Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab260. Pembantaian II


__ADS_3

Klan Dongfang mengetahui seberapa kuat Patriark lama mereka, itu hanya berada dibawah Raja Iblis, bahkan Patriark lama mereka akandiangkat menjadi Raja Iblis kelak jika berhasil memberikan banyak korban dan memiliki wujud dari Ras Iblis.


"Habisi semuanya," desis Xiao Jiang.


Han Xiao mengangguk seraya tersenyum riang, Xiao Wushuang sendiri masih tidak berhenti untuk membunuh satu demi satu murid dari Klan Dongfang.


Suara jeritan kesakitan memenuhi Mansion Klan Dongfang, ada beberapa kultivator yang mendengar, mereka penasaran dengan hal tersebut. Namun ketika melihat Klan Dongfang yang sedang dibantai oleh tiga sosok muda, mata mereka melebar tidak percaya melihat pemandangan tersebut.


Klan Dongfang sealu dihormati dan memiliki kekuatan yang sangat besar, belum lagi rumor mengatakan bahwa Klan Dongfang bersekutu dengan Ras Iblis hingga meningkatkan kekuatan mereka.


Namun hari ini mereka harus mengigit lidah mereka agar meyakini kejadian dihadapan mereka nyata, seorang pemuda dan dua gadis tengah dikerubungi oleh ribuan murid Klan Dongfang yang menyerang dari berbagai arah.


Hal paling sulit dipercaya adalah tiga sosok muda itu masihlah bersih tanpa noda darah sedikitpun, mereka membantai Klan Dongfang bakan tanpa tersentuh satu helai rambutpun.


Xiao Jiang memainkan pedangnya dengan sangat indah, tapi pemandangan indah itu sungguh terbalik dengan korban yang berjatuhan, setiap satu gerakan mampu membunuh puluhan dari murid Klan Dongfang.


"Kalian akan terus menonton? Atau melarikan diri?" Han Xiao memandang pada satu arah seraya melayangkan Tongkat Naga Penghancur untuk mencabut nyawa murid-murid Klan Dongfang.


Di kejauhan, lebih tepatnya arah pandangan Han Xiao, berdiri tiga puluh sosok yang mengeluarkan aura kuat, mereka memandang penuh amarah pada Han Xiao yang membantai murid Klan mereka.


"Kita harus segera membunuhnya, atau tidak pengorbanan yang telah kita lakukan benar-benar tidak berguna," ucap seorang pria paruh baya pada dua puluh sembilan orang lainnya.

__ADS_1


"Tidak, kau salah. Bagus bahwa pemuda itu membunuh para murid ini, kita menunggu dia membunuh sebanyak mungkin, Altar dari Ras Iblis akan menghisap darah dan roh mereka untuk menjadi pengorbanan, kekuatan kita akan meningkat dan sanggup mengalahkannya nanti," ujar seorang gadis cantik yang berdiri paling depan.


Sosok gadis itu sungguh menawan, bulu matanya lentik, bentuk wajah ovalnya dibalut oleh pipi yang tirus, mata wanita itu sangat tajam dengan iris merah yang senada dengan rambutnya yang berkobar merah terang.


Dia adalah Dongfang Changyue, Matriark dari Klan Dongfang saat ini sekaligus orang terkuat setelah Patriark lama mereka mati di tangan Han Xiao.


Matanya berkilat dingin, Changyue adalah orang yang sangat gila akan pertempuran, dia sungguh tertantang ketika melihat Han Xiao yang sangat kuat, tentu dia juga mengenali Xiao jiang dan Xiao Wushuang, sungguh tidak dia duga dua sosok rival kuatnya yang sudah lama menghilang akan datang kemari dengan kekuatan yang sangat menakutkan.


Dia berpikir dulu karena berhasil membangun dua belas Istana Takdir, dia akan menjadi sosok yang sangat kuat pada generasinya, itu karena dia berhasil memecahkan rekor Xiao Jiang dan Xiao Wushuang yang membentuk sebelas Istana Takdir.


"Aku pasti lebih kuat dari mereka!" Biarpun kultivasinya menembus lebih lambat dari dua kakak beradik itu, namun Changyue yakin bahwa kekuatan mereka akan sama, Changyue berpikiran Xiao Jiang dan Xiao Wushuang bisa melakukan pembantaian seperti itu karena telah menembus Alam Inti Kosong.


