Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab350. Akhir Lelang


__ADS_3

Dengan terjualnya Bunga Setan, lelang telah resmi berakhir, pada puncak acara tersebut, diakhiri dengan persembahan tarian khas Alam Semesta Air. Yang bernama gelombang pusaran.


Sekelompok gadis dan pemuda naik ke atas panggung, mereka berpasang-pasangan. Dimana nanti si pemuda akan menari bagaikan Gelombang, dan sang gadis menjadi Pusaran.


Penampilan itu sungguh luar biasa indah, sangat tenang dalam pergerakan yang sangat rumit sekalipun, seolah benar-benar melambangkan air yang tetap terlihat tenang dalam situasi apapun.


Bahkan Han Xiao dan Ne Zha terkagum oleh penampilan tersebut, tarian itu sungguh menenangkan saat dilihatnya. Dalam suasana panas sebelumnya yang tercipta karena gesekan harga untuk barang. Tarian itu sungguh memiliki fungsi yang cocok untuk mendinginkan dan menenangkan situasi.


Tarian itu berlangsung selama setengah jam, ketika selesai. Semua orang bertepuk tangan atas tarian inda tersebut. Para gadis dan pemuda itu juga harus mendapatkan penghargaan karena telah menyuguhkan hal yang Paing luar biasa.


Ketika selesai tarian dan semuanya turun, para peserta lelang mulai membubarkan diri, sementara untuk yang menempati ruang pribadi, mereka akan secara bergantian dipanggil menuju ruang pengambilan barang.


Tentu saja, sebagai pembeli spesial, mereka mendapatkan perlakuan yang lebih spesial, sebagai contoh ruang pengambilan ini.


Jika itu adalah kelas satu hingga kelas tiga, mereka haya cukup mengambilnya di pegawai yang tersedia sebagai kasir.


Ruangan yang dipanggil di mulai dari urutan terbesar, yaitu dua puluh.


Tidak banyak orang-orang di ruang pribadi ini membeli barang, jadi transaksi menjadi lebih cepat.


Semua berjalan lancar hingga pada gadis yang menempati ruang pribadi nomor sembilan masuk kedalam ruang pengambilan, wajah gadis itu tidak sedap dipandang. Jelas dia tengah merasa sangat kesal. Sebelumnya kehilangan golok, lalu Bunga Setan, keadaan hatinya sungguh tidak baik saat ini.


Ditambah dengan tekanan mengerikan dari Ne Zha, lengkap sudah Amara gadis tersebut.


Tetua Agung yang mengenal gadis itu menjadi cemas, dia tidak bisa membiarkan gadis ini pergi dengan keadaan seprti itu atau nanti sektenya akan berada dalam masalah.

__ADS_1


"Tuan putri, apakah ada masalah?" Tetua Agung tersenyum hangat.


"Berikan barangku, ini uang kalian. Aku ingin identitas orang di ruang pribadi nomor satu!" ketus gadis tersebut.


Tetua Agung segera menjadi sangat bimbang, di satu sisi dua pemuda di ruang pribadi nomor satu itu memberikan kesan dalam yang sangat mengerikan baginya, sementara gadis dihadapannya ini memiliki latar belakang yang tidak bisa dihiraukan atau Sungai Kematian akan tinggal nama.


Melihat bahwa Tetua Agung bimbang, pria di belakang gadis itu maju ke depan, "Tuan putri, anda seharusnya sudah merasakan kekuatan dari orang itu. Bukan tidak mungkin orang itu memiliki latar belakang sama atau lebih mengerikan dari kami, apa yang dilakukan oleh Tetua Agung adalah menjaga privasi, itulah gunanya ruang pribadi. Aku juga mengetahui bahwa tidak sembarang orang yang bisa masuk ke ruang pribadi nomor satu."


Peria itu cukup lugas, dengan penjelasan panjangnya, dia segera mengatakan bahwa tidak perlu mempersulit Tetua Agung dan mengatakan bahwa dirinya bisa melacak orang tersebut melewati aura yang suda dia dapatkan sebelumnya.


Tetua Agung menghela napas lega ketika pria tersebut angkat suara, gadis itu terlihat sedikit enggan, tapi akhirnya mengikuti saran dari pria tersebut.


