Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab288. Yang Shui Kritis


__ADS_3

Hal yang menyambut Ne Zha dan Han Xiao di Istana Kekaisaran Yang adalah ekspresi penuh cemas dari Feng Jin dan Kaisar Yang Qian.


Dua pemuda itu langsung memiliki perasaan yang tidak nyaman, seharusnya yang menyambut mereka bukan hanya mereka berdua, akan ada satu gadis cantik dari Kekaisaran Yang. Yang Shui.


"Jin'er, kau tidak bisa menyembuhkannya?" Han Xiao segera bertanya.


Feng Jin menggelengkan kepalanya, "Shui'jiejie terkena racun Iblis, Air mata Phoenix milikku tidak banyak berguna, keadaannya sedikit membaik karena Pil dan ramuan yang Bang Zha berikan, tapi sekarang kembali memburuk," jawab Feng Jin.


Wajah Han Xiao segera menjadi tidak sedap dipandang, dia segera melesat untuk pergi ke kamar Yang Shui, diperjalanan dia sempat mengutuk para Raja Iblis, tapi dia tidak bisa menyalahkan lebih jauh karena seluruh Raja Iblis kini telah mati.


Dalam hitungan tarikan napas saja Han Xiao sudah sampai di kamar Yang Shui, pemuda itu tidak segan menghancurkan pintu yang menghalanginya untuk masuk ekdalam kamar Yang Shui.


Ketika masuk kedalam, Han Xiao mendapati sesosok gadis cantik yang tengah terbaring lemah tidak berdaya, dia adalah Yang Shui, kulit gadis itu yang awalnya seputih giok kini berubah menjadi gelap yang sangap pucat, kondisi ini sangat mengkhawatirkan jika dilihat.


Mata Han Xiao membelalak sempurna ketika melihat kondisi Yang Shui yang sangat kritis.


"Zha!" Han Xiao berteriak kencang hingga bahkan seluruh Kota Xianxie terdiam seketika karena suara yang sangat membahana tersebut.


Orang-orang yang ada di Kota Xianxie menghentikan aktifitas mereka dalam sekejap, yang sedang bernegosiasi langsung terdiam membeku, pejalan kaki secara spontan menghentikan langkahnya. Bahkan pencuri yang akan mengambil dompet seorang pria menggantungkan tangannya terdiam karena teriakan yang sangat mengerikan dari arah Istana Kekaisaran.


"Jangan berteriak, aku ada di belakangmu," suara Ne Zha terdengar di telinga Han Xiao.


Han Xiao segera menarik Ne Zha, "Zha kondisinya sudah berada di titik kritis yang hanya tergantung pada seutas harapan kecil, racun Iblis sudah menyebar ke seluruh tubuhnya, bahkan sampai di ujung rambutnya. Aku tidak seratus persen yakin bisa menyembuhkannya," ujar Han Xiao.


Ne Zha menggelengkan kepalanya ringan, "Jika kau sendiri yang menyembuhkannya, aku juga tidak akan yakin bahkan jika hanya satu persen," celetuk Ne Zha.


"Zha! Bukan waktunya untuk bercanda, dia hanya memiliki waktu beberapa menit saja!" Han Xiao mulai frustasi karena nyawa Yang Shui hanya tinggal beberapa menit jika tidak ditolong.

__ADS_1


"Aku mengatakan kebenaran, kau hanya memiliki sedikit keterampilan dalam pengobatan, itupun hanya berguna untuk pemilik kekuatan kejahatan," kata Ne Zha seraya berjalan menghampiri Yang Shui yang terbaring diatas ranjang.


Ne Zha meraih tangan Yang Shui lalu mengalirkan Qi miliknya untuk memperlajari lebih jelas kondisi Yang Shui, alisnya berkerut semakin dalam ketika Qi miliknya terus masuk lebih dalam secara perlahan memeriksa sekaligus membersihkan jalur meridian dari Racun Iblis.


Han Xiao disisi lain menggerutu, memang benar bahwa dia tidak memiliki satupun keterampilan dalam pengobatan selain untuk pemilik Kekuatan Kejahatan.


Berangsur waktu berjalan, kondisi Yang Shui juga menjadi lebih baik. Warna kulitnya yang gelap kini sudah kembali menjadi seputih giok seperti sebelumnya. Namun, warna putih kulit pada wajah Yang Shui terlihat sangat pucat.


