Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab410. Hancur


__ADS_3

"Apa ini?!" Bing Xing berseru rendah saat tubuhnya mulai kaku dan sulit untuk digerakan.


Bing Xing menyebarkan kekuatannya untuk melawan hawa dingin yang membekukannya, tetapi sial. Hal yang dilakukannya itu justru membuat pembekuan dirinya semakin cepat, Bing Xing mulai panik. Dia tidak ingin membeku di sini. Matanya melirik pada Han Xiao, jejak penyesalan dan rasa bersalah terlihat jelas pada mata birunya.


"Haish kau masihlah bodoh," suara riang terdengar di kepala Bing Xing, sontak saja Bing Xing terkejut karena suara ini adalah milik Han Xiao! Jelas pandangan Bing Xing saat ini terarah pada tubuh Han Xiao yang mulai mencair karena racun korosi.


"Jangan pikirkan hal lain, sekarang gunakan kekuatanmu untuk menyerap hawa dingin ini, jangan melawannya. Jadikan hawa dingin ini menjadi milikmu," suara Han Xiao terdengar lagi dan segera menyadarkan Bing Xing.


Bing Xing segera mengikuti arahan dari Han Xiao, dia melakukan penyerapan terhadap hawa dingin yang membekukan dirinya. Benar, ketika Bing Xing menyerap menggunakan Manual Kultivasinya, Es yang sebelumnya membekukan kedua tangannya mulai menghilang, kulitnya juga mendapatkan kembali warna merahnya, tidak sepucat sebelumnya.


Melihat cara ini berhasil, Bing Xing tidak menahan lagi dan menggunakan seluruh kekuatannya untuk menyerap hawa dingin. Hal ini juga bermanfaat baik untuknya, Dantiannya terus ditempa menjadi lebih murni begitu juga dengan Qi yang berada di dalam Dantiannya.


Satu jam bertahan dibawah hembusan, Bing Xing kini sudah kebal terhadap Hawa dingin tersebut. Dia segera melangkahkan kembali kakinya untuk maju semakin dalam.


"Kau bisa berbicara lagi?" Bing Xing bertanya pada Han Xiao.


Hening, tidak ada jawaban dari Han Xiao. Bing Xing ingin berbicara lebih jauh teteapi menyadari kemungkinan besar Han Xiao tadi bangun menggunakan kekuatan yang tersisa hingga tidak sekarang jatuh dalam koma lagi.


***


"Racun Korosi? Kau sungguh bercanda." Kesadaran Han Xiao yang berada di Istana Takdir terkekeh, kini memang benar tubuhnya tengah dalam kondisi sekarat dan hancur. Tetapi tidak dengan jiwa dan kesadarannya, Han Xiao bisa kapan saja berbicara dengan Bing Xing tetapi dia memilih untuk terus mengurusi tubuhnya. Racun Korosi memang membuat tubuhnya mencair, tetapi harus diingatkan. Dari delapan Kekuatan Kejahatan, terdapat satu Kekuatan yaitu Korosi, Kekuatan Korosi ini bahkan ratusan kali lebih mengerikan dari Racun Korosi itu sendiri.

__ADS_1


Tetapi saat ini, tubuh Han Xiao belum kebal terhadap Racun Korosi, sehingga tubuhnya kini diambang hancur, jika bukan karena penempaan dari Harimau Suci dan perawatan Bing Xing kemungkinan besar tubuhnya sudah menjadi genangan.


"Membangun kembali tubuh ini akan sedikit sulit." Han Xiao menggeruk kepalanya, jika dia ingin membangun tubuhnya dengan sangat cepat, akan dibutuhkan Kekuatan Kehidupan, dan pemilik Kekuatan Kehidupan adalah Ne Zha. Sungguh sial bahwa mereka berpisah.


Banyak harta di Cincin Spasial Han Xiao untuk merekontruksi tubuhnya, tetapi kini Han Xiao tidak bisa melakukan apapun, bisa saja Bing Xing mengambil berbagai bahan itu, tetapi Bing Xing tidak bisa melebur bahan tersebut.


