Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab286. Lima Legenda Benua Angin Selatan


__ADS_3

Han Xiao menggerutu berkali-kali karena Xian Chin tidak kunjung menjawab pernyataannya tentang rumah.


"Hey apakah kau msih disana Chin sayangku?" teriak Han Xiao dalam hatinya.


"Ya tentu saja," suar Xian chin menyahut.


"Aku menginginkan sumberdaya yang bisa menaikan kultivasi dengan cepat, kau pasti memilikinya bukan? Anggap saja ini uang muka untuk terimakasihmu," ujar Han Xiao.


Xian Chin mengerucutkan bibirnya ketika mendengar permintaan Han Xiao, tapi itu tidak menjadi masalah baginya, sumberdaya yang diminta oleh Han Xiao dia miliki sangat banyak.


"Baiklah, aku akan memberimu. Persiapkan Altar Pengorbanan milikku, aku akan mengirimnya melewati Altar Pengorbanan," ucap Xian Chin.


Senyum Han Xiao menjadi sangat lebar ketika mendengar bahwa Xian Chin akan mengiriminya sumberdaya untuk menaikan kultivasinya, tubuh dirinya dan Ne Zha telah ditempa lagi ketika naik ke Alam Raja, sehingga mereka akan mampu menahan kekuatan besar yang masuk untuk menaikan kultivasi mereka secara paksa. Tentu saja ini memiliki resiko, tapi Han Xiao dan Ne Zha akan melakukan apapun demi memperkuat diri mereka.


"Cintaku padamu semakin bertambah," goda Han Xiao dengan nada parau.


"Hmph! Tidak perlu berkata seperti itu, aku memiliki kontrak hati denganmu, apapun yang kau rasakan aku juga merasakannya, rasa cintamu padaku masihlah sama. Jangan berbohong," ceplos Xian Chin.


Han Xiao tersedak ketika mendengar ceplosan santai dari Xian Chin, pemuda itu terkekeh ringan, "Baguslah jika begitu, kau akan mengetahui bahwa aku akan terus mencintaimu sampai akhir hayatku, walaupun nanti rasa ini tidak bertambah," celetuk Han Xiao ringan.


"Sudahlah, persiapkan Altar Pengorbanan, aku akan segera menyerap Pengorbanan," sahut Xian Chin dengan nada kesal.


Mata Han Xiao kembali terbuka, dia segera menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Kenapa dia terdengar kesal seperti itu?" batin Han Xiao bingung.


"Bagaimana?" Ne Zha bertanya pada Han Xiao.


Pandangan Han Xiao segera terarah pada Ne Zha, dia merasakan bahwa Kuai You Shengqi tidak lagi bergerak, "Suah sampai?" Han Xiao balik bertanya.

__ADS_1


Ne Zha menganggukan kepalanya ringan untuk menjawab pertanyaan Han Xiao, "Lalu?" ujarnya.


"Xian Chin memberikan kita waktu lima hari, dia juga akan mengirimi kita hadiah sumberdaya untuk menaikan kultivasi kita, ayo kita siapkan Altar," jawab Han Xiao lalu memberitahu komunikasinya dengan Xian Chin pada Ne Zha.


Feng Jin, Su Lihwa, Xiao Jiang, Xiao Wushuang dan Xiao Qi sudah terlebih dahulu masuk kedalam Istana Kekaisaran, Ne Zha meminta Feng Jin untuk mempercepat penyembuhan Yang Shui. Hanya dengan air mata dari Feng Jin saja sudah cukup untuk mengobati bahkan bisa menumbuhkan anggota tubuh yang hilang. Tentu saja! Feng Jin terlahir di Dunia ini sebagai keturunan dari Phoenix!


Ne Zha dan Han Xiao masuk ke kamar mereka di Istana Kekaisaran Yang, dengan segera mereka menyiapkan Altar pengorbanan.


Tidak butuh waktu lama, sebuah sinar menerangi Altar Pengorbanan. Juga Altar tersebut berputar-putar. dalam beberapa saat itu mulai berputar menjadi lebih lambat. Senyum Han Xiao dan Ne Zha melebar ketika satu demi satu Sumberdaya dengan aura yang luar biasa kuat keluar dari Altar, mereka dengan sigap memasukan sumberdaya tersebut kedalam Cincin Spasial mereka.


