
"Kau sungguh tidak akan bergerak Zha? Walaupun aku yakin pada kekuatannya, masih ada dua diantara mereka. Juga kekuatan dari enam sisanya tidak bisa dihiraukan," ceplos Xian Xuenai seraya memasukan Udan pada mulutnya.
Ne Zha tidak menjawab, perhatiannya tertuju pada Han Xiao yang kini sudah bertarung dengan sengit melawan pemuda liar dari Ras Barbar. Biarpun dia yakin dengan kekuatan Han Xiao akan memenangkan pertarungan melawan Pemuda Ras Barbar. tapi akan sulit dikatakan Han Xiao akan keluar tanpa cedera jika sisa orang yang menonton bergerak, bagaimanapun mereka semua berada di ranah Dewa Raja, biarpun enam sisanya adalah ranah Dewa Raja Pertama, mereka masihlah sangat kuat. Perlu diingat bahwa kultivasi Han Xiao masihlah Dewa Sejati.
Segila dan seabnormal apapun Han Xiao, akan kesulitan jika melawan delapan ranah Dewa Raja secara bersamaan, jika hanya bertarung melawan mereka satu-demi satu masih ada harapan. Bagaimanapun jurang yang memisahkan ranah Dewa Sejati dan ranah Dewa Raja sangatlah curam. Han Xiao tidak bisa sembrono melawan delapan dari mereka secara langsung.
Han Xiao sendiri memahami hal ini, tapi dia ingin merasakan diaman dia putus asa. Hanya dengan begitu dia bisa melengkapi Delapan Kekuatan, dari semuanya dia akan merasa sangat sulit mengembangkan Kekuatan Keputusasaan karena dirinya jarang berada di titik putus asa.
"Aku akan bergerak pada saat yang tepat, tapi kemungkinan besar Han Xiao akan mengomel jika aku bergerak," ujar Ne Zha ringan.
"Maksudmu Bang? Mengomel?" Feng Jin sedikit tidak paham.
Ne Zha menjelaskan tentang masalah Han Xiao yang tidak bisa menembus ranah Dewa Raja, pada dasarnya ketika menembus Dewa Raja, kekuatan semua harus berada di puncak Dewa Sejati. Mudah bagi Ne Zha untuk menaikan kelima Elemen hingga puncak Dewa Sejati dan merubahnya menjadi Unsur untuk mencapai Dewa Raja.
"Jika seseorang memiliki lebih dari satu kekuatan, maka semua kekuatan itu harus seimbang seluruhnya. Barulah bisa merubah kekuatan menjadi Unsur untuk menembus ranah Dewa Raja," terang Ne Zha.
Feng Jin baru mengetahui hal seperti ini, karena dirinya hanya memiliki satu kekuatan, sehingga tidak memiliki kesulitan untuk merubahnya menjadi Unsur.
"Lalu, apakah dari delapan Kekuatan Bang Han, ada yang tidak sejajar? Atau apakah Kekuatan Ruang miliknya yang tidak sejajar dengan Delapan kekuatan?" Feng Jin mengetahui bahwa Unsur seperti Ruang dan Waktu sangat sulit untuk dinaikan, sehingga dia memikirkan bahwa Han Xiao tidak mmiliki kemajuan dari Unsur Ruang.
Ne Zha menggelengkan kepalanya, "Kekuatan Keputusasaan, dari sejak awal dia masuk ke Dunia ini, sangat jarang mendapatkan hal Putus asa. Selain pada kematian Ruan Jian dan kepergian Bing Xing, dia tidak pernah mengalami putus asa."
Feng Jin meresapi kata-kata ini sebelum akhirnya mengerti dan mengagguk paham, "Jika begitu, Bang Han harus merasakan putus asa sekarang untuk kemajuannya, benar?"
__ADS_1
Ne Zha menganggukan kepalanya.
"Jika begitu, biarkan dia melawan mereka semua sendiri," celetuk Feng Jin.
***
Han Xiao akan melayangkan jitakan pada Feng Jin jika mengetahui apa yang dikatakan oleh Feng Jin untuk dirinya, tapi sayang. Kini dia tengah bergulat dengan Pemuda Barbar, dia tidak akan membagikan perhatiannya selain mengawasi delapan orang yang kini berada di udara menatap pertarungan mereka.
