Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab181. Pasukan Penguasa Generasi vs Pasukan Aliansi


__ADS_3

Moral pasukan Penguasa Generasi meningkat ketika melihat Han Xiao dan Ne Zha walaupun dibawah tekanan tapi mereka berhasil membunuh Dan San yang menduduki kursi keempat dalam Seratus Kebanggaan Surga dan Cao Huangjin.


Han Xiao dan Ne Zha juga berhasil membuat luka pada Linghun Jundao dan lainnya.


"Sudah kubilang bukan? Kalian tidak akan cukup untuk melawan kami, juga kau. Keluarkanlah kekuatan nyatamu atau kau hanya akan terbunuh," ujar Han Xiao lalu menunjuk Linghun Jundao.


Mata Linghun Jundao memerah karena marah, tidak pernah ada yang memaksanya dalam kondisi seperti ini sebelumnya. Bahkan saat bertarung melawan Yin Cheng yang dulu sangatlah kuat baginya.


"Kau yang meminta!" Linghun Jundao berseru dingin.


"Semuanya ayo serang mereka berdua bersama!" seru Yin Cheng pada sepuluh jenius Istana Surga yang kini tengah melawan Yang Shui dan lainnya.


Yang Shui dan lainnya membiarkan mereka pergi dengan mudah karena ini adalah rencana Han Xiao dan Ne Zha, kini tugas mereka adalah mendapatkan poin sebanyak mungkin membunuh para Pasukan Aliansi.


Suasana diatas langit tiba-tiba berubah sangat kacau, Linghun Jundao yang melayang kini tengah dikelilingi oleh kekuatan yang sangat kacau. Matanya memerah belum lagi ditambah Perubahan Tubuhnya yang merupakan Burung Kondor Petir, sayap perak yang dialiri petir kekacauan membuat tampilannya sangat mengesankan, dia bagaikan dewa kekacauan!


"Hahaha! Ini baru akan menarik!" Han Xiao tertawa lantang.


Ne Zha segera maju untuk menyerang sepuluh Jenius Istana Surga yang baru saja naik ke langit, dengan sebuah Ilmu Sihir lima elemen dia membuat sepuluh jenius itu terpental penuh kejutan.


"Hanya segitu?" cela Ne Zha dengan tajam.


Para jenius yang terhempas sungguh marah dan malu, mereka mengumpulkan Qi dan bersiap mengeluarkan serangan terkuat mereka.


"Tahan dia, kita akan menyerangnya secara bersamaan!" seru salah satu jenius tersebut.


Segera saja empat jenius melesat menghampiri Ne Zha, belajar dari sebelumnya, mereka tidak secara sembarangan mendekati Ne Zha sebelum memasang pelindung pada tubuh mereka. Mereka bertugas untuk menahan Ne Zha sementara enam lainnya akan menyerang Ne Zha dari jarak aman.


Disisi lain, Han Xiao kini tengah beradu pukulan dengan Linghun Jundao. Sesuai dengan yang diucapkan oleh Han Xiao, Saber Jiwa bukanlah kekuatan terkuat milik Linghun Jundao. Melainkan Kekuatan Kekacauan lah kartu truf nya.

__ADS_1


Yin Cheng bergetar ringan ketika melihat Linghun Jundao menyerang Han Xiao menggunakan Kekuatan Kekacauan, tidak pernah dia mengetahui bahwa selama ini Linghun Jundao menyembunyikan kekuatannya sangat dalam.


"Yin Cheng jangan diam! Ayo kita bantu Linghun Jundao!" Huo Yan mengintrupsikan Yin Cheng yang tediam.


Huo Yan bersama lima jenius lainnya maju untuk membantu Linghun Jundao berhadapan dengan Han Xiao, mereka yakin dibawah tekanan kekuatan penuh Linghun Jundao Han Xiao akan tidak berdaya dan ini adalah kesempatan emas untuk mereka.


"Bintang Kekacauan!" Linghun Jundao melemparkan tendangan yang sangat kuat dan mengerikan pada Han Xiao.


Tendangan itu tepat mendarat pada tubuh Han Xiao membuat pemuda itu terhempas mundur beberapa meter.


BOOOOOOM!!!


Tubuh Han Xiao belum sempat seimbang, namun dia telah menerima serangan dari Huo Yan, Yin Cheng dan lima lainnya. Sekali lag Han Xiao terhempas.


