Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab151. Menstruasi?


__ADS_3

"Satu setengah bulan lagi Pertarungan Keajaiban akan dimulai, Ayah rasa ini waktu yang tepat untuk kau berlatih. Sudah cukup kan waktu istirahatmu setelah membuat onar?" Kaisar Yang Qian menatap Han Xiao lalu terkekeh ketika diakhir kalimatnya, tidak pernah dia merasa sebahagia ini karena onar dari anaknya. Tentu saja! Onar yang dilakukan anaknya ini sangat merugikan Kekaisarab Ming yang merupakan musuh bebuyutan dari Kekaisaran Yang.


Waktu berlatih yang dianjurkan oleh Kaisar Yang Qian adalah dua minggu ini, karena mereka akan membutuhkan waktu satu bulan untuk perjjalanan menuju Akademi Naga dan Phoenix yang terdapat di bagian Tengah Benua Angin Selatan.


"Tidak perlu, aku lebih baik rebahan," jawab Han Xiao lalu menyandarkan tubuhnya mencari kenyamanan pada kursi yang dia duduki.


"Saat pelatihan berburu Siluman, tim milikmu tidak lengkap. Kau harus memiliki kekompakan yang tinggi dalam sebuah tim," ujar Kaisar Yang Qian sedikit heran atas prilaku anaknya.


"Tidak perlu, sudah cukup bagiku dan Ne Zha hanya untuk mengetahui kekuatan individu dari tim kita. Jadi tidak perlu melakukan pelatihan khusus yang Ayah bicarakan sebelumnya," balas Han Xiao.


"Yang perlu Ayah perhatikan adalah tim Qianfan karena aku melihat mereka bahkan belum bisa akur, sedangkan tim Shui sudah sangat baik. Seluruh anggota yang dipimpin oleh Shui patuh dan juga bekerja sama dengan sangat baik," lanjut Han Xiao lalu mengambil apel dan mengigitnya.


Kaisar Yang Qin menggeleng pelan, sulit untuk menggerakan anaknya ini untuk berlatih, namun dia akui memang Han Xiao memiliki kekuatan yang lebih dari cukup untuk berleha-leha. Tapi tentu saja dia tidak ingin anaknya terus berdiam dan tidak meningkatkan kekuatannya.


"Ayah bagaiaman kabar Qianfan dan Shui? ini sudah hampir dua bulan namun mereka belum menembus juga?" tanya Han Xiao.


"Sangat sulit untuk membentuk Istana Surga, waktu dua bulan akan menjadi sangat cepat untuk menerobos..." Belum sempat Kaisar Yang Qian melanjtkan perkataannya, sebuah hujan besar turun padahal matahari sangatlah terik.


"Shui berhasil menerobos!" Han Xiao dan Kaisar Yang Qian segera terbangun, mereka berlari secepat mungkin untuk sampai di ruang kultivasi Yang Shui.


Sesampainya disana, mereka berdua merasakan sebuah kekuatan dahsyat yang terpancar dari ruangan tersebut. Aura Ekspansi Istana yang dilepaskan dari dalam sungguh mengerikan.


Secercah cahaya kesenangan serta kebanggaan terlintas pada wajah Kaisar Yang Qian, kini dia memiliki satu anak yang menembus Ekspansi Istana yang memiliki Istana Surga dan satu memiliki Istana Dao. Ya, Kaisar Yang Qian telah mengetahui dari Han Xiao bahwa ada yang lebih kuat dari Istana Surga yaitu Istana Dao.


Han Xiao sendiri merasa ini tidak perlu ditutupi dari Ayah angkatnya itu mengingat hubungan yang dimiliki oleh Ayah angaktnya dengan sosok memberikan Han Xiao yang digantikannya. Pada awalnya Kaisar Yang Qian sangat skeptis dan tidak percaya pada Han Xiao, namun saat melihat anaknya memunculkan lima belas Istana Takdir dia terkejut hingga lupa bernapas untuk beberapa saat, selain itu dia juga mengetahui bahwa Ne Zha juga, memiliki Istana Dao.

__ADS_1


Kaisar tersenyum lebar penuh senang, sudah jelas di era ini akan menjadi era jenius. Serta sudah dipastikan Kekaisaran Yang akan menjadi pemenang terbasar dalam Pertarungan Keajaiban. Mereka memiliki dua jenius dengan Istana Surga dan dua Istana Dao, jika Yang Qianfan mendapatkan Istana Surga maka akan ada tiga jenius Istana Surga dari tim Kekaisaran Yang.


