Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab116. Kutunjukan kekuatanku!


__ADS_3

Selepas menghabisi semua Roh Kejahatan yang menyerang, Ne Zha melanjutkan langkahnya untuk masuk semakin dalam ke Jurang Kejahatan.


Masih seperti sebelumnya, tidak ada yang angkat suara baik Ne Zha ataupun Qin.


***


JTiga hari Ne Zha lalui untuk terus bertarung melawan Roh Kejahatan, dia tidak masuk kedalam kondisi super sadar karena ingin mengasah ilmu beladirinya.


Perjalanan mereka tidak bisa dibilang lancar karena mereka bertemu dengan mayat hidup selain Roh Kejahatan.


Para mayat hidup ini tidaklah banyak tapi kekuatan mereka sungguh tidak bisa diremehkan, berulangkali Ne Zha dipojokan hingga memiliki luka ringan karena serangan mayat hidup.


Berbeda dengan Siluman, mayat hidup ini benar-benar mayat yang hidup. Beberapa anggota tubuh mereka telah membusuk dan ada juga bagian tubuh mereka hanya sisa tulang.


“Mereka adalah kultivator yang gagal menuju pusat jurang,” ucap Qin seraya menatap datar pada mayat hidup yang mulai menggerubungi mereka.


Benar, sejak ribuan tahun banyak kultivator yang mencoba memasuki Jurang Kejahatan. Tidak sedikit yang mati saat sampai di tempat yang kini Ne Zha dan Qin pijak.


Para mayat hidup ini tercipta dari tubuh kultivator yang sangat kuat pada jamannya, terbukti untuk tetap memiliki bentuk serta tidak musnah, setidaknya kultivator ini memiliki kultivasi Alam Roh karena ketika kultivator menembus Alam Roh tubuhnya akan menjadi lebih kuat karena proses penempaan Roh yang juga membuat tubuh menjadi sangat kuat untuk menahan Roh.


Tapi sungguh beruntung untuk Ne Zha karena para mayat hidup tidak memiliki kekuatan mereka pada masa jayanya, jika tidak Ne Zha mungkin sudah mati berkali-kali dibawah kepungan Roh Kejahatan dan Mayat Hidup.


Ne Zha mengayunkan pedangnya untuk memberikan tebasan pada kelompok mayat hidup yang kini tengah dihadapinya, jumlah mereka hanya sepuluh tetapi cukup merepotkan untuk melawannya.


Bagi Ne Zha yang sebelumnya telah menghadapi lebih banyak mayat hidup, seouluh mayat hidup ini mulai terbiasa dengan hal merepotkan yang dimiliki oleh mereka.


Sebagian dari mayat hidup bisa menggunakan Ilmu Sihir tingkat tinggi, hal inilah yang membuat Ne Zha kerepotan. Jika tidak maka semua akan berjalan sangat mudah.


Seolah langit memiliki leluconnya sendiri, selesai Ne Zha membunuh sepuluh mayat hidup tersebut dan melanjutkan langkahnya.


Bermunculan dalam jumlah yang besar mayat hidup dan Roh Kejahatan, mata Ne Zha menjadi sangat dingin melihat hal tersebut.

__ADS_1


Ribuan roh kejahatan serta ratusan mayat hidup kini tengah mengepung Qin dan Ne Zha, getaran ringan muncul pada tangan Ne Zha. Tidak peduli sekuat apapun dirinya, jika harus bertarung selama lima hari tanpa istirahat melawan musuh yang mengerikan seperti mayat hidup pasti akan sangat melelahkan.


Memang dengan sepuluh Roh Beladiri yang juga sepuluh Dantiannya bisa mencukupi pasokan energinya, tapi kelelahan mental tidak ditopang oleh Qi.


“Sial,” gerutu Ne Zha saat kini para Roh Kejahatan dan mayat hidup mulai menyerang, dia sungguh kerepotan kali ini, melindungi Qin sekaligus bertarung membuat fokusnya terbagi hingga membuat penurunan kekuatannya hingga beberapa persen.


“Hais... sepertinya kau butuh bantuan,” suara helaan napas panjang dari Qin terdengar oleh Ne Zha.


Pemuda itu tidak menanggapinya tapi terus menerus membunuh musuh yang menghampirinya dengan jurus yang memiliki dampak besar pada daerah.


“Baiklah kutunjukan kekuatanku!” Qin segera duduk dan menaruh kecapi dihadapanya.


