
Celah sempit itu sukup panjang, membutuhkan setidaknya satu jam untuk dilewati, kelompok tersebut akhirnya sampai di ujung celah tersebut. Itu adalah ruangan yang sangat besar. Dengan tinggi empat ratus meter dan luas seperti empat kali lipat dari lapangan sebak bola di dunia Ne Zha dulu.
Biarpun semuanya telah mengetahui bahwa tidak ada makhluk lain di ruangan ini, tapi tetap semuanya waspada, bagiamanapun ini adalah tempat yang tidak diketahui.
"Tim eksplorasiku mengatakan Portal itu tidak jauh dari ruangan ini, satu ruangan di kanan." Matriark Xie segera memberikan informasi lainnya mengenai lokasi pasti dari Porttal tersebut.
Ne Zha memisahkan diri untuk merasakan sesuatu, dia memiliki indra lebih tajam dari Han Xiao, sehingga bisa mendengar dan merasakan hal paling sensitif sekalipun.
"Ada apa Zha?" Han Xiao bertanya.
"Kita sangat beruntung, ikuti aku." Ne Zha berlari menuju arah barat, mereka berlari dengan cepat sehingga hanya butuh waktu singkat untuk sampai pada sebuah altar.
Pada Altar tersebut terdapat tiga benda bulat, mereka adalah Telur! Ne Zha berjalan dan mendekati telur tersebut untuk lebih mendetailnya. Senyum Ne Zha melebar ketika mengetahui telur apa itu.
"Ini adalah telur Vermilion, ada kemungkinan besar Zhangyu atau Tou Jiu mencurinya," ujar Ne Zha.
Mendengar ujaran Ne Zha, Matriark Xiu, Shuiyu dan Wang Shi terkejut. Vermilion dalah burung yang memiliki pangkat hanya dibawah Phoenix, mereka tidak menyangka akan menemukan satu disini.
"Inilah yang membuat mereka kuat dan melonjak dalam waktu dekat, mereka memakan masing-masing satu untuk menaikan tingkatan mereka dalam waktu singkat," Kata Han Xiao ketika mengingat salah satu cara Bintang Iblis menaikan kekuatan adalah dengan cara memakan telur dari Binatang Iblis atau Binatang Roh lainnya.
Ne Zha meminta Han Xiao menyimpan ketiga telur tersebut di Cincin Darah, setelah itu Ne Zha mengajak semuanya melanjutkan pencarian portal, sejak tadi, Ne Zha merasakan senang yang tidak terbayang dan aura yang sangat akrab dari arah yang mereka tuju. Dia sangat berharap portal itu akan membawa mereka ke tempat yang bagus.
***
Semenjak masuk ke Sekte Petapa Es, kultivasi Su Lihwa benar-benar melaju dengan sangat mengagumkan, dibawah pengawasan Shouzi, Su Lihwa mendapatkan sumber daya yang baik untuk mengembangkan kekuatan api miliknya, kini Su Lihwa sudah menembus Alam Abadi puncak.
Su Lihwa membutuhkan dorongan untuk membangun Alar dan pembersihan jiwanya, "Kata Ne Zha, aku hanya perlu sangat tenang. Hanya dengan begitu dorongan itu akan muncul dengan sendirinya," batin Su Lihwa saat mengingat-ingat obrolannya dengan Ne Zha mengenai kultivasi.
__ADS_1
"Jangan terlalu terburu-buru, itu tidak akan baik untukmu. Suamimu juga akan mengomel jika kau sangat terburu-buru seperti itu," suara Yang Shui masuk kedalam indra pendengaran Su Lihwa.
Su Liwa mengalihkan pandangannya, dia tersenyum penuh hangat pada Yang Shui, "Shui, kau sedang kosong?"
"Kosong? setiap hari aku tidk ada kerjaan, menjadi Tetua Tamu sungguh membosankan," ceplos Yang Shui.
Su Lihwa tertawa kecil, orang lain kebanyakan menginginkan posisi sebagai Tetua Tamu, tapi Yang Shui seolah bosan dan menganggap itu tidak berguna.
"Shui, kapan kita akan berjalan-jalan?" tanya Su Lihwa.