''Sebaiknya kita berjaga, ini adalah waktu yang rentan. Tidak ada yang tau apakah akan ada yang mencelakai Shui atau tidak," ujar Han Xiao.


"Kau terlalu tegang, dengan Kaisar Yang Qian yang merupakan Kultivator Alam Inti Kosong dan Kaisar terkuat dari Enam Kaisar mana mungkin akan ada yang lolos dari pengawasannya?" Ne Zha entah darimana tiba-tiba muncul di belakang Han Xiao.


Kaisar Yang Qian bahkan sedikit terkejut karena tadi tidak sempat merasakan kedatangan Ne Zha.


"Jika bicara lolos dari pengawasanku maka hanya kalian berdua yang bisa melakukannya,'' ketus Kaisar Yang Qian, dua anak ini memang seperti menyatu dengan alam. Mereka tidak bisa dideteksi dengan mudah olehnya.


Ne Zha dan Han Xiao terbatuk pelan menanggapi Kaisar Yang Qian, memang tanpa mereka sadari hawa keberadaan mereka sendiri sangatlah tipis karena telah menyatu dengan Dao.


Benua Angin Selatan kini tengah gempar lagi karena fenomena alam yang muncul pertanda kultivator Istana Surga telah muncul lagi setelah kejadian satu bulan lalu hujan salju karena Bing Xing yang berhasil mendapatkan Istana Surga.


Paras gadis itu betambah sangat cantik, kulitnya kini lebih putih dari sebuah giok, keindahan yang tertera pada sosok gadis itu sudah sulit dirangkai oleh kata. Seolah wajahnya telah dirubah ulang oleh dewi kecantikan. Sungguh luar biasa cantik, menawan serta anggun. Aura tenang yang keluar dari dirinya membuat siapapun yang melihatnya terbawa menjadi tenang.


"Aku tidak percaya kau Shui," celetuk Han Xiao setelah ternganga melihat kecantikan Yang Shui.


"Kau!"


PLETAK!!!


Yang Shui mendaratkan sebuah pukulan pada kepala Han Xiao, hancur sudah wibawa tenangnya ketika melihat pemuda riang nan ceroboh dihadapannya.


"Haisss... Kalian." Kaisar Yang Qian menghela napas pendek saat melihat tingkah laku kedua anaknya yang seperti anak kecil.

__ADS_1


"Ayah!" Yang Shui segera memberi hormat, karena Han Xiao dia sampai tidak menyadari bahwa Ayahnya tengah berdiri menunggunya.


"Selamat nak, ini hadiah kecil dari Ayah atas pencapaianmu," ucap Kaisar Yang Qian penuh dengan ketulusan seraya memberikan sebuah Cincin Spasial pada Yang Shui.


Han Xiao merengut kesal menatap Kaisar Yang Qian, "Aku tidak ayah beri hadiah?"


"Ne Zha saja mendapatkan banyak hadiah dari Klan Ne," lanjut Han Xiao bersungut-sungut pada Kaisar Yang Qian.


"Jangan beri dia hadiah ayah!" ketus Yang Shui kesal.


"Hey aku tidak tahu apa masalahmu, apakah kau sedang menstruasi?!" sungut Han Xiao pada Yang Shui.


Gadis itu segera memukuli Han Xiao karena membahas sesuatu yang vulgar seperti itu, Kaisar Yang Qian bingung harus melakukan apa. Tidak pernah dia menghadapi situasi seperti ini, walau kedua anaknya seperti sedang bertarung namun mereka tidak melukai satu sama lain.


"Haisss..." Kaisar Yang Qian menggelengkan kepalanya, dia segera menatap Ne Zha yang kini tengah menonton pertarungan Yang Shui dan Han Xiao ditemani sebungkus kacang di tangannya.


Kaisar Yang Qian memilih untuk bergabung memakan kacang bersama Ne Zha dan menonton perselisihan konyol yang dilakukan kedua anaknya hingga selesai.


"Yang Mulia tidak ingin memisahkannya?" ujar Ne Zha heran saat melihat sang Kaisar justru bergabung memakan kacang bersamanya.


''Kau tidak perlu memanggilku dengan sebutan Yang Mulia, kau sudah dianggap saudara oleh Han Xiao, maka sebut saja aku Ayah," ujar Kaisar Yang Qian penuh tulus.


Sikap tulus inilah yang membuat Han Xiao dan Ne Zha nyaman berada di Istana Kekaisaran.


"Ya dilain kesempatan," balas Ne Zha lalu mengambil bungkusan kacang lain dan memberikannya pada Kaisar yang Qian.

__ADS_1


__ADS_2