
Merasa sudah cukup dia menyiksa Cao Feng, Ne Zha segera membiarkan pria gempal itu terpingsan dengan tenang dan tidak mengganggunya lagi, dia menuliskan sebuah surat lalu menaruhnya pada saku salah satu murid inti.
"Bilang pada gurumu, jika ingin membalas dendam datanglah pada alamat yang kutulis disana, jangan berani-berani membukanya,'' ucap Ne Zha dingin lalu pergi melangkahkan kakinya.
"Juga katakan pada anak dari guru kalian ini, berhentilah melakukan hal bodoh," ujar Ne Zha tanpa menghentikan langkahnya.
Qin yang terhibur dengan tontonan tadi segera mengekori Ne Zha yang melenggang pergi.
"Kemana kita?'' tanya Qin saat mengetahui bahwa mereka tidaklah menuju arah toko Surga Celaka.
"Makan," jawab Ne Zha singkat.
"Seharusnya kau sudah tahu kita akan kemana dengan Mata Takdirmu," lanjut Ne Zha.
Qin tertawa kecil lalu menggelengkan kepalanya, kini dia merasa bahwa jika bersama Ne Zha tidak merasa perlu untuk menggunakan Mata Takdir. Hal yang dilakukan Ne Zha selalu diluar pikiran orang lain sehingga Qin ingin melihatnya langsung dengan mata kepalanya sendiri, tidak dengan kemampuan Mata Takdir.
Ne Zha hanya menggeleng pelan menanggapi Qin, langkahnya masih terus berjalan hingga berhenti di sebuah restoran. Ini adalah restoran yang sama dengan restoran tempat Ne Zha dan Tang Ru makan, harus Ne Zha akui memang makanan di restoran ini sangat sesuai dengan lidahnya. Juga ada khasiat dari berbagai makanan itu membuat Ne Zha sedikit tertarik lagi.
Sungguh pas sekali meja yang berada di pojokan masih kosong tidak ada yang mengisinya, Ne Zha segera membawa Qin untuk duduk disana. Seperti biasa, pelayan datang pada Ne Zha namun kali ini dia tidak membawa daftar menu.
"Hidangkan yang terbaik," ucap Ne Zha singkat.
"Tuan muda, kami mendapatkan daging dari Binatang Iblis tingkat 6 yaitu Elang Sayap Pedang, apakah tuan muda menginginkannya?" tawar sang pelayan.
"Dua porsi besar," jawab Ne Zha.
Pelayan itu mengangguk penuh
hormat lalu kembali pergi untuk menyiapkan pesanan Ne Zha.
__ADS_1
Tak lama pesanan tiba, segera saja Ne Zha dan Qin menyibukan diri mereka dalam makanan yang tersedia banyak di meja. Daging Elang Sayap Pedang sungguh lezat, selain memiliki rasa yang enak juga daging dari Binatang Iblis memiliki Qi didalamnya. Kandungan Qi yang terdapat pada daging Elang Sayap Pedang sungguh berlimpah walau telah diolah sedemikian rupa.
***
"Kurang ajar!!!" Seorang pria meremas secarik kertas ditangannya lalu memukul meja di hadapannya hingga menjadi debu.
"Rawat Feng'er dan lima muridku dengan baik, aku akan membuat perhitungan dengan anak ini dulu!" ujar pria itu pada seorang pria di hadapannya, segera saja pria itu menghilang dari kursi tempat dia duduk tadi.
***
"Hey kau mau kemana?!" teriak seorang pemuda riang pada pria yang tengah berlari kecang sepenuh tenaganya seolah sedang dikejar oleh hal yang sangat mengerikan.
"Kau bertanya aku maukemana?! Jelas aku ingin kabur jauh darimu!" pekik pria itu dengan frustasi.
Bruk...
"Ah kau ingin kabur."
Tiba-tiba mata pemuda riang itu menjadi sangat dingin dan menyeramkan, "Aku tidak akan membiarkan kultivator tercela sepertimu kabur."
Tubuh pria itu segera hancur menjadi bubur daging ketika sang pemuda mendaratkan tinjunya disana, rasa puas serta Qi dan Esensi Darah segera membanjiri tubuh pemuda tersebut yang tak lain adalah Han Xiao.