"Wah lumayan," suara Han Xiao tiba-tiba terdengar di samping Huo Yan.


Gadis itu terkejut, belum sempat bereaksi, tubuhnya sudah terpental dan mendarat di tanah, begitu juga dengan nasib Yin cheng dan lima lainnya.


"Aku awalnya meremehkan kalian, tapi sepertinya kalian memang memiliki bakat yang baik, bukan karena asupan sumberdaya. Baiklah aku akan serius dengan kalian," ujar Han Xiao dengan senyum lebarnya.


Yin Cheng dan lainnya segera batuk darah ketika mendengar perkataan Han Xiao, serisu katanya? Jadi selama ini dia hanya sedang bercanda?


Belum sempat mereka mengeluarkan umpatan untuk Han Xiao, sebuah ledakan besar membuat perhatian mereka teralih.


Sepuluh Jenius yang melawan Ne Zha terjatuh dari langit, diatas sana Ne Zha menatap mereka dengan datar tanpa emosi sedikitpun.


"Apakah mereka benar-benar Istana Surga?!" Yin Cheng mengutuk kencang ketika melihat Ne Zha dengan mudah menghempaskan sepuluh Jenius Istana Surga tersebhut.


"Perbedaan mereka terlalu jauh, walaupun mereka bersepuluh memiliki Istana Surga, tapi mereka hanya membentuk delapan atau sembilan IStana Takdir, sedangkan Ne Zha dan Han Xiao memiliki Sepuluh Istana Takdir. Kekuatan ini walau pada tingkat yang sama tapi perbedaannya bagaikan langit dan bumi." Huo Yan menghela napas panjang.

__ADS_1


BOOOOOM!!!


Ledakan terjadi diatas langit, pertarungan Han Xiao dan Linghun Jundao sungguh sangatlah sengit. Terlihat sekali mereka berimbang. Sebuah ide terlintas di kepala Huo Yan.


"Kita akan menghabisi Ne Zha terlebih dahulu selama Linghun Jundao menahan Han Xiao," ucap Huo yan.


Yin Cheng dan lima lainnya segera mengangguk setuju, mereka bergegas menghampiri sepuluh jenius yang kini tengah terbaring, Huo Yan dan lainnya segera membantu mereka untuk bangkit lalu memberitahu rencana mereka tentang membunuh Ne Zha terlebih dahulu barulah Han Xiao.


Sepuluh jenius itu melihat Linghun Jundao yang sedang bertarung secara merata dengan Han Xiao, mereka menghela napas, gelar terkuat di Seratus Kebanggan Surga bukanlah omong kosong.


"Ayo kita bunuh dia!" Yin Cheng berseru lantang dan menyerang paling depan untuk menjadi penahan sedangkan yang lainnya segera menyusul untuk mengerubungi Ne Zha.


Pemandangan dibawah sangat kacau, walaupun tidak ada darah tapi pertarungan disana sungguh mengerikan, Yang Shui, Yang Qianfan, Bing Kong, Bing Xing dan bayangan Su LIhwa dan Ruan Jian bagaikan malaikat pencabut nyawa. Mereka tidak menggunakan senjata namun setiap serangan mereka sanggup membunuh beberapa Jenius dalam sekali serang.


Hanya tersisa belasan orang saja dari Pasukan Penguasa Generasi, sedangkan pasukan Aliansi masihlah memiliki ratusan orang.


"Ratakan Penguasa Generasi!" Tidak tahu siapa yang meneriakan kalimat ini, namun itu segera menyalur ke seluruh pasukan Aliansi.


Diatas langit, pertarungan Han Xiao dan Linghun Jundao semakin menjadi-jadi, dua pemuda itu sudah saling terluka satu sama lain, pada sisi Ne Zha juga tidak kalah baik. Sekujur tubuh Ne Zha sudah dipenuhi oleh luka-luka.


BOOOOM!!!


Linghun Jundao melemparkan sebuah serangan mematikan pada Han Xiao, pemuda berambut biru itu terhempas mendarat di tanah menabrak pasukan Aliansi. Tapi ketika mendarat para pasukan itu mati karena tertimpa lehnya.


BOOOOM!!!


Ledakan lain bergema ketika tujuh belas Jenius berhasil mendaratkan puluhan Ilmu Sihir terkuat mereka pada Ne Zha membuat pemuda itu juga terhempas dari langit.


***

__ADS_1


Bonus Update : 2/3


__ADS_2