Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab295. Pamit


__ADS_3

"Ah tidak terasa dalam beberapa jam saja kita selesai bernostalgia." Han Xiao menghembuskan napasnya ringan ketika sampai didepan sebuah rumah di kediaman besar.


Kediaman itu tidaklah asing untuk Han Xiao dan Feng Jin, itu adalah kediaman Yang He, adik dari Kaisar Yang Qian.


Feng Jin menatap sebentar sebelum menghembuskan napasnya secara lembut, jelas saja. Dia masih memiliki ingatan Ren Yanyu, sehingga dia merasa malu saat dulu diajak oleh Han Xiao masuk kedalam kediaman Yang He dan dia justru memaki Han Xiao dikarenakan takut Yang He murka. Karena dulu dia sering mendengar rumor mengerikan Yang He.


Tapi di tempat ini jugalah dia bisa mengenal Han Xiao lebih dekat dan memulai petualangan luar biasa.


"Ayo masuk, kita akan berpamitan pada paman He," ajak Han Xiao seraya merangkulkan tangannya pada pinggang Feng Jin.


Feng Jin mengangguk ringan lalu mengikuti Han Xiao masuk kedalam kediaman Yang He.


Tidak ada penjaga yang mencegat mereka, biarpun Han Xiao sudah menyembunyikan aura dan kekuatannya, tapi penampilan ciri khasnya yang periang serta rambut birunya akan sulit menemukan sosok seperti dia di Benua Angin Selatan.


"Dimana paman He?" tanya Han Xiao ketika masuk kedalam kediaman namun tidak ada juga Yang He menyambut.


Kepala pelayan dan para penghuni kediaman yang menyambut Han Xiao merasa sangat gugup ingin menjawab seperti apa pertanyaan Han Xiao.


"Saudara Han?!" Sebuah suara familiar masuk kedalam indra pendengaran Han Xiao.


Semua orang yang sebelumnya terjebak dalam pertanyaan Han Xiao segera menghembuskan napas lega ketika melihat sosok pemuda datang menghampiri mereka.


Senyum Han Xiao mengembang ketika melihat pemuda tersebut, pemuda itu tak lain adalah Yang Feng, pemuda yang menjemputnya dulu di gerbang kota Woaven saat oertama kali datang ke dunia ini.


"Banyak perubahan pada dirimu, kau menjadi sangat kuat. Aku bangga memiliki saudara sepertimu," ujar Han Xiao seraya menepuk ringan pundak Yang Feng.

__ADS_1


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Yang Feng segera batuk darah karena tepukan dari Han Xiao.


Han Xiao mengertukan dahinya, dia yakin bahwa dirinya tidak menggunakan tenaga untuk memberikan tepukan ringan pada Yang Feng.


"Memang kau tidak menggunakan tenaga, tapi untukku yang hanya di Istana Bumi, dan kau orang yang bisa dengan mudah membunuh Raja Iblis, kekuatan kita jelas sangat berbeda jauh," keluh Yang Feng ketika mendengar pengakuan Han Xiao yang mengatakan bahwa tidak menggunakan tenaga untuk menepuknya.


Feng Jin terkekeh ringan untuk menanggapi tingkah Han Xiao, tidak ingin membuang waktu banyak, Feng Jin mengajukan pertanyaan Han Xiao yaitu menanyakan keberadaan Yang He.


Yang Feng segera terdiam ketika mendengar pertanyaan dari Feng Jin, dia menundukan kepalanya, "Paman He tidak ingin keluar untuk menemuimu," ujar Yang Feng.


"Kenapa?" Han Xiao mengerutkan dahinya bingung, segera saja dia menyalurkan kekuatannya untuk mencari keberadaan Yang He. Hanya satu kedipan mata yang dibutuhkan oleh Han Xiao untuk menemui keberadaan Yang He. Tidak menunggu lama lagi dia segera melesat pergi menuju arah Yang He berada.


Yang He terkejut bukan main ketika menyadari bahwa Han Xiao muncul tepat di depannya, mukanya menjadi pucat ketika melihat wajah curiga dari Han Xiao.


"Kenapa paman bersembunyi ketika aku datang?" Han Xiao segera melontarkan pertanyaan yang memenuhi kepalanya sejak tadi.