Tapi kini semuanya telah berubah, kulitvasinya mendahului dua kaka beradik itu, dengan bantuan dari Ras Iblis, dia berhasil menembus Alam Dewa, sehingga dia yakin akan mudah menangani dua kakak beradik itu, namun sulit dikatakan untuk pemuda berambut biru yang tidak dia kenali itu.


Mereka semua kini hanya menonton murid Klan Dongfang yang dibantai oleh Han Xiao, Xiao Jiang dan Xiao Wushuang. Rasa amarah memang muncul pada diri mereka, namun segera terhapuskan ketika mengingat kata-kata dari Dongfang Changyue, mereka juga sangat takut mati. Namun, Ras Iblis menjanjikan kehidupan layak pada mereka selama mereka bersekutu dengan Ras Iblis.


Klan Dongfang biarpun dikatakan Klan yang sejajar dengan Klan Xiao, tetapi kenyataannya Klan Dongfang sangat ditekan oleh Klan Xiao. Dibawah tekanan Klan Xiao, datang Ras Iblis yang menawarkan bantuan pada mereka. Sebelumnya mereka menolak karena tidak ingin bersekutu dengan Ras Iblis.


Namun saat melihat kondisi Benua Kayu Tengah yang terus memburuk dibawah invasi Ras Iblis, akhirnya Klan Dongfang menyetujui sekutu dengan Ras Iblis. Setidaknya mereka masih bisa hidup tenang jika dibandingkan dengan kekuatan lain yang kini tengah berjuang mati-matian melawan Ras Iblis.


Han Xiao sudah mulai bosan dengan kerumunan orang ini, pemuda itu menaruh Tongkat Naga Penghancur lalu mengeluarkan Pedang Delapan Kejahatan.

__ADS_1


"Jiang'jie, Shuang'er pergi sejauh mungkin sekarang juga, aku akan memusnahkan mereka dalam satu serangan, aku mulai bosan. Kalian pergi menjauh seraya mencari keberadaan Bibi," ucap Han Xiao melalui transmisi suara pada dua gadis tersebut.


Dua gadis itu menatap Han Xiao lalu mengangguk, dalam satu tarikan napas kedua sosok gadis itu sudah menghilang tanpa meninggalkan jejak apapun.


Dongfang Changyue menahan napasnya, dia sungguh tidak percaya Xiao Jiang dan Xiao Wushuang dapat pergi dari bawah pengamatannya tanpa terlihat jelas arah yang keduanya ambil.


Han Xiao tersenyum kecil, Pedang Delapan Kejahatan di tangannya bergetar ringan seolah sngat bahagia ketika Han Xiao hendak melakukan pembantaian.


"Ah nak, kau harus tahan dulu yah, jangan sedot habis semuanya cukup ambil esensi darah saja, sisanya aku ambil untuk tunanganku sayang," ucap Han Xiao seraya mengelus lembut Pedang Delapan Kejahatan.


"Baiklah kalian sudah tidak sabar ya? Han Xiao tersenyum lebar melihat murid Klan Dongfang yang menyerangnya dari berbagai arah. "Ombak Darah!" Han Xiao berseru lalu mengayunkan Pedang Delapan Kejahatan.


Ketika Pedang Delapan Kejahatan mencabut setiap nyawa, dia juga akan menarik darah para murid Klan Dongfang hingga mengering, kini terbentuk sebuah ombak darah yang sangat besar yang mengelilingi Han Xiao.


Hanya dalam sekejap Han Xiao berhasil membunuh semua murid Klan Dongfang, pemuda itu mengeluarkan Altar Xian Chin lalu mengendalikannya agar darah yang menjadi ombak besar itu masuk kedalamnya, juga banyak roh yang berterbangan tersedot oleh Altar milik Xian Chin.


"Hahaha, kalian berharap untuk menggunakan murid-murid ini sebagai pengorbanan? Sayang sekali, aku sudah mengambilnya duluan," kekeh Han Xiao seraya menatap pada arah Dongfang Changyue.


Tubuh Dongfang Changyue bergetar ketika dirinya ditatap oleh mata hangat dan riang dari Han Xiao, bukan rasa senang yang dia rasakan, melainkan rasa takut dan amarah yang dia rasakan.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 05/14


Update Merdeka : 13/75


__ADS_2