Yang Shui menyentuh dagunya dan ekspresi wajahnya penuh keseriusan, "Setelah kupikirkan dengan matang, kita akan berjalan-jalan setelah kau menembus ranah Dewa Roh. Ingat, lakukan dengan perlahan, aku tidak ingin suamimu mengomel padaku," jawab yang Shui.
Su Lihwa mengerucutkan bibirnya, "Baiklah, apa yang kau lakukan adalah demi kebaikan."
***
Ruangan ini persis seperti ruangan sebelumnya, Ne Zha bahkan berkata jika bukan hawa yang dia rasakan berbeda, dia akan mengira bahwa mereka balik kembali ke ruang sebelumnya.
"Ayo kita cari, lebih baik berpencar akan efisien." Han Xiao segera meminta semua orang berpencar untuk mencari Portal yang dimaksud.
Ne Zha sebelumnya bisa merasakan aura yang samar-samar dari yang dia kenal, tapi begitu masuk kedalam ruangan ini, aura tesebut menghilang seolah tidak ada. Hal itulah yang membuat dia mengusulkan pada Han Xiao untuk berpencar mencari Portal tersebut.
Perlu diingat sekali lagi, ruangan ini memiliki luas sebesar empat kali lipat lapangan sepak bola, ditambah Indra perasa seperdi memperluas kesadaran tidak beguna disini, sungguh seperti mencari zarum pada tumpukan jerami mencari Portal yang bahkan tidak diketahui wujudnya.
***
"Tetua Agung, aku melihat orang-orang yang menempati ruang Pribadi mengikuti pria tangan kanan dari gadis murid Kaisar pergi ke arah Matriark dan lainnya pergi, apakah akan baik-baik saja?" Seorang Tetua melapor pda Tetua Agung yang sedang membawa gulungan.
__ADS_1
"Tenang saja, mereka akan baik-baik saja, aku bahkan berani bertaruh 100.000.000 Koin Kristal tinggi gerombolan orang bodoh itu tidak akan pulang, juga misalkan mereka datang pulang. Luka mereka akan sangat parah dan lama sembuhnya," sahut Tetua Agung tidak mengalihkan pandangannya dari Gulungan.
Tetua itu memandang canggung sebelum pamit pada Tetua Agung untuk pamit pergi, dan dia kembali lagi dalam beberapa jam untuk melaporkan bahwa gerombolan orang yang dimaksud tadi sudah mati, dan hanya menyisakan tangan kanan gadis murid Kaisar saja.
Tetua Agung tertawa lantang, "Sudah kubilang bukan?"
***
"Huaaaarrgh! Tempat apa ini! Bahkan membentangkan Kesadaran tidak bisa!" Wang Shi mulai kesal karne mencari selama satu jam tapi tidak menghasilkan apapun.
"Di ruang ini terdapat Formasi alami yang terbentuk oleh kekuatan Alam, ditambah terdapat Portal, sudah jelas tempat ini memiliki pembatasan terhadap Membentangkan Kesadaran." Han Xiao menjawb dari jauh.
Waktu terus berjalan, tapi mereka masih belum menemukan Portal yang dimaksud, bahkan Matriark Xiu sendiri menjadi sedikit skeptis, tapi karena melihat Ne Zha dan Han Xiao masih mencari dengan serius. Wanita itu juga hanya bisa meneruskan pencariannya.
"Zha, apakah kau yakin portal itu ada disini?" Wang Shi bertanya.
"Hmmm..." sahut Ne Zha singkat.
"Sabarlah dan cari terus." Biarpun mereka berjauhan, tapi karena ini adalah ruangan. Mereka cukup salingberteriak dan suara mereka akan saling terdengar.
Matriark Xiu sungguh tidak menyangka mencari portal itu akan sesulit ini, dalam pikiran awalnya, begitu dia masuk ke dalam ruangan, akan portal akan disajikan di tengah ruangan.
"Coba cari Rune Formasi, siapa tahu Portal itu tersembunyi," pekik Han Xiao.
semua orang segera mengikuti arahan dari Han Xiao untuk mencari Rune Formasi, masih juga menghabiskan banyak waktu sebelum tiba-tiba Shuiyu secara tidak sengaja menginjak sesuatu.
***
__ADS_1
Update publish Dragalia Online : 10/12