Jari-jari kecil Qin menatik senar kecapi dan memainkan nada yang sangat berenergi penuh semangat.


“Guaaaaaaaarrghhhh!!!”


“Aaaaaaarghhhh!!!”


Teriakan penuh kesakitan dari roh kejahatan dan mayat hidup memenuhi tempat tersebut, mereka yang awalnya menyerang dengan ganas kini tengah tertunduk menutup telinga mereka.


Tidak membuang kesempatan langka tersebut segera Ne Zha menyerang mayat hidup dan roh kejahatan.


Satu demi satu roh kejahatan dan mayat hidup tewas dibawah serangan pedang Ne Zha, mereka tidak bisa bergerak karena suara mengerikan yang keluar dari kecapi Qin.


Untuk manusia yang hidup mendengar nada dari kecapi yang dimainkan Qin mereka akan bersemangat, namun bagi makhluk mati seperti roh kejahatan dan mayat hidup itu bagaikan siksaan.


Ne Zha melakukan jurus Lima Gerakan Pedang untuk membasmi seluruh musuhnya dengan sangat cepat, napasnya mulai memburu tak teratur, Qi yang dikeluarkannya tidaklah sedikit untuk melakukan Lima Gerakan Pedang yang sangat mengerikan seperti itu.


“Gerakan Pertama! Pedang Membelah Pohon!”


Ne Zha menebas secara vertikal, gelombang besar keluar dari pedangnya, jika dilihat gelombang itu terlihat lebih menakutkan dari terakhir kali Ne Zha menggunakannya untuk membantai Siluman.

__ADS_1


“Gerakan Kedua! Pedang membelah Angin!”


Swoshh...


Hembusan angin kencang meniup roh kejahatan dan mayat hidup, tak selang beberapa detik tubuh mereka semua terbelah menjadi beberapa bagian. Dampak serangan ini menghabisi hingga lebih dari separuh sisa roh kejahatan dan mayat hidup.


“Gerakan Ketiga! Pedang membelah Bumi!”


Kini Ne Zha menebas secara Horizontal, energi pedang yang sengit membanting dari atas kebawah membuat roh kejahatan serta mayat hidup dihadapannya tertekan kebawah dan terbelah menjadi dua.


Tidak ada rasa takut dimata Ne Zha melainkan rasa senang.


“Gerakan Keempat! Pedang Membelah Lautan!”


Gelombang besar serangan dari Ne Zha berhasil membuat ratusan roh kejahatan menjadi udara karena telah mati, hanya tersisa beberapa ratus roh kejahatan dan beberapa puluh mayat hidup.


“Yang terakhir!”


“Gerakan Kelima! Pedang Membelah Langin!”


Ne Zha sebenarnya merasa tidak perlu melakukan gerakan terakhir dari Lima Gerakan Pedang, namun karena dia ingin ceoat menyelesaikan para musuh sialan ini dia tidak menahan diri lagi.


Ne Zha memutar tubuhnya dan melepaskan sebuah gelombang pedang yang sangat mengerikan untuk mengakhiri kehidupan roh kejahatan dan mayat hidup. Lebih tepatnya Ne Zha memberikan kematian kedua kalinya pada mayat hidup yang sudah mati.


Pedang Ne Zha tertancap di tanah untuk menopang tubuhnya agar tidak terjatuh karena mengalami pengurasan mental.


“Janganlah sombong, duduk dan pulihkan kondisi mentalmu,” ujar Qin seraya menendang pedang Ne Zha membuat pemuda itu terjatuh dan duduk.


“Kau!”


Ne Zha hendak memprotes namun saat mendengar suara alunan kecapi Qin dia terdiam, dia merasakan sebuah energi yang masuk kedalam jiwanya dan mengisi energi mental yang tadi terkuras.

__ADS_1


Tidak ada suara lain selain suara permainan kecapi dari tangan Qin, suasana sangat tenang di tempat tersebut, tidak ada roh kejahatan ataupun mayat hidup yang menghampiri mereka. Mungkin karena suara kecapu Qin yang mengganggu mereka atau sudah tidak ada roh kejahatan dan mayat hidup disekitar sini karena telah dibantai habis oleh Ne Zha.


Mata Ne Zha tertutup secara perlahan, dia membentuk mudra tangan Sha untuk menyembuhkan dirinya, baik luka dalam, luar ataupun mental.


__ADS_2