda dari yang sebelumnya dibagi menjadi tiga tahap, pada Alam Kaisar Abadi setiap tingkatan dibagi menjadi empat tahap, yaitu Awal, Menengah, Akhir dan Puncak.
Perbedaan setiap tingkat dan tahap sangatlah jauh seperti langit dan bumi, sangat sulit untuk naik setiap tingkatan dalam Alam Kaisar Abadi, karena jika ingin menaikan tingkat Kultivasi, mereka harus meningkatkan terlebih dahulu Domain Kaisar yang merupakan Dunia pribadi. Bukan hal mudah untuk meningkatkan Domain karena diperlukan banyak sumber daya dan pengorbanan.
"Saat Pangeran datang, dia akan membawa Buah Dewa, dengan begitu Kultivasiku juga akan segera dikembalikan pada Alam Kaisar Abadi Kedua tahap menengah, dengan ini sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan kalian dan membawa Kesatuan Monster Darah untuk hadiah Yang Mulia Dewa. Hahaha!" Shen Yaozu tertawa sangat lantang penuh kepuasan karena kini usahanya selama milyaran tahun akan segera membuahkan hasil yang sangat manis. Ketika memikirkan kemuliaan yang akan dia dapat ketika pulang ke Klan, Shen Yaozu tidak bisa menahan rasa harunya.
"Aku harus mempercepat lagi, akan lama jika hanya mengandalkan mereka." Shen Yaozu duduk dan membentuk mudra tangan, dalam hitungan detik berikutnya dua tubuh keluar dari tubuh Shen Yaozu, itu memiliki tampilan serta aura yang sangat mirip dengannya, jelas mereka adalah Klon Shen Yaozu.
Shen Yaozu memerintahkan Klon nya untuk melakukan pembantaian di Alam Semesta terdekat, dengan begitu proses pengorbanan akan semakin cepat. Shen Yaozu bahkan tidak segan untuk membunuh orang-orang yang ada di Alam Semesta Dewa, dia membantai penjaga, pelayan serta pasukan yang berada di Istana utama miliknya. Shen Yaozu dalam kegilaan untuk mencapai secepat mungkin tujuannya. Alam Semesta Dewa tidak diciptakan olehnya, dia tidak memiliki kesan pada Alam Semesta Dewa ini, karena Domainnya masih utuh tanpa tersentuh sedikitpun.
***
"Hey, apakah Aliansi Alam Semesta Waktu benar-benar menyerang? Kudengar mereka memiliki tiga belas Kaisar Abadi, bukankah ini sama saja misi bunuh diri?" Jenderal salah satu Aliansi Kaisar berkata pada Jenderal lainnya.
"Yang Mulia memerintahkan kita untuk menyerang pasukan Aliansi, bukan para Kaisar Abadi itu, yang perlu kita lakukan adalah mengulur waktu sebaik mungkin." Jenderal tersebut menjawab dengan nada mencibir.
__ADS_1