Tidak pernah dia sangka bahwa dia akan mendapatkan terget ketika baru saja keluar dari Hutan Kegelapan.
Saat itu Han Xiao yang ingin mencari cahaya matahari berjalan-jalan di luar Hutan Kegelapan, tanpa sengaja dia menemui sekelompok Kultivator aliran hitam yang tengah membantai pada sebuah desa. Amarahnya naik tinggi, segera Han Xiao membantai satu persatu kultivator aliran hitam tersebut.
Para kultivator itu paling kuat hanya berada di Ekspansi Istana yang merupakan Istana Bumi dengan lima Istana Takdir, tentu saja dengan Han Xiao yang memiliki banyak Istana Takdir kultivator itu bukanlah lawannya. Mengingat bahwa Han Xiao sanggup melawan Raja Siluman, itu bukan hal aneh menurutnya.
"Eh ini ternyata daerah Kekaisaran Ming." Han Xiao menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat mendengar nama daerah yang diucapkan oleh salah satu warga desa.
__ADS_1
"Pantas aku menemui terus menerus kultivator aliran hitam,'' batin Han Xiao, dia terlalu asik berlarian sehingga hanya mengikuti arah angin membawanya, dan kini dia berada di sebuah daerah pinggiran Kekaisaran Ming.
"Tapi ini hal bagus juga, dengan begitu aku bisa membunuh banyak kultivator aliran hitam dan mempercepat kenaikan kekuatanku." Han Xiao tersenyum lebar, jika para kultivator aliran hitam mengetahui bahwa Han Xiao sedang memburu mereka untuk meningkatkan kekuatan mereka akan segera muntah darah karena malu.
Biasanya kultivator yang melakukan hal seperti Han Xiao berburu manusia untuk dijadikan tumbal sebuah ritual agar kekuatan mereka meningkat, namun mereka mencari korban manusia biasa yang tidak bersalah. Berbanding terbalik dengan Han Xiao yang berburu kutivator jahat untuk dibunuh dan dihisap Qi dan Esensi Darah mereka.
Han Xiao terus melanjutkan perjalanannya untuk berburu kultivator aliran hitam sebelum kembali ke gua dan menyerap Awan Darah. Tanpa Han Xiao sadari ke depannya sebuah julukan mengerikan tertempel padanya karena memburu kultivator aliran hitam di Kekaisaran Ming.
***
Setelah menyelesaikan makan, Ne Zha dan Qin kembali ke toko Surga Celaka. Qin tidak sabar untuk menggunakan Bubuk Tubuh Dewa dan mulai berkultivasi, sementara Ne Zha akan menunggu kedatangan seseorang yang akan mengisi waktu luangnya saat menunggu bahan dari Kacang tua jadi.
"Selamat datang tuan muda." Tang Dan menyapa Ne Zha ketika pemuda itu masuk kedalam toko.
"Panggil saja aku Ne Zha," ucap Ne Zha.
Tang Dan tersenyum menanggapi Ne Zha, sungguh orang yang unik menurutnya. Banyak tuan muda seumuran Ne Zha yang selalu ingin disajung namun sepertinya pemuda itu sama sekali tidak menginginkan sanjungan, bahkan terlihat bahwa dia bosan dengan sebuah sanjungan.
Memang Ne Zha sudah bosan, selama masa hidupnya di dunia sebelumnya dia selalu disirami oleh sanjungan hingga membuatnya sangat bosan, hanya beberapa saja yang murni kagum untuk menyanjung. Sebagian besar hanya ingin menjilatnya.
"Aku pamit ke kamar," kata Qin, setekah mendapatkan jawaban dari Ne Zha dan Tang Dan gadis kecil itu segea berlari penuh semangat masuk kedalam kamar.
Sekepergiannya Qin, Ne Zha bertaya tentang hari baru yang dimulai oleh Tang Dan serta anaknya di toko ini.
"Aku senang karena anak-anak bisa belajar tentang Herbal Roh dan Tanaman Sihir. Juga Kacang tua pemilik toko akan menyempatkan waktunya di masa depan untuk mengajarkan Ru'er dan Nu'er tentang Alkemis," jawab Tang Dan dipenuhi senyum bahagia.
***
**Bacotan Pengetik :
__ADS_1
Hey yo!!! inilah Crazy Update yang disponsori Album baru Blackpink!!!
Bonus Update : 12/18**