"Tinju Mengangkat Bumi!" Pemuda liar itu berteriak lantang lalu melayangkan sebuah serangan kasar dan lugas pada Han Xiao.
Senyum Han Xiao menjadi lebar, "Tinju Penghancur Langit!"
BOOOOOOOOOM!!!
Tidak berhenti disana serangan dari Pemuda liar itu, dia melayangkan tinjuan yang sngat banyak pada Han Xiao dengan kecepatan yang sangat sulit dilihat oleh mata.
Persepsi Han Xiao cukup baik dalam pertarungan, dia bisa terus membalas dengan tinjunya untuk bertemu dengan tinju liar dari pemuda Barbar tersebut.
Pantai yang sebelumnya terlihat sangat indah, kini sudah berubah dengan banyak lubang raksasa, penampilan dari Pantai itu sudah tidak memiliki bentuk, hingga air dari lautan mengisi pantai karena lubang besar telah sampai ke pesisir.
Pertarungan Han Xiao dan Murid Kaisar Tanah itu telah menghancurkan Pantai, skala hancur dalam pertarungan itu sungguh tidak bisa diukur oleh nalar.
"Tiang Hung telah terpojok, lebih baik kita bergerak, disana ada Xian Xuenai. Akan sulit bagi kita jika dia bergerak, membunuh pemuda ini terlebih dahulu adalah hal terbaik," ujar Pemuda berambut ungu saat melihat pertarungan Pemuda liar yang bernama Tiang Hung sudah mencapai puncak. Sangat jelas bahwa Tiang Hung sedang ditekan sementara Han Xiao beraa di atas angin.
__ADS_1
"Jika Gou Ren sangat memperhatikan ini, kenapa aku tidak? Ayo kita bunuh pemda itu!" Pemuda yang sedari tadi diam tertawa ringan.
Pemuda berambut ungu itu memiliki nama Gou Ren, murid dari Kaisar Angin, "Ayo Cong Lai!" Gou Ren berseru ringan lalu melesat menuju Tiang Hung.
Cong Lai adalah nama dari pemuda yang diam sejak tadi, dia tidak banyak bicara dan memobilisasi kekuatannya untuk bersiap perang, begitu juga dengan kedua temannya.
Tujuh orang melesat menuju pertarungan Han Xiao dan Tiang Hung, mereka melakukan serangan jarak jauh dengan sangat dahsyat untuk Han Xiao.
Tiang Hung yang sempat terlempar terkejut, ekspresinya menjadi sangat kesal saat melihat bahwa ada yang mencampuri pertarungannya. Tapi dia tidak bisa mengeluh saat penjelasan Gou Ren memasuki kepalanya. Tiang Hung segera melakukan Mode Mengamuk dari Ras Barbarnya.
Tubuh Tiang Hung segera membludak, otot-otot keras mencuat dari tubuhnya. Ukuran tubuh Tiang Hung telah tiga kali lipat dari sebelumnya, kini dia terlihat seperti raksasa.
"Dia terlhat seperti Hulk!" Feng Jin yang melihat perubahan pada Tiang Hung tidak bisa menahan tawanya.
Han Xiao kini tidak bisa lagi menganggap enteng, hal yang paling diwaspadainya telah terjadi, dia kembali memasuki Mode Perang dan memanggil Pedang Delapan Kejahatan, Delapan Pulau juga melesat diatas kepala Han Xiao, kini dia benar-benar serius menghadapi musuhnya.
"Aku tidak bisa menganggapnya enteng, semoga kalian benar-benar membuatku putus asa dan menjadi batu loncatan pada kultivasiku!" Han Xiao sungguh merindukan ranah Dewa Raja, dia hanya perlu menaikan Kekuatan keputusasaan sebelum melepaskan belenggu dari ranah Dewa Sejati, dengan begitu dia akan menjadi Naga yang kembali ke habitatanya, kenaikan kultivasinya akan menjadi lebih ringan.
Sembilan orang kini sudah terkumpul, tiga kelompok dari Murid Kaisar, orang yang selalu mengangkat tinggi kepala mereka dan melawan ribuan musuh tanpa gentar. Namun kini mereka harus dengan teguh bekerja sama untuk melenyapkan satu orang, sungguh perasaan mengesalkan bagi mereka. Tapi ini harus dilakukan oleh mereka.
***
Update Mingguan : 10/14
__ADS_1