Han Xiao kini merasakan frustasi dan putus asa, berbagai cara sudah dia pikirkan tetapi cara yang dipikirkannya selalu berada di jalan buntu karena keterbatasannya. Han Xiao senang saat mengetahui rencana Bing Xing membekukan tubuhnya menggunakan Api Langit dan menemukan Ne Zha, tetapi saat mengingat bahwa lantai dua memiliki ratusan kali lebih luas dari lantai satu ini. Han Xiao tidak tahu berapa lama lagi dirinya akan menjadi tidak berguna seperti ini.


Ketika memikirkan dirinya menjadi tidak berguna seperti ini, Han Xiao secara tidak sadar menundukan kepalanya, mulai terngiang dalam dirinya yang memiliki kekuatan dahsyat, pengetahuan luas. Tetapi tidak bisa menangani kasus pada dirinya yang terkena Racun Korosi.


Han Xiao memang menganggap remeh Racun Korosi, tetapi dia kemudian sadar. Tubuhnya belum mencapai dimana dia akan kebal terhadap Korosi.


"Ini akhirku? Tidak! Aku akan mencari tubuh baru!" Han Xiao mulai meracau.


Semakin lama Han Xiao memkirkan hal lain, semakin menyadari pula bahwa dirinya kini terjebak dalam kebuntuan. Dia tidak akan selamat jika tidak membawa Istana Takdirnya keluar dan mencari tubuh baru untuk menyelamatkan diri.


Han Xiao dengan jelas mengetahui keadaan tubuhnya, jika saja tidak dibekukan, itu benar akan menjadi sebuah genangan cairan karena Racun Korosi.


Ketika Han Xiao sedang merasakan keputusasaan pertamanya, Bing Xing di luar kini sudah berada di depan sebuah pintu raksasa yang terbuat dari Es.


Bing Xing menyentuh Batu tersebut tiba-tiba jarinya membeku, segera saja dia menarik tangannya dan menjauh dari pintu.

__ADS_1


"Tempelkan tubuh Han Xiao pada pintu itu, hal itu sudah cukup untuk meningkatkan Kekuatan dari Es Abadi." Tiba-tiba suara Sabit Dingin berdenging di kepala Bing Xing.


Bing Xing tidak banyak membuang waktu lagi, dia segera menempelkan balok yang berisi Han Xiao pada pintu, pada saat itu jugalah sebuah kejadian menakjubkan terjadi.


Balok Es Han Xiao dikelilingi oleh lapisan bunga Es yang terus menyelubung ke setiap inci Balok Es, mata telanjang bisa melihat bahwa Balok Es sedang dipekuat. Terlihat bagaimana warna Balok Es yang berubah menjadi warna hitam.


"Hitam adalah warna puncak, Es Hitam adalah puncak dari Unsur Es. Kau jangan khawatir, ini hal baik untuk Han Xiao," suara Sabit Dingin kembali terdengar.


Bing Xing saat ini merasakan sedikit kelegaan, tetapi dia tidak bersenang hati. Masih ada yang harus dia lakukan, yaitu menaklukan Monster dan naik ke lantai dua, setelah di lantai dua. Bing Xing juga masih harus mencari Ne Zha pada tempat yang berkali-kali lipat lebih luas dari lantai satu ini.


"Aku tinggal buat keonaran, kemungkinan besar nanti Ne Zha atau Yang Shui akan tertarik dan menemukanku." Bing Xing mulai menyusun rencananya, mulai dari membawa Han Xiao keluar dengan sangat cepat, menemukan Monster yang sudah dia tandai dan membuat keributan untuk menarik perhatian Yang Shui dan Ne Zha di lantai dua.


Bing Xing berpikir dengan bantuan Sabit Dingin akan mudah baginya membuat keributan.


Lamunan Bing Xing segera terpecahkan saat mendengar suara deritan yang berasal dari pintu batu besar di depannya.


Kekuatan yang sangat dahsyat berhembus membuat Bing Xing yang belum siaga terhempas terbang ke belakang hingga beberapa meter, pandangan Bing Xing langsung mengunci pada Balok Es Hitam Han Xiao. Bing Xing tidak menunggu reaksi apapun dan segera melesat ke arah Balok Han Xiao.


Ketika hendak saja sampai, Balok Es Hitam yang berisi Han Xiao tiba-tiba hancur menjadi jutaan serpihan. Balok itu hancur begitu juga dengan tubuh Han Xiao yang berada di dalamnya. Serpihan Balok Es itu tiba-tiba terangkat dan terbang menuju dalam ruangan.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 09/14


__ADS_2