Han Xiao tidak memiliki waktu banyak untuk menginterogari Yang He, "Maaf jika aku lancang." Han Xiao langsung melakukan penjelajahan ingatan terhadap Yang He.


Pemuda itu tersebut tersenyum miris ketika mengetahui alasan paman satunya ini tidak ingin bertemu dengannya, sangat mudah dan sepele. Yaitu Yang He tidak memiliki muka untuk bertemu dengan Han Xiao yang kini memiliki julukan pahlawan Lima Benua karena telah membunuh Raja Iblis.


Kini derajat Han Xiao hanya bisa dipandang dari jauh oleh Yang He, dia sungguh bukan orang yang penjilat sehingga akan mendekati Han Xiao untuk menaikan pamornya, justru sebaliknya, Yang He memiliki kerendahan hati yang tinggi bahkan sebagai bangsawan dari Kekaisaran Yang. yang jua menyandang adik dari Kaisar Yang Qian.


"Kau telah berbaik padaku dari aku kecil, bahkan paman He menjaga Provinsi Han dari tangan gelap Permaisuri An, itu sudah lebih dari cukup untuk aku mengingat paman. Jangan berendah diri, biarpun aku kini adalah orang yang kuat dan hebat, tapi dalam keluarga. Aku ini tetaplah keponakan nakalmu," ujar Han Xiao seraya tertawa riang.


Yang He menggelengkan kepalanya, dia sungguh semakin tidak mengerti dengan kepribadian Han Xiao yang saat ini, tetapi dia merasa sangat senang karena Han Xiao tidak memiliki sifat sombong yang biasanya dimiliki oleh pemuda yang hebat.

__ADS_1


"Paman He, aku datang kemari untuk berpamitan pada Paman," ucap Han Xiao seraya memberikan sebuah Cincin Spasial pada Yang He.


"Pamit? Apakah kau akan ke tanah suci beladiri?" tanya Yang He sedikit bingung. "Ah, itu memang panggung nyata untuk monster sepertimu dan Ne Zha," lanjutnya.


Han Xiao menggelengkan kepalanya ringan, "Bukan, tanah suci beladiri bukanlah panggung nyata bagi kami, tapi Alam Abadi lah panggung nyata kami," balas Han Xiao.


Yang He mengertukan dahinya karena tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Han Xiao, "Alam Abadi? Tempat apa itu?" tanyanya bingung.


"Paman tidak usah tahu, itu tidak baik untukmu, sekarang aku akan berangkat. Tolong jaga Provinsi Han ini ya paman, bawa provinsi ini menjadi wilayah yang sangat makmur, damai dan sejahtera." Han Xiao menghilang ketika Yang He mengedipkan matanya.


Feng Jin yang sedang mengobrol dengan Yang Feng terkejut ketika Han Xiao atang secara tiba-tiba dihadapan mereka.


"Abang Han! Sudah kubilang jangan datang secara mengagetkan seperti itu!" gerutu Feng Jin dengan amarah.


Han Xiao menggaruk kepalanya ringan, dia mencuekan Feng Jin, pandangan pemuda itu terarah pada Yang Feng, "Jaga Provinsi Han hingga aku kembali lagi," ucapnya seraya melempar CIncin Spasial lalu menghilang bersama Feng Jin.


Yang Feng menatap pada tempat sebelumnya Han Xiao berdiri dengan bingung, pandangannya terjatuh pada Cincin Spasial yang diberikan oleh Han Xiao, terkejut bukan main ketika Yang Feng mengetahui isi Cincin Spasial itu adalah sumberdaya yang sangat berharga!


"Terimakasih saudara Han," gumam Yang Feng seraya menatap ke arah selatan.


"Sama-sama, gunakan sumberdaya itu dengan sangat baik. Aku sudah memberikan catatan didalam Cincin Spasial, jika kau mengikutinya, sudah cukup untuk kau mencapai Alam Dewa. Selamat tinggal, aku pamit," suara Han Xiao bergema di kepala Yang Feng.


Pandangan Yang Feng menjadi sangat mantap dan teguh penuh tekad, "Aku akan menjaga provinsi Han hingga kau datang kembali!" ujarnya dengan suara yang penuh tekad, sejak saat itulah, Yang Feng berlatih dengan lebih keras dari sebelumnya untuk menjadi lebih kuat. 


***

__ADS_1


Update Mingguan : 14/14


Update Merdeka : 39/75


__ADS_2