Setelah mengambil barangnya, Gadis itu segera pergi dengan tampang kesalnya.


Hal mudah bagi Tetua Agung untuk menolak yang lainnya, tapi sosok gadis dan pemuda di hadapannya ini akan menjadi sulit, itu karena latar belakang mereka. Tapi beruntung pemuda itu tidak menanyakannya dan hanya meminta barangnya dan juga meminta konpensasi waktu untuk membayar karena tidak membawa uang yang cukup.


"Hanya satu hari, orang-orangku sedang dalam perjalanan membawa Koin Kristal," ucap pemuda tersebut.


Karena mengenal pemuda tersebut, Tetua Agung mengiyakan untuk memberi konspensasi waktu pada pemuda tersebut.


Akhinya giliran Han Xiao dan Ne Zha, mereka masuk ke ruang pengambilan. Berbeda dengan yang sebelumnya, ketika mereka masuk kedalam.


Disana mereka telah disambut oleh Tetua Agung dan juga dua wanita cantik, Han Xiao mengenal salah satunya adalah Wang Shi, sementara yang satunya dia tidak mengenalinya.


Wanita yang berada di tengah-tengah Wang Shi dan Tetua Agung tersenyum penuh semangat yang indah, "Selamat dan terimakasih," ucap wanita tersebut pada Han Xiao dan Ne Zha, tentu dia mengatakan selamat atas barang dan uang yang dua pemuda itu dapatkan, sementara berterimakasih karena mau menjual Bunga Setan serta satu Alat Setengah Dewa pada Sungai Kematian.

__ADS_1


Han Xiao paham bahwa Ne Zha tidak akan berincang dengan orang asing, sehingga dia maju ke depan untuk berbincang dengan wanita tersebut.


"Han Xiao." Han Xiao merentangkan tangannya.


"Matriark Sungai Kematian, Xiu Kai, kau bisa memanggilku Xiu saja," balas wanita tersebut yang tidak lain adalah Matriark Sungai Kematian.


"Tidak kusangka Sungai Kematian memiliki pemimpin seorang wanita cantik seperti ini," ujar Han Xiao dengan nada menggoda, dia bahkan memainkan jari telunjuknya untuk menggesek tangan Matriark Xiu.


Matriark Xiu tersenyum kecil melihat tindakan Han Xiao, dia hanya mengedipkan matanya ringan sebelum secara perlahan melepaskan tangannya dari Han Xiao.


"Ini adalah barang kalian, dengan Koin Kristal yang kalian bayar, tentu saja kalian tidak perlu mengeluarkan Koin Kristal. Kami akan memotongnya dari hasil jual," ucap Matriark Xiu seraya mengajak mereka duduk.


Senyum Han Xiao mengembang ketika melihat Wang Shiyang sedari tadi tidak mengedip menatapnya, saat hendak duduk bersama Matriark Xiu, Han Xiao yang melewati Wang Shi berbisik dengan nada menggoda.


"Aku menyukai dada mulusmu," bisiknya dengan napas panas yang berhembus.


Jika itu pria lain, Wang Shi akan segera menampar lalu menendangnya hingga wajah pria tersebut tidak dikenali, tetapi entah kenapa saat dia mendapatkan bisikan dari Han Xiao dan senyar panas yang dikirim oleh pemuda tersebut langsung menjadi candu baginya, dia menginginkannya lagi! Tatapan Wang Shi masih terpaku pada Han Xiao. Tapi dengan cepat dia tersadarkan oleh bantuan dari Matriark Xiu.


Matriark Xiu sendiri tertawa kecil melihat muridnya yang bertindak seperti itu, muridnya biasa bertindak sangat dingin dan kejam pada pria yang menggodanya, tapi kini justru telihat seperti muridnya ini tidak bisa melawan dan pasrah.


"Baiklah Matriark Xiu, apa yang anda siapkan untuk Alat Setengah Abadi dan Bunga Setan kami? Bunga setan itu di luar tadi menginjak harga 100 Koin Kristal Kaisar, sedangkan Alat Setengah Abadi yang kualitasnya dibawah barang yang kau ambil seharga 15 Koin Kristal Kaisar." Han Xiao berkata dengan sangat lancar dan santai.


***


Update publish Dragalia Online : 03/12

__ADS_1


__ADS_2