Sumberdaya yang datang dari Alam Abadi tidak bisa dibandingkan bahkan dengan sumberdaya terbaik di seluruh Benua yang ada di Laut tanpa batas ini.


"Terimakasih sayang atas hadiahmu," ucap Han Xiao dalam hatinya.


"Gunakan dengan baik, naikan kekuatan kalian," suara Xian Chin terdengar di kepala Han Xiao seperti biasanya.


Ne Zha mengangguk ringan, "Mereka telah memberi kita waktu," balas Ne Zha.


Dua pemuda itu keluar kembali dari kamar menuju taman di belakang Istana Kekaisaran, Ne Zha mengeluarkan Kuai You Shengqi. Mereka segera masuk dan dalam kedipan mata Kuai You Shengqi telah melesat menuju arah selatan.


Dalam beberapa jam, Ne Zha dan Han Xiao sampai di Pantai Selatan, tempat yang dimana dulu adalah medan perang melawan Benua Api Barat.


Ketika sampai Ne Zha tidak mendarat, dia terus mengendarai Kuai You Shengqi untuk masuk tenggelam ke lautan. Tidak, mereka tidak benar-benar tenggelam karena ketika mereka hendak masuk kedalam air, lautan itu membelah seperti sebuah gerbang raksasa.


Hanya dua kedipan mata saja, Ne Zha dan Han Xiao sudah sampai pada dasar lautan, disini tidak seseram yang banyak orang rumorkan. Di dasar laut selatan ini terdapat sebuah istana yang sangat megah.


Kuai You Shengqi berhenti didepan gerbang Istana, didepan gerbang istana tersebut terdapat lima sosok yang terlihat sangat agung.

__ADS_1


Di tengah-tengah kelima orang itu adalah seorang wanita cantik berpakaian hijau bersih dengan motif ular, tongkat ular berhiaskan permata hijau juga menjadi daya tarik yang sangat mengagumkan dari dirinya.


Empat lainnya juga memiliki penampilan yang tidak kalah anggun dari wanita tersebut, satu adalah gadis kecil berjubah bulu, dia memiliki kulit putih yang terlihat seperti pucat jika tidak memiliki rona merah pada wajahnya.


Lalu disamping kanan wanita bertongkat ular itu ada gadis yang memiliki senyum yang sangat aneh, pada wajahnya terdapat sebuah bekas luka, tapi bekas luka itu tidka mengurangi kecantikan pada dirinya.


Pada pojok kanan terdapat seorang wanita yang menggunakan cadar untuk menutupu separuh wajahnya, namun dilihat dari matanya saja. Sudah pasti wanita itu sangat cantik, ditambah proporsi tubuhnya yang indah, dia adalah kecantikan yang luarbiasa matang.


Di pojok kiri ada juga wanita berpakaian hitam segelap malam, bahkan matanya juga sepenuhnya hitam, jika orang lain melihatnya, mereka akan mengira bahwa dia adlaah salah satu dari Ras Iblis. Wajah wanita itu juga tidak kalah cantik dengan yang lain walaupun memiliki kulit yang gelap jika dibandingkan dengan yang lain.


"Salam hormat pada Tuan muda Ne Zha dan Tuan muda Han Xiao," seru kelimanya secara bersamaan, mereka membungkukan pungung mereka dengan sangat tulus.


Hal itu diikuti oleh orang-orang yang berada dibelakang mereka.


Han Xiao tersenyum kecil, sementara Ne Zha tidak bereaksi apapun selain mengangguk ringan.


"Bangunlah, kami kemari untuk memberikan hadiah terimakasih pada kalian telah mengulur waktu," ucap Han Xiao.


"Tidak, itu memang sudah menjadi tugas kami," balas wanita berjubah sisik ular.


Han Xiao tertawa kecil, "Kalian memang luar biasa ya? Nama sebagai Legenda Benua Angin Selatan yang menempati lima tempat paling berbahaya memang pantas untuk kalian," kekeh Han Xiao, nada pujian yang dia lontarkan sama sekali tidak memiliki kebohongan.


****


Update Mingguan : 14/14


Update Merdeka : 30/75

__ADS_1


__ADS_2