Ne Zha melakukan mudra tangan, aliran air segera bergulung menjadi sebuah gelembung diatas tubuh Yang Shui. Tangan Ne Zha menyentuh dahi Yang Shui, tepat pada Meridian Neigong gadis tersebut.


Cahaya emas terang menyala dari tangan Ne Zha, cahaya itu masuk kedalam Meridian Neigong Yang Shui, tidak lama kemudian cahaya emas itu membawa segumpalan cairan hitam dan masuk kedalam gelembung air.


Han Xiao menghembuskan napas lega, Ne Zha berhasil mengangkat Racun Iblis dari tubuh Yang Shui.


"Biarkan dia beristirahat, butuh dua hari paling lambat untuk dia terbangun." Ne Zha juga menjelaskan bahwa Racun Iblis yang ada dalam tubuh Yang Shui adalah Racun dari Raja Iblis Bayangan Malam, racun tersebut sangatlah mematikan, jika saja Yang Shui telat diobati. Sudah pasti akan mati, tapi bukan itulah yang sangat menakutkan dari Racun ini.


Han Xiao mengangguk ringan, dia menggenggam tangan Yang Shui sebentar, pemuda itu mengalirkan Qi yang berisi Kekuatan Mutlak untuk mempercepat pemulihan diri Yang Shui.


"Biarpun kau galak dan cerewet, tapi kau adalah sosok kakak yang sangat perhatian dan baik padaku, lekaslah sembuh," ucap Han Xiao lalu mengecup ringan tangan Yang Shui. Setelah itu Han Xiao mengikuti Ne Zha yang sudah keluar dari kamar Yang Shui, ketika melihat pintu yang rusak, dia menggaruk kepalanya ringan.


"Aku berlebihan ya?" gumamnya, Han Xiao melambaikan tangannya lalu pintu yang rusak tadi secara instan terpasang dengan rapih dan kokoh pada tempat sebelumnya terpasang.


***


Setelah mengurus Yang Shui, Ne Zha langsung melangkahkan kaki menuju taman belakang Istana Kekaisaran, ketika sampai disana. Dia bertemu dengan gadis yang berhasil mencuri dan mengurung hatinya dengan sebuah kesetiaan dan keteguhan yang sangat tinggi. Ya, dia adalah Su Lihwa.


Su Lihwa tidaklah sendirian, dia bersama Feng Jin, Xiao Jiang dan Xiao Wushuang. keempat gadis itu tengah berduduk mengobrol seraya memakan kue ditemani oleh teh.

__ADS_1


"Kalian tidak mengajakku untuk minum teh?" Ne Zha duduk pada lengan kursi Su Lihwa, dia mengambil kue yang sedikit lagi masuk ke mulut Su Lihwa.


"Zhaa!" Su Lihwa bersungut-sungut ketika Ne Zha mengambil kuenya.


Ne Zha tidak menghiraukan Su Lihwa yang marah, pemuda itu justru tersenyum indah, "Kue buatan Jin'er memang yang terbaik." Ne Zha memberikan pujian pada Feng Jin.


Feng Jin terkekeh, "Kali ini tidak sepenuhnya dibuat olehku, Hwa'jiejie membantuku membuatnya," ucap Feng Jin.


Su Lihwa memasang ekspresi bangga pada Ne Zha, seolah dia telah berhasil membuat patung mahakarya terbaik di dunia.


"Ah sangat beruntung memiliki istri yang berbakat memasak." Ne Zha berkata seraya mengelus pucuk kepala Su Lihwa.


"Apakah kau serius?" Su Lihwa bertanya.


"Tentu saja," jawab Ne Zha, tiba-tiba saja Ne Zha teringat akan masakan Yang Shui, tidak bisa dia lupakan masakan yang memiliki rasa luar biasa aneh tersebut.


Su Lihwa tersenyum sangat manis, tangan gadis itu mengambil kue dan menyuapkannya pada Ne Zha.


"Oh ayolah, disini ada gadis lajang, janganlah kalian seperti itu!" gerutu Xiao Wushuang.


Ne Zha dan Su Lihwa saling tatap sebelum tertawa, keduanya mengambil kue dan menyuapkannya pada Xiao Wushuang.


Xiao Jiang dan Feng Jin tertawa melihat Xiao Wushuang yang dicekoki kue oleh Ne Zhs dan Su Lihwa.


****


Update Mingguan : 14/14

__ADS_1


Update Merdeka : 32